Kali ini, saya mau cerita sedikit tentang seseorang yang lama tapi baru, hehe...., mungkin tidak sedetail yang nanti teman-teman pikirkan, seperti nulis riwayat hidup seseorang. Sebab, saya juga baru mengenalnya dengan baik dan benar sekitar 2 minggu saya berada di rumah.
Dia adalah Ody, seperti yang saya bilang tadi, tidak sedetail yang temen-teman harapkan, saya hanya tahu nama panggilannya Ody saja, dia anak Papua asli dan saya juga tidak tahu dia dari suku mana, yang jelas asli Papua, dan yang ingin saya ceritakan disini adalah rasa kagum saya pada sosok Ody si anak Papua ini,
Dari mana saya tahu dia? Saya sudah mengenalnya sejak saya masih di bangku SMP, dia dulu adalah teman baik om saya, pada saat itu sepertinya Ody masih SMA, atau mungkin dia sudah putus sekolah, sebab seingat saya, dia dulu sering membantu kakek saya di kebun di jam-jam yang seharusnya untuk bersekolah. Setelah saya kuliah, saya jarang bertemu dengannya, kata orang-orang dia sudah kerja di perusahaan kayu. Dan akhirnya saya bertemu lagi dengannya di rumah saya sendiri dan sekarang bekerja membantu om saya, ngurusin ternak ayam potong, dan tambak ikan, terkadang papa ngasih kerjaan tambahan, dan yang terpenting dia diberi upah atas semua hasil kerjanya di rumah.
Dari Ody, saya memahami kalau penilaian saya dan mungkin teman-teman diluar sana, yang selama ini menganggap anak Papua itu tidak tahu sopan santun, anarkis, mabuk-mabukan, tukang malakin orang dan lain sebagainya. Semua itu ditepis oleh sosok Ody, dia tidak anarkis tapi suka membantu, tidak dia tidak malas malah lebih rajin dari yang lain, tidak suka buat onar tapi suka bikin ketawa, (ketawnya ciri khas bro) dan lain sebagainya.Â
Masih banyak ada anak Papua yang punya semangat hidup tinggi, semangat kerja tinggi, bahkan taat ibadah. Tidak hanya Ody saja, beberapa teman-teman saya semasa SMA pun ada sebagian yang berhasil, kini mereka sudah kerja di beberapa perusahaan terbaik di Indonesia, bahkan ada yang masih berjuang kuliah di luar negeri. hebat kan??
Oke, kita balik lagi ke ODY yak…
Kenapa Ody lagi? Sebab, dialah anak Papua yang sekarang menjadi satu-satunya yang dekat dengan keluarga kami, semangat kerja dia tinggi, bahkan diantara yang lain, yang bekerja dengan om saya, dia yang paling rajin,, sejak subuh dia sudah bangun loh. (dia non muslim, tapi dia mengerti bahwa kami sudah terbiasa bangun subuh, begitupun kami memahami ketika libur hari minggu dia harus ke gereja dan mengurus anak-anak di gereja)
Pagi-pagi halaman sudah di sapu bersih olehnya, waw….. beberapa hari yang lalu, dia mampu mengangkat kayu beberapa potong dengan dipanggul di pundak, karena papa memintanya untuk ditaruh dekat rumah, dia kerjakan hal itu pagi-pagi, agar kerjaan dia dengan om saya bisa dia kerjakan di waktu bersamaan dengan om saya, maka menjelang sore waktunya dia beristirahat. Oh ya satu lagi, dia hobi minum kopi setermos, yang segelas besar mungkin 1,5 liter lah, hahahaha…..
Lihat?? Siapapun kita, mau kulit putih ato hitam, rambut keriting ato lurus, mata sipit ato belo’
Saya rasa, don’t judge book by its cover,, kayak Ody ini, semangat dia, butuh ancungan jempol gedelah… semoga dia terus semangat, biar bisa bantu orangtuanya terus, dan bisa punya keluarga kecil yang lucu dan bahagiaÂ