Kita butuh bercermin, lalu menelisik jauh ke rongga dalam dada, letakkan tangan di sana, lalu tanyakan pada kaca, selama ini kuberi makan apa ia? Pahala ataukah dosa?
Prosa #6

seen from United States
seen from France

seen from United States
seen from South Korea
seen from United States
seen from China

seen from Portugal
seen from United States

seen from United States

seen from Australia

seen from Singapore

seen from Portugal

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Portugal
seen from Australia
seen from Russia
seen from United States
seen from China

seen from Canada
Kita butuh bercermin, lalu menelisik jauh ke rongga dalam dada, letakkan tangan di sana, lalu tanyakan pada kaca, selama ini kuberi makan apa ia? Pahala ataukah dosa?
Prosa #6

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Saat perpisahan itu benar-benar terjadi, ada kehampaan yang rasanya mengawang di udara. Ada bagian yang hilang dan tak pernah lagi terasa terlengkapi
Bisakah kita kembali?
@ceritajihan
Luwuk banggai 6 Februari 2025
Hanya ada satu yang menghuni sudut-sudut rongga ingatanku, pikiran lurus tanpa lekukan, penuh sadar terus menghidupi kenangan; perihalmu.
Hanya ada satu yang menyusuri rongga-rongga waktu dalam hidupku, doa-doa menjulang yang terus memunajatkan bahagiamu.
Hanya ada satu yang menemani rongga langkahku, deru-deru kakimu yang tanpa lelah mendampingi deru langkah kakiku.
Hanya ada satu yang tak berongga untukmu; rasaku yang terus bertumbuh.
"Lakuna"
Semak-semak belukar telah memperlihatkan dirinya bahwa sudah rimbun, terpampang jelas tiap-tiap bagiannya tanpa ada sedikitpun sudut yang bercelah. Tapi tidak dengan diriku, yang tampak memiliki rongga pada dada, hingga hati. Sementara isi kepalaku ramai oleh pertanyaan-pertanyaan yang menuntut jawaban.
Kekosongan ini begitu menyesakkan. Ia menghimpit rongga dadaku begitu lamanya. Dan tiap rintik bening yang menjatuhkan dirinya pada netraku, seakan-akan melarang dan mengutuk aku agar tidak membuka mata. Karena ia bersumpah dan pasti akan masuk ke dalam celahku untuk lebih mendatangkan perih.
Kekosongan ini begitu menyiksa. Lambat laun ia membunuhku. Menarik deru napas dengan sangat kasar, menyeret ragaku menuju kekeringan di tengah dalamnya laut. Menyerangku dengan tetesan air hujan yang deras, sementara aku tak berdaya terlentang di atas tanah.
-Rahl, 6225
324
Rasa hampa paling menyesakkan adalah saat diri kehilangan sejatinya. Terlalu parah dikoyak ke sana dan ke mari. Lalu setelah usai yang lain kembali pada alurnya, sedang ia merasakan kekosongan yang luar biasa.
Dia tak sekedar kehilangan kesibukan, namun juga dirinya.
—06.02.2025

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Lakuna,
lekukan kecil diantara banyaknya kesempitan, celah sempit yang dicari bila terhenti kelapangan.
Layaknya cerita kehidupan ini, rapalan doa bagaikan permintaan kunci berbagai labirin kesulitan.
Harapan diantara beribu pilihan.
Cahaya diantara luas kegelapan.
Lakuna—asa keajaiban.
Tuntutan keinginan.
Di sela celah itu, mungkin aku ingin menemukan,
cahaya dari siapapun itu, di hidupku yang rentan.
Semoga terkabulkan.
06:28
Ada ruang hampa dalam hidup yang tak bisa dijelaskan, seperti kekosongan yang tak pernah terisi meskipun kita sudah mencoba segala cara. Itu bukan kehilangan, tetapi lebih kepada tempat untuk sesuatu yang tak tampak—perasaan yang tak bisa digambarkan, kenangan yang hilang tanpa jejak. Kadang, kita merasakannya dalam kesendirian, dalam hening, saat kita berpikir telah menemukan segalanya, tetapi masih ada ruang yang belum terjamah.
Celah dalam hidup yang mengajarkan kita bahwa tak semua hal perlu dipenuhi. Beberapa kekosongan justru memberi ruang bagi kita untuk tumbuh, untuk menemukan makna yang lebih dalam, dalam hal-hal yang tak terucapkan. Ia, Lakuna.
@ffahraa, hari keenam dari #28hariberprosa
LAKUNA
Oleh: Kevin Setyawan
Dirimu yang selalu hadir dalam hidupku selalu berada dalam ruang yang tak mengenal waktu.
Ruang itu adalah tempat dimana semua tentangmu ku abadikan disana, dari kenangan sejak kita bertemu hingga titik bagaima kita akhirnya bersatu.
Dalam suatu sekat yang begitu nyata aku mengerti bahwa dirimu tak akan bisa bersatu lagi karena batas itu tak akan bisa kita sebrangi lagi.
Biarlah semua menjadi cerita yanh tetap tak akan berakhir semua berjalan walau hanya dalam ingatanku, karena celah dibalik semua kenangan tentangmu tak akan pernah bisa aku hapuskan karena engkau "Abadi".