Aku Ingin Menjadi Kopi Susumu
Ting...ting...tinggggg
Alarm jam pulang kerjamu sudah bangun, namun di luar hujan masih deras. Sangat deras. Kamu pun memaksa pulang, mau bagaimana lagi? Kamu di tanah rantau tapi dekat rumah lahirmu.
Derasnya tangisan hujan tak menyurutkan tanganmu menancap gas motor putih itu. Hampir maghrib, engkau berhasil menapakkan kakimu di rumah kesayanganmu.
Di tempat lain, aku mencoba melanjutkan percakapan tadi malam yang sengaja aku diamkan. Menanyakan kabar barang yang aku titipkan kemudian mengucap selamat rehat, basa basi yang sudah basi!
Kamu menampik ucapan itu, dan mengatakan jika kamu di luar. Menyesap kopi susu yang menghangatkanmu sepaket dengan sarung milikmu.
"Kenapa ga kopi hitam?"
"Enggak, mengingatkan seseorang" balasmu cepat
"Manusiawi"
"Aku ingat kamu"
"Kamu body shaming ih"
"Xixi, canda"
Kamu tahu, aku ingin menjadi kopi susumu. Berhasil menghangatkanmu kapan pun kamu mau.
























