Hiruk pikuk yang ramai. Beberapa pasang kekasih atau beberapa orang duduk bergerombol.
Disebelah kiri duduk sendiri di meja yang luas. Menatap laptopnya, tanpa henti dan tanpa berpindah dari bangkunya dari pukul 7 sampai jam 11 malam.
Waktu itu, lelaki yang sedang berbincang dengan teman-temannya atau mungkin kakak-kakak nya, karena dia yang termuda dari mereka. Sesekali melirik ke arah kiri. Menatap berulang kali, melihat perempuan yang duduk sendiri di meja panjang.
Sesekali ada temannya yang nyeletuk, "berani tidak siapa yang bisa dapat nomernya, yang kalah bayar makanannya". Cuman bisa menolak taruhan temannya. Ada salah satu teman lelaki ini ingin foto bareng. Dia kesusahan untuk foto selfie. Terbesit untuk menyapa perempuan di sebelah kiri dan meminta tolong dia untuk memfotokannya. Tapi itu cuman sekilas, pikiran itu pun langsung menghilang.
Dalam perjalanan pulang. Dibalik setir kemudi, dia mulai memproses ulang. Ternyata lelaki itu masih terbanyang perempuan yang oernah bersamanya dulu.












