Kunci dari melepas, memahami "itu pernah terjadi". Jujur dengan apa yang dirasakan.
Yang aku rasakan terhadap "x", adalah dendam ingin membalas. Jika memang orang biasa akan memahami konsep "maklum". Tapi jika orang itu adalah spesialis dibidang atau berusaha memahami bidangnya. Tentu dia tau apa yang harus dilakukannnya.
Tapi sayangnya dia dengan egonya sendiri kala itu secara berkala chat berulang untuk memuaskan egonya sendiri. Setelah terkahir bertemu dia memutus kontak, seakaan "jijig". Menyelamatkan diri sendiri baik, tapi jika itu telah bertahun-tahun dan dirimu kontak ulang. Dari pihak penerima sudah bilang "jika memang pergi, maka pergilah jangan kembali". Dia dengan pede chat kembali bla bla blaaaa. Chat pertama ya sudah lah, chat seterusnya, yang dipikiranku "kamu bajingan". Kamu memahi tentang ilmu jiwa, kesehatan, dan materi agama. Tapi dirimu sendiri yang secara tidak sadar melewat garis yang seharus nya tidak kamu lalui.
Membuat orang meragukan tentang agama atau bidang mu itu.









