Berkelukur Tetap Bersyukur
Kau namakan dirimu pejung cinta,Perihal cinta seakan kau tahu segalanya. Kau mulai menapakkan kaki,menaiki anak tangga,berharap di puncak sana berjumpa dengan yang kau cinta.Namun nyatanya jalan yang kau lalui tak selalu sesuai hati,Kau berdiri di harap yang terlalu tinggi.
Jarak yang kau lalui terkadang tak bisa diukur,Namun semua itu tak membuatmu melangkah mundur.
Dari kejauhan kau melihat dia yang kau cinta sedang menunggu di puncak dengan setia.Kau mempercepat langkah,bebatuan kau hiraukan,hati-hatimu kurang dan kau tersungkur.
Puncak sudah di depan mata satu langkah lagi kau menuju yang kau cinta , nyatanya kau salah sangka.Bukan kau yang dia kutunggu,lihat saja ada seseorang yang menghampirinya di puncak.Puncak pelaminan yang kau harapkan bersama dia yang kau cinta namun akhirnya kau terkelukur.
Kau rasakan perih yang teramat,rasanya sakitnya melebihi bebatuan yang membuat luka di kaki.Hatimu patah,Langkahmu goyah,Kau mulai lelah perlahan kau tidur sampai mendengkur.
Setelah kemarin kau jadi pejuang,sekarang saatnya kau pulang,Istirahtlah jiwamu butuh tenang.Di dalam perjalanan menuju puncak,jalan yang kau lalui memang penuh bebatuan tidak mulus sesuai keinganan.
Hati-Hati melangkah agar kau tidak tersungkur Hatimu mungkin berkelukur namun kau harus tetap bersyukur
Walalu kau tak mencapai puncak pelaminan dengan yang kau cinta, Tapi yakinlah Tuhan sudah siapkan puncak kebahagian melebihi yang kau bayangkan.
Kau hanya perlu menunggu nomer antrian untuk mencapai puncak pelaminan.
- Ell’s - 28 Mei 2017








