Grand Al Karomah Mosque in Martapura, Borneo, Indonesia
Dutch vintage postcard
seen from Germany
seen from France

seen from United States
seen from United States

seen from Singapore
seen from Russia

seen from Singapore

seen from Russia

seen from United States

seen from Colombia
seen from China
seen from Japan
seen from Italy

seen from Malaysia

seen from India

seen from United States
seen from Italy

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
Grand Al Karomah Mosque in Martapura, Borneo, Indonesia
Dutch vintage postcard

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Karomah Sesungguhnya
Gus Baha' seringkali menegaskan pentingnya menerima takdir (yang memang termasuk rukun iman), entah takdir itu dirasa baik ataupun buruk. Sebagaimana akan banyak kebaikan yang hadir dari penerimaan terhadap takdir, kita juga melihat secara nyata bahwa mengingkari takdir menjadi sebab lain kesengsaraan hidup.
Sikap hasad (iri/dengki) misalnya menjadi representasi dari ketidakmampuan dalam memahami dan menerima takdir. Orang yang hasad merasa tidak senang ketika orang lain mendapatkan nikmat, bahkan sampai menginginkan nikmat itu hilang dari orang tersebut. Lalu, ia pun akhirnya tersiksa oleh sikap hasadnya sendiri.
Gus Baha pernah mencontohkan bahwa sekalipun bodoh itu tidaklah baik, tetapi menerima takdir sebagai orang bodoh tetaplah baik.
Salah satu hikmahnya adalah tidak hasad, tidak malu untuk belajar, dan tidak berusaha agar terlihat pintar.
Penerimaan terhadap apa yang mewujud dalam hidup, disertai kesadaran bahwa semua itu adalah kehendak Allah Ta'ala menjadi jalan menuju kemuliaan, sebagaimana ditegaskan Syeikh Yusri Al-Hasani bahwa "keridhaan dengan apa yang sudah ditakdirkan adalah karomah sesungguhnya".
Wallahua'lam
TGB Ingatkan Warga NWDI Jangan Terlalu Sering Menceritakan Karomah Maulana Syaikh
Lombok Timur, barbareto.com – Ketua Umum (Ketum) Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah, Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi mengingatkan warga NWDI supaya jangan terlalu sering menceritakan karomah-karomah Almagfurullah Maulana Syakih TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Bukan tanpa alasan, TGB mengatakan hal demikian karena saat ini jamaah NWDI seharusnya menceritakan tentang…
TAHAP PEMBUKTIAN
Islam secara garis besar terbagi kepada dua bagian yaitu Zahir dan Bathin. Zahir adalah ibadah yang Nampak sedangkan bathin adalah ibadah yang tidak Nampak. Nabi SAW mengatakan bahwa doa merupakan senjata bagi orang beriman, ini juga bisa dipahami secara syariat dan secara hakikat. Secara syariat doa hanya di ucapkan sedangkan secara hakikat harus memenuhi rukun pelaksanaan teknisnya. Kita bisa…
View On WordPress
Sunan Kalijaga

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Karomah Mbah Thohir Bungkuk, Guru Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari
Karomah Mbah Thohir Bungkuk, Guru Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari
tebuireng.co- Menurut KH. Masykur bahwa Mbah Thohir merupakan Guru Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari (selain Syaikhona Kholil Bangkalan). Kiai Masykur pernah suatu kali sowan ke Hadratussyaikh di Tebuireng sebelum meneruskan perjalanan ke Jakarta dipanggil Bung Karno untuk rapat BPUPKI menjelang kemerdekaan RI. Dalam percakapan dengan kakek Gus Dur itu, Kiai Masykur ditanya, “Panjenengan dari…
View On WordPress
Karomah Habib Kuncung
Habib Kuncung dengan Nama Asli yaitu Habib Ahmad bin Alwi Al Haddad
Pernah pula suatu ketika Habib Kuncung membakar sampah dalam lubang besar, disekitar lubang itu terdapat pohon pisang. Rupanya pohon pisang itu sengaja ditanam orang. Terang saja, melihat lubang sampah itu dibakar, pemilik pohon pisang marah besar kepada Habib Kuncung. Habib Kuncung hanya diam hingga api itu padam. Ternyata pohon pisang itu tak ada yang mati, bahkan kemudian malah lebih bagus tumbuhnya. Karomahnya yang lain; setipa kali Habib Kuncung memakai jasa tukang delman, delman itu pasti pulang lebih awal karena setoran menjadi mudah tercukupi. Kusirnya juga akan pulang dengan uang yang lebih dari biasanya. Makanya banyak sekali tukang delman yang mengharap-harap agar delmannya dinaiki Habib Kuncung.
Sekalipun bersikap aneh dan selalu muncul – menghilang, orang-orang mengenang Habib Kuncung sebagai pribadi terhormat yang saleh. Hal-hal yang dilakukannya merupakan satu bentuk ketawadukan. Beliau tak ingin orang memuja-muja dirinya dan punya pikiran macam-macam. Beliau ingin dikenal sebagai orang biasa saja. Begitu tawaduknya Habib Kuncung, beliau tak pernah mau menerima hadiah, baik uang maupun pakaian. Beliau hanya ingin dapat tampil seperti biasa, apa adanya. Sekalipun begitu tak ada orang yang meragukan kapasitas Habib Kuncung sebagai Waliyullah.
Makanya setelah wafat beliau mendapat kehormatan sedemikian rupa. Sekarang masih banyak orang menziarahi makam Kramat Wali Allah Al Habib Ahmad Bin Alwi Al Haddad Habib Kuncung, di Rawajati Timur II, Jakarta selatan. Orang dapat merenungkan kembali mengenai hidup yang harus dijalani dengan tawaduk dan keshalehan yang utuh. akhirnya pada tahun 1345 H tanggal 29 Syaban sekitar tahun 1926 M pada usia 93 tahun beliau, Al Habib Ahmad Bin Alwi Al Haddad, kembali ke rahmatullah dan di makamkan di pemakaman keluarga Al Haddad di Rawajati Timur II, Jakarta Selatan dan setiap hari Minggu ketiga bulan Rabiul Awal diadakan peringatan Maulid Nabi di pemakaman beliau bada Ashar.
BERKAH PARA WALI
Bagi orang-orang yang meyakini adanya karomah para wali Allah tentu kisah-kisah peristiwa semacam ini bukanlah sesuatu yang aneh, apalagi mustahil. Jika Allah menghendaki sesuatu, apapun bisa terjadi. Persoalan karomah pada diri orang-orang saleh telah dikabarkan Allah Ta'ala dalam kisah-kisah kaum shalihin maupun hadis-hadis Nabi serta kitab-kitab yang ditulis para imam besar. Semisal Kitab Jami'e Karamatil Aulia karya Syeikh Yusuf bin Ismail an-Nabhani.
di saat pandemi seperti saat ini teringat pesan Al-Habib Ahmad Asseqaf, jika tersebar wabah virus penyakit maka janganlah kita merasa khawatir secara berlebihan. Ada baiknya kita memperbanyak mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala dengan amalan-amalan serta wirid-wiridan yang dapat membantengi dari segala wabah penyakit dan kejahatan. Selain itu, hendaknya kita juga mendekati para ulama, para wali dan orang-orang saleh untuk berharap doa dan keberkahan dari mereka. Terbukti ada banyak kisah-kisah peristiwa serupa dimana kita sangat membutuhkan wasilah dari keberkahan doa-doa dari orang-orang saleh yang sangat mustajab itu.