First days, Airbnb in Vanløse.
Couldn’t have had a better host for my first days here.

seen from United States

seen from Czechia

seen from Iraq
seen from Germany

seen from Sweden
seen from Israel
seen from Czechia
seen from Russia
seen from United States
seen from Czechia

seen from Russia

seen from United Kingdom
seen from Finland
seen from Türkiye

seen from Maldives
seen from Japan
seen from T1

seen from United States

seen from Germany
seen from United States
First days, Airbnb in Vanløse.
Couldn’t have had a better host for my first days here.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Good morning, Internship Administrasi seeker! We are Bee Happy Translation Services which is an Indonesia-based Language Agency. For the time being, we are searching for physically and mentally excited candidates for the internship that we are going to hold. We are happy to inform you that in this period, we are delighted to open another internship program which is called Internship Administrasi. And we are pleased to inform you that we will be accepting applications for the internship beginning in December and ending in February of the following year. At this moment, we are offering this internship to those who believe that administrative work is their calling in life. As a result, you must meet some of our basic qualifications, such as being dependable, informed, and capable of working fast under pressure. As a result, those who do not have one of these may want to reconsider whether or not to join. Furthermore, this is critical if you want to gain real-world experience, which leads to successful professional growth.
Here, our Internship Administrasi will educate you on how to provide excellent administrative support to anyone. That means you'll learn to plan, coordinate, organize, and schedule your way to a rewarding profession. Across teams, occupations, and industries, administrative workers provide critical office support. Your daily responsibilities as an administrative intern will involve making meetings or travel arrangements, responding to emails and phone calls, assisting with events, filing, and preparing reports. No two days will be the same in this fast-paced profession! Internship Administrasi interns should have strong interpersonal skills and keen attention to detail. After you've completed the majority of these requirements, you'll be ready to work as an administrative assistant, receptionist, executive assistant, or secretary.
In any case, make sure to register first before the quota is filled. This Internship Administrasi is geared toward college students and recent grads. You can choose from a minimum of four to a maximum of six months of internship based on our criteria. Just make sure to read over our Internship Administrasi handbook for a complete list of requirements, duties, and important tasks. Then go to our website's internship page and fill out the form. We'll be in touch with you as soon as the quota is met!
Bee Happy Translation Services
Email : [email protected]
Website : https://beehappytranslationservices.com/
Adakalanya lelah mengantar pada kesepian dan sepi berujung pada jalan kembali.
Tak ada yang menarik untuk disesali, jika yang mengantar kembali menjadi abadi.
Berlebihan dan Terus Berlebih.
Ya Allah jika di dalam hati ini tidak pernah merasa puas, maka ijinkanlah aku mengerti betapa baiknya Engkau dan tolong jangan hukum aku atas batas yang aku lampaui.
Terimakasih Ya Allah. .
di reda nya hujan ini, amarahku pun mereda.
Aku pikir memilih wahana iship adalah seperti memilih menikah, kita tak boleh salah memilih.
Padahal aku hanya harus melewati satu tahun dengan situasi baru dan mungkin orang baru. Tidak selamanya. Aku masih boleh salah.
Tidak ada yang tahu tempat yang internsip yang benar-benar cocok untuk ku.
Bisa saja tempat yang aku lewati, tempat yang aku tangisi. Tempat yang aku ingini, bukan yang cocok untuk ku.
Aku tahu tempat yang tepat untukku setelah aku benar-benar berada disana.
Tak ada pilihan yang salah, tak ada tempat yang terbuang. Semua wahana mempunyai bunga-bunga yang harus kulihat dengan kacamata yang benar.
Aku tak boleh berlebihan, tak boleh lagi berlebih mencemaskan semua yang terbaik yang sudah diberikan Allah SWT.
Every youngster is interested in the prospect of earning, while studying in school. The sheer thought of earning your own living and getting all-out freedom is

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Pileuleuyan
X: “Sen, mau internsip dimana?”
Y: “Maumere!”
Setiap ditanya begitu, selalu semangat jawab Maumere. Sedih? Nggak. Malah excited, ga sabar buat cepet-cepet pemilihan wahana, bisa dapet wahana sesuai dengan keinginan ga ya. Sahabat-sahabat yang tau kemungkinan ga bakal ketemu lagi dalam waktu setahun (atau mungkin lebih) mendadak mellow begitu tau saya memilih internsip di Maumere. Padahal yang akan pilih dan berangkat ke Maumere aja biasa aja.
Sampailah di hari pemilihan wahana internsip. Setelah bingung mau pilih di warnet mana, akhirnya salah seorang teman dengan baik hati memberikan seat warnet yang sudah dia booking, konon katanya warnet paling kenceng se Bandung Raya. Satu jam sebelum pemilihan, sudah stand by di warnet. Ga sendiri ternyata, banyak teman-teman yang juga mau pilih wahana internsip hari itu. Semua sudah siap di depan komputer masing-masing, dengan muka tegang dan mulut yang melafalkan doa-doa demi masa depan mereka. Pukul 9.00 WIB, pemilihan wahana yang dilakukan secara online itu pun dimulai. Suasana semakin tegang ketika layar komputer menunjukkan bahwa server down. Damn! Karena kuota setiap wahana terbatas, sedangkan peserta seluruh Indonesia berjumlah ribuan, tentu waktu satu detik sangat berharga. Segala usaha dilakukan termasuk meminta bantuan teman yang online di kota lain karena takut tidak kebagian wahana yang diinginkan.
Setelah hampir 1 jam server down, akhirnya beberapa komputer bisa mengakses website pemilihan wahana. Tanpa pikir panjang, saya langsung masuk dan mencari wahana pilihan saya, RSUD T. C. Hillers Maumere di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Ketika proses pencarian, sempat lama loading, saya kira wahana Maumere sudah habis, jadi saya berniat untuk langsung mencari wahana Waingapu. Ternyata ketika saya akan mengetikkan kata Waingau, pilihan wahana Maumere masih ada. Langsung saja saya klik pilih. Halaman website pun berubah. Sekarang layar komputer menampilkan lembar pakta integritas, yang menandakan bahwa saya diterima di pilihan wahana saya. Yes! Refleks berteriak saking senangnya.
Tapi, kebahagiaan itu hanya beberapa menit menetap. Sekarang, saya benar-benar akan pergi meninggalkan Bandung untuk waktu yang tidak sebentar. Meninggalkan keluarga, meninggalkan teman, meninggalkan rutinitas, meninggalkan kota bersama kenangan didalamnya. Seketika hati saya menjadi sendu. Apa bisa tahun depan saya kembali lagi ke Bandung? Apa saya tahan untuk tidak pulang selama satu tahun?
Akhirnya saya putuskan untuk “berpamitan” dengan Bandung. Berpamitan dengan teman. Berpamitan dengan makanan. Berpamitan dengan jajanan. Berpamitan dengan setiap sudut kota yang sarat akan kenangan sejak pertama kali tinggal di kota ini 10 tahun yang lalu. Saya pun membuat wish list tempat yang ingin dikunjungi, makanan yang ingin di makan, dan kegiatan yang ingin saya lakukan sebelum saya pergi. Belum pernah saya sesedih ini meninggalkan Bandung. Bahkan cuma berjalan melewati jalan yang sering saya lalui ketika masih SMA saja saya terharu.
Belum lagi pamitan dengan teman-teman yang sudah sibuk dengan urusan dan pekerjaan masing-masing. Sulit sekali menyamakan jadwal untuk sekedar bertemu mengucap salam perpisahan. Karena masih memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan, dan agenda ke Semarang yang tidak bisa dilewatkan, alhasil saya tidak bisa bertemu dengan semua teman-teman saya untuk berpamitan secara langsung. Termasuk pamitan sama Sam dan Eka. Sedih. Banget.
Bersyukur masih sempat bertemu dengan teman-teman, walaupun hanya sedetik. Setiap waktu yang dilalui bersama benar-benar terasa berharga. Karena kita tidak tahu lagi kapan bisa bertemu kembali. Terima kasih telah menjadi bagian dari hidup saya. Dan sekarang, dengan berat hati saya harus mengucapkan “sampai jumpa kawan!”
Dan hal terberat lainnya adalah harus pindah meninggalkan kota yang sudah 10 tahun ditinggali. Berat sekali rasanya. Seperti kata Pidi Baiq, “Dan Bandung bagiku bukan hanya masalah geografis, Lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi.”
Hayu batur hayu batur urang kumpul sarerea Hayu batur hayu batur urang sosonoan heula Pileuleuyan pileuleuyan sapu nyere pegat simpay Pileuleuyan pileuleuyan paturay patepang deui Amit mundur amit mundur amit ka jalma nu rea Amit mundur amit mundur da kuring arek ngumbara
Keputusan
Beres kuliah mau ngapain?
Mungkin itu pertanyaan yang ada di pikiran setiap orang yang baru selesai kuliah, termasuk saya. Setelah hampir 6 tahun kuliah (3,5 tahun S1 ditambah 2 tahun kepaniteraan klinik, dan beberapa bulan persiapan UKMPPD), akhirnya saya bisa mendapatkan tambahan dua huruf konsonan di depan nama saya. Butuh perjuangan yang tidak mudah untuk menyelesaikan kuliah saya ini, jadwal yang padat, materi yang berat, ujian yang sulit dan banyak konflik internal yang dialami sepanjang perjalanan hampir membuat saya ingin berhenti dan tidak melanjutkan kuliah. Tapi berkat dukungan orang tua dan teman-teman, niatan untuk berhenti itu urung dilakukan.
Kembali ke pertanyaan tadi, mau ngapain? Bagi teman-teman yang kuliah di jurusan lain mungkin sebagian besar jawabannya langsung cari kerja. tapi tidak bagi lulusan kedokteran. Langsung berpraktek sebagai dokter setelah selesai kuliah itu hanya angan-angan saja. Sebelum bisa membuka praktek mandiri, seorang dokter yang baru lulus harus mengikuti program internsip terlebih dahulu. Program Internsip Dokter Indonesia adalah program pemerintah yang mewajibkan dokter-dokter yang baru lulus untuk “magang” di RS dan puksesmas di seluruh daerah di Indonesia selama 1 tahun. Ya, internsip tanpa H seperti layaknya internship. Disini kita sebagai dokter diperkenalkan dengan dunia kerja dokter yang sesungguhnya, dengan tanggung jawab penuh sebagai seorang dokter.
Nah, untuk mengikuti program internsip ini juga tidak semudah atau secepat yang dibayangkan. Setelah dinyatakan lulus UKMPPD, masih harus menunggu sekitar 6 bulan lagi untuk bisa mulai mengikuti internsip. Kok lama ya? Tentu lama karena untuk mengikuti internsip harus memiliki beberapa berkas, seperti ijazah, sertifikat kompetensi, dan surat tanda registrasi (STR), yang memang proses pengurusannya membutuhkan waktu yang cukup lama dan dilakukan secara bertahap. Setelah itu, kita harus mendaftar dan memilih wahana internsip secara online. Disini kita bebas memilih tempat internsip yang kita inginkan, tentu harus bersaing dengan lulusan dokter-dokter baru dari universitas lain se-Indonesia.
Dan muncul lah pertanyaan lain:
Mau internsip dimana?
Selama menunggu pengumuman kelulusan UKMPPD, saya pun mulai mencari informasi mengenai wahana-wahana internsip yang bisa saya pilih. Karena saya ikut UKMPPD periode Agustus 2017, berarti saya baru bisa ikut internsip periode Februari 2018, lumayan ya 6 bulan jadi beban negara alias pengangguran. Awalnya saya berencana untuk memilih wahana internsip di Garut, selain karena disuruh orang tua, juga karena dekat rumah dan tidak usah bingung memikirkan biaya hidup karena masih tinggal serumah dengan orang tua. Pilihan lainnya jatuh pada wahana lain di Jawa Barat seperti Sumedang, Bogor, atau Sukabumi dengan pertimbangan masih dekat jika ingin pulang ke Garut atau Bandung. Selama beberapa waktu saya mantap dengan pilihan saya tersebut, Namun entah bagaimana ceritanya tiba-tiba terbesit di pikiran saya untuk memilih wahana di luar Jawa barat atau bahakan di luar Pulau Jawa.
Saya pun mencari-cari informasi mengenai wahana internsip di luar Jawa Barat. Pilihan pertama yang muncul di pikiran adalah Yogyakarta. Entah kenapa saya saya suka sekali suasana Yogyakarta yang menurut saya menenangkan hati, sama seperti Bandung. Namun sayangnya, hanya ada 2 wahana yang dibuka di Yogyakarta untuk internsip periode Februari dan dengan review yang kurang baik untuk kedua wahana tersebut, akhirnya saya batal memilih Yogyakarta sebagai kota yang akan saya tinggali selama setahun kedepan.
Saya mulai berpikir untuk mencari wahana di pulau Sumatera, entah itu Padang atau Batam. Namun karena berbeda regional dengan lokasi universitas saya, maka saya letakkan pilihan wahana Padang dan Batam di urutan terakhir karena kesempatan saya untuk mendapatkan wahana disana sangat kecil. Sebagai informasi, pemilihan wahana internsip dibagi menjadi 3 term, pada term pertama kita bisa memilih wahana yang berada di satu provinsi yang sama dengan lokasi universitas kita dengan kuota sebanyak 60%, term kedua kita dapat memilih wahana yang satu regional dengan universitas (tahun ini dibagi 2 regional, Regional Sumatera dan Regional Jawa-Kalimantan-Bali-Nusa Tenggara-Sulawesi-Maluku-Papua) dengan kuota 20%, sedangkan di term ketiga kita bisa memilih wahana dimana pun di seluruh Indonesia tanpa memperhatikan asal universitas.
Dari review yang saya baca dan berbagai macam pertimbangan, akhirnya saya memutuskan untuk memilih wahana di Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, dan Bali. Untuk wahana internsip di Nusa Tenggara Timur, ada beberapa wahana yang menjadi pertimbangan seperti Maumere, Soe, Betun, dan Waingapu. Untungnya saya punya teman yang sedang internsip di Maumere, jadi bisa bertanya mengenai kehidupan internsip disana. Karena informasi mengenai wahana lain terbatas, saya hanya memfokuskan pada satu wahana saja, Maumere. Secara umum, intersip di Maumere menyenangkan, begitu katanya. Diiming-imingi insentif dan uang tambahan serta berbagai objek wisata yang bisa kita kunjungi selama setahun tinggal di Maumere berhasil memantapkan saya untuk memilih wahana disana.
Rencana saya untuk tinggal setahun di sebuah daerah yang sangat jauh dari rumah, tidak berani saya ungkapkan ke orang tua, karena pasti kemungkinan besar tidak akan diizinkan. Walaupun dari SMA saya sudah tinggal sendiri jauh dari rumah, tapi tidak pernah sejauh ini (bagi yang belum tau Maumere ada dimana, bisa lihat peta di bawah). Akhirnya saya baru membicarakan pilihan saya ini dengan orang tua menjelang pemilihan wahana. Awalnya sempat berat hati memberikan izin anaknya untuk pergi jauh, tapi karena saya bandel ya mau tidak mau dikasih lampu hijau juga. Jadilah mantap pilihan saya untuk merantau ke Maumere, meninggalkan Bandung dan rumah dengan segala kenangan di dalamnya.
Sampai hari pemilihan wahana, setiap ditanya mau internsip dimana, saya selalu jawab “Maumere”. Entah, merasa tidak punya pilihan lain selain Maumere. Banyak yang kaget dan mengira saya hanya bercanda. Tapi setelah mereka percaya kalau saya benar-benar memilih Maumere, mereka malah tambah kaget, emang yakin mau tinggal di tempat yang jauh dari “kota”? begitu lah kebanyakan komentar teman-teman yang bertanya. Ya, walaupun Maumere jauh dari apa yang mereka sebut “kota”, lingkungan dan budaya yang benar-benar baru bagi saya, saya tetap yakin memilih Maumere. Semoga pilihan saya ini tepat.
p.s.: sebenarnya tulisan ini rencananya akan dipost sebelum pemilihan wahana, namun karena kemalasan yang luar biasa, akhirnya baru bisa dipost sekarang.
Udah Satu Tahun Aja.
Hi! Welcome back to my channel! (lah? youtuber?)
Hahaha. Kebanyakan nonton youtube jadi gini nih.
Sebelumnya mohon maaf (seperti biasa) atas lenyapnya aku dari dunia tumblr ini dalam jangka waktu yang lumayan lama. Karena ketidak-konsisten-an ku untuk menulis. Dan karena banyaknya kewajiban lain selain menulis. Mungkin moment-moment lain tidak cukup menarik atau tidak cukup memorable untuk aku tulis, atau tidak cukup waktu? atau moment nya dirahasiakan? atau ditunda tunda terus nulisnya, atau gimana? Ah sudahlah banyak alasan. Ya pokoknya intinya gak konsisten. Titik.
Kepanjangan ya openingnya... *krik*
Kedatanganku kali ini dengan sebuah cerita yang bisa membuat aku segera menulis di tumblr. Berarti cerita nya memorable banget dong? Iya lah. Tentu. Kalo nggak bisa taun depan kali baru nulis lagi. Hehe
Dulu aku pernah nulis tentang cerita internsip ku kan? Tapi seingetku itu udah awal tahun, jaman nya masih jaga IGD, 4 bulan pertama internsip. Sekarang? Sekarang wes rampung mba’e... Tadinya niatnya mau nulis di setiap stase selama internsip. Stase rawat inap setelah IGD, lalu puskesmas. Tapi apa daya, wacana tinggal lah wacana.
Kemarin abis acara perpisahan di Rumah Sakit, hari terakhir sebagai Dokter Internsip di RSUD Bangkinang. Nggak usah ditanya perasaannya. Campur aduk. Sedih, seneng, lega, takut dll dsb. Tapi bisa dipastikan perasaan terbesar adalah sedih. Either sedih karena bakal meninggalkan temen-temen, suasana rumah sakit, atau sedih karena abis ini pengangguran. Hehe
Gimana nih La, kesan nya selama 1 tahun internsip di Bangkinang?
Ini pertanyaan kayak pertanyaan di video yang aku buat kemarin buat ditampilin di acara perpisahan. Di video aku gak bisa ngomong panjang lebar. Tapi aku ingin menulis panjang lebar disini! *evil laugh*
Setahun aku menjalani internsip di Bangkinang, mungkin nggak sama rasanya sama temen temen lain yang merantau jauh dari rumah selama internsip. Bangkinang cuma 1,5 jam dari rumahku. Jadi wajar menurutku banyakan suka nya ketimbang duka nya, karena deket rumah, mengurangi setengah beban selama internsip. Beda sama temen-temen yang jauh dari rumah.
Emang bener kata orang-orang terdahulu (terdahulu internsipnya maksudnya), internsip itu enak nggak nya bukan ditentuin dari wahana nya, tapi dari orang-orang kelompoknya. Yaa, wahana jelas tetap memberi pengaruh. Tapi kalo temen temennya enak, ya bakal enak aja ngejalaninnya. Temen-temen yang enak bukan berarti temen temen yang tanpa cekcok, tanpa perbedaan pendapat, tanpa perang dunia, tanpa ke-julid-an. Ini perkara otak 21 anak manusia, 21 latar belakang berbeda yang harus dijadikan satu, lho! Beda pendapat pasti. Tapi satu hal. “you’ll never know how much something means to you, until they’re gone”. And i just realized it. Di akhir perjalanan selama 1 tahun ini, rasanya semakin berat. Bahkan mereka belum gone, but i know i will definitely missing them.
They’re unique on their own way. Mungkin itu yang akan bikin kangen.
Kak Winda yang keibuan, yang selalu dijalan yang benar, yang banyak skip kalo ada acara karena alasan suami dan anak, partner jagaku sebulan pertama, izin per dua jam buat pumping, terniat dan tertotal orangnya.
Mas Feb. Nah ini. Di awal awal kenal diem banget blasss! Apa aja juga iya, ga bisa nolak, pemalu, gak enakan. Tapi di akhir-akhir, wah julid juga ternyata. Diem, tapi sekalinya ngomong, ngakak juga.
Tara. Yang paling banyak diidolakan kaum pria. Selo aja tapi selalu yang terdepan beres nya kalo ada tugas-tugas.
Ega. Ya ini ga usah dijelasin lah ya. Hidup aku sama dia terus. Di cerita manapun ada dia.
Nanda. Cem-cemannya Mas Feb, malu malu tapi mau kalo udah dicengin. Orang ini tiap bulan ada aja acaranya. Ke jakarta, ke medan, ke aceh. Sampe hari terakhir aja masih bayar hutang jaga.
Repi. Temen sekelas SMP yang lama menghilang, ketemu lagi di isip. Anak ini yang mulutnya paling blas kalo ngomong, cuek, di akhir-akhir suka sibuk ngurusin nikahan.
Rian. Si ketua kelompok besar, asli orang ocu. Ini yang kerjaannya ngomel mulu, marah-marah mulu di grup, sama kerjaannya tebar umpan. Eh saking banyaknya nebar umpan, jadi terciduk kan yan? Makanya satu satu aja.
Kak Ica. Kecil ukurannya, banyak makannya, melengking suaranya. Ini dia!
Itang. NAH! Satu-satunya saudara se-per-trisakti-an. Tercemas, terpanik, terngocol, terbebas, terngartis, termusisi, dan dirindukan semua orang. Pas masuk rawat inap, yang ditanya perawat haikal. Masuk puskesmas, yang ditanya haikal lagi.
Yusni. Penunggu IGD. Pagi siang malam pagi lagi siang lagi, malam lagi, di IGD terus. Terbetah di IGD. Terseksi juga. Sendirinya nggak kerudungan. Kalo datang ke IGD selalu paling on. Rambut warna, lipstik cerah, blush on menyala, eyeliner on fleek. Terdandan.
Kiki. Ter-bebas dan ter-selo kalo ini. Apa aja oke, apa aja iya, apa aja mau, apa aja ngikut. Ter-tanpa konflik mungkin saking bebasnya. Ikut angin aja ya ki?
Reyhan. Udahlah ya yang ini juga gak usah dijelasin. 4 bulan pertama jaga ketemu nya dia lagi dia lagi. Jaga, makan, nongkrong, gosip. Salah satu orang yang bisa mengerti maksud aku tanpa harus aku jelaskan.
Kak Dila. Sosok misterius di awal kehidupan internsip nih. Di grup diam, jarang ketemu di RS. Tapi di akhir, ternyata julid. Hebring. Terdepan kalo udah urusan joget jogetan.
Mumu. Si arab yang kalo orang nggak kenal pasti ngiranya songong. Padahal aslinya nggak. Mungkin tegas.
Irwin. Dokter Line Today. Siapa yang nggak kenal Irwin? Urusan muka gak usah ragu lah. Ter-obgyn kalo irwin. Ter-selebgram juga. “La, bilang ya kalo mau instastory, harus cool soalnya.” ucapan yang paling aku ingat.
Ika. Si tunggal yang galak, cuek, tapi hatinya hello kitty. Yang ga disangka malah nangis pas kemarin perpisahan. Sempet melewati masa diet ketat tapi akhirnya sirna diujung internsip. Sama sepertiku. WKWK.
Kak Wika. Kita jarang ketemu ya kak, jadwalnya gak pernah bareng. Jarang ikut acara acara juga karena bolak balik pku-bangkinang setiap hari.
Kak Zenny. Yang paling diem versi cewek. Yang pusing duluan kalo udah mulai rencanain pake baju warna samaan.
Bang Rahmat. Dulu di awal serem sama bg rahmat soalnya suka marah marah di grup. Tapi di satu kesempatan nebeng pulang ke pku sama bg rahmat ternyata bg rahmat tidak semenegangkan itu. Justru fun! Tapi memang punya jiwa pemimpin dan calon legislatif yang besar didalam dirinya. wkwk
Bang Jul. Maskot internsip angkatan 5. Semua yang berasal dari bang jul lucu. Sekian.
Nah, selain mereka-mereka ini, isi rumah sakit dan suasana nya juga bakal bikin kangen. Orang-orang IGD terutama. Kakak kakak, abang-abang yang udah kayak sobi sendiri. Dan tentunya, makan-makannya! Selama aku 8 bulan di Rumah Sakit, IGD lah yang paling sering makan makan. Kangen BHD juga, kangen insenda, kangen uang jaga malam. Wkwk.
Guys. Terima kasih sudah menjadi orang asing yang pada akhirnya menjadi orang-orang terdekatku selama 1 tahun ini. Meski selama setahun ini banyak yang terjadi, mungkin kita pernah berbeda, mungkin kita pernah tak seirama, tapi kalau kata dokter Ica, itu romantika nya. Toh di akhir semua berakhir bahagia, semua saling lupakan cela, semua menjadi tak ingin cepat berpisah. Mungkin akan beda cerita kalau internsip ini 2 tahun, 3 tahun atau seterusnya. Tapi, 1 tahun ini cukup membuat aku akan rindukan kalian. Dari yang pada jaim sampe gak tau malu. Terima kasih untuk sharing ilmunya, lece-lece nya, jalan-jalan nya, jokes recehnya yang meskipun receh tapi tetep ketawa, dan semua yang udah kita jalani bersama.
Once Pooh said, “How lucky I am to have you that makes saying goodbye so hard”.
Then, I’m the lucky one!
See you on top, guys! Lancar-lancar semua rencana kalian kedepan. Semoga pengalaman kita 1 tahun ini cukup menjadi bekal buat perjalanan panjang kita didepan sana. Semoga komunikasi tetap terjaga ya!
*EH! BAYAR UANG KAS JANGAN LUPAAA! (trust me, kalian akan merindukan teriakan ini di grup nanti.)
^bersama Pak Direktur RSUD Bangkinang & istri, serta dokter Pembimbing
^Angkatan 5
Tidak. Jangan salah sangka. Kami bukan pegawai rumah makan S*derhana.
Btw, klik link ini buat nonton video yang aku bikin buat ditampilin pas acara perpisahan kemarin. Tapi failed karena sound nya jelek. Tapi semoga ini bisa jadi kenang-kenangan buat kalian dari aku ya! Semoga berkesan! ;)
Tambahan :
sedih tadi pagi nggak bisa ikut main main dan pamit terakhir kali di RS. Di grup line pada ngirimin foto foto terakhir. Ini nih yang bikin kangen. Kelakuannya. Suka alay. :’)