Each Ramadan Teach Us Different Lessons
Judul ini aku dapatkan dari sebuah insight di salah satu kajian tentang Ramadhan yang kudengar entah kapan, yang jelas bukan tahun ini. Yang aku tahu, saat Ramadan tahun lalu Allah takdirkan aku hanya berpuasa 10 hari, dan 19 hari sisanya aku tidak boleh berpuasa, tidak boleh shalat, saat itu... aku menghabiskan hari-hari tidak berpuasa tidak dengan cara yang tepat. Do I regret it? Yes. Aku ingat di akhir Ramadan saat diberi kesempatan berpuasa lagi, aku berusaha untuk mengisi hari itu dengan lebih baik. Tidak sebaik ekspektasi, but at least I try. Lalu satu tahun berlalu, dan aku bertemu lagi dengan Ramadan ini.
11 bulan menuju Ramadan ini aku merasa diriku berada di jalan temurun, masih jatuh bangun tapi lebih banyak jatuhnya. Aku, belum sepenuhnya mengizinkan diriku untuk mengambil hikmah dari Ramadan tahun lalu, I should be grieving and those grieve should teach me to be a better person. But I am no better than yesterday. I wish at least I still have the awareness and faith to keep going. But I am afraid I just let days passed and sins become new mountains. I am afraid that I thought I was once lost and now I know myself, but the reality is I only got the awareness that I am lost and I still haven't found my way, still drowning and not diving.
Tapi bertemu dan berpisah dengan Ramadan selalu merupakan bentuk rahmah dan kasih sayang-Nya. This Ramadhan is not as worse as last year. And whenever my stupid mind keep telling me to give up and see me as a failure, another part of me keep reminding me, kamu pernah melalui Ramadan yang lebih buruk dari ini. Lalu memori-memori itu muncul, saat aku begitu jauh dari-Nya, yet Allah is always near. Saat semua orang menyerah padaku dan menutup semua pintu, tapi Allah masih memberiku kesempatan hidup dan bertemu lagi dengan Ramadan. As if He knows exactly, that I need a spring season like Ramadan in a year dried heart of mine.
So as I say goodbye to Ramadan this year, I wrote this here. Laa haula qalaa quwwata illa billah. Laa ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzdzalimin.
Allahu akbar, allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaha illalllahu Allahu akbar. Allahu akbar walillahil hamd.
Happy Ied Mubarak! Taqabalallahu minna wa minkum. Sedoyo lepat nyuwun ngapunten.