"Itukah yang baru?" "Yep." "Ah. Sakit gak?" tanyanya. Butuh beberapa detik bagiku sebelum menjawab, "Enggak. Haha." "Selamat. Berarti berhasil move on?" "Untuk sepenuhnya move on aku belum yakin. Buktinya, tadi aku langsung klik notifikasinya. Jadi, I'm not sure." "Eh aku pernah dengar ya, ada yang bilang kalau move on itu 'melupakan'. Serius? I mean, gak mungkin kan kita bisa cling terus lupa begitu aja? Terus ada yang bilang itu semua tentang 'melepaskan'. Kalau definisimu sendiri gimana?" Pertanyaannya yang panjang itu, membuatku teringat kalimatku sendiri perihal move on bukanlah melupakan, namun merelakan. Mungkin ia familier dengan kalimatku sendiri, yang aku bicarakan dengannya jauh-jauh hari. Namun aku tetap menjawab pertanyaannya dengan, "People change, but memories don't." Ia lebih bersemangat lagi. "Aku ingat temanku pernah bilang kalau move on itu soal waktu. Waktu bakal menyembuhkan, katanya begitu kalau nggak salah." "I don't think so. Poinnya bukan waktu, tapi diri kita sendiri, meskipun memang akan selalu berhubungan dengan waktu." "Maksudnya?" Teringat olehku kembali bagaimana lintas waktuku selama 2 tahun terakhir, tertawa kecil, dan lantas menjawabnya, "Bayangkan kamu berdiri di bawah bayang-bayang masa lalumu sendiri. Sama seperti itu, apa waktu bisa membawamu keluar dari sana selain dirimu sendiri? Ya, bukan waktu sebenarnya. Tapi bagaimana caranya kamu berdamai dengan waktu, masa lalumu, bahkan berdamai dengan dirimu sendiri." Karena meskipun termakan tahun, luka tidak akan pernah sembuh. Ia akan membekas, sesamar apa pun luka itu. . . . #waktu #cerita #dialogsenja #rentangkisah #kisah #kenang #memories #time #peace (at East Java) https://www.instagram.com/p/CKGT6xsrbJ-/?igshid=1iwly56ohj8yt