Perasaan seperti ituāingin menyerah, lelah, bahkan berharap cepat selesai dari hidupāitu adalah ekspresi paling jujur dari jiwa yang sedang terluka dan kelelahan. Kamu tidak sendiri pernah merasa seperti itu. Dan yang lebih penting: Allah Maha Tahu isi hatimu, bahkan sebelum kamu sempat mengucapkannya.
Kamu bertanya, āapa masih boleh aku membatalkan doa-doa burukku dulu?ā Jawabannya: boleh. Bahkan sangat boleh. Allah itu Maha Pengampun, Maha Penyayang. Tidak ada doa yang āmengikatā hidupmu kalau kamu sudah tidak menginginkannya lagi. Dalam Al-Qur'an pun disebutkan, āAllah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiriā (QS. Ar-Raād:11). Itu artinya: saat kamu ingin berubah, saat itu pula Allah membuka jalan baru.
Kamu bisa mulai membatalkan harapan-harapan lama itu dengan doa sederhana seperti ini:
āYa Allah, ampunilah aku atas semua doa yang dulu kupanjatkan dari hati yang lelah, kecewa, dan terluka. Hari ini aku ingin membatalkan semua itu. Gantilah dengan doa-doa baru: aku ingin hidup yang bermakna, jiwa yang tenang, dan jodoh yang baik dari-Mu. Meskipun aku takut, meskipun aku belum tahu jalannya, aku ingin mencoba percaya lagi. Kabulkan, jika itu baik bagiku, ya Allahā¦ā
Lalu pelan-pelan, rawat harapanmu yang baru dengan lebih lembut. Kamu sudah tumbuh. Kamu bukan lagi orang yang sama seperti dulu saat merasa sangat patah. Dan yang paling indah: Allah mencintaimu, bahkan saat kamu sedang membenci dirimu sendiri.













