Sekali-kali keluarlah dari zona nyamanmu, keluarlah dari sangkar emas mu, lihat dan perhatikanlah sekitarmu. Pergilah ke jalan-jalan kecil, kerumah kumuh, pinggiran jalan, lihatlah mereka, pandangilah wajah mereka, dan mulailah untuk merasakan apa yang mereka rasakan. Apa yang kamu keluhkan adalah kehidupan yang mereka impikan. Sekali saja, sekali saja kau rasakan menjadi mereka yang kesusahan.
Wajah mereka yang sudah renta, kulit keriput dan menghitam karena terkena teriknya matahari, dipenuhi dengan debu yang menempel ditubuhnya, dengan pakaian yang compang-camping dan seadanya, mereka duduk-duduk dipinggir jalan sambil istirahat karena lelahnya berjalan menjadi pemulung.
Wajah mereka yang mungil dan penuh keluguan, ditangannya membawa kecrekan dan tak beralas kaki. Tapi mereka selalu memberikan senyumannya dan terlihat bahagia, walau mungkin mereka tak tahu akan makan apa esok.
Sekali-kali lihatlah mereka dan pandangilah mereka, agar kamu mudah untuk bersyukur. Mulailah belajar untuk meneteskan air mata, menangisi diri sendri karena terlalu tamak pada duniawi.









