Bila kamu sudah mampu dan punya kesempatan untuk menutup aurat secara sempurna. Bersyukurlah.
Bila kamu sudah mampu dan telah menutup auratmu sesuai syariat-Nya. Bersyukurlah.
Tapi, bila kamu sudah mampu menunaikan kewajiban menutup aurat itu, sudah mampu menjulurkan kerudungmu hingga menutupi dada, bahkan hingga kedua sikumu itu, jangan pernah memandang rendah seseorang yang mungkin belum mampu melakukannya. Jangan pernah meremehkan mereka yang belum mampu sepertimu. Jangan pernah berpikir bahwa mereka yang kerudungnya belum rapi sepertimu, belum sempurna seperti yang tertuang dalam Al-Qur'an itu jauuuuh dari kata baik, jauuh dari yang disebut sholihah.
Karena kita tidak pernah tahu kisah hidup seseorang, kita tidak pernah tahu hati seseorang.
Karena kita tidak pernah tau perjuangan apa yang harus mereka lalui untuk menunaikan syariat itu.
Karena kita tidak pernah bisa menjamin dan memastikan surga dan nerakanya orang lain.
Mungkin, mereka yang belum mampu itu, punya alasan, meski kamu mungkin memandang bahwa "Hei, berhijab syar'i itu perintahnya ada di Al-Qur'an dan wajib dilakukan, harusnya no excuse dong". Iya, memang begitu. Tapi, kemudahan setiap orang dalam beribadah dan menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslimah itu berbeda-beda.
Mungkin mereka yang belum mampu itu, dalam hatinya begitu ingin sepertimu. Menangis setiap hari memohon ampun pada Allah SWT karena ketidakberdayaannya karena ketidakmampuannya berhijab sempurna sepertimu.
Mungkin mereka yang belum mampu itu, niat di hatinya untuk menutup aurat secara sempurna sudah begitu besar, dan dia sedang berjuang. Menguatkan hatinya dan dirinya bahwa ia bisa. Ia mampu berjilbab lebar sepertimu. Maka kamu jangan pernah mematahkan niatnya dengan memandang rendah dan meremehkannya serta merasa kamu sudah sempurna.
Mungkin, mereka yang belum mampu itu. Begitu ingin sepertimu. Tapi ada hal lain yang harus diperjuangkan dan belum bisa ditinggalkan. Yang bila ia menutup auratnya sepertimu, hilanglah mata pencahariannya, hilanglah harapannya untuk membahagiakan bapak ibunya.
Mungkin, yang belum mampu itu punya satu minus karena ketidakmampuannya berjilbab sempurna sepertimu.
Tapi kamu yang sudah punya nilai plus karena jilbab syar'imu itu jangan pernah merasa sudah baik, jangan pernah memandang rendah, jangan pernah merasa sudah sempurna. Karena merasa sudah baik dan sempurna itu akan melenakan, akan membuatmu jatuh pada kesombongan: sifat yang dengannya setan dikeluarkan dari kenikmatan dan mendapat laknat dari Tuhan semesta alam.
Maka doakanlah mereka yang belum mampu sepertimu, belum bisa sempurna menutup auratnya, semoga dimudahkan perjuangannya dan senantiasi diterangi cahaya Hidayah-Nya. Dan untuk kamu yang sudah mampu berhijab sesuai syariat-Nya jangan lupa terus memperbaiki diri, jaga hati dan prasangka-mu ya.
Selamat berjuang dalam kebaikan dan selamat memperbaiki diri. Hamasah Ukh!!!!!
*ini renungan diri, pendapat pribadi, mohon maaf bila ada yang kurang berkenan di hati*