Saat malam bergerak larut, aku masih berkutat dengan tumpukan kertas dan beberapa file yang tertera di layar komputer. Wanita di sebelahku tiba-tiba berkata, Mau gimanapun, Nis, wanita memang diciptakan untuk sabar. Aku diam. Kalau bukan sabar, lalu apa lagi, Nis? Aku mulai berpikir, benar juga. Dan cinta, Nis, cinta itu kata kerja, bukan kata sifat. Maksud mbak? Jawabku dengan mata menatap dalam matanya. Dia tersenyum, lalu berkata, Kalau ada yang memperlihatkan padamu bahwa ia mencintaimu (dengan perilaku), kamu boleh percaya. Tapi kalau ia hanya berujar, jangan sedikitpun percaya, Nis. Aku diam lagi. Sudah, jangan kebanyakan mikir. Lanjutkan saja pekerjaanmu. Kita diburu deadline. Urusan cinta, kalau ia memang untukmu, apapun yang terjadi, pasti akan berpulang padamu, Nis.
Sarie JPRM
















