pagi di pantry
Rani:“Tuh si mbak itu lagi, pagi-pagi udah galau makan siang. Baru aja sarapan bubur, udah nanya entar siang makan di mana yang paling estetik." Fira:“Bukan lapar, Ran. Itu FOMO kuliner. Middle-class syndrome.” Dita:“Eh tapi iya deh, hidupnya tuh kayak lomba makan. Harus lengkap biar ngerasa menang.” Sari:“Iya sih, kadang nyebelin. Tapi aku pikir… mungkin dia takut kalau hidupnya hampa kalau nggak diisi hal-hal kecil yang enak. Banyak dari kita gitu juga, cuma beda bentuknya.” Rani:“Maksud lo?” Sari:“Syukur itu kan bukan bakat, tapi latihan. Ada yang latihannya lewat sabar, ada yang lewat susah…dan ada yang lewat mikirin makan siang dari pagi. Mungkin dia cuma belum nemu caranya menahan diri untuk bilang: ‘Yang ada hari ini pun sudah cukup.’” Mereka semua terdiam. Lalu Fira nyeruput kopi dan berkata pelan, "Ya… kadang gue juga begitu sih, cuma beda versi.”













