Ketika kau menjumpai permasalahan diawal gagasanmu, jangan menyerah. Terus berusahalah untuk menyelesaikannya dan temukan titik akhir yang baik
Semalam mendadak Adit mengajakku pergi mencari angin dan inspirasi. Kebetulan semalam pekerjaanku untuk mencari bahan praktikum acara berikutnya sudah ada, jadi aku sempatkan untuk ikut keluar barang sejenak.
Sekitar jam 9 malam kami keluar. Rencananya kami ingin istirahat sejenak sembari melihat-lihat aktifitas malam warga Solo di Manahan *Oke ayo berangkat*. Asle, duduk lesehan dan ramai warga Solo menemani malam. Tidak banyak hal yang kami diskusikan. Lebih ke hal-hal sepele dan sedikit "nakal" mengomentari orang-orang yang kami jumpai, contohnya seperti adanya sepasang sejoli *mungkin* yang duduk di sebelah kami. Mereka berdua nampak duduk berdekatan sesekali menyeruput wedangan yang mereka pesan. Perhatian mereka kala itu bukan seperti orang yang sedang keluar untuk berbincang-bincang, tapi mereka diam membisu-sibuk dengan gadget mereka sendiri-sendiri. Alamak, kasihan sekali mereka. Pasti ada banyak hal bisa ditebak dari mereka dan mungkin tebakan kami benar. *lupakan mereka, mereka tidak penting*
Kesimpulan dari kami lebih kearah bagaimana kita bisa bijak dengan segala kemajuan teknologi. Baik itu di segi komunikasi, transportasi maupun jasa. Belajarlah menjadi orang yang tidak BUTA-TULI-BISU dan kaget dengan hal-hal demikian. Pertimbangkanlah banyak hal. Berhati-hatilah dengan misi beberapa orang yang ingin menghancurkan kemampuan otakmu, hingga nantinya kau akan jadi BUDAK
Berat memang perbincangan malam itu, tak semudah memang apa yang aku tulis disini. Lebih banyak hal yang tak tersampaikan
Semakin malam berpindah tempat di depan kampus. Perbincangan malam itu terasa semakin berat. Lebih ke arah bagaimana kami mempertanggungjawabkan keilmuan kami. Jujur, semakin hari aku semakin takut menjadi orang kikir dan semakin tumpul otak ini. otakku semakin bertambah materi, bertambah hal-hal yang sudah terpikirkan akan tetapi masih serasa harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Keilmuanku memiliki banyak hal yang bisa dilakukan. Tapi nantinya aku mau seperti apa? Kami mendiskusikan dari hal yang disederhanakan terlebih dahulu.Â
PERTANIAN. background keilmuan kita sangat berbeda, Adit Ekonomi Pembangunan, dan aku Biologi. Adit menceritakan pengalaman dirumahnya, ia mencoba beberapa hal untuk kemajuan pertanian disekitar rumahnya. Dimulai dari keluarganya, ia mencoba berbagai variasi untuk menghasilkan beras berkualitas dan kualitas tanah yang tetap terjaga. Ia menceritakan dengan detail dan menurutku itu sesuai dengan keilmuanku. Aku mengingat kembali tentang kualitas tanah yang pernah diajarkan. Menurutku apa yang ia lakukan luar biasa. Ia belajar tak mengenal batasan keilmuan, tak harus belajar secara formal, cukup dari buku dan internet.
Aku menceritakan hal yang sama. Kemarin lusa teman SMA berdiskusi bersama untuk usaha masa depan. Kami memikirkan usaha dibidang pertanian dan peternakan. Menarik. Kami berbeda keilmuan. Ada yang teknik listrik, teknik mesin, TKW, guru dll. Kami ingin merintis usaha hidroponik sebagai usaha pemanfaatan lahan yang akan kami manfaatkan. Harapannya kami ingin menghasilkan produk sayur berkualitas dengan keuntungan 4 kali lipat dari pada bertani secara tradisional. Kami juga sempat berdiskusi untuk mulai berinvestasi pada sektor peternakan. Rekanku yang menjadi TKW bimbang ingin menginvestasikannya dalam bentuk ternak Kerbau atau sapi. Kami menyarankan untuk berinvestasi kambing, dan akhirnya diskusi ini terhenti saat pembicaraan teralih fokus ke pernikahan *ternyata semakin banyak teman SMAku yang menikah. Mungkin hal ini yang mendorongku segera ingin menikah -.-*
*ah.. kepalaku mulai tidak beres. Badanku berkeringat. Perutku ingin memuntahkan isinya* Ayo pulang, aku tidak enak badan. Sepulangnya kami, aku langsung tergeletak di kasur masih lengkap dengan jaket. Tengah malam aku terbangun untuk menutup pintu dan melepas jaket. Malam ini benar-benar banyak hal berat yang nantinya akan menjadi cerita. Jangan takut pada permasalahan pertama yang kita jumpai, karena kita masih belum tahu hal apa yang akan terjadi.