Aku, hanya gadis desa yang tak pernah memikirkan akan 'pindah' ke kota yang katanya besar dan kejam ini, Jakarta. Kalau tak pandai menjaga diri dan pergaulan, kota ini sangatlah ganas kata mereka. Jakarta, tak pernah terpikir sebelumnya aku akan berdomisili (sementara) di sini. Tiga bulan pertama, semua masih nyaman nyaman saja. Enjoy saja berada di kota ini. Bak anak burung yg bebas dari sangkarnya, bebas melihat indah dunia, gemerlapnya Jakarta. Memasuki bulan keempat, rasa rasanya sudah mulai jenuh. Sudah merasakan sakit dan gak ada yg bisa dipinjam pundakknya untuk sekedar bersandar dari rasa lelah, jenuh, bahkan sakit. Mulai terasa beratnya hidup di Jakarta. Ingin rasanya berlari, pulang.. Menemui orang-orang terkasih sebagai pelupur lara, pelepas rindu. Bilakah ada jalan tuk kembali pulang ke rumah -Malang, atau Mojokerto- akan kugapai jalan itu. Aku ingin pulang, maa.. Aku rindu, benar-benar rindu... Tapi kemudian kembali terbesit tanya dalam benakku. Jika aku pulang dan tak ada pekerjaan, mau makan apa? Apakah kembali menjadi beban orang tua? Tidak, jangan.. Sudah saatnya perhatian dan fokus orang tuaku diberikan ke adik semata wayangku. Dia jauh lebih membutuhkan dukungan orang tuaku. Dia sudah beranjak dewasa sekarang, sudah hendak memasukin dunia perkuliahan. Dunia yang pasti menghabiskan dana dan tenaga yang tidak sedikit. Jangan, jangan pulang jika kepulanganmu justru menambah beban mereka. Ya Allah... tolong,, tolong kuatkan aku untuk bertahan di sini. Untuk mereka yg telah membesarkanku, dan untuk masa depanku. Atau setidaknya, kirimkanlah orang untuk menguatkan aku. Tolong ya Allah... Aku rindu... Sangat sangat rindu :') @putrisiska yang sedang sangat rindu 'rumah'