[a] 𝓟rofile: you can call me Shafira/Sha, but my pen name is Shanurafa. I opened this account on Tumblr to share my work, I want people to recognized me based on my writings. Let's support each other <3
[b] 𝓛ove: writing, reading, listening to music (r&b, k-pop, rock), swimming, singing
[c] 𝓖uide: writing | poem | short story | book review
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality
Anya is LIVE right now
FREE
Free to watch • No registration required • HD streaming
The story follows Christina Evans, a woman haunted by the loss of her son, Danny, who supposedly died in a tragic accident. However, when mysterious messages like "Not Dead" start appearing on a chalkboard in his room, the story takes a sharp turn into the paranormal.
Eventually, Christina Evan meets Elliot Stryker. As she begins to disclose her paranormal encounters, Stryker cautiously agrees to assist. He secures a court order to exhume Danny's remains, hoping to provide Christina Evan with definitive proof of her son's death. However, this decision triggers a sequence of increasingly chaotic and disturbing consequences.
The plot is undeniably interesting and served as a massive page-turner for me. It kept me constantly guessing is Christina experiencing a mental breakdown from the stress of her Las Vegas theatrical career, or is there a terrifying truth hidden beneath the surface? That central mystery compelled me to keep reading to uncover what really happened to Danny.
While the story is gripping, the execution felt a bit "uneven." The pacing at the beginning is quite slow as we settle into Christina’s life and grief. However, toward the end, the speed picks up so drastically that it feels like a different book. The ending itself was a bit of a letdown for me. It felt incredibly sudden—almost like it wasn't fully completed—leaving me feeling nothing rather than the emotional or tense payoff I was expecting after such a long buildup.
But if you love a good missing person mystery read with a touch of the supernatural and don't mind a rushed finale, this is definitely worth a read for the suspense alone and this book is perfect for a quick read too!!
Setiap orang punya caranya sendiri untuk bertahan. Ada yang diam, menarik diri, menyimpan semuanya sendirian. Ada yang menuangkan apa yang terasa terlalu berat untuk diucapkan. Keduanya bukan tanda kelemahan, keduanya adalah bagian dari coping mechanism, cara seseorang mencoba tetap waras di tengah tekanan yang tidak semua orang sanggup menanggung sendirian.
Memang mudah sekali membaca situasi orang lain dari luar, yang susah adalah mengakui bahwa kita bahkan tidak tahu separuh ceritanya. Kita hanya melihat satu frame dari film yang panjang. Tidak tahu babak sebelumnya, tidak tahu luka yang sudah lebih dulu ada sebelum kejadian itu. Tapi kesimpulan sudah terlanjur keluar, penilaian sudah terlanjur dibentuk.
Orang yang mengeluhkan apa yang dihadapinya belum tentu tidak melakukan apa-apa. Orang yang diam dan terlihat sedang berpikir belum tentu benar-benar sedang berpikir. Begitu pula sebaliknya. Kita sering lupa itu.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality
Anya is LIVE right now
FREE
Free to watch • No registration required • HD streaming
Mengulas Buku The Matchbreaker karya Brian Khrisna
(4.5/5) ⭐⭐⭐⭐💫
“The Matchbreaker” menjadi buku pertama karya Brian Khrisna yang saya baca.
Saat sedang menelusuri internet dan mencari rekomendasi buku-buku karya Brian Khrisna, bukannya tertarik dengan yang best-seller seperti “Bandung Menjelang Pagi” atau “Sisi Tergelap Surga”, saya lebih tertarik dengan buku The Matchbreaker ini. Keseluruhan konsep dari buku ini membuat saya tertarik untuk ingin mengetahui lebih lanjut apa yang terjadi di dalamnya.
Buku ini bercerita tentang seorang mahasiswa bernama Dimas yang memiliki pekerjaan tak biasa sebagai matchbreaker yaitu seseorang yang dibayar untuk mematahkan hati atau hubungan orang lain—berbanding terbalik dengan matchmaker atau mak comblang yang sering kita dengar. Dari sini lah saya tertarik. Konsepnya unik dan jarang ditemukan. Dan benar saja, buku ini memang tidak mengecewakan.
Kisah dimulai ketika Dimas mendapatkan satu klien, seorang perempuan bernama Feni, kenalan dari temannya, Ryan. Perlu diketahui bahwa pekerjaan Dimas sebagai matchbreaker ini cukup rahasia, tak semua orang tahu. Hanya Dimas sendiri bersama teman yang membantunya, Ikhsan, dan juga beberapa teman dekat lainnya. Feni, teman Ryan, meminta bantuan Dimas untuk mematahkan hubungan temannya, Gracia, dengan pacarnya, Meddy. Namun ini bukan sekedar pekerjaan seperti biasanya, ada plot twist yang sangat… membuat saya sakit hati juga :(
Disclaimer, sedikit spoiler.
Disini, jujur, saya kurang suka dengan karakter Feni. Cara Feni menempuh seluruh jalan ini hanya untuk mendekati Dimas itu sangat tidak benar. Ada banyak cara lain yang lebih baik untuk mendekati seseorang tanpa harus mengorbankan perasaan orang lain. Feni harusnya sadar konsekuensi apa yang akan dihadapi saat ia mengambil jalan ini. Akhirnya apa yang terjadi karena dia gak peka? Dia juga akan sakit hati.
Meskipun demikian, buku ini tu seru bangettttt! Novel penuh plot twist yang bikin ngakak, kesel, happy, sedih, semuanya di blender jadi satu. Worth it banget untuk dibaca!
Lalu, kenapa tidak 5 bintang penuh? Preferensi pribadi saja sebenarnya, saya lebih suka penulisan yang terkesan rapi seperti di buku Brian Khrisna yang berjudul Bandung Menjelang Pagi. Ingat, ini hanya preferensi pribadi saja dan tidak mengurangi nilai buku secara keseluruhan. Pokoknya kalian harus tetap baca!
Kutipan pilihan:
“Once you find your person, there's nobody else you want." (Hal. 131)
"We all have that one person that we'll always have feelings for. No matter what. Just one look, and you know, he's the one.” (Hal. 131)
“Kelak kamu akan mengetahui sebuah fakta penting. Bahwa ada perpisahan sebelum bertemu, juga ada kehilangan, padahal belum memiliki. Dan keduanya jauh lebih sakit, daripada mengakhiri hubungan yang sudah berjalan ribuan hari.” (Hal. 267)
Inspired by Mitch Albom's "Tuesday With Morrie", and someone (R).
Like Mitch, who silenced the noise of his deadlines and the frantic pace of the world to sit by an old man’s chair, Morrie, I’ve realized that we are all starving for a “Tuesday”. We crave those rare moments where the clock finally stops ticking and the soul begins to speak.
Tuesdays are for great stories. They make me want to listen to yours—truly, deeply, and without rush. I want to hear the parts of you that the world so often ignores. I want to know what you’ve learned from your own winter, just as Morrie shared the falling leaves of his life to show Mitch how to bloom.
Let's create our own Tuesdays, a sacred space where we put down our phones, look into each other’s eyes, and remember that giving is living. I find that I like myself better when I am with you. So, let’s talk. Let’s linger. Let’s just be together.
Tentang Kamu merupakan buku pertama karya Tere Liye yang saya baca.
Saya bahkan merasa bahwa buku ini berhasil naik ke singgasana, menjadi salah satu buku terbaik yang pernah saya nikmati. Sangat memuaskan.
Zaman Zulkarnaen adalah seorang pemuda asal Indonesia yang menetap di London sebagai junior associate di firma hukum Thompson & Co. Ia mendapat tugas untuk menyelesaikan suatu kasus yang berhubungan dengan harta warisan dari seorang klien yang baru saja meninggal di panti jompo di Paris, bernama Sri Ningsih. Sri Ningsih memiliki 1% saham di perusahaan global yang bernilai 1 miliar poundsterling atau setara dengan 19 triliun rupiah. Namun yang menjadi masalah adalah tidak ada surat wasiat darinya. Sri Ningsih tidak memiliki ahli waris yang sah.
Karena keterbatasan informasi mengenai Sri Ningsih, yang sangat tertutup tentang kehidupannya—Zaman memutuskan untuk pergi ke La Cerisaie Maison de Retraite, panti jompo dimana Sri Ningsih meninggal. Satu-satunya barang penting peninggalan Sri Ningsih hanyalah buku diary. Buku itu diberikan ke Zaman dari salah satu pengurus panti yang bernama Aimée. Layaknya kompas, buku tersebut mengarahkan Zaman kemana ia harus pergi untuk menyelidiki jejak Sri Ningsih.
Ada 5 juz yang tertulis di dalam diary Sri Ningsih:
Juz Pertama: Tentang Kesabaran. 1946-1960.
Zaman diarahkan ke tempat masa kecil Sri Ningsih, di Pulau Bungin, Sumbawa. Disana Zaman menemui Pak Tua atau julukannya Ode, teman masa kecil Sri Ningsih yang akan menceritakan kisahnya. Di juz ini Sri Ningsih diajarkan bagaimana tak ada yang bisa mengalahkan rasa sabar.
Juz Kedua: Tentang Persahabatan. 1961-1966.
Zaman pergi ke tempat dimana Sri Ningsih tumbuh. Tepatnya di Madrasah Kiai Ma’sum, Surakarta, Jawa Tengah. Di juz ini Sri Ningsih diajarkan bahwa kebenaran harus didahulukan meskipun diatas persahabatan itu sendiri.
Juz Ketiga: Tentang Keteguhan Hati. 1967-1979.
Selanjutnya berlatar di Jakarta. Disinilah dimana Sri Ningsih memulai perjalanan hidupnya sebagai orang dewasa. Mulai dari menjadi guru, pedagang kaki lima, pekerja pabrik, hingga mendirikan pabriknya sendiri. Juz ini menjelaskan betapa banyak tantangan yang dilewati Sri Ningsih, namun ia masih senantiasa kuat untuk bangkit kembali.
Juz Keempat: Tentang Cinta. 1980-1999.
Di dalam Juz ini, Sri Ningsih pergi ke London. Disini, tempat dimana Sri Ningsih bertemu dengan belahan jiwanya, Hakan, seorang pria asal Turki. Kisah cinta sederhana yang tenang antara mereka berdua. Emosi kita akan benar-benar dibawa ombak pada bagian ini: suka, duka, semuanya. Disini juga Zaman didesak oleh perusahaan firma hukum lainnya, A&Z Law, yang berkata bahwa mereka menemukan “pewaris”, mendahului Zaman. Ia tak percaya, ia akan tetap mencari kebenaran. Maka lanjutlah ke bagan terakhir.
Juz Kelima: Tentang Memeluk Semua Rasa Sakit. 2000.
Disinilah semua kebenaran terungkap.
Saya benar-benar puas dan terkesan membaca Tentang Kamu. Rentan waktu yang panjang di dalam buku ini cukup impresif (1940–2016) penulis bahkan menyelipkan kejadian-kejadian lampau yang terjadi dengan cukup detil mulai dari pernikahan Lady Diana, Pemberontakan PKI, bahkan Peristiwa Malari. (Masih banyak lagi). Bahasa yang digunakan pun simpel dan mudah dipahami.
Tokoh favorit saya disini Zaman Zulkarnaen. Pria ini benar-benar gigih dan jujur dalam melakukan pekerjaannya. Ia akan terus mencari seluruh informasi yang diperlukan hingga selesai dan mempertahankan keadilan.
Kutipan pilihan:
“Kesabaran bisa mengalahkan apapun.” (Hal. 111)
“Jika kita gagal 1000x, maka pastikan kita bangkit 1001x.” (Hal. 210)
“Tidak ada lagi waktu untuk mengenang masa lalu. Saatnya terus bergerak maju. Episode baru kehidupannya telah menunggu.” (Hal. 311)
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality
Anya is LIVE right now
FREE
Free to watch • No registration required • HD streaming
Berlayar melintasi samudra menuju tanah suci, di atas kapal uap Blitar Holland tahun 1938, merupakan perjalanan panjang berjuta makna dengan pertanyaan-pertanyaan kehidupan yang mendalam. Itulah inti dari novel Rindu karya Tere Liye, sebuah buku yang berhasil membuat saya terpaku dari halaman pertama hingga akhir.
Kisahnya berpusat pada para pribumi yang ingin menunaikan ibadah haji, berangkat dari Pelabuhan Makassar dan singgah di banyak pelabuhan besar seperti Pelabuhan Makassar, Surabaya, Semarang, Batavia, Lampung, Bengkulu, Padang, Aceh, Kolombo, hingga akhirnya tiba di Jeddah. Selama berbulan-bulan di atas kapal, kita akan dipertemukan dengan lima tokoh utama dengan latar belakang yang unik: Daeng Andipati, Ambo Uleng, Bunda Upe, Guratta, dan Mbah Kakung. Melalui perjalanan mereka, kita diajak merenungkan makna mengikhlaskan, melepaskan, dan mencintai. Daeng Andipati, misalnya, seorang ayah bijaksana yang berjuang berdamai dengan kebencian di masa lalunya. Lalu ada Bunda Upe, yang di balik ketulusannya mengajar mengaji, ternyata menyimpan luka masa lalu yang ingin disembuhkan di tanah suci. Ambo Uleng, kelasi pendiam yang teladan. Dan terakhir ada Mbah Kakung juga istrinya, Mbah Putri, pasangan kekasih sepuh dengan kisah unik mereka sendiri.
Salah satu hal yang paling saya sukai adalah bagaimana penulis berhasil menggambarkan kota-kota yang disinggahi dengan begitu hidup. Pelabuhan Semarang, khususnya, berhasil digambarkan dengan begitu cantik dan elok. Penggambaran ini membuat saya semakin yakin bahwa Semarang adalah salah satu kota tercantik di Indonesia dan membuat saya ingin segera mengunjunginya lagi. Terlebih lagi di Kota Lama yang selalu bersinar pada malam hari.
Meski memiliki 500 lebih halaman, buku Rindu ini tak pernah membuat bosan. Seru, seru, dan seru. Penokohan yang baik, sudut pandang yang jelas, serta alur yang menarik saya selalu penasaran apa yang akan mereka lalui di hari-hari selanjutnya. Buku ini juga membawa banyak sekali pembelajaran kehidupan. Bagaimana caranya bersyukur? Bagaimana cara menemukan kebahagiaan? Bagaimana cara melepaskan masa lalu? Semuanya ada di buku ini.
Kutipan pilihan:
“Kota Semarang adalah kota yang paling indah.” (Hal. 164)
“Cara terbaik menghadapi masa lalu adalah dengan menghadapinya. Berdiri gagah. Mulailah dengan damai menerima masa lalumu. Buat apa dilawan? Dilupakan? Itu sudah menjadi bagian hidup kita. Peluk semua kisah itu. Berikan dia tempat terbaik dalam hidupmu. Itulah cara terbaik mengatasinya. Dengan kau menerimanya, perlahan-lahan dia akan memudar sendiri. Disiram oleh waktu, dipoles oleh kenangan baru yang lebih bahagia.” (Hal. 299)
“Kesalahan itu ibarat halaman kosong, tiba-tiba ada yang mencurinya dengan keliru. Kita bisa memaafkannya dengan menghapus tulisan tersebut, baik dengan penghapus biasa, dengan penghapus canggih, dengan apapun. Tapi tetap tersisa bekasnya. Tidak akan hilang. Agar semuanya benar-benar bersih, hanya satu dalam keluarnya, bukalah lembaran kertas baru yang benar-benar kosong.” (Hal. 360)
Sebagaimana boneka lusuh yang duduk diam di atas lemariku, sudahku jaga sepanjang waktu. Seperti kau yang selalu ada, tak membiarkanku sendiri di lahap waktu.
Namun, kenapa rasanya aku juga yang menelantarkan boneka itu? Kenapa rasanya aku juga yang mendorongmu keluar dari duniaku?
Kini kau telah pergi, menua bersama pujaan hatimu. Sementara aku disini mati, berdiam sendu di depan cermin.
Aku tidak mengerti, mengapa tangan ini melepaskanmu, mengapa hati ini mendorongmu, dan mengapa bibir ini mengucap selamat jalan.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality
Anya is LIVE right now
FREE
Free to watch • No registration required • HD streaming