Kecewa sama diri sendiri.
d e v o n

pixel skylines
tumblr dot com
Interview Vampire Daily
KIROKAZE
NASA

blake kathryn
Game of Thrones Daily
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
todays bird

Cosmic Funnies
Sade Olutola
ojovivo
I'd rather be in outer space 🛸

Discoholic 🪩

ellievsbear
Cosimo Galluzzi
Fai_Ryy
YOU ARE THE REASON

seen from Australia

seen from Uruguay

seen from Türkiye

seen from Malaysia

seen from Switzerland
seen from Trinidad & Tobago

seen from France
seen from United Kingdom
seen from Venezuela

seen from Malaysia

seen from Philippines

seen from Türkiye

seen from Japan
seen from Chile

seen from Uruguay
seen from India
seen from Paraguay

seen from Australia

seen from United States

seen from United States
@senjasoresblog
Kecewa sama diri sendiri.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Jurnal di Penghujung 2020
Terinspirasi dari personal blognya Dara , yang bercerita tentang hal-hal apa saja yang udah berhasil dirinya lalui dan lakukan di tahun 2020. Katanya sebagai pengingat bagaimana hebatnya diri ini bisa melalui tahun 2020 yang benar-benar luar biasa ini. saya jadi termotivasi untuk ikutan juga bikin list seperti itu.
Di beberapa blog yang saya ikuti, memang banyak dari mereka yang menyarankan untuk keep journaling di masa yang sulit ini. Tujuannya untuk membuat kita tetap waras dalam bertahan hidup, other than that, sebagai bukti sejarah bagaimana kita dapat melaluinya.
Saya rasa kita semua sepakat, kalau tahun 2020 adalah tahun yang kejam. Awal tahun dihadiahi musibah banjir, dilanjutkan gempa yang bersahut-sahutan di beberapa daerah, Nafas sebentar, kedatangan pandemi covid 19 yang belum kunjung berakhir sampai hari ini.
So ya, inilah recap kehidupan saya di tahun 2020 :
1. Mendekatkan yang jauh. Thanks to technology! Gak kebayang sih kalau pandemi ini kejadiannya sewaktu saya masih SD atau SMP. Dulu mana bisa belajar online / wfh , internet aja engga ngerti itu barang apa. Di masa pandemi ini gak nyangka, ketemuan sama temen-temen lama jadi much easier. Bermodalkan ajakan “ngobrol di zoom yuk”, jadi deh ajang reuni versi super low cost tapi tetep dapet intimate dan silaturahminya.
2. Stay at home terlama dalam pengalaman merantau. Sampai hari ini genap sudah delapan bulan saya di rumah, bukan di kota perantauan. Delapan bulan jadi golden time buat saya, zaman kuliah dulu paling lama 3 minggu di rumah itupun liburan semester. Kejadian langka ini adalah hal yang paling saya syukuri di tengah-tengah pandemi seperti ini. Bisa kumpul bareng keluarga, weekend gateway bareng, quality time yang gak bisa saya dapat di ibu kota.
3. Time Traveler. Delapan bulan di rumah juga bikin saya flashback ke masa-masa ABG (?) . Seperti misalnya reunian dengan meja belajar, saksi bisu saya belajar mati-matian demi dapet piala ‘bintang kelas’ di SD dulu, yang artinya saya bisa dapet 1 boneka barbie baru. Kalau dipikir-pikir lagi, harusnya dulu saya mintanya duit aja ya buat ditabung haha. Meja belajar ini juga sahabat karib saya yang tahu gimana bahagianya saya diterima di sekolah favorit, galaunya saya sama si crush, sampai sedihnya saya ketika gak keterima masuk ITB. Gak nyangka ternyata meja sakral ini juga menyaksikan bagaimana stressnya saya menjadi corporate slave yang pernah nangis cuma gara-gara zoom meeting. Dasar labil, gitu kali ya dia mikirnya.
4. Healthier than ever. Masih agak gak percaya saya yang mageran ini bisa 3x seminggu ngikutin gerakannya mbak cloe thing sampai ketagihan gitu. Mungkin pelarian dari pound fit yang harus rehat sejenak sampai korona ini kelar kali ya. But ya, it’s good to finally finding my ‘comfort workout’ meskipun di awal-awal badan pegel dan biru-biru semua.
5. Kerja atau dikerjain ? hahahahahahahhahaha… Mama Papa sekarang akhirnya ngerti kenapa saya sering pulang malem di Jakarta, beneran bukan kongkow atau main-main, tapi karena kerjaaa. Kocak kalau inget respons mereka di awal-awal WFH, “Mbak masih kerja ??” tanya mereka takjub ketika melihat laptop saya masih nyala jam 8 malem atau “mbak puasa?” ketika jam 12 siang masih online meeting sampe jam 2. Harus saya akui wfh ini bener-bener bikin burnout dan lupa waktu buat istirahat. Ayo sini siapa yang masih bilang saya gila kerja ??!! *emosi*
6. Data Science Class on weekend. Masih relate dengan kerjaan, saya masih inget pada suatu webex meeting saya merasa “kok saya bego banget ya” karena gak ngerti per-data-an ini sama sekali padahal lulusan IT, eh IS ding. Seperti biasa google is always listening, always understanding jalan pikiran saya, di lemparkanlah advertising data science class ketika saya lagi scroll timeline Instagram. And ya welcome, sabtu minggu pagi ku kembali diisi dengan deretan coding yang bikin throwback zaman kuliah dulu. Suprisingly, I enjoy it. Apa mungkin ini juga pertanda kalau saya harus lanjut study ?
7. Semakin lama di rumah saya sadar bahwa selama ini saya terlalu banyak menghabiskan waktu dan tenaga untuk mencari arti “bahagia” atau “pengakuan” . Saya belajar arti kata “cukup”. Should I move here ?
8. Tiktok dan Twitter adalah ruang kelas baru bagi saya. LOL. Semasa pandemi ini juga rasanya lebih banyak investasi untuk leher ke atas. Mulai dari technical things, financial planner, kelas-kelas self improvement sampai kelas bahasa saya ikuti. lelah ? iya pasti, namun ternyata semenyenangkan itu belajar hal-hal di luar ilmu terapan. Will keep it counting next year.
9. Ini juga penting, semakin dewasa nya saya, saya bener-bener sadar kalau fall in love with people you can not have itu bener-bener wasting time yaaaa. Saya belajar untuk live the real world bukan di bayang-bayang negri dongeng versi pikiran saya. So ya semoga disegerakan apa yang menjadi semoga ya.
10. Drafting a Life Plan. Kalau diingat-ingat terakhir kali saya menuliskan daftar rencana short time & long time saya itu, 4 / 5 tahun yang lalu. Tahun-tahun selanjutnya saya memutuskan untuk go with the flow, yang lama-lama ternyata malah bikin kehidupan saya gak jelas arahnya. Seorang teman karib pada suatu hari berbagi cerita bahwa kehidupan itu seperti berlayar , mau tanpa atau menggunakan peta itu pilihan, namun memiliki nahkoda kapal itu kewajiban, se-simple agar kapal tidak karam atau tenggelam. Dan jadilah draft life plan saya, yang ketika membuatnya seperti meluruskan benang-benang pikiran yang kusut di kepala saya.
11. Tidak ada yang terlalu cepat pun terlalu lambat, semuanya tepat waktu. Saya (mungkin) akan bikin satu tulisan terpisah tentang ini. Pelajaran yang saya dapet dari temen-temen terdekat. Tentang kisah percintaan mereka, karir, mimpi, dan hal-hal lainnya yang dulu pernah kita galauin bareng. Ya everything takes time.
Terlepas dari poin-poin di atas , satu hal yang paling saya syukuri di tahun ini adalah, saya bisa ‘survive’. Meskipun belum sepenuhnya ikhlas dan berdamai dengan diri sendiri, saya mencoba survive dengan belajar memaafkan diri sendiri. Menggantungkan segala harapan kepada sang pencipta, tempat sebaik-baiknya menaruh harap.
Jadi, apa yang paling kamu syukuri di tahun 2020 ini ?
Konsisten dalam bertujuan
Apa tujuanmu dalam meraih sesuatu?
Apakah sampai kini dia masih tetap dalam niatan bertujuan yang murni?
Kita bisa memiliki banyak goal dalam hidup, meski ada juga yang memiliki satu niat sederhana saja; menjadi sesungguhnya hamba Tuhan, misalnya.
Kita bisa ingin berilmu sebanyaknya, tidak hanya melalui sekolah-sekolah.
Ingin berkarya sekuatnya, meski bisa jadi ijazah sekedar saja.
Ingin bekerja maksimal yang tentu untuk menyelamatkan diri dan keluarga.
Ingin berdakwah menggebu karena cinta Tuhan terasa sebegitu besarnya.
Ingin ini dan itu, yang goalnya bersih dari sekedar popularitas dan entah apa-apa.
Tapi seiring waktu, ada titik di mana niat kita perlu dilihat lagi, dirapikan, ditata ulang.
Hai hati, apakah niatanmu melakukan ini dan itu, masih dengan kemurnian-ingin yang menenangkan?
Atau kini dia mulai resah, ingin tenar, ingin kaya, ingin segera punya 'kasta' yang tidak hanya seala-kadarnya?
NIAT baik itu di awal, di tengah dan di akhir.
IKHLAS itu di awal, di tengah dan di akhir.
TAWAKAL dan DOA pun demikian.
Dan semua itu sia-sia jika niat kita salah.
Sahabat Rasulullah pun ada yang setiap satu langkah, dia menoleh ke belakang, memastikan niatnya masih selurus sejak dia membulatkan tujuannya di hati.
Dia memastikan bahwa niatnya bersih untuk Tuhannya.
Lalu bagaimana kita?
Sudah kah mengecek niat kita berkala, dan menatanya agar tetap dengan koridornya yang bersih?
@catatan-sederhana
You’d be amazed at how fast the Qur’an heals you. How fast it makes you forget those who you thought were good for you. Everything changes once you befriend the Qur’an. Especially your heart. It is purification at its finest
Empat hal sebelum tidur
Rasulullah berpesan kepada siti Aisyah ra.
“ Ya, Aisyah! Jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara yaitu :
1. Sebelum khatam al-Quran 2. Sebelum menjadikan para nabi bersyafaat untukmu di hari kiamat 3. Sebelum para muslimin meridhai engkau 4. Sebelum engkau melaksanakan haji dan umrah “
Bertanya siti Aisyah : “Ya Rasulullah ! bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika? “
Rasul tersenyum dan bersabda :
1. “Jika engkau akan tidur , membacalah surat al –Ikhlas tiga kali Seakan-akan engkau telah meng-khatamkan Al-Quran
” Bismillaahirrohmaan irrohiim, ‘Qulhuallaahu ahad’ Allaahushshamad’ lam yalid walam yuulad’ walam yakul lahuu kufuwan ahad’ ( 3x ) “
2. “Membacalah shalawat untukku dan untuk para nabi sebelum aku” maka kami semua akan memberimu syafaat di hari kiamat “
“ Bismillaahirrahmaan irrahiim, Allaahumma shallii ‘alaa Muhammad wa’alaa aalii Muhammad ( 3x ) “
3. “Beristighfarlah” untuk para mukminin maka mereka akan meridhai engkau
“ Astaghfirullaahal adziim aladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilaih ( 3x )
4. Dan perbanyaklah “bertasbih, bertahmid , bertahlil dan bertakbir” maka seakan-akan engkau telah melaksanakan ibadah haji dan umrah
“ Bismillaahirrahmaan irrahiim, Subhanallaahi Walhamdulillaahi walaailaaha illallaahu allaahu akbar ( 3x )
Sampaikanlah kepada orang lain, maka ini akan menjadi Shadaqah Jariah pada setiap orang yang anda kirimkan pesan ini, dan apabila kemudian dia mengamalkannya, maka kamu juga akan ikut mendapat pahalanya sampai hari kiamat…… SEMOGA BERMANFAAT..

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Episode kali ini masih ngelanjutin cerita masa lalu yang liar dari Team DariTaDi di episode sebelumnya! Dan tentunya, Team Yu Ya Yukk masih
Less For More Part 2
Postingan ini adalah lanjutan dari postingan dengan judul yang sama Less For More yang saya tulis dibulan Juli 2017 tahun lalu.
Tidak terasa sudah 7 bulan berjalan dalam hidup saya untuk memilih hidup secara minimalis, dimana hidup dengan menggunakan barang yang sedikit namun bisa membawa berkah dan ketenangan.
Awalnya dulu, saat saya merasa hidup saya terlalu membosankan, kamar saya terlihat sangat berantakan dengan barang - barang yang saya beli, yang sebenarnya tidak benar-benar saya butuhkan.
Diwaktu yang sama, saya menemukan postingan diblog seseorang seseorang tentang bagaimana dirinya menjadi seseorang yang memilih gaya hidup yang sederhana (namun sayangnya, blog nya kini tidak bisa saya buka). Lalu tidak lama dari postingan itu, saya juga membaca postingan teman dengan tema yang sama.
Menengok kedalam diri dan kehidupan saya, tentang tabungan yang tidak saya miliki meski sudah lama bekerja, dan begitu banyaknya barang yang saya miliki namun tidak terpakai membawa saya menuju kehidupan yang lebih baik sampai hari ini, alhamdulillah.
Di akhir tahun lalu saat saya pulang ke rumah, saya pun mulai membereskan sedikit demi sedikit barang saya. Kebanyakan dari mereka, karena masih baru dan tidak saya pakai. Saya putuskan untuk memberikan semuanya pada saudara-saudara dikampung dan membuang barang yang sudah tidak layak pakai.
Hasil nya, saya pun tidak memiliki apapun dirumah kecuali buku-buku yang mungkin juga akan saya bereskan kapan-kapan. Saya sekarang merasa sangat risih jika melihat ruangan kerja, kamar atau rumah yang begitu berantakan karena banyaknya barang.
Alhamdulillah, semenjak hal ini saya terapkan, saya jadi terbiasa dan biasa saja saat melihat sesuatu yang dijual di toko didalam mall.
Entah itu pakaian atau sesuatu yang dulu selalu saya beli seperti makeup, tas, dan perintilan yang terlihat lucu dimata perempuan. Alhasil, saya bisa menabung sedikit demi sedikit. Hehe
Kenapa saya menulis ini lagi.
Karena beberapa waktu lalu, saya menemukan postingan tentang finansial seseorang yang habis hanya karena ingin memuaskan hasrat nafsu yang tidak ada habisnya. Karena sekali kita mengiyakan, pasti kita merasa selalu tidak cukup.
Postingan itu saya lihat di instagram @Jouska_id, tentang seorang lelaki yang menghabiskan uang 4jutaan perbulan hanya untuk kopi. Itu baru kopi, belum kebutuhan lainnya.
Enak sih kalau cuma bilang “gaji segitu kalau gw mah bisa nabung banyak….”
Padahal, yakin gak tuh kalau kita punya gaji besar bisa nabung.
Saya aja susah nabung.
Karena memang benar sih, gaji lebih tinggi, pengeluaran juga makin banyak.
Saya bukan mau menghitung uang atau kekayaan. Tapi hal ini bisa untuk cerminan diri dan pelajaran.
Kalau sudah sadar bahwa hidup kita boros, ujung nya bisa bikin mental kita terganggu, bisa setres karena merasa lelah sudah cari uang, malah habis hanya untuk lifestyle aja.
Makanya ada quote “hidup itu gak mahal, gaya hidup iya” hehehe
Hal lainnya yang saya temukan di tahun ini adalah. Saat saya berdiskusi dengan teman chat yang sama-sama seorang milenial, saat kita sadar gaya hidup ala selebgram atau hanya memikirkan konten itu lelah. Cape, ingin terlihat wah atau gimana gitu..
Trus dia merekomendasikan sebuah buku tentang hidup sederhana namun memberi makna. Sayangnya, saya tidak bisa menemukan buku itu di toko buku, atau mungkin mata saya kurang tajam saat mencari judulnya.
Akhirnya saya dipertemukan dengan buku ini,
“The Year Of Less”
Ditulis oleh Cait Flanders
Didalam nya terdapat kisah hidup nya tentang bagaimana dia menyesal saat menjadi perempuan boros, membeli banyak barang yang hanya memiliki 2 fungsi
Pertama, barang yang benar akan dia gunakan.
Kedua, barang yang dia kira akan dia gunakan suatu hari nanti.
Seperti buku yang akan membuat nya menjadi orang pintar dan harus ia beli meski entah kapan akan dibaca, pakaian yang dia pikir jika dia pakai akan terlihat seperti perempuan hebat, etc.
Namun dia sadar, kebiasaan buruk itu harus cepat dia akhiri suatu saat nanti. Namun suatu saat nanti tidak pernah datang, harusnya hari ini.
Di akhir buku ini, dia juga menulis tentang bagaimana cara agar mampu untuk menerapkan itu didalam kehidupan kita.
Dari mulai meyakinkan diri, memberi tahu orang lain bahwa kita tidak tertarik pada hal baru yang ditawarkan dunia pertokoan apalagi diskon.
Membeli barang murah yang bermanfaat, atau membeli barang mahal namun benar-benar kita butuhkan untuk jangka waktu panjang, belajar hidup tanpa mereka (bisa dipraktekan dalam waktu satu minggu, satu bulan bahkan satu tahun)
Dan juga bersyukur dengan segala hal yang sudah kita miliki. Bersyukur dengan keluarga yang kita miliki, sebuah hubungan baik dengan pasangan atau teman, dan kehidupan yang membawa kita pada banyak pengalaman hingga kita merasa sudah memiliki banyak hal yang tidak melulu menghabiskan uang untuk membeli segala macam barang dan hal. Dan ceritakan apa yang sudah kita miliki pada diri kita sendiri.
Untuk lainnya, buku ini bisa kalian baca ya.. Hehe
Dan minggu lalu, saya dipertemukan dengan sebuah film dokumenter berjudul “MINIMALSM”
Yang diawali dengan cerita tentang 2 lelaki yang merasa hidupnya pernah begitu kosong, lalu memutuskan untuk mengisi kekosongan nya dengan membeli banyak barang. Tapi akhirnya mereka sadar, bahwa kebahagiaan tidak terletak disana. Mungkin awalnya karena salah satu dari mereka terlahir dari keluarga kelas menengah kebawah, hingga akhirnya saat dewasa dan mampu menghasilkan uang sendiri, dia membalas dendam dan menunjukan pada dunia bahwa dirinya mampu. Ya dengan cara boros :)
Rekomendasi banget sih, kalau kalian ingin mencoba kehidupan yang simple bisa nonton film nya.
Terakhir, harusnya ini menjadi pertimbangan saya yang pertama kali saat saya memutuskan untuk Having Less for More
Yaitu, mencontoh Rasulullah dengan hidupnya yang sederhana. Pakaian, tempat tinggal,banyak bersedekah. Dan hidup bisa lebih bermakna.
Dan jangan lupa untuk selalu rendah hati dengan segala hal yang telah kita capai.
Singapore, 17 Februari 2018
Salam , I wonder if you still answer questions on this blog because I asked and still didn't get answers
Alaikumassalam wa rahmatullah,
InshaAllah I will start answering questions as soon as I’m able. Alhamdulillah today I’m feeling better than usual and might be able to start answering questions again.
be yourself
Cantikmu terpancar ketika kamu menjadi diri kamu sendiri
“Katakanlah (Muhammad) , “Apakah perlu Kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya?” (Iaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya.”
—
Quran : Al-Kahfi : 103-104
Jangan sekali-kali merasa amalan sudah cukup baik…

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Rahasia dari Surat Al Kahfi
pernah membayangkan mengapa Rasulullaah saw meminta kita membaca surat al kahfi setiap hari jum'at?
yuk kita pelajari hari ini, in syaa allaah
surat ini terdiri dari 4 kisah yang memiliki pesan moral. mari kita lihat dan pahami apa yang diceritakan didalamnya:
1. para ashabul kahfi (penghuni gua)
cerita ini tentang para pemuda yang tinggal di kota musyrik. sehingga mereka memutuskan hijrah demi ridho allaah dan melarikan diri. allaah menghadiahi mereka dengan rahmatNy di dialam gua dan melindungi dari matahari, mereka bangun dan menemukan seluruh penduduknya telah beriman.
pesan moral : cobaan Keimanan
2. pemilik dua kebun
sebuah cerita tentang seorang pria yang allaah karuniakan dengan dua kebun yang indah tetapi pria itu lupa bersyukur kepada Allah yang telah mengkaruniakan segalanya dan berani meragukan Allah terkait kehidupan akhirat. sehingga kebunya dihancurkan kemudian dia menyesal. tetapi terlambat dan penyesalannya tidak bermanfaat baginya.
pesan moral : cobaan kesejahteraan
3. nabu Musa AS dan nabi Khidr AS
ketika Musa AS ditanya “siapa orang yang paling berpengetahuan di dunia?. Musa AS menjawab "Aku| tapi Allaah menunjukkan padanya bahwa ada seseorang yang lebih tahu daripada dia. Musa AS mendatangi orang itu dan belajar bagaimana kebijaksanaan kadang tersembunyi dalam alasan yang terlihat salah bagi kita.
pesan moral : cobaan pengetahuan
4. Dhul-Qarnayn
cerita ini tentang raja hebat yang diberikan pengetahuan dan kekuatan dan pergi mengelilingi dunia, menolong orang2 dan menyebarkan kebaikan. dia mampu menyelesaikan masalah ya'juj dan ma'juj dan membangun penghalang besar dengan bantuan orang2 yang ia pun tidak memahaminya.
pesan moral : cobaan kekuatan
di pertengahan, Allaah menyebut iblis sebagai yang mengarahkan cobaan2 ini : Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam884, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim. al kahfi ayat 50
sekarang mari kita lihat bagaimana hubungan antara surat al kahfi dan dajjal
dajjal muncul sebelum hari kiamat dengan 4 fitnah :
*** dia akan meminta manusia untuk menyembahnya dan bukan Allah SWT
Cobaan Keimanan
*** dia akan menunjukkan kemampuan mendatangkan dan menghentikan hujan dan menggoda manusia dengan kesejahteraannya
Cobaan kesejahteraan
*** dia akan menguji manusia dengan "Pengetahuan” dan berita yang ia berikan kepada mereka.
Cobaan Pengetahuan
*** dia akan mengendalikan bagian bumi yang sangat besar
Cobaan Kekuatan
bagaimana kita bertahan dari fitnah tsb? jawabannya ada di surat al kahfi
Pertolongan pertama : Rekan yang baik
“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” Al Kahfi ayat 28
Pertahanan kedua : Mengetahui kebenaran dunia ini
“Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu.” al kahfi ayat 45
pertahanan ketiga : rendah hati (tawadhdhu)
“Musa berkata: "Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun”.“ al kahfi ayat 69
pertahanan ke 4 : ketulusan
Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya". al kahfi ayat 110
pertahanan kelima : meminta kepada Allah
Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhanmu (Al Qur'an). Tidak ada (seorangpun) yang dapat merobah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain dari pada-Nya. al kahfi ayat 27
pertahanan ke 6 : mengingat akhirat
Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak kami tinggalkan seorangpun dari mereka.
Dan mereka akan dibawa ke hadapan Tuhanmu dengan berbaris. Sesungguhnya kamu datang kepada Kami, sebagaimana Kami menciptakan kamu pada kali yang pertama; bahkan kamu mengatakan bahwa Kami sekali-kali tidak akan menetapkan bagi kamu waktu883 (memenuhi) perjanjian.
Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun”.
al kahfi ayat 47-49
Come Back
Assalamualaikum Laman Biru Tua
hey!
Setelah sekian lama saya tak menulis di Laman Biru ini rasanya ingin kembali menulis. Menulis untuk meberikan energy positive kepada pembacanya termasuk saya sendiri. hehe
Bertahan dalam Do'a
Kenikmatan berdo'a terletak pada keyakinan dan harap yang tumbuh perihal terkabulnya do'a, sebab yakin bahwa setiap do'a berjawab.
Juga terletak pada keagungan do'a itu sendiri, sebagai bentuk tauhid uluhiyah seorang hamba kepada Allahu ta'ala.
Meyakini bahwa Allah Maha Mendengar, yang pendengaran-Nya meliputi apapun, termasuk do'a yang diucapkan secara lirih di waktu-waktu pengharapan dan di tempat persembunyian.
Berdo'a itu "mudah" bagi hamba yang bertauhid, yang mampu berbaik sangka kepada Allahu ta'ala bahwa do'anya pasti dibalas dengan pengabulan di dunia atau menjelma menjadi kebaikan di akhirat.
Maka beruntunglah yang memiliki do'a sebab cinta, kemuliaan hadir tersebab cinta yang dihadirkan. Sebagaimana mereka yang bertahan dalam do'a... adalah bukti bahwa Allah meridhoinya, Allah menginginkan kebaikan ada padanya, dan Allah memuliakan-nya dengan kemuliaan yang baik, dan itu yang terbaik 💦
Boleh cinta kepada mereka yang mampu bertahan dalam do'a?
- Suci Anggraeni || @sucianggr
Berhentilah mengejar dan menjadi pihak yang coba memperbaiki semuanya. Jika dia peduli, dia kan ada untukmu. Terima mereka yang datang dan pergi lantas tetaplah bahagia.
Jangan menjadi orang yang berjuang secara sepihak. Itu akan membuatmu kehilangan dirimu sendiri.
Arief Aumar Purwanto
Apapun yang Allah tetapkan untuk hidupmu, maka jalanilah dengan ridho. Karena sesungguhnya Dia Dzat yang maha Baik. Kepahitan yang dialami itu hanyalah keburukan menurut versi kita sebagai hamba. Tetapi Allah lebih tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Bisa jadi ujian yang hari ini kita keluhkan, adalah sebuah anugerah yang rupanya menjadikan kita lebih tangguh di hari mendatang. Hingga ujian…
View On WordPress

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Puisi
Untukku, puisi adalah teman. Sebuah pertolongan, kala sunyi mencekam.
.
.
.
Aku berdoa, kemudian menumpahkan air mata. Aku menulis, kemudian mencoret sebagian frasa yang kuanggap gila. Dan aku terpejam, kemudian tenggelam dalam khayalan yang melarutkan harapan.
Ada banyak orang yang bisa merasa pedih saat keheningan malam menyatu dengan kenangan. Tapi tidak banyak yang bisa menuliskan betapa rindu menguras tangisan.
Karena; lewat bahasa yang rahasia bisa menjadi berita. Terlebih bahasa itu serupa dengan ramuan jingga, dimana bait puisi biasa tercipta oleh senja.
***
Puisi itu indah, walau sebagian orang bilang membosankan.
Membiusku untuk jatuh cinta dengan asyiknya permainan kata-kata. Berputar-putar di atas bianglala aksara, dan berteriak melemparkan selipan makna. Walau tidak semua orang paham artinya, tapi mereka mengerti bahwa setiap sajak tercipta bukan dari jiwa yang sedang berpura-pura. Karena barisan huruf-huruf itu bisa dijadikan teka-teki untuk menebak isi hati si pemilik puisi.
Puisi adalah realita, walau merangkainya perlu menetap di ruang tanpa logika. Setiap bait yang berbicara mengutarakan pinta, walau nantinya hanya terlontar sia-sia.
Diksi puisi pasti abadi. Mengkekalkan tangis yang tercekat di ulu hati. Walau tak semua orang bisa menyampaikan telepati, setidaknya puisi rela menjadi curahan hati.
Sedang sastra dan seni adalah utuh. Memamerkan ekspresi jiwa yang teduh. Walau tidak semua orang butuh, puisi dan lagu tetap jadi bagian yang mengisi peluh.
Mungkin, usia jagad ini sudah terlalu tua. Sehingga pena telah kehabisan tinta. Tapi aku ingin tetap menggoreskan aksara, walau harus kehilangan pembaca.
Rfabs 1996 - 2020 Masehi
sambat??????
dulu, ketika saya sedang sibuk-sibuknya kuliah, di waktu yang sama, saya juga sedang sibuk-sibuknya memperjuangkan dunia Qur’an saya.
saat saya sedang banyak tugas kuliah, di waktu yang sama saya juga dikejar target murojaah dan menambah hafalan. saya kerapkali dimarahi ustadzah kalau hafalan saya tidak lancar. of course, beliau tahu saya tidak mempersiapkannya dengan matang. asal maju saja. asal merapal saja. yaaa bagaimana, saya kepalang letih setiap kali pulang kuliah sore bahkan malam. karena harus mengerjakan tugas dulu bersama teman-teman. peraturan di pesantren saya dulu, khusus mahasiswa dibolehkan menginap di tempat lain asalkan izin dengan alasan-alasan yang masuk akal.
mungkin kesalahan saya di sini. terlalu memikirkan kuliah, sampai ngaji terbengkalai. belum lagi tugas saya sebagai ketua di pesantren waktu itu. harus mengurus dan menyiapkan kegiatan jum’at munajat, menjadi vokal hadroh (wkwk iya, saya mantan vokalis hadroh gaes), terus belum dakwah-dakwah roadshow yang mengharuskan saya ikut andil di dalamnya. belum dengan di tambah menggalaukan rindu dan cinta (?????).
yaaah, memang begitulah kehidupan remaja labil saya kala itu.
sebagai perempuan dengan tipe mudah menyerah dan mudah puas, saya banyak mengeluh pastinya. saya sempat pusing dan mengalihkan diri dengan jalan-jalan nggak jelas saat liburan-liburan tertentu. setiap kali jenuh, saya sengaja keluar kota. mengunjungi siapa saja yang mau saya kunjungi. mengumpulkan pengalaman, mencari kesenangan—sesaat.
suatu malam saya berdoa, agar supaya diberhentikan dari rutinitas yang membuat kepala saya hampir pecah ini. supaya saya diberi waktu untuk bercinta dengan Qur’an lebih lama, dan lebih banyak lagi. saya tersungkur, pasrah dan…. yasudahlah, habis itu terserah. mau gimana lagi kalau tidak dijalani saja apa adanya dengan perasaan bahagia? dibahagia-bahagiakan sih, lebih tepatnya.
sampai waktu itu tiba. hari ini, saya telah menikah. dan sejak pertama, kegiatan setelah menikah saya setahun terakhir hanya mencuci, memasak, menyapu, mengepel, dan mainin laptop (buat cari wang jajan huehehe). dan semua rutinitas itu telah selesai sampai pukul sembilan atau pukul sepuluh pagi.
saya sadar sekali, bahwa saya ternyata punya banyak sekali waktu luang. dari pukul sepuluhan pagi hingga pukul enam sore ketika Aa pulang kantor. kalau hanya dimanfaatkan untuk berlama-lama dengan Qur'an, tentu saja waktu saya akan turah-turah. Allah seperti bilang,
“nyoh, Nai! dulu kamu bingung banyak sambat karena katanya ga punya waktu. sekarang dikabulkan, masih mau sambat ae?!”
mungkin ini yang disebut dengan dikabulkannya doa sampai lupa doa itu pernah dirapalkan. tak banyak merenung, jadi lupa bersyukur. kalau udah kayak begini nantinya alasan yang keluar “manusia kan, sifat aslinya emang suka ngeluh dan sambat-sambaaaaat.”
ya, di alma’arij 19 memang bilang, bahwa sejak awal manusia diciptakan mudah berkeluh kesah dan juga kikir. kalau dikasih sedih ngeluh-ngeluh. kalau dikasih bahagia, ya lupa. in other words, kalau dianugrahi kebaikan, ndak bersyukur. kalau ditimpa keburukan, seringnya ndak sabaran.
…padahal ada lanjutan ayatnya.
kecuali orang-orang yang mendirikan shalat dan memberikan sebagian hartanya kepada orang yang berhak.
jadi, menurut perenungan saya, salah satu obat ngeluh itu ya shalat dan atau bersodaqoh. kalau masih gampang ngeluhnya, mungkin shalat saya masih kurang bener. mungkin shodaqoh saya kurang banyak dan kurang ikhlas.
so, salah satu obat gampang sambat itu, shalat kali, ya?