Saya seringkali bertanya banyak hal kepada orangtua, termasuk hal-hal tidak penting sekalipun, hanya karena rindu mendengar suara keduanya.
Padahal sejak pagi kami bersama dan saling bicara.
Cosmic Funnies
Keni
almost home
Acquired Stardust
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Three Goblin Art

Discoholic 🪩

pixel skylines
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

#extradirty
Mike Driver
art blog(derogatory)

AnasAbdin
Alisa U Zemlji Chuda

if i look back, i am lost

@theartofmadeline
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

izzy's playlists!
Jules of Nature
seen from United States

seen from Australia
seen from Australia
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Yemen

seen from Saudi Arabia
seen from United States
seen from South Korea
seen from Spain
seen from Canada
seen from Australia
seen from United States

seen from United States
@sucianggr
Saya seringkali bertanya banyak hal kepada orangtua, termasuk hal-hal tidak penting sekalipun, hanya karena rindu mendengar suara keduanya.
Padahal sejak pagi kami bersama dan saling bicara.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Mama
Pintu kamar Mama selalu terkunci saat malam, namun dalam beberapa malam seringkali sengaja tidak dikunci agar kami anak-anaknya bisa masuk dan tidur disampingnya.
Sampai di usia ini, saya masih sering tidur disamping beliau. Datang ke kamar beliau, tidur disampingnya, dan memerhatikan wajah Mama dari samping.
Sekalipun tidak berisik, Mama selalu tau saya disampingnya. Memeluk dan mencium pipi kening. Begitupun kepada anak-anaknya yang lain.
Saya sering menangis didalam dekapannya. Terkumpul rasa rindu, khawatir, sekalipun setiap hari membersamainya secara fisik..
"kenapa? apa Suci sakit?"
Tidak ada hal apapun dalam pikiran selain hanya ingin memastikan beliau hidup dengan baik...
Mama selalu berhasil membaca sesuatu yang tidak saya sampaikan,
"Mama tau dan bisa merasakan, Suci sangat mencintai Mama. Suci berusaha agar menjadi anak yang berbakti,
...
Mama ridho dengan anak-anak Mama.
Jangan khawatirkan Mama. Mama akan selalu sehat in syaa Allah. Melihat anak-anak Mama bahagia, Mama sangat bersyukur. Sucipun harus bahagia ya?"
Kalimatnya membuat dekapan semakin erat...
Hujan Akhirnya Turun
Tahukah kamu ada seseorang yang selalu menanti hujan? Kala hujan turun yang paling basah bukan tubuhnya, tapi hati dan pikirannya. Kenapa? Sebab saat hujan turun seketika itu pula ia mengucap doa, hatinya berdzikir, dan pikiran mengagumi takdir yang membawanya sampai saat ini.
Hatinya penuh doa dan harapan agar dikuatkan dalam perjalanan dunia ini, seakan hujan membasahi hatinya dengan semangat dan prasangka baik bahwa semua akan berlalu dan berakhir. Dan semua doa dan penantiannya akan segera Allah ijabahi pada waktu yang tepat.
Begitulah seorang yang suka dengan hujan dan selalu menunggunya, bukan basah dan syahdunya, tapi pada keberkahan dan terbukanya pintu langit untuk dia berbicara pada Allah. Tuhan pemilik langit dan apa yang diturunkan.
Jangan pernah membenci hujan, jangan pula mencerca takdir hari ini. Ada yang marah karena hujan menyebabkan agendanya terhalangi, tapi seharusnya ia sadar bahwa ada kebaikan dari itu.
Percayalah bahwa hujan ini membawa keberkahan, sebagaimana doaku untukmu agar Allah memberikan semua yang terbaik dalam kehidupan dan impian.
@jndmmsyhd
Cirebon, 14 September 2021.
Tutorial Jatuh Cinta
Jatuh cintalah pada seseorang yang perasaan cintanya lebih besar darimu. Karena ia akan membuatmu menjadi sangat berharga. Bersedia untuk melakukan hal-hal kecil untukmu, menggendong anakmu saat kelelahan, membiarkanmu tetidur dan ia membereskan rumah, membelamu jika ada orang lain yang menyerangmu, menyediakan makanan-makanan kecil saat kamu malas memasak, dan tidak marah-marah saat kamu menghabiskan uang yang digunakan untuk kebutuhan kalian berdua. Jatuh cintalah pada seseorang yang memiliki cara berpikir yang baik, yang luas, yang terbuka. Karena di dalam pikirannya nanti kamu akan tinggal. Karena cara berpikirnya itulah yang akan kamu hadapi selama kalian bersama. Tentu merepotkan tinggal bersama orang yang ternyata cara berpikirnya mudah menerima hoax, tidak bisa mencerna informasi dengan baik, tidak bisa mengambil keputusan dengan bijak, tidak ada keinginan untuk berkembang, tidak punya pendirian yang kuat. Lelah sekali tinggal di pikiran yang seperti itu, bukan? Jatuh cintalah pada seseorang yang mudah diajak berbicara. Kamu tak perlu merasa takut untuk mengutarakan segala isi hatimu, mengutarakan segala penatmu, mengajaknya berdiskusi untuk keluargamu. Tentu tidak enak jika selama bersama, kalian tidak bisa membicarakan hal-hal penting untuk keluargamu. Bahkan, untuk sekedar mengatakan bahwa kamu lelah dan memintanya untuk mengasuh anak sebentar saja, kamu takut. Tak leluasa untuk berbicara. Padahal, memiliki teman bicara seumur hidup yang nyaman itu benar-benar anugrah yang tak ternilai.
Kalau kamu ingin jatuh cinta, tutup sejenak matamu dari hal-hal yang kamu lihat darinya. Rasakan dari hatimu, berpikirkan sejauh mungkin. Seberapa bisa kamu hidup dengan sosok sepertinya. Karena apa yang kamu lihat dari matamu, seperti kecantikan/ketampanan itu akan usang dimakan usia, harta bisa hilang, jabatan bisa lepas. Kalau nanti kamu jatuh cinta, kamu tak lagi takut jatuh ditempat yang menyakitkan karena kamu bisa memilih di tempat seperti apa cintamu jatuh. Hati-hatilah memilihnya. Kalaupun harus menempuh jalan yang panjang dan berliku, tidak apa-apa. Kalau harus menempuh waktu yang lama, tidak apa-apa. Tidak apa-apa.
©kurniawangunadi
Menyadari
Saya pernah merasa ada di titik paling rendah, merasa ditolak oleh si(apa)pun. Oleh cita-cita, oleh mimpi, oleh harapan, oleh lingkungan, oleh pertemanan, oleh karir, dan mungkin oleh perasaan juga.
Merasa ada di titik di mana saya tidak bisa melihat ke belakang dan berat untuk melangkah ke depan. Hanya karena saya memegang apa yang saya jaga.
Sekeras apapun gigi geraham ini mengigit, ia tetap tidaklah kuat, kecuali Allah Ta'ala yang memberinya kekuatan.
Wallahi, sebagaimana pada saat itu, terasa benar-benar tidak mudah.
Orang-orang yang paling diharapkanpun sebagian pergi, menghilang karena kesibukan yang lain, yang demikian terjadi atas kehendak Allah Ta'ala.
Tiba dalam perenungan, bahwa hanya Allah Ta'ala yang ketika hati telah diujung, Allah yang menjadikannya berdiri tegak meski hanya dalam satu topangan. Yang ketika semua menolak, Allah yang menjadikan hati lapang untuk menerima.
Semakin menyadari bahwa hanya Allah Ta'ala yang harus dijadikan alasan kenapa bertahan, dan hanya Allah Ta'ala yang harus dijadikan tujuan. Sebab perkara cita-cita, mimpi, harapan, lingkungan tumbuh, teman, karir dan perasaan adalah perkara yang "mungkin" bagi makhluk.
- Suci Anggraeni || @sucianggr

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kematian itu sama halnya dengan rezeki, datang tiba-tiba dan dari arah yang tidak disangka-sangka. Sesak sekali pasti dadamu saat itu, saat dimana kematian lebih dulu datang daripada sejuta mimpi dan target duniamu.
Hari ini dengan banyaknya orang yang sakit, ada yang merasa dirinya tidak lagi sanggup menahan sakit, dan mulai tergambar kematian dimatanya. Ada pula orang yang sakit namun yakin bahwa tubuhnya masihlah kuat, tapi kematian datang lebih kuat dan cepat daripada kesembuhannya.
Mulailah mempersiapkan bekal untuk akherat. Sedikit demi sedikit tidak mengapa, yang penting istiqomah. Setidaknya ada bekal meski saya yakin kalau semuanya tidak ada yang benar-benar siap dengan bekal pahalanya yang sedikit untuk menghadapi kematian dan akherat.
Semoga orang-orang baik yang kembali pada-Nya, Allah berikan sebaik-baik tempat di surga dan kemudahan disepanjang perjalanan akheratnya.
@jndmmsyhd
Mengejar dunia, hanya akan membuat hati lelah. Karena apa yang dikejar selalu tidak dijanjikan untuk didapat. Kita bisa kalah, menang, menyerah, atau takdir Allah yang lain dapat mendahului apa yang dikejar.
Berbeda saat kita menjadikan akhirat yang pertama.
Jadilah yang orientasinya akhirat namun dunianya tidak tertinggal, tetap diikhtiarkan. Karena dunia dapat menjadi sarana untuk mencapai akhirat. Sehingga jikapun kematian lebih dahulu menjemput, perkara yang dikejar telah dalam susunan, dan kehidupan yang abadi layak untuk dijemput.
Yaa Robbi.. 💦
Bismillah,
Mohon izin kepada siapapun di sini, barangkali saya pernah berhutang/ menjanjikan sesuatu/ atau terdapat hak kalian yang tertahan pada saya. Mohon kiranya menyampaikan hal tersebut, sehingga kita dapat saling melapangkan.
Serta paling utama, dari saya pribadi, mohon maaf apabila selama bermuamalah pernah melakukan hal yang keliru/ menyakiti. Mohon kiranya disampaikan, in syaa Allah semampu saya untuk memperbaiki.
Jazaakumullah khairan wa barakallahu fiikum.
Perempuan itu seringkali membaca hal yang tidak seharusnya ia baca. Ketika ia telah panjang menunggu, menyiapkan hati, memohon petunjuk akan kecenderungan hatinya, memantaskan diri karena Allah Ta'ala, tiba ia mendapati seseorang yang ditunggunya menulis tentang yang lain, tentang bagaimana ia pernah memperjuangkan perempuan lain.
Sekalipun itu datang dari masa lalu, namun jika pengharapan itu terbaca dan jelas masih ada, mampu menjadi sebab bagi perempuan untuk berpikir ulang: lanjut atau tidak dalam menunggu.
Sebab, bisa jadi itulah cara Allah menjawab doa perempuan yang jujur memohon petunjuk dari-Nya.
- Suci Anggraeni || @sucianggr
Pada akhirnya perempuan hanya bisa banyak berdo'a dan terus berdo'a, selalu mengandalkan prasangka terbaiknya, selebihnya bertawakal kepada Allah Ta'ala.
Karena menunggu selama ini pun telah didahului dengan permohonan petunjuk kepada Allah Ta'ala, dan ketika harus berhenti berharap, tentu atas izin Allah Ta'ala juga.
Sekeras apapun menggiring hati, jika Allah telah menetapkannya bertahan, ia akan tetap di tempat yang sama hingga Allah sendiri yang mengizinkannya berganti.
Sehingga, adakah cara yang lebih menenangkan selain terus berdo'a? aku kira, hanya itu, disamping terus memantaskan diri karena Allah Ta'ala.
Pada akhirnya, aku menulis...
Bahwa isi do'a itu masih sama, dan aku menikmatinya 💦
______
Catatan : Postingan pertama adalah bukan tentang saya, hanya representatif jika perempuan dalam situasi demikian. Adapun setelahnya dan setelahnya adalah bagaimana mata saya "membaca" setelah ia melihat.
Perempuan itu seringkali membaca hal yang tidak seharusnya ia baca. Ketika ia telah panjang menunggu, menyiapkan hati, memohon petunjuk akan kecenderungan hatinya, memantaskan diri karena Allah Ta'ala, tiba ia mendapati seseorang yang ditunggunya menulis tentang yang lain, tentang bagaimana ia pernah memperjuangkan perempuan lain.
Sekalipun itu datang dari masa lalu, namun jika pengharapan itu terbaca dan jelas masih ada, mampu menjadi sebab bagi perempuan untuk berpikir ulang: lanjut atau tidak dalam menunggu.
Sebab, bisa jadi itulah cara Allah menjawab doa perempuan yang jujur memohon petunjuk dari-Nya.
- Suci Anggraeni || @sucianggr
Pada akhirnya perempuan hanya bisa banyak berdo'a dan terus berdo'a, selalu mengandalkan prasangka terbaiknya, selebihnya bertawakal kepada Allah Ta'ala.
Karena menunggu selama ini pun telah didahului dengan permohonan petunjuk kepada Allah Ta'ala, dan ketika harus berhenti berharap, tentu atas izin Allah Ta'ala juga.
Sekeras apapun menggiring hati, jika Allah telah menetapkannya bertahan, ia akan tetap di tempat yang sama hingga Allah sendiri yang mengizinkannya berganti.
Sehingga, adakah cara yang lebih menenangkan selain terus berdo'a? aku kira, hanya itu, disamping terus memantaskan diri karena Allah Ta'ala.
Perempuan itu seringkali membaca hal yang tidak seharusnya ia baca. Ketika ia telah panjang menunggu, menyiapkan hati, memohon petunjuk akan kecenderungan hatinya, memantaskan diri karena Allah Ta'ala, tiba ia mendapati seseorang yang ditunggunya menulis tentang yang lain, tentang bagaimana ia pernah memperjuangkan perempuan lain.
Sekalipun itu datang dari masa lalu, namun jika pengharapan itu terbaca dan jelas masih ada, mampu menjadi sebab bagi perempuan untuk berpikir ulang: lanjut atau tidak dalam menunggu.
Sebab, bisa jadi itulah cara Allah menjawab doa perempuan yang jujur memohon petunjuk dari-Nya.
- Suci Anggraeni || @sucianggr

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Bagaimana Sahabiyah Berhati-hati pada Perkara Niqob.
Terlepas dari hukum niqab yang terdapat perselisihan pendapat didalamnya. Syeikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berpegang pada pendapat akan wajibnya niqob.
Dijelaskan oleh Syeikh Ibnu Utsaimin rahimahullahu ta'ala dalam fatwanya tentang bagaimana seyogyanya muslimah berpakaian.
"Kemudian berkenan dengan belahan untuk kedua mata pada cadar, maka jika kaum wanita memperlebarnya sehingga terlihat bulu alis dan bagian atas pipi, maka hal itu jelas bertentangan dengan perbuatan yang dilakukan oleh istri-istri sahabat pada masa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam" (dalam fatwa Syeikh Ibnu Utsaimin, ad-Da'wah no. 1320)
Saya sendiri mengambil pendapat akan sunnahnya menggunakan niqob/ cadar. Namun apa yang beliau sampaikan dalam fatwanya, memberi gambaran yang besar akan bagaimana sahabiyah berhati-hati perihal penjagaan dirinya dari fitnah.
Ketahuilah pada masa itu, sahabat radhiyallahu anhum adalah para lelaki shalih yang pandangannya terjaga dan dalam bimbingan langsung Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, namun para wanita muslimah tidak melonggarkan ketaatannya kepada Allah. Hingga sedemikian berhati-hati.
Salah satu alasan besar kenapa sahabiyah menggunakan niqob sampai sedemikian, adalah karena ketaatan dan rasa malunya kepada Allah Ta'ala melebihi apapun.
Masyaa Allah, adalah pengingat untuk diri saya sendiri.
(Fatwa yang saya kutip bersumber dari Buku Fatwa-Fatwa Terkini jilid 3)
- Suci Anggraeni || @sucianggr
Filter
(apa yang ada di beranda sosial media)
Kita harus selalu bisa memberikan udzur kepada siapapun saat kita temukan mereka berkeluh kesah di beranda akun sosial media.
Mungkin karena ia tidak mempunyai teman cerita yang bisa menyimak dengan baik, mungkin ia butuh solusi dari publik, mungkin itulah cara untuk menjaga eksistensinya, mungkin memang seperti itu caranya merilis emosi dan kemudian meregulasinya, atau alasan mungkin-mungkin yang lain yang tidak kita ketahui sebelumnya.
Tapi hati-hati, jangan sampai kita terlalu sering memberi udzur tanpa batasan yang jelas. Menyebabkan kehadirannya berhasil membentuk circle baru yang didalamnya (mungkin) ada toxic.
Jangan lupa, mengeluh tidak pada tempatnya bukanlah hal baik dan cenderung penyakit.
Membiarkannya jadi konsumsi harian adalah kesalahan, karena energi buruk akam terlanjur tersebar, kita akan terlanjur membaca, sedang "kontrol baik" seringkali hanya dimiliki oleh orang-orang yang emosinya stabil.
Lantas, bagi kita yang masih suka naik turun emosinya, dan simpatinya mudah terbawa arus, harus hati-hati :)
Seperti nasihat seorang yang semoga Allah Ta'ala menjaga beliau :
"Cermatlah dalam bermedia, selektif dalam memilih teman, rapihkan beranda dan perhatikan apa yang kalian baca. Hidayah bisa masuk melalui perantara media, dan futur juga bisa menyerang lewat media."
- Suci anggraeni || @sucianggr
Jika Menunggu,
namun telah ditetapkannya: siapa yang "ditunggu"
"Menunggu terasa berat atau tidak?"
Barangkali terasa berat itu jika sejak awal "menunggu" sambil menetapkan siapa yang ditunggu, ya? Tetapi jika ia mampu ikhlas menghabiskan waktu dengan ketaatan, menunggu tidak akan lagi terasa berat biidznillah..
Semoga yang menunggu, diberi hati yang ridho, senantiasa ikhlas dan mendapat keridhoan Allah Ta'ala, aamiin Allahumma aamiin... 💦
"Pernahkah menemukan yang demikian?"
Saya menemukan yang sampai menunggu 5 tahun, ia menunggu diam-diam, namun Allah berkehendak lain bagi dirinya. Masa tunggunya tidak bersambut baik, dan Allah Ta'ala tetapkan ia bersama pasangan yang lain. Allah menetapkan takdir terbaik untuk dirinya dan kini sudah dikaruniai anak, alhamdulillah.. Allahumma baarik 'alaiha.
Terhadap yang demikian, Allah Ta'ala yang menghendaki ia pernah berharap, kemudian Allah Ta'ala yang menghendaki ia kecewa, dan setelahnya Allah Ta'ala pula yang menghendaki ia bangkit. Semua berjalan sesuai kehendak Allah, tidak ada yang meleset dari apa yang telah tercatat dalam Lauhul Mahfudz, dan saya benar mengimaninya, in syaa Allah.
"Adakah nasihat untuk mereka? biidznillah dapat menguatkan sebagian yang membutuhkan"
Saya tidak memiliki nasihat apapun untuk yang demikian, karena setiap wanita lebih butuh akan nasihat tersebut.
Setiap wanita yang belum menikah hakikatnya sedang menunggu di rumah Bapaknya.
Namun, ada pesan-pesan lama yang sekalipun saya ulang tulis, tetap saja terasa baru membacanya..
Wanita hanya perlu menjaga agar hati senantiasa bersyukur di tengah masa tunggu, memaksimalkan waktu bakti kepada orangtua, dan mengedepankan prasangka baik kepada Allah Ta'ala."
Sekiranya penantian itu bersambut, semoga Allah Ta'ala ridho, sebab itulah yang paling diharapkan, yaitu memilih dan melalui cara yang sesuai dengan keridhoan Allah Ta'ala.
Adapun jika tidak bersambut dengan yang dido'akan, wanita hanya perlu bersabar di waktu tunggu yang lebih panjang untuk menyambut yang terbaik menurut Allah Ta'ala. Takdir Allah selalu baik, karena kebaikan selalu disandarkan kepada Allah Ta'ala dan keburukan tidak disandarkan kepada Allah.
In syaa Allah, iman kepada takdir Allah Ta'ala membuat hati lebih ikhlas. Sehingga, semoga keimanan setiap wanita menguatkan mereka 💦💦
- Suci Anggraeni || @sucianggr
Mendo'akan Pasangan
- yang Terkenal -
Menikah dengan Orang yang dikenal banyak orang karena kebaikannya di dunia itu....
Engkau harus siap dengan konsekuensi ia dikagumi oleh banyak pasang mata. Engkau harus siap dengan konsekuensi dirinya dicari oleh banyak tangan dalam beranda pencarian.
Jika kehadirannya di sosial media, meluaskan manfaat. Maka sebagai pasangannya engkau harus senantiasa bersyukur dan bersabar diatasnya. Harus rajin mendo'akannya. Harus terus mendo'akannya, dan tidak boleh lepas untuk mendo'akannya.
Ia membutuhkan do'a, terutama dari pasangannya yang paling utama. Karena ketenaran di dunia dekat kepada keburukan, sekalipun ia hadir sebab kebaikan akhlaknya. wallahu a'lam,
Engkau harus banyak berdo'a agar pasangmu terjaga dari fitnah, berdo'a agar engkaupun selamat dari bahayanya.
Sebab jangankan yang terkenal. Sekedar memiliki akun sosial media, siapapun sangat mungkin terkena fitnahnya, wal iyadzu billah, kecuali yang Allah Ta'ala selamatkan darinya.
Semoga Allah Ta'ala menjaga, melindungi, dan memberkahi kita, aamiin yaa Mujibasailiin.
- Suci Anggraeni || @sucianggr
Tentang "Balasan"
Bukankah...
Tidak semua kata-katamu bisa orang lain ingat sekalipun dirimu telah bersusah payah merangkainya untuk membahagiakan hatinya?
Tidak semua sapaan hangatmu diingat sekalipun disaat itu adalah hari burukmu, namun karenanya dirimu berusaha tampil baik?
Tidak semua kebaikan akan berbalas kebaikan karena manusia cenderung mudah mengabaikan keculi tentang dirinya sendiri dan sebagiannya pun mudah lupa?
Berbuat baiklah karena Allah Ta'ala, melakukan semua kebaikan karena benar-benar berharap atas balasan Allah Ta'ala, bukan selainNya.
Sungguh disisi Allah Ta'ala tidak akan ada yang luput, bahkan kebaikan seberat jarrahpun akan Allah Ta'ala perhitungkan dan akan Allah Ta'ala balas, tidak di dunia tentu pasti di akhirat.
Sudah saatnya kita bergerak, mengarahkan harapan untuk tidak lagi digantungkan pada balasan manusia, cukup Allah Ta'ala satu-satunya tempat menggantungkan harapan.
Karena hanya itu satu-satunya jalan agar hidup di dunia bisa tenang tanpa diributkan lagi soal "balasan" manusia.
- Suci Anggraeni || @sucianggr

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Engkau tidak akan menemuinya kecuali engkau bertamu ke rumahnya, menemui orangtuanya, meminta izin kepada keduanya, dan engkau sampaikan niat baik tersebut dihadapan walinya. Barulah engkau akan mendapati ia dengan sebaik-baik harapan yang berjawab.
Pertemuan dengannya menjadi sesuatu yang mahal untuk diraih, dan hanya lelaki shalih- dan berani dengan bekal cukup sajalah yang mampu melewati beratnya langkah untuk sampai di depan rumah orangtuanya.
- Suci Anggraeni || @sucianggr
"Seindah-indah Kejujuran Hati"
Bapak: "Sesuatu yang dikatakan sebagai misk hati, sesuatu yang membedakan seorang mukmin dengan orang munafik. Sesuatu yang menjadi rahasia seorang hamba dengan Rabbnya. Ruh orang-orang yang bertaqwa itu adalah yang hatinya selalu berbenah dan menyadari hakikat diri, untuk apa ia diciptakan.. sehingga selalu berusaha menghadirkan rasa ikhlas dalam menjalani hidupnya. Yaitu menjadikan Allah ta'ala sebagai satu-satunya tujuan ketaatan, ketaatannya hanya untuk (taqarrub) mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Bukan untuk meraih cinta manusia, popularitas dikalangan manusia, apalagi untuk mengejar dunia yang tidak lebih berharga dari sehelai sayap nyamuk.
Ia bukanlah yang tidak pernah berbuat dosa, kelimpahan maupun kekurangan harta, dalam sehat dan sakitnya, dalam sedihnya ataupun bahagianya, kesempitan atau kelapangan dalam urusannya.. ia selalu meng-evaluasi dirinya, apakah itu adalah Rahmat Allah Ta'ala tersebab Allah Ta'ala ridha ataukah istidraj atas hati yang lalai ketika bermaksiat kepadaNya? Ataukah sebagai hukuman dan bentuk kasih sayang Allah kepadanya didunia agar ia bersegera "kembali"?
Maka satu-satunya keselamatan baginya adalah taubat kepada Allah Ta'ala dan membersihkan dirinya atas kesalahan kepada manusia dengan menyesali dan meminta maaf. Baginya, tidak mengapa jika karenaNya ia ditinggalkan manusia, baginya.. tidak mengapa jika dunia tidak dalam genggaman, asalkan Allah Azza wa Jalla tidak meninggalkannya. Orientasinya adalah akhirat, ridha Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Allah Ta'ala Berfirman:
الْإِنْسَانُ عَلَى نَفْسِهِ بَصِيرَةٌ (14) وَلَوْ أَلْقَى مَعَاذِيرَهُ (15)
"Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri, meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya. (Al-Qiyamah: 14-15)
"Sejatinya manusia dia berusaha melawan/mengingkari perbuatan atau ucapannya yang keliru ataupun yang batil serta berusaha mengemukakan beragam alasan untuk membenarkannya, sungguh hakikatnya dirinyalah yang paling mengetahui apa sebenarnya yang sedang terjadi, meskipun ia berupaya menyembunyikannya dari pandangan manusia, karena tidak ada yang paling mengetahui melainkan dirinya sendiri, dan ia mengetahui Allah Maha Melihat.
Maka perhatikanlah dengan baik, redaksi ayat ini menggunakan lafadz “bashiroh” bukan lafadz yang lain, sebab lafadz bashiroh mengandung makna yang jelas, terang benderang serta kekuatan hujjah. Sebagaimana kita mengatakan kepada orang lain: “Kamu adalah hujjah atas dirimu sendiri."
(Qawaid Qur’aniyyah Dr Umar bin Abdillah Al Muqbil hal 29)
Imam Syafi'i rahimahullah berkata: "Telah sampai berita kepadaku bahwa Abdul Malik bin Marwan pernah berkata kepada Hajjaj bin Yusuf: “Setiap manusia pasti mengetahui kekurangan dan aibnya sendiri, oleh sebab itu celalah dirimu sendiri, jangan sembunyikan sedikitpun darinya, salah seorang Salaf berkata: Sikap jujur yang indah ialah anda mengakui kesalahan-kesalahan diri anda sendiri dihadapan Allah Azza Wa Jalla."
(Qawaid Qur’aniyyah Dr Umar bin Abdillah Al Muqbil hal 31)
Semoga akhir hidup kita adalah akhir hidup yang baik. Akhir hidup dengan matinya dosa-dosa kita, akhir hidup dalam keadaan berserah, dan dalam keadaan Islam. Digabungkan dengan orang-orang shaleh.. di kesudahan dengan segala kenikmatan yang kekal. Aamiin Allahumma aamiin."
💦
- Dini hari, 03.30 WIB.. 27 Syawal 1442 H.