KIROKAZE

if i look back, i am lost
The Bright Sessions
🪼
Today's Document

shark vs the universe
hello vonnie

oozey mess

titsay
almost home

Love Begins

Origami Around
RMH

pixel skylines
★
Cosimo Galluzzi
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
EXPECTATIONS

Product Placement
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Vietnam
seen from United States
seen from Russia
seen from United States
seen from T1

seen from United States
seen from Brazil
seen from Kyrgyzstan

seen from United States
seen from Canada
seen from Colombia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Philippines
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Türkiye
seen from Russia
@hijrahcorner-blog

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Bidadari Surga
Semangaaat pagi.. ini ada cerita baguuus InsyaAllah - Bismilahirrahmanirrahiim.. Namanya "Aini". begitu ummi biasa memanggilnya. Salah satu "adik " terbaik yang pernah ummi miliki, yang pernah ummi temui dan alhamdulillah Allah pertemukan ummi dengannya. Seharusnya 28 Januari lalu genap ia menginjak usia 37 tahun. Beberapa tahun bersamanya, banyak contoh yang bisa ummi ambil darinya. Kedewasaan sikap, kesabaran, keistiqomahan, dan pengabdian yang luar biasa meretas jalan da'wah ini. Seorang muharrik da'wah yang tangguh dan tak pernah menyerah. Sosok yang tidak pernah mengeluh, tidak pernah putus asa dan memiliki husnuzhon yang teramat tinggi kepada Allah. Dan dia adalah salah satu amanah ummi terberat, ketika memang harusnya ia sudah memasuki sebuah jenjang pernikahan. Ketika beberapa akhwat lain yang lebih muda usianya melenggang dengan mudahnya menuju jenjang tersebut, maka 'Aini Allah taqdirkan harus terus meretas kesabaran. Beberapa kali ummi berikhtiar membantunya menemukan ikhwan shalih, tetapi ketika sudah memulai setengah perjalanan proses, Allah pun berkehendak lain. Namun begitu, tidak pernah ada protes yang keluar dari lisannya, tidak juga ada keluh kesah, atau bahkan mempertanyakan kenapa sang ikhwan begitu "lemahnya" hingga tidak mampu menerjang berbagai penghalang? Atau ketika masalah fisik, suku, serta terlebih usia yang selalu menjadi kendala utama seorang ikhwan mengundurkan diri, 'Aini pun tidak pernah mempertanyakan atau memprotes "Kenapa ikhwan sekarang seperti ini?" Tidak ada gurat sesal, kecewa, atau sedih pada raut muka ataupun tutur katanya. Kepasrahan dan keyakinan terhadap kehendak Allah begitu indah terlukis dalam dirinya. Hingga, akhirnya seorang ikhwan shalih yang dengan kebaikan akhlak serta ilmunya, datang dan berkenan untuk menjadikannya seorang pendamping. Tidak ada luapan euphoria kebahagiaan yang ia tampakkan selain ucapan singkat yang penuh makna "Alhamdulillah.. jazakillah ummi sudah membantu... mohon do'a agar diridhai Allah." Alhamdulillah, Allah mudahkan proses ta'aruf serta khitbah mereka, tanpa ada kendala apapun seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Padahal ikhwan shalih yang Allah pilihkan tersebut berusia 10 tahun lebih muda dari usianya. Berkomitmen pada sunnah Rasulullah untuk menyegerakan sebuah pernikahan, maka rencana akad pun direncanakan satu bulan kemudian, bertepatan dengan selesainya adik sang ikhwan menyelesaikan studi di negeri Mesir. Namun, Allah lah Maha Sebaik-baik Pembuat keputusan.. Dua minggu menjelang hari pernikahan, sebuah kabar duka pun datang. Usai 'Aini mengisi sebuah ta'lim, motor yang dikendarainya terserempet sebuah mobil, dan menabrak kontainer di depannya. 'Aini shalihah pun harus meregang nyawa di ruang ICU. Dua hari setelah peristiwa itu, rumah sakit yang menanganinya pun menyatakan menyerah, tidak sanggup berbuat banyak karena kondisinya yang begitu parah. Hanya iringan dzikir disela-sela isak tangis kami yang berada disana. Semua keluarga 'Aini juga sang ikhwan pun sudah berkumpul, mencoba menata hati bersama untuk pasrah dan bersiap menerima apapun ketentuanNya. Kami hanya terus berdo'a agar Allah berikan yang terbaik dan terindah untuknya. Hingga sesaat, Allah mengizinkan 'Aini tersadar dan menggerakkan jemarinya. Rabb.. sebait harapan pun kembali kami rajut agar Allah berkenan memberikan kesembuhan, walau harapan itu terus menipis seiring kondisinya yang semakin melemah. Hingga kemudian sang ikhwan pun mengajukan sebuah permintaan kepada keluarga 'Aini. "Izinkan saya untuk membantunya menggenapkan setengah dien ini. Jika Allah berkehendak memanggilnya, maka ia datang menghadap Allah dalam keadaan sudah melaksanakan sunnah Rasulullah..." Permintaan yang membuat kami semua tertegun. Yakinkah dia dengan keputusannya? Dalam kedaaan demikian, akhirnya dua keluarga besar itupun sepakat memenuhi permintaan sang ikhwan. Sang bunda pun membisikkan rencana tersebut di telinga 'Aini. Dan baru kali itulah ummi melihat aliran air mata mengalir dari sepasang mata jernihnya. Tepat pukul 16.00, dihadiri seorang penghulu, orang tua dari dua pihak, serta beberapa sahabat dan dokter serta perawat... pernikahan yang penuh tangis duka itupun dilaksanakan. Tidak seperti pernikahan lazimnya yang diiringi tangis kebahagiaan, maka pernikahan tersebut penuh dengan rasa yang sangat sulit terlukiskan. Khidmat, sepi namun penuh isakan tangis kesedihan. Tepat setelah ijab kabul terucap, sang ikhwan pun mencium kening 'Aini serta membacakan do'a di atas kain perban putih yang sudah berganti warna menjadi merah penuh darah yang menutupi hampir seluruh kepala A'ini. Lirih, kami pun masih mendengar 'Aini berucap, "Tolong ikhlaskan saya....." Hanya lima menit. Ya.. hanya lima menit setelah ijab kabul itu. Tangisan pun memecah ruangan yang tadinya senyap menahan sesak dan airmata. Akhirnya Allah menjemputnya dalam keadaan tenang dan senyum indah. Dia telah menjemput seorang bidadari... Sungguh indah karunia dan janji yang telah Allah berikan padanya... Dia memang hanya pantas untuk para mujahid-Nya di Jannah Al Firdausi.... Dan sang ikhwan pun melepas dengan penuh sukacita dengan iringan tetes air mata yang tidak kuasa ditahannya... "Saya telah menikahi seorang bidadari.. nikmat mana lagi yang saya dustakan..." Begitulah sang ikhwan shalih mengutip ayat Ar Rahman-Nya... Ya Rabb.. Engkau sebaik-baik pembuat skenario kehidupan hamba-Mu... maka jadikanlah kami senantiasa dapat memngambil hikmah dari setiap episode kehidupan yang Engkau berikan... - Ummi's note: Selamat jalan adikku sayang ... engkau memang bidadari surga yang Allah tidak berkenan seorang ikhwan pun di dunia ini yang bisa mendampingi kehidupanmu kecuali para ikhwan shalih yang berkhidmat di jalan da'wah dengan ikhlas, tawadhu dan siap berjihad di jalan-Nya dan kelak menutup mata sebagai seorang syuhada.... Selamat jalan 'Aini.... Semoga Allah memberimu tempat terindah di surga-Nya.... (Bait kenangan terakhir bersamamu, ummi tidak bisa menulis seindah tulisan-tulisanmu, tapi yakinlah ummi mengiringimu dengan indahnya do'a... Semoga Allah kumpulkan kita kelak di dalam surga-Nya... Aamiin) - Posted by Lia Arlina, edited by @denty_kusuma from @SuperbMother Go follow @SuperbMother | superbmother.tumblr.com Tulisan itu adalah kisah nyata, yg menulis sndiri brmn ummuza (panggilan akrabnya istri dr vocalis grup izzis noorohmat) sy kenal baik dg ummuza pertma kali ditulis sktr thn 2009 via multiply, di copy lg ke blog pribadinya ummuza.wp.com kisah asli yg sengaja di tulis untuk mengenang binaan terbaik ummuza :) beliau (ummuza) bs d hubungi via fb dg aku rumahbundabalita dan web www.rumahbundabalita.com :)
Jadi Ikhwan jangan cengeng
Jadi Ikhwan jangan cengeng Dikasih amanah pura-pura batuk. Nyebutin satu persatu kerjaan biar dikira sibuk. 'Afwan ane sakit.'afwan PR ane numpuk. 'Afwan ane banyak kerjaan, klo ngga selesai bisa dituntut. 'Afwan ane ngurus anu ngurus itu jadinya suntuk. Terus da'wah gimane?digebuk?
Jadi Ikhwan jangan cengeng Dikit-dikit dengerin lagunya Edcoustic. Udah githu yang "Nantikanku dibatas waktu", bikin nyelekit. Ke-GR-an tuch klo ente melilit. Kesehariannya malah jadi genit. Jauh dari kaca jadi hal yang sulit. Hati-hati klo ditolak, bisa sakiiittt.
Jadi Ikhwan jangan cengeng Dikit-dikit SMSan sama Akhowaat pake paketan SMS biar murah. Rencana awal cuma kirim taushiyah. Lama-lama nanya kabar ruhiyah, ampe kabar orang rumah Terselip mikir rencana walimah? Tapi engga berani karena terlalu wah! Akhirnya hubungan tanpa status ajah dah!
Jadi Ikhwan jangan cengeng Abis nonton film Palestina semangat membara. Eh...pas disuruh jadi mentor pergi entah kemanah. Semangat jadi penontonnya luar biasa. Tapi ngga siap jadi pemainnya, yang diartikan sama dengan hidup sengsara. Enak ya bisa milih-milih yang enaknya ajah
Jadi Ikhwan jangan cengeng Ngumpet-ngumpet buat pacaran. Ketemuan di mall yang banyak taman. Emang sich ngga pegangan tangan. Cuma lirik-lirikan dan makan bakso berduaan. Oh...romantisnya, dunia pun heran. Klo ketemu Murobbi atau binaan. Mau ditaruh dimanah tuch muka yang jerawatan? Oh malunya sama Murobbi dan binaan? Sama Allaah?ngga kepikiran Yang penting nyes-nyes romantis.
Jadi Ikhwan jangan cengeng Disuruh infaq cengar-cengir. Buat beli tabloid bola ngga pake mikir. Dibilang kikir marah-marah dah tuch bibir. Suruh tenang dan berdzikir. Malah tangan yang ketar-ketir. Leher saudaranya mau dipelintir!
Jadi Ikhwan jangan cengeng Semangat da'wah ternyata bukan untuk amanah. Malah nyari Aminah. Aminah dapet, terus walimah. Da'wah pun hilang dihutan antah berantah. Da'wah yang dulu kemanakah? Da'wah kawin lari, lari sama Aminah. Duh...duh...duh...Amanah-Aminah. Da'wah...da'wah... Kalah sama Aminah.
Jadi Ikhwan jangan cengeng Buka Facebook liatin foto Akhowaat. Dicari yang mengkilat. Klo udah dapet ya tinggal sikat. Jurus maut Ikhwan padahal kaga jago silat... "Assalaamu 'alaikum...Ukhti, salam ukhuwah, udah kuliah?suka coklat? Disambut baik sama Ukhti, mulai berpikir untuk traktir Es Cream Coklat. Akhowaatnya terpikat. Mau ajah ditraktir secara cepat. Asik, akhirnya bisa juga ikhtilat. Yaudah...langsung TEMBAK CEPAT. Akhowaatnya mau-mau tapi malu bikin penat. Badan goyang-goyang kaya ulat. Ikhwannya nyamperin dengan kata-kata yang memikat. Kasusnya sich kebanyakan yang "gulat" Zina pun menjadi hal yang ni'mat. Udah pasti dapat la'nat. Duh...maksiat...maksiat.
Jadi Ikhwan jangan cengeng 'Ilmu ngga seberapa hebat. Udah ngatain Ustadz. Nyadar diri woi lu tuh lulusan pesantren kilat. Baca Qur'an tajwid masih perlu banyak ralat. Loh kok udah berani nuduh Ustadz. Semoga tuch otaknya dikasih sehat.
Jadi Ikhwan jangan cengeng Status Facebook tiap menit ganti Isinya tentang isi hati. Buka-bukaan ngincer si Wati. Nunjukin diri klo lagi patah hati. Minta koment buat dikuatin biar ngga mati bunuh diri. Duh...duh...status kok bikin ruhiyah mati. Dikemanahkan materi yang Ustadz sampaikan tadi?
Jadi Ikhwan jangan cengeng Ngeliet Ikhwan lain dekeeettt banget sama Akhowaat , eeh...dia kepengen ikutan. Hidup jadi kaya sendirian ditengah hutan rambutan. Mau ikutan tapi udah tau kaya githu kaga boleh, tau dari pengajian. Kepala cenat-cenut kebingungan. Oh...kasihan...mendingan cacingan.
Jadi Ikhwan jangan cengeng Ngeliet penda'wah akhlaknya kaya preman. Makin bingung nyari teladan. Teladannya bukan lagi idaman. Hidup jadi abu-abu kaya awan mendung. Mau jadi putih ngga kuat nahan. Ah...biarlah kutumpahkan semua dengan cacian makian. Akhirnya aku ikut-ikutan jadi preman. Teladan pun sekarang ini susah ditemukan.
Jadi Ikhwan jangan cengeng Diajakin ta'lim alasannya segudang. Semangat cuma pas diajak kewarung Padang. Atau maen game bola ampe begadang. Mata tidur pas ada lantunan tilawah yang mengundang. Tapi mata kebuka lebar waktu nyicipin lauk rendang. Duh...berdendang.
Jadi Ikhwan jangan cengeng Bangga disebut Ikhwan, hati jadi wah. Tapi jarang banget yang namanya tilawah. Yang ada sering baca komik Naruto dipinggir sawah. Hidup sekarang jadinya agak mewah. Hidup mewah emang sah. Tapi...kesederhanaan yang dulu berakhir sudah?
Jadi Ikhwan jangan cengeng Dulunya di da'wah banyak amanah. Sekarang katanya berhenti sejenak untuk menyiapkan langkah. Tapi entah kenapa berdiamnya jadi hilang arah. Akhirnya timbul "Perasaan sudah pernah berda'wah". Merasa lebih senior dan lebih mengerti tentang da'wah. Dari situ bilang..."Dadaaaahhh...saya dulu lebih berat dalam da'wah". Lanjutin perjuangan saya yah.
Jadi Ikhwan jangan cengeng Ngga punya duit jadinya ngga dateng liqo'. Nggah ada motor yaa holaqoh boro-boro. Murobbi ikhlas dibuat melongo. Binaan ngga ada satupun yang ngasih info. Adapula yang tidur sambil meluk bantal guling bentuk si Komo. Oh nooo...
Jadi Ikhwan jangan cengeng
Jadi Ikhwan jangan cengeng
Jadi Ikhwan jangan cengeng
Jadi Ikhwan jangan cengeng
Akhi... Sebenarnya masih banyak masalah Ikhwan.Kapan pun dan dimanahpun harokahnya...
Akhi... Disaat engkau tidak menjadi bagian dari da'wah ini, Maka ketahuilah, berapa banyak Ikhwan lain yang menangis disaat mereka mengendarai motor.Ia berani menangis karena wajahnya tertutup helm. Sebab mereka tak kuat menahan beban amanah.
Akhi... Disaat engkau kecewa dengan orang yang dulu engkau percaya, maka ketahuilah, bahwasanya saudaramu jauh lebih berhak untuk kecewa.mereka lebih berhak untuk kecewa sebab mereka harus menahan dua kekecewaan.kecewa pada saudara yang mereka percaya, dan kecewa sebab dirimu tak lagi peduli.tapi toh mereka tetap bertahan.bertahan karena mereka sadar kekecewaan adalah hal yang manusiawi.tapi da'wah harus tetap terukir dalam hati.
Akhi... Disaat engkau menjauhi amanah, dengan seribu satu alasan sebenarnya saudaramu diluar sana memiliki hujjah lebih kuat dan lebih masuk akal dibanding darimu.tapi toh mereka sadar akan tujuan hidup, no excuse mereka tidak beralasan dalam da'wah.Untuk Allaah, demi Allaah. Dan disaat lelah menghinggapi, mereka masih menyempatkan diri terbangun untuk tahajjud.bukan...bukan untuk meminta sesuatu.tapi mereka menangis, bersimpuh dan curhat pada Allaah.Berharap Allaah meringankan beban mereka.berharap mereka mampu mengisi perut yang sering kosong karena uang yang habis untuk membiayai da'wah.
Akhi... Sungguh da'wah ini berat dan terjal.Rosul berda'wah hingga gigi Beliau patah, dilempari batu, dilempari kotoran dan ancaman pembunuhan.Da'wah ini bukan sebatas teori tapi pengalaman dan pengamalan.tak ada kata-kata "Jadilah"...! maka hal itu akan terjadi.yang ada "Jadilah..."lalu kau bergerak untuk menjadikannya. itulah da'wah yang sesungguhnya saudaraku
Akhi... Jika saudaramu menangis tiap hari. Bolehkan mereka meminta sedikit bantuanmu?meminjam bahumu?berkumpul dan berjuang bersama-sama? Agar mereka dapat menyimpan beberapa butir tangisnya, untuk berterima kasih padamu juga untuk tangis saat mereka bermunajat kepada Allaah dalam sepertiga malamnya "Yaa...Allaah, segala puji hanya untukMu, Engkau berkenan mengaruniai saudara seperjuangan pada hamba demi tegaknya perintah dan laranganMu, maka wahai Tuhanku, hamba mohon kuatkanlah ikatan kami". "Yaa Allaah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam mahabbah kepadaMu, bertemu dalam ta'at kepadaMu, bersatu dalam da'wah kepadaMu, berpadu dalam membela syari'atMu". "Yaa Allaah, kokohkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukillah jalan-jalannya.Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya.CahayaMu yang tidak pernah pudar". "Yaa Allaah, lapangkanlah hati kami dengan karunia iman dan indahnya bertawakal padaMu.Hidupkanlah hati kami dengan ma'rifat kepadaMu, matikanlah kami dalam syahid dijalanMu". "Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan penolong.Yaa Allaah, kabulkanlah, Yaa Allaah sampaikanlah salam sejahtera kepada junjungan kami Muhammad shollalaahu 'alaihi wasallam, kepada para keluarga, shahabat serta limpahkanlah keselamatan untuk mereka. Aamiin yaa Mujibus Saailin. Via: Ustadz Agus Supriatna. Sumber: Facebook, catatan Furqon Ghani. BaarakAllah fikk. (Muhasabah juga buat akhwat )
Lelah yang disukai allaah
ada 8 kelelahan yang disukai Allah SWT dan RasulNya : 1. Lelah dalam berjihad di jalan-Nya (QS. 9:111) 2. Lelah dalam berda'wah/mengajak kepada kebaikan (QS.41:33) 3. Lelah dalam beribadah dan beramal sholeh (QS.29:69) 4. Lelah mengandung, melahirkan, menyusui. merawat dan mendidik putra/putri amanah Illahi (QS. 31:14) 5. Lelah dalam mencari nafkah halal (QS. 62:10) 6. Lelah mengurus keluarga (QS. 66:6) 7. Lelah dalam belajar/menuntut ilmu (QS. 3:79) 8. Lelah dalam kesusahan, kekurangan dan sakit (QS.2:155) Semoga kelelahan dan kepayahan yang kita rasakan menjadi bagian yang disukai Allah dan RasulNya. Aamiin yaa Rabbal-'aalamiin Lelah itu nikmat. Bagaimana mungkin? Logikanya bagaimana? Jika anda seorang ayah, yang seharian bekerja keras mencari nafkah sehingga pulang ke rumah dalam kelelahan yang sangat. Itu adalah nikmat Allah swt yang luar biasa, karena banyak orang yang saat ini menganggur dan bingung mencari kerja. Jika anda seorang istri yang selalu kelelahan dengan tugas rumah tangga dan tugas melayani suami yang tidak pernah habis. Sungguh itu nikmat luar biasa, karena betapa banyak wanita sedang menanti-nanti untuk menjadi seorang istri, namun jodoh tak kunjung hadir. Jika kita orang tua yang sangat lelah tiap hari, karena merawat dan mendidik anak-anak, sungguh itu nikmat yang luar biasa. Karena betapa banyak pasangan yang sedang menanti hadirnya buah hati, sementara Allah swt belum berkenan memberi amanah. Lelah dalam Mencari Nafkah Suatu ketika Nabi saw dan para sahabat melihat ada seorang laki-laki yang sangat rajin dan ulet dalam bekerja, seorang sahabat berkomentar: “Wahai Rasulullah, andai saja keuletannya itu dipergunakannya di jalan Allah.” Rasulullah saw menjawab: “Apabila dia keluar mencari rezeki karena anaknya yang masih kecil, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena kedua orang tuanya yang sudah renta, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena dirinya sendiri supaya terjaga harga dirinya, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena riya’ dan kesombongan, maka dia di jalan setan.” (Al-Mundziri, At-Targhîb wa At-Tarhîb). Sungguh penghargaan yang luar biasa kepada siapa pun yang lelah bekerja mencari nafkah. Islam memandang bahwa usaha mencukupi kebutuhan hidup di dunia juga memiliki dimensi akhirat. Bahkan secara khusus Rasulullah saw memberikan kabar gembira kepada siapa pun yang kelelahan dalam mencari rejeki. “Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan mencari rejeki pada siang harinya, maka pada malam itu ia diampuni dosanya oleh Allah swt.” Subhanallah, tidak ada yang sia-sia bagi seorang muslim, kecuali di dalamnya selalu ada keutamaan. Kelelahan dalam bekerja bisa mengantarkan meraih kebahagiaan dunia berupa harta, di sisi lain dia mendapatkan keutamaan akhirat dengan terhapusnya dosa-dosa. Syaratnya bekerja dan lelah. Bukankah ini bukti tak terbantahkan, bahwa kelelahan ternyata nikmat yang luar biasa? Kelelahan Mendidik Anak Di hari kiamat kelak, ada sepasang orangtua yang diberi dua pakaian (teramat indah) yang belum pernah dikenakan oleh penduduk bumi. Keduanya bingung dan bertanya: ”Dengan amalan apa kami bisa memperoleh pakaian seperti ini?” Dikatakan kepada mereka: “Dengan (kesabaran)mu dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anakmu.” Merawat dan mendidik anak untuk menjadi generasi shaleh/shalehah bukan urusan yang mudah. Betapa berat dan sangat melelahkan. Harta saja tidak cukup. Betapa banyak orang-orang kaya yang anaknya “gagal” karena mereka sibuk mencari harta, namun abai terhadap pendidikan anak. Mereka mengira dengan uang segalanya bisa diwujudkan. Namun, uang dibuat tidak berdaya saat anak-anak telah menjadi pendurhaka. Berbahagialah manusia yang selama ini merasakan kelelahan dan berhati-hatilah yang tidak mau berlelah-lelah. Segala sesuatu ada hitungannya di sisi Allah swt. Kebaikan yang besar mendapat keutamaan, kebaikan kecil tidak akan pernah terlupakan. Rasulullah saw bersabda: “Pahalamu sesuai dengan kadar lelahmu.” Allah swt akan selalu menilai dan menghitung dengan teliti dan tepat atas semua prestasi hidup kita, sebagaimana firman-Nya: “Dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan di perlihatkan kepadanya. Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna”. (QS. An-Najm: 39-41).
MENCINTAI SEJANTAN ALI
Oleh Ustadz Salim A Fillah
'Ali pun menghadap Sang Nabi, maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah. Ya, menikahi. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya.
Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantinya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang. “Engkau pemuda sejati wahai ‘Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggung jawab atas rasa cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya.
Lamaran berjawab, “Ahlan wa sahlan!”. Kata itu meluncur tenang bersama senyum sang Nabi. Dan ia pun bingung. Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Nabipun bingung untuk menjawab. Mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko.
Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan. Ah, itu menyakitkan.
“Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?”
“Entahlah..”
“Menurut kalian apakah ‘Ahlan wa sahlan’ berarti sebuah jawaban?”
“Satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wasahlan kawan! Dua-duanya berarti ya!”
Dan ‘Alipun menikahi Fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang. Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, ‘Umar, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang. Bukan janji-janji dan nanti-nanti. ‘Ali adalah gentlemen sejati. Tidak heran jika pemuda Arab memiliki yel, “Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tidak ada pemuda kecuali ‘Ali.”
Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggung jawab. Dan disini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti ‘Ali. Ia mempersilakan. Atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah Pengorbanan. Yang kedua adalah Keberanian. Dan bagi pecinta sejati, selalu ada yang manis dalam mengecap keduanya. Di jalan cinta para pejuang, kita belajar bertanggung jawab atas setiap perasaan kita…
------------------------- Mau dapet materi seputar pernikahan Islami ? Like aja Fan Page : Pasangan Islami

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Rahasia dari Surat Al Kahfi
pernah membayangkan mengapa Rasulullaah saw meminta kita membaca surat al kahfi setiap hari jum'at?
yuk kita pelajari hari ini, in syaa allaah
surat ini terdiri dari 4 kisah yang memiliki pesan moral. mari kita lihat dan pahami apa yang diceritakan didalamnya:
1. para ashabul kahfi (penghuni gua)
cerita ini tentang para pemuda yang tinggal di kota musyrik. sehingga mereka memutuskan hijrah demi ridho allaah dan melarikan diri. allaah menghadiahi mereka dengan rahmatNy di dialam gua dan melindungi dari matahari, mereka bangun dan menemukan seluruh penduduknya telah beriman.
pesan moral : cobaan Keimanan
2. pemilik dua kebun
sebuah cerita tentang seorang pria yang allaah karuniakan dengan dua kebun yang indah tetapi pria itu lupa bersyukur kepada Allah yang telah mengkaruniakan segalanya dan berani meragukan Allah terkait kehidupan akhirat. sehingga kebunya dihancurkan kemudian dia menyesal. tetapi terlambat dan penyesalannya tidak bermanfaat baginya.
pesan moral : cobaan kesejahteraan
3. nabu Musa AS dan nabi Khidr AS
ketika Musa AS ditanya "siapa orang yang paling berpengetahuan di dunia?. Musa AS menjawab "Aku| tapi Allaah menunjukkan padanya bahwa ada seseorang yang lebih tahu daripada dia. Musa AS mendatangi orang itu dan belajar bagaimana kebijaksanaan kadang tersembunyi dalam alasan yang terlihat salah bagi kita.
pesan moral : cobaan pengetahuan
4. Dhul-Qarnayn
cerita ini tentang raja hebat yang diberikan pengetahuan dan kekuatan dan pergi mengelilingi dunia, menolong orang2 dan menyebarkan kebaikan. dia mampu menyelesaikan masalah ya'juj dan ma'juj dan membangun penghalang besar dengan bantuan orang2 yang ia pun tidak memahaminya.
pesan moral : cobaan kekuatan
di pertengahan, Allaah menyebut iblis sebagai yang mengarahkan cobaan2 ini : Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam884, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim. al kahfi ayat 50
sekarang mari kita lihat bagaimana hubungan antara surat al kahfi dan dajjal
dajjal muncul sebelum hari kiamat dengan 4 fitnah :
*** dia akan meminta manusia untuk menyembahnya dan bukan Allah SWT
Cobaan Keimanan
*** dia akan menunjukkan kemampuan mendatangkan dan menghentikan hujan dan menggoda manusia dengan kesejahteraannya
Cobaan kesejahteraan
*** dia akan menguji manusia dengan "Pengetahuan" dan berita yang ia berikan kepada mereka.
Cobaan Pengetahuan
*** dia akan mengendalikan bagian bumi yang sangat besar
Cobaan Kekuatan
bagaimana kita bertahan dari fitnah tsb? jawabannya ada di surat al kahfi
Pertolongan pertama : Rekan yang baik
"Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas." Al Kahfi ayat 28
Pertahanan kedua : Mengetahui kebenaran dunia ini
"Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu." al kahfi ayat 45
pertahanan ketiga : rendah hati (tawadhdhu)
"Musa berkata: "Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun"." al kahfi ayat 69
pertahanan ke 4 : ketulusan
Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya". al kahfi ayat 110
pertahanan kelima : meminta kepada Allah
Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhanmu (Al Qur'an). Tidak ada (seorangpun) yang dapat merobah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain dari pada-Nya. al kahfi ayat 27
pertahanan ke 6 : mengingat akhirat
Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak kami tinggalkan seorangpun dari mereka.
Dan mereka akan dibawa ke hadapan Tuhanmu dengan berbaris. Sesungguhnya kamu datang kepada Kami, sebagaimana Kami menciptakan kamu pada kali yang pertama; bahkan kamu mengatakan bahwa Kami sekali-kali tidak akan menetapkan bagi kamu waktu883 (memenuhi) perjanjian.
Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun".
al kahfi ayat 47-49
Dalam hidup ini, Ada org yg mengagumi, Ada org yg yg tidak menyukai. . Ketika dia kagum dgn mu, Beribu pujian yg dia berikan padamu. . Ketika itu kau pun lupa, Bahwa sebuah pujian adalah ujian bagimu. . Maka saat kau lupa akan ujian atas pujian trsebut, Kau pun mulai merasa sprti artis Dgn merubah gaya penampilan yg modis Dan tidk mau ketinggalan utk selalu eksis. Yg diharapkan hanya sebuah pujian semata Kalau tidak di puji, merasa tidak wahhh hidupnya. Karena hanya mengandalkan "WAW" dr banyak org. . Jgn berbangga dlu karena pujian, Karena itu adalah ujian utk mu. . . Lalu ada jga org yg tidk menyukai, Dgn sesuka hati nya mengomentari dn menghakimi. Katika kau merubah gaya penampilan yg modis menjadi syar'i. Memang, hijrah tidak sulit. Hanya saja bagaimana caranya agar bisa istiqomah. Tapi tidak ada salahnya utk menghargai setiap proses yg ada. Bukan malah menjatuhkan semangat utk berubah. . Aku, kamu, bahkan kita semua yg sdg hijrah, Bagaimana rasanya jika dicemooh, di hujat dn di hina. Sedih? Tentu sgt sedih. Tapi itulah yg sering trjadi. Yg harus kita lewati, walau sulit utk dijalani. . Sakit hati? Iyaaa, itu kembali kpada diri kita. Bagaimana cara kita menanggapi kejadian yg ada. . Tapi dr kejadian itu kita sadar, Bahwa hidup tidak selamanya harus bersenang2, Ada saatnya kita harus mengalami duka. . Dan dr kjadian ini juga kita sadar, Bahwa stiap perubahan ingin menjadi insan yg lebih baik lgi, Pasti ada aja org yg tidak menyukainya, . Jgn takut utk berubah menjadi lbih baik. Takut lah jika kita tidak sadar dgn perbuatan yg buruk Pun dgn perbuatan maksiat. . Tidak perlu sedih, Ketika yg lain brusaha menjauhi. Tidak mengapa, Dijauhi sama makhlukNya. Asal jgn dijauhi sama Allah dn murka dihadapanNya. . Tetaplah berbuat baik, Tetaplah beri senyuman, Karena sebaik apapun kita, dn seburuk apapun kita tetap aja ada org yg tidak menyukainya. . Siapapun berhak mengkritik, siapa pun berhak berkomentar, dn siapapun berhak utk menilai. . Baik di mata kita, belum tentu sama di mata yg lain. Tapi percayalah.... Sebaik-baik nya penilaian manusia adalah penilaian Allah. . 📝dari sobat @arafhmina - 💪AYO TETAP SEMANGAT
Semua Akan Cie Cie Pada Waktunya
Dari sekian majelis yang pernah saya belajar di dalamnya, saya melihat perempuan lebih rajin mencatat. Kebalikan dari laki-laki. Malas mencatat. Tapi tidak jarang saya dapatkan laki-laki malah lebih bagus jawabannya dibandingkan perempuan, padahal tidak mencatat. Apa yang bisa dipelajari dari sini? Yang bisa dipelajari adalah: - Bahwa laki-laki lebih menguasai hal-hal global daripada perempuan. - Bahwa perempuan lebih menguasai hal-hal rinci daripada laki-laki. Makanya, pemetaan pikiran laki-laki biasanya lebih global, simple, meluas dan tepat dibandingkan perempuan yang kadang pemetaan pikirannya lebih fokus ke furu' mufashshalah (cabang-cabang rinci) yang bahkan kadang menurut laki-laki ga penting sama sekali. Contoh: Laki-laki kalau mau safar (bepergian), modal dengkul juga jadi. Simple. Tapi perempuan? Jangan harap cuma modal pakaian. Perempuan lebih berfikir ke furu', sampai minyak kayu putih, bahkan sampai memikirkan jarum. Kayak mau nyantet orang aja :) Laki-laki kalau mau ke kajian, atau ke mall, atau ke pasar, atau ke kantor, tidak begitu memikirkan kosmetik. Asal baju rapih dan matching, selesai. Jangan tanya perempuan tentang mereka saat mau pergi ke sana. Laki-laki saat di kajian, mendengarkan ustadznya, sambil menata mind-mapping global. Rincinya tidak penting-penting amat. Ego dan rasa 'keperkasaan' mereka akan berkata, 'Ah, gue juga bisa mikirin rincinya sendiri tanpa di-talqin'. Beda sama perempuan, mendengarkan ustadznya, sambil banyak mencatat. Sehalaman, dua halaman, sampai banyak. Setelah itu ya sudah. Kalau diadu sama laki-laki, malah bisa kalah. Karena laki-laki lebih menguasai ushul (masalah-masalah pokok -red), sedangkan perempuan lebih menguasai furu'(cabang -red). Dan mereka yang menguasai ushul, lebih layak jadi pemimpin daripada yang lebih dominan penguasaan furu'. Iya. Kalau diadu sama laki-laki, malah bisa kalah. Tapi kecenya, kalau laki-laki ternyata yang kalah, mereka akan beralasan, 'Ya wajar lah, wong akhwat pada nyatet, saya nggak.' Ga wajar, mas. Antum cuma jiping (ngaji kuping), jihadnya di telinga doang. Beda sama akhwat-akhwat itu, mereka jihadnya di kuping, tangan dan hati. Jihad di kuping? Ya dengerin. Jihad di tangan? Ya mencatat. Jihad di hati? Ya menahan perasaan supaya ga suka sama ustadznya. (emoticon merem lalu ada setetes keringat di pojok kepala sebelah kiri) Laki-laki itu exist di pertama. Dia bisa berfoya dengan kemegahan. Tapi semegah-megahnya bujang dan jomblo, kalau belum beristri, maka kemegahannya ghayru mu'tabar (gak ter-anggap). Malah dunia akan tertawa kalau seorang bujang sudah mapan tapi belum mau beristri. Mencari ilmu pun tidak. Ini abnormal. Perlu dipertanyakan dosis kelelakiannya. Coba tengok kisah Nabi Adam. Nabi Adam alaihissalam, awalnya tinggalnya di surga. SURGA! SURGA! Apa sih yang ga enak di Surga? Enak semua, bro! Apa-apa azek. Tapi semegah-megahnya taraf hidup beliau di Surga, tetap saja beliau suatu kala merasa murung. Ada yang kurang. Ada fitrah yang belum dilengkapi. Ada relung jiwa yang belum diisi. Perempuan. Ah, itu dia. Hidup laki-laki sehebat apapun tetap saja dependant (tergantung) pada makhluk halus bernama 'perempuan'. Maka, Allah berikan pasangan buat Nabi Adam. Seneng.... Tapi memang sudah lazimnya. Ujian mesti ada. Susah seneng tetap saja ada ujiannya. Nabi Adam meminta perempuan, namun kemudian dengannyalah beliau terjatuh. Ke bumi. Ke dasar. Cobaannya ada. Makanya, jangan mengira after-marriage itu ketemunya Surga doang. Salah besar. Ujiannya banyak. Kegalauannya malah lebih banyak, lebih rutin dan lebih tinggi intensitasnya dibandingkan kegalauan bujang. Tapi tentu saja penyembuhnya lebih available dibandingkan buat bujang. Semua itu kalau di-manage sesuai syariah, bakal berpahala besar. Dan dari semua kegalauan, baik sektor ekonomi, sosial, dan psikologi, ternyata laki-laki sangat matching untuk menghadapinya bersama perempuan. Tidak bisa satu doang. Harus berdua. Kenapa? Karena laki-laki lebih menguasai ushul, sedangkan perempuan lebih menguasai furu'. Dari sektor ekonomi, laki-laki lebih mampu mencari uang banyak dan memang keharusannya mencari nafkah. Pas awal bulan (bagi orang kantoran), seluruh atau sebagian uang di-manage istri. Ada nafkah khusus buat istri, ada juga dana umum. Istri, yang lebih suka masalah furu', bakal lebih mampuhandle ini. Really. Kalau laki-laki yang handlebeginian, istri bisa terzhalimi. Rumah tangga bisa rapuh. Sudahlah, biar ditangani istri. Nanti pas belanja bulanan, di market istri cari semua barang di semua rak, suami cuma cari satu: bangku. Hehe. Dari sektor sosial, laki-laki tidak begitu suka 'kepoin' orang secara detail. Beda bingits sama perempuan. Makanya, tensi ghibah perempuan lebih besar daripada laki-laki. Makanya juga, anak-anak ngaji yang lebih suka ngomongin fulan dan fulan, itu lebih layak digelari 'banci mengaji' dibandingkan anak ngaji. Mirip perempuan. Makanya gan, jangan mengetahui personal seseorang secara detail, karena pengetahuan tersebut bakal mendorong untuk berghibah. Kecuali personal Rasulullah. Itu lain lagi. Baiklah. Kemudian, istri lebih bisa dijadikan senjata untuk urusan-urusan sosial. Arisan, rukun tetangga, musyawarah di gerobak sayur sambil acak-acak barang dagangan, kajian-kajian kampung dan pesta pernikahan. Itu semua girly (baca: emak-emak) banget. Tentu saja aneh jika arisan hanya dikuasai laki-laki, lalu para bapak-bapak ngegosip di gerobak sayur. Ga pantes. Makanya, kalau mau siarkan nikah di kampungmu, tidak usah repot-repot buat kertas undangan. Irit aja. Itu buat orang jauh aja. Untuk sekelurahan, cukup bicara sama nenek-nenek atau emak-emak "Saya mau nikah sama "namalengkap(spasi)tanggal(spasi)dimana(spasi)kokbisaya?"" Dari sektor psikologi: laki-laki dengan keperkasaannya akan rapuh tanpa perempuan, dan bisa mudah rapuh karena perempuan. Perempuan dengan kelembutannya bisa menjadi pejuang gigih karena laki-laki. Berjuang sabar, tekun, baik-baik... Siapapun dari sesiapa punya harapan tentang siapa, namun siap-siaplah. Jangan sampai hanya berharap tanpa bekal dan perjuangan. Semakin besar perjuanganmu dan kesabaranmu, menunjukkan semakin kamu menghargai harapanmu sendiri dan menghargai dia yang kamu harapkan. Iya, menghargai dia, yang kamu harapkan. Barangsiapa yang menghargai, ia akan dihargai. Tetaplah kamu laki-laki menjadi pemimpin Tetaplah kamu perempuan menjadi sandaran pemimpin Saat kamu datang ke kondangan "fulan vs fulanah", mereka akan bertanya 'kapan kamu nyusul'. Sakitnya tuh di sana sini. Pas ngobrol asik-asik sama temen-temen, mulai ada yang membahas topik begitu, 'kamu kapan?' Sakitnya tuh di perasaan. Lihat pasangan halal gandengan enak banget. Lalu, karena ga ada yang bertanya, malah diri sendiri yang bertanya, 'saya kapan?' Sakitnya udah ga pake perasaan. Kalau mengingat pertanyaan 'kamu kapan?' 'kamu kapan?' 'kamu kapan?', rasanya sendi-sendi begitu sakit. Memang, sendi-sendi biasanya sakit karena sendirian. Tapi percayalah, (emoticon senyum), kamu ga usah banyak kirim biodata, cukup perbaiki diri, kirim proposal kepada Allah setiap selesai shalat dan setiap 1/3 malam terakhir, jaga diri, pantaskan diri dan tawakkal, maka: "Semua Akan Cie Cie Pada Waktunya" [Ustadz Hasan Al-Jaizy]
Kosakata bahasa arab : kata sifat #7
Part 1 : AISYAH RADHIYALLAHU ‘ANHA
🔲KISAH SHOHABIYAT🔲 ~ KS/03/AHQ-IHQ/ODOJ ~ ........................................... 🔳🔳🔳🔳🔳🔳🔳🔳🔳🔳🔳 📗 Selasa 📗 16 Rabi'ul Akhir 1437 H 📗 26 Januari 2016i 🌷 AISYAH RADHIYALLAHU ‘ANHA 🌷 🌸🌸 Part 1 🌸🌸 💦 Jama’ah yang dirahmati Allah SWT, menyusuri kehidupan orang-orang terdekat Rasulullah SAW seperti hal menyusuri taman-taman surgawi, kehidupan yang begitu indah begitu mempesona, penuh hikmah, aroma yang begitu wangi menyebar keseantero alam, baik alam duniawi maupun alam akhirat. Untuk kisah kali ini kita coba menyelami sosok bunga suci yang penuh ketaqwaan yaitu Aisyah ra. 🌹 Aisyah binti Abu Bakar ash-Shiddiq bin Abu Quhafah bin ‘Amir bin ‘Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay. Abu bakar Ash Shiddiq masuk dalam golongan pertama yang mengimani kerasulan Nabi Muhammad SAW, orang yang sangat dicintai Rasulullah, Khalifah pertama sejak meninggalnya Rasulullah SAW, sementara itu ibu beliau adalah salah satu dari Sahabiyah yang sangat berjasa untuk agama islam, yaitu ibunda beliau bernama Ummu Rumman binti ‘Umair bin ‘Amir bin Dahman bin Harist bin Ghanam bin Malik bin Kinanah yang telah juga melahirkan Abd Al Rahman seorang yang pemberani dan merupakan pemanah ulung. 🌹 Aisyah dalam kehidupannya sudah tak asing lagi dengan islam, karna ia lahir diera islam, ia mendapati dirinya berada diantara orang-orang yang beriman dan orang-orang mulia, kita akan coba lihat beberapa orang diantaranya : Saudarinya Asma’ Binti Abu Bakar yang diberi gelas Dzatun nithaqain (siempunya dua ikat pinggang), suami Asma’ adalah Zubeir Bin Awwam orang pertama yang menghunus pedang dijalan Allah. Kakek dari garis ayahnya adalah Abu Quhafah yang islam saat penaklukkan kota Mekkah dan mendampingi Rasulullah SAW, nenek dari garis ayahnya adalah Ummul Khair, Sulma Binti Shakhr yang juga telah masuk islam dan mendampingi Rasulullah, tiga orang bibinya termasuk dalam kalangan Sahabiyah, mereka adalah : Ummu Amir, Quraibah, dan Ummu Farwah, dan mereka itu adalah putrid-putri Abu Quhafah, dan saudara kandungnya sendiri Abdurrahman. Aisyah mengatakan, “ Saat aku akil balig, kedua orang tuaku sudah memeluk agama islam”. Inilah pohon penuh berkah dimana Aisyah ra muncul dari akar-akarnya, hidup diantara ranting-rantingnya, hingga menjadi bunga yang indah penuh ketaqwaan. Wanita suci bertaqwa, suci, wara’, dan zuhud yang memenuhi dunia dengan ilmu. 💦 Jama’ah yang dimuliakan Allah SWT, masih ingatkah antunna peristiwa dimana Khaulah Binti Hakim memberanikan diri untuk menanyai Rasulullah SAW tentang pernikahan setelah Khadijah ra meninggal dunia? 🌻 Khaulah menyampaikan perihal pernikahan tersebut kepada Rasulullah SAW : 🍂 Khaulah berkata “wahai Rasulullah Tidakkah engkau ingin menikah lagi? 🍃 Nabi : (Beliau menjawab dengan suara yang menandakan kesedihan) dengan siapa saya akan menikah setelah dengan Khadijah ra? 🍂 Khaulah : jika engkau mau, bisa dengan seorang gadis dan bisa pula dengan seorang janda. 🍃 Rasulullah menjawab : jika dengan seorang gadis, siapakah gadis tersebut? 🍂 Khaulah berkata putri dari orang yang engkau cintai yakni Aisyah binti Abu Bakar. 🍃 Rasulullah berkata : (Setelah beliau Shallallaahu 'Alaihi Wasallam diam untuk beberapa saat kemudian bertanya) jika dengan seorang janda? 🍂 Khaulah menjawab Dia adalah Saudah binti Zam'ah, seorang wanita yang telah beriman kepada engkau dan mengikutimu. Rasul berkata, maka sampaikanlah keinginanku kepada keduanya. 🍀 Ternyata Rasulullah juga memilih Aisyah bukan karna hawa nafsu belaka, namun itu berdasarkan wahyu dari Allah SWT, Rasulullah SAW memimpikan Aisyah ra. selama tiga malam. Jibril membawakan gambar Aisyah ra. dan berkata “Dialah istrimu dunia dan dan akhirat” bisa dilihat hadits Tirmidzi (3880) dan di lain riwayat Hadits Muttafaq ‘Alaihi, HR. Ahmad, Bukhari dan juga Muslim. Disini jelas terlihat bahwa pernikahan Rasulullah SAW dengan Aisyah ra. adalah takdir dari Allah SWT melalui perintah-Nya. 🌹 Aisyah ra. adalah adalah satu-satunya istri yang dinikahi Nabi dalam keadaan masih gadis, Aisyah ra. adalah figur dan potret wanita ideal nan agung. Ia memiliki hati nan lembut, penuh cinta dan kehangatan, setia, berwawasan tajam, perasa, dan menjadi sentral dalam kehidupan. Ia pun penebar kedamaian, kasih sayang, dan cinta. ”Sungguh aku tahu marah dan lapangmu ketika kamu tenang,” kata Rasulullah SAW kepada Aisyah ra. Menjadi istri yang paling dicintai oleh Rasulullah SAW, Aisyah ra. bertangan nan lembut dalam damai dan susah, serta cerdas dan ikhlas. Tak heran kalau ia sampai pada derajat seperti yang disabdakan Rasulullah SAW, ”wanita adalah ‘belahan jiwa pria’. Untuk usia Aisyah ra. saat dinikahi terjadi beberapa perbedaan pendapat yang bergulir diantara ulama, namun hal ini tidaklah menjadi masalah, karna pernikahan disuatu daerah sudah diatur oleh tokoh masyarakatnya, jadi jangan terpancing dengan propaganda kaum orientalis dan kafir pembenci islam kerap mengolok Nabi Muhammad SAW seorang pedofilia, Allah SWT Maha tahu dan adat kebiasaan suatu kaum juga sudah ada. Aisyah hidup bersama Rasulullah beberapa tahun setelah dinikahi yaitu setelah perang badar. 🌻 Aisyah ra. memasuki rumah tangga nubuwah, rumah tangga terbaik didunia, meski jauh dari pernak pernik dunia fana dan jauh dari kemewahan, hanya bilik kecil sederhana, namun dari rumah itu penghuninya menebarkan aroma wangi Al Qur'an dan As Sunnah keseluruh alam, kebahagiaan di dalam rumah tangga Aisyah ra. dan Rasulullah SAW dapat dilihat dari kehidupan sehari hari yang penuh kasih sayang dan cinta, penuh ilmu dan hikmah, hati yang selalu lembut dan penuh kasih. Meski rumah beliau tak dihiasi harta benda duniawi, bahkan hari berlalu, pecan berganti tanpa adanya api menyala dirumah Nabi. Mereka hanya memakan aswadain yaitu kurma dan air namun kebahagiaan tak sirna karena penghuni rumah tersebut hatinya selalu terhubung dengan Allah, hingga harta benda dunia tak setara dengan debu sekecil apapun. Di bawah naungan rumah tangga yang bersahaja di situlah tinggal sang istri, pahlawan di balik layar pembawa ketenangan dan kesejukan, apalagi hidup bersama Rasulullah SAW yang sangat menyayanginya. Rasulullah SAW sangatlah pandai membahagiakan Istri-istri beliau termasuk Aisyah ra., kita lihat bagaimana Rasulullah SAW dan Aisyah ra. menjalani kehidupan mereka, Aisyah ra. menuturkan : Suatu ketika aku minum, dan aku sedang haidh, lantas aku memberikan gelasku kepada Rasulullah SAW dan beliau meminumnya dari mulut gelas tempat aku minum. Dalam kesempatan lain aku memakan sepotong daging, lantas beliau mengambil potongan daging itu dan memakannya tepat di tempat aku memakannya.” (HR. Muslim) 🌷 Diriwayatkan oleh ‘Aisyah ra. bahwa ia berkata : Rasulullah SAW pernah mencium salah seorang istri beliau kemudian berangkat menunaikan shalat tanpa memperbaharui wudhu’.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi). 🌻 Amr bin Al-’Ash radhiyallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Rasulullah SAW : “Siapakah orang yang paling engkau cintai?” beliau menjawab: “‘Aisyah!” (Muttafaq ‘alaih) 🌻 Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata: “Aku biasa mandi berdua bersama Rasulullah SAW dari satu bejana.” (HR. Al-Bukhari) 🌻 Aisyah RA mengisahkan : Pada suatu ketika aku ikut bersama Rasulullah SAW dalam sebuah lawatan. Pada waktu itu aku masih seorang gadis yang ramping. Beliau Rasulullah SAW memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Mereka pun berangkat mendahului kami. Kemudian beliau berkata kepadaku: “Kemarilah! sekarang kita berlomba lari.” Aku pun meladeninya dan akhirnya aku dapat mengungguli beliau. Beliau Rasulullah SAW hanya diam saja atas keunggulanku tadi. Hingga pada kesempatan lain, ketika aku sudah agak gemuk, aku ikut bersama beliau dalam sebuah lawatan. Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Kemudian beliau menantangku berlomba kembali. Dan akhirnya beliau dapat mengungguliku. Beliau tertawa seraya berkata: “Inilah penebus kekalahan yang lalu!” (HR. Ahmad) 💦 Beginilah sedikit hal yang kita ungkap cara bagaimana Rasulullah SAW menggauli Istri beliau. Pemimpin ummat begitu penuh perhatian dan romantis serta penuh kasih sayang. 🌹 Kulitnya putih, berubah kemerahan saat diterpa sinar mentari. Maka kemudian wanita pemilik kulit putih ini pun dipanggil dengan al-Humairah. Beliau istri Nabi yang sangat cerdas, ribuan hadis Rasulullah SAW yang berbicara seputar hukum, wahyu, perilaku Nabi dan lainnya, bersumber darinya. Urwah bin Zubair berkata ”Aku tidak melihat seorang pun yang memiliki kepandaian dalam ilmu fiqih, kedokteran, dan syair melebihi Aisyah ra. Kecerdasan Aisyah ra., membuatnya bagaikan spons yang menyerap banyak air zamzam keilmuan yang berasal dari Rasulullah SAW dan para sahabat di sekitarnya. Selain kemampuannya dalam menyerap ilmu, Aisyah ra. juga adalah seorang guru yang andal. Guru yang memiliki lidah yang fasih dan lancar, keindahan gaya bahasa, dan tepat sasaran. Ia pun tak segan untuk bersuara lantang saat di hadapannya ada penyelewengan yang ia anggap tak sesuai dengan Alquran dan Sunah. 💐 Aisyah ra. ditakdirkan menjadi pendamping Rasulullah SAW karena Islam butuh wanita cerdas dan hebat seperti beliau, gerbang ilmu bagi ummat, tempat bertanya bagi sahabat dan ummat muslim setelah Rasulullah SAW meninggal, beliau menjadi pendamping dan penyokong Rasulullah SAW sebagai pengemban risalah, begitu banyak hadits-hadits yang beliau riwayatkan, Catatan dalam ensiklopedi islam untuk pelajar mengungkapkan bahwa Aisyah ra. meriwayatkan sekitar 1.210 hadis dan sebanyak 228 di antaranya terdapat dalam hadis Imam Bukhari. 🌹 Aisyah ra. memiliki ingatan yang begitu tajam. Ia mampu mengingat segala pertanyaan yang diajukan oleh umat Muhammad dan jawaban yang diberikan oleh suaminya itu kepada para penanya. Kecerdasan inilah yang kemudian menjadi salah satu titik penting ia menjadi istri tersayang Muhammad SAW, bila dibandingkan istri lainnya setelah Khadijah ra. Setelah wafatnya Rasulullah Muhammad SAW, Aisyah ra. menyebarkan ilmunya kepada orang lain dalam sebuah majelis pengajaran tersendiri. Ia berkeinginan untuk menjadikan umat Islam mampu memahami ajaran agamanya dengan baik. 🍀 Kesempatan hidup yang lebih dekat dengan Rasulullah SAW dibandingkan dengan istri Rasulullah SAW lainnya berbuah manis pada pribadi Aisyah ra., salah satunya adalah pemahaman mendalam Aisyah ra. akan pemaknaan hadits. Kerap kali Aisyahlah yang meluruskan pemaknaan hadits yang kurang tepat oleh para sahabat Rasulullah SAW. Hal itu disebabkan oleh lebih banyaknya kesempatan yang dimiliki Aisyah RA untuk berada dekat dengan Rasulullah SAW. Rasa cintanya yang tulus dan mendalam kepada sunnah Rasulullah SAW, serta hasratnya yang sangat kuat untuk mengikuti dan menerapkan sunnah itu dalam kehidupan umat Islam di segala bidang, baik pribadi maupun sosial. Aisyah ra. secara nyata mengabdikan dirinya pada ilmu pengetahuan dengan cara mengajarkannya kepada orang lain dan menggunakannya untuk memperbaiki keadaan umat Islam serta mengarahkan mereka ke jalan yang lurus. Madrasah Aisyah ra. adalah madrasah ilmu yang paling diminati pasca wafatnya Rasulullah SAW. Ia mendidik secara langsung setiap orang yang meminta pengajaran darinya, tanpa pandang bulu. Orang-orang yang meminta fatwa hukum dan menanyakan beraneka persoalan, Aisyah ra. menyimaknya dengan seksama lalu memberikan jawaban yang sebaik-baiknya yang ia ketahui. 🌹 Aisyah ra. tidak pernah bosan untuk menjawab semua pertanyaan yang diajukan kepadanya tentang persoalan apa pun yang menyangkut ajaran-ajaran agama islam, termasuk tentang persoalan pribadi. Aisyah RA mendidik murid-muridnya bak seorang ibu yang mengasuh anak-anak kandungnya. 🌻 Dari madrasah yang diasuh oleh Aisyah ra. itu, lahir banyak ulama terutama dari kalangan tabi’in. Singkatnya, dapat dikatakan bahwa Aisyah menjalani sisa usianya sebagai sumber rujukan utama bagi orang-orang yang membutuhkan jawaban dan fatwa. Terdapat banyak bukti dalam literatur Islam yang menunjukkan hal itu. Bahkan Qosim, salah satu ahli fiqih terkemuka di Madinah berkata, “Aisyah ra. memberikan fatwa secara independent pada masa kekhalifahan Abu Bakar, Umar, Utsman, dan seterusnya hingga akhir hayatnya. Jadi, meskipun Aisyah ra. adalah seorang wanita, tapi kapasitas keilmuannya tidak kalah dari sahabat rasul yang pria. 🌻 Ada banyak persoalan hukum yang diperdebatkan oleh para ulama fiqih. Aisyah ra. biasanya memilih pendapat yang mendatangkan lebih banyak kemudahan bagi kaum perempuan. Hal ini wajar karena apabila dibandingkan dengan ulama-ulama fiqih yang berjenis kelamin laku-laki, Aisyah ra. tentu lebih mengetahui permasalahan-permasalahan yang dihadapi kaum perempuan. Setelah merumuskan pendapatnya sendiri, Aisyah ra. kemudian memberitahukan pilihannya itu kepada para perempuan muslim. Dan fatwa yang dihasilkan dari keluasan ilmunya menunjukkan bahwa pendapatnya—menurut para ahli fiqih—lebih tepat dan layak digunakan secara luas di wilayah-wilayah muslim di seluruh penjuru dunia. Seperti inilah sedikit gambaran kecerdasan Ummul mukminin Aisyah ra.. 💕 Bagaimana kelanjutan kisah Aisyah Radhiyallahu 'anha? Mari kita simak di episode selanjutnya pada pekan depan Insya Allah. _________________ AHQ&IHQ Dept. Kaderisasi ◾ ODOJ ◾ _________________

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Tak Sekadar Mengakhiri Masa Lajang
Jum'at, 02 Oktober 2015 20:11 Ditulis oleh Elvin Sasmita Tak Sekadar Mengakhiri Masa Lajang* Anda masih lajang? Sudah mampu secara mental, fisik, dan finansial? Menikahlah. Karena menikah tidak sekadar mengakhiri masa lajang. Allah Subhanawata’ala mendorong hambanya untuk menikah dengan visi yang mulia. Menikah = Regenerasi Ketakwaan “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan Mengawasi kamu.” (Q.S. An-Nisa: 1) Allah Subhanawata’ala memerintahkan kepada seluruh manusia agar bertakwa, inilah frame besar seluruh aktivitas manusia di dalam menjalani kehidupan di dunia. Ini pulalah esensi dari Allah menciptakan manusia dari diri yang satu (Adam) kemudian Allah ciptakan istrinya (Hawa). Yang dengan hadirnya pasangannya itu kemudian proses berkembangbiaknya manusia pun dimulai. Ya.. kita semua berasal dari ayah dan ibu yang sama. Dalam ketakwaan dan dengan menggunakan nama Allah lah kita saling meminta satu sama lain. Inilah hakikat dari berkembang biaknya manusia di muka bumi ini. Melakukan regenerasi ketakwaan. Di mana hubungan kasih sayang itu dibangun dan dijaga. Karena ada Allah yang selalu menjaga dan mengawasi semua aktivitas kita. Selalu Ada Standar Nilai Di kantor, di sekolah, dan dimana pun kita berada, selalu ada standard nilai yang dijadikan sebagai sebuah acuan untuk menilai kinerja atau prestasi seseorang. Allah pun sebagai pemilik alam ini memiliki standard nilai terhadap setiap hambanya. Allah menyebutnya dengan takwa. “Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal”(Q.S Al Hujurat:13). Ketakwaan adalah sebuah standard nilai yang Allah berikan terhadap seberapa banyak seseorang mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Allah Azza Wajalla dan sejauh apa kemampuannya untuk dapat mengetahui segala macam bentuk larangan Allah Subhanawata’ala. Regenerasi Ketakwaan Versus Makar Iblis Setelah iblis meminta kepada Allah agar ia ditangguhkan hingga hari Kiamat dan Allah Subhanahu wata’ala pun menjawab: “Sesungguhnya engkau termasuk golongan yang diberi tangguh”. Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan daribelakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)”. Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surge itu sebagai orang yang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa diantara mereka mengikuti kamu, benar-benar aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya.” (Q.S. Al A’raf: 16-18) Regenerasi ketakwaan itu tidak mungkin berjalan dengan mulus. Karena Iblis sudah bersumpah untuk tidak membiarkan anak cucu Adam berjalan di jalan yang lurus. Iblis dan bala tentaranya akan mendatangi anak cucu Adam dari segala penjuru. Agar mereka semua tersesat dan menolak untuk taat kepada Allah. Dan Allah pun telah menegaskan siapapun yang mengikuti langkah-langkah iblis, maka Allah akan tempatkan mereka semua di neraka jahanam. Iblis akan melakukan langkah-langkah untuk mencegah terjadinya kesinambungan ketakwaan. Berbagai strategi akan dilakukan untuk membuat anak cucu Adam jauh dari ketaatan kepada Allah Subhanawata’ala dan membuat kita semua melanggar apa-apa yang telah menjadi larangan Allah. “Warning” dari Allah “Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yangkamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Q.S. Al A’raf: 27) Allah Subhanahu wata’ala mengingatkan kepada kita tentang sebuah peristiwa masa lalu yang dialami ibu dan bapaknya seluruh manusia, Adam dan Hawa. Sebuah peristiwa yang Allah abadikan di dalam Al Quran agar senantiasa diingat oleh hamba-hamba-Nya bahwa ayah dan ibu kita dahulu harus keluar dari surga karena tertipu oleh bujuk rayu syaithon. Ini adalah sebuah peristiwa monumental yang harus menjadi pelajaran bagi seluruh manusia. Mereka selalu memantau dari suatu tempat di mana tidak satupun manusia dapat melihat. Dia memantau setiap gerak-gerik kita. Mencari saat yang tepat untuk bisa menggelincirkan kita dari jalan ketakwaan. Inilah Target Capaian Misi Iblis “Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil.” (Q.S. Al Isra’: 62) Target yang luar biasa dari makhluk yang sombong dan ingkar ini. Mereka sama sekali tidak berupaya memperbaiki dirinya dan menyesali perbuatannya. Secara sadar bahkan ia menentang Allah Subhanawata’ala dengan janjinya di hadapan Allah untuk menyesatkan manusia dan seluruh anak keturunannya. Bahkan dengan pongah ia berani mengatakan kalaupun ada yang gagal untuk dia gelincirkan ke neraka bersama dengan dirinya, mestilah jumlahnya akan sangat kecil. Oleh sebab itu, ketika seseorang mulai memikirkan sebuah rencana untuk melakukan pernikahan, sesungguhnya ia telah melakukan upaya untuk regenerasi ketakwaan. Hal itu sangat dibenci oleh Iblis dan para pengikutnya. Bukankah ketika ia memutuskan untuk menikah itu artinya ia berusaha menutup sekian banyak pintu zina? Sebuah keputusan dimana ia ingin menempatkan kebutuhan hawa nafsunya pada tempat yang halal dan itu merupakan ibadah di mata Allah Subhanawata’ala. Bahkan seorang ayah yang berprofesi sebagai penjahat sekalipun pada saat ia memiliki anak, ia tidak ingin anaknya tersebut mengikuti langkah sang ayah. Jadi, menikah sesungguhnya bukan hanya sekadar melepas masa lajang.
Jadwal shalat sabtu, 23 jan 2016
Bismillahirrahmanirrahim Sebagian orang menyangka, kehidupan di dunia hanyalah sekedar menghabiskan waktu hidup saja. Lahir, kecil, dewasa, tua, dan akhirnya mati untuk meninggalkan dunia. Mereka habiskan waktu hanya dengan makan, minum, tidur, bersenang-senang, dan perkara yang sia-sia. Kita menganggap tidak ada tujuan dari penciptaan manusia di dunia ini. Ini jelas merupakan kekeliruan yang sangat nyata. Bertentangan dengan akal dan naluri manusia. Dan jelas, bertentangan dengan hikmah perbuatan Allah subhanahu wa ta’ala. Penciptaan manusia bukan hanya sekedar permainan dan sia-sia, namun ada hikmah besar yang terkandung di dalamnya. Tujuan Allah menciptkan kita adalah untuk beribadah kepada-Nya semata, yakni dengan mentauhidkan-Nya. Hal ini Allah Ta’ala tegaskan dalam firman-Nya : “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” -Adz Dzariyat:56- #hakikatpenciptaanmanusia Jadwal sholat untuk Jakarta & sekitarnya Sabtu , 23 Januari 2016 / 13 Rabiul Akhir 1437 H : Subuh : 04.31, Dzuhur : 12.06, Ashar : 15.29, Maghrib : 18.20,Isya : 19.33 kindly reminder~~~-----🍂🍃🍁dzikir lagi ------------------------------------ ~~~----📝 Puasa Ayamul Bidh Reminder 🔖Puasa ayamul bidh pada bulan Rabiul Akhir ini jatuh hari ini, besok, lusa 🌷sabtu - minggu - senin Tgl 13, 14, 15 Rabiul Akhir 1437 H (23,24,25 januari 2016) Wallahu'alam bishowab Barakallahu fii kum
Yaa hayyuu yaa Qayyuum
NO WORRY - CATATAN TEPI Pada suatu ketika, seorang sahabat saya mengalami cobaan berat, "Bangkrut". Bisnis yang dijalani menjeratnya pada titik dimana asset dan uangpun hilang bersama kerugian yang diderita. Tak ada uang tersisa selain hutang. Suatu pagi, ketika ada tawaran bisnis datang, ia harus menemui seseorang dimana jarak dari rumah dan tempat bertemu harus ditempuh dengan beberapa kali pindah kendaraan umum. Uang tak ada serupiahpun hari itu ia miliki sementara untuk menuju kesana ongkos diperlukan. Meski tak punya uang, ia tetap bersiap dan mencium istrinya ketika hendak berangkat . "Dari mana engkau dapat menuju kesana wahai suamiku, sementara ongkos perjalananpun engkau tak punya?" "Aku hanya perlu doamu wahai istriku!" Lalu ia berjalan keluar rumah dengan hati yang gundah namun mengiringi langkah kakinya dengan menyebut Asma Allah. "YAA HAYYU YAA QOYYUM" (Yang Maha hidup dan tidak bergantung pada mahlukNya). Setiap langkahnya ia menyebut nama Allah itu tanpa henti. Dilangkah kesekian ratus, sebuah mobil sedan kecil milik tetangganya membunyikan klakson lalu pengemudi menyembulkan kepalanya dan bertanya hendak kemana?. "Saya mau ke Harmoni pak!" "Kalau gitu ikut saja yuk, nanti saya antar sampai pasar minggu!" Mereka berdua berjalan bersama menuju pasar minggu, YAA HAYYU YAA QOYUM tetap bergema dalam hati sambil obrolan didalam mobil tetap berlangsung. Tiba di pasar minggu, mereka berpisah. Sahabat saya turun di lampu merah sambil berpikir bagaimana menuju Harmoni tanpa ongkos. Tak lama berdiri di tepi jalan, sebuah lengkingan klakson mobil kembali berbunyi dan salam hangat menyapa dari seseorang yang ia kenal. Temannya tersebut hendak menuju wilayah gambir dan menawari kembali tumpangan. Merekapun melaju menuju gambir bersama , YAA HAYYU YAA QOYUM tetap bergema dalam hati sambil obrolan didalam mobil tetap berlangsung. Setiba di depan stasiun gambir, sahabat saya turun ditepi jalan hingga seorang pengendara motor menghampirinya untuk bertanya kemana arah Harmoni. Mereka bercakap dan akhirnya sepakat untuk bersama menuju Harmoni guna menunjukkan jalan kesana. Setiba di Harmoni ia bertakbir "ALLAHU AKBAR". Tidak ada yang tidak mungkin ketika manusia mengingat Tuhannya dalam situasi apapun. Hari itu ia bertemu seseorang yang tertarik dengan usahanya yang sesungguhnya tengah porak poranda, Mereka makan siang bersama dan tak serupiahpun ia membayar santapannya. Bahkan ketika kembali, orang yang ia temui menawarkan selembar Voucher taksi yang belum sempat dipakai untuk digunakan oleh sahabat saya berikut dengan dua lusin Dunkin Donut sebagai tanda awal pertemanan usaha. Maka pesan kuat yang diterima dari sahabat saya adalah; Ketika kita merasa dunia ini begitu kejam kepada kita pada saat-saat tertentu maka panggilah Sang Pemilik dunia, Allah SWT, dengan menyebut namanya yang Maha Mulia dalam setiap tarikan nafas. Selanjutnya tetaplah melangkah, No Worry!!. "YAA HAYYU YAA QOYYUM" -AN-
Adab Bergaul
BERGAUL Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang yang beriman, yang ia berbaur (berinteraksi) dengan manusia dan bersabar atas perbuatan buruk mereka, lebih besar pahalanya daripada seorang yang beriman, yang tak berbaur (berinteraksi) dengan manusia dan tidak sabar atas tindakan buruk mereka.” (HR. At-Tirmizi no. 2507, Ibnu Majah no. 4022, & dinyatakan shahih oleh Al-Albani dlm Shahih Al-Jami’ no. 6651) Pelajaran dari Hadits diatas : 1. TIDAK SOK EKSKLUSIF Seorang Muslim/Muslimah yang beriman seharusnya adalah hidup bermasyarakat dan tidak Eksklusif atau mengasingkan diri hanya dengan berbaur pada kelompok atau komunitas tertentu saja. 2. MENJADI TAULADAN Seorang yang beriman haruslah menjadi sosok Tauladan dalam Masyarakat, mencontohkan Akhlaq yang baik, dan bisa mendakwahkan mereka kepada Islam yang sesungguhnya walau itu pastilah sangat berat. 3. BERDAKWAH DENGAN HIKMAH DAN SABAR Bersabar dalam mendakwahi mereka dan tetaplah bersikap lemah lembut serta memberikan hikmah dalam pergaulan. Jangan Mahal senyum..!! Jangan Sombong..!! Jangan merasa diri lebih Mulia..!! Apalagi 'Laa Salam wa Laa Kalam.' Gak mau ucap Salam dan gak mau tegur sapa… Maka jangan salahkan jika mereka menilai negatif.. Berdakwahlah kepada Masyarakat... Merekapun berhak mendapatkan hidayah seperti kita dan semoga Allah memberi mereka hidayah dengan dakwah kita. 👤 Ust. M. Arifin Baderi MA حفظه الله تعالى
Makna sebuah rezeki
Kisah Inspiratif Dari Seorang Penjaja Koran... Renungan Pagi hari,buat diriku,Anak²ku, saudara & sahabat² semua... Pagi itu seorang penjaja koran sedang berteduh di sebuah emperan toko. Sejak subuh hujan yang turun cukup deras, membuatnya tidak bisa menjajakan korannya. Terbayang di benakku,tidak ada satu Rupiah pun uang yang akan ia peroleh kalau hari terus hujan. Namun,kegalauan yang kurasakan ternyata tidak tampak sedikitpun di wajahnya. Hujan masih terus saja turun.Si penjaja koran pun tetap duduk di emperan toko sambil tangannya memegang sesuatu. Tampaknya seperti sebuah buku.Kuperhatikan dari kejauhan,lembar demi lembar ia baca. Awalnya aku tidak tahu apa yang sedang ia baca. Namun saat kudekati,ternyata ada sebuah Al-Quran di tangannya. “Assalamu’alaikum". “Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh” “Bagaimana jualan korannya,Mas.” “Alhamdulillah,sudah selembar yang terjual.” “Wah susah juga ya jualannya kalau hujan begini.” “Insya اللّهُ Ada rizkinya.” “Terus,kalau hujannya sampai sore?” “Itu artinya rizki saya bukan jualan koran,Tapi banyak berdoa.” “Kenapa?” “Kata Rasulullah,saat hujan adalah saat. mustajab untuk berdoa. Punya kesempatan berdoa,juga rizki namanya “Lantas, kalau tidak dapat uang?” “Berarti rizki saya bersabar" “Kalau tidak bisa beli nasi untuk makan.” “Berarti rizki saya berpuasa" “Kenapa Mas bisa berpikir seperti itu?” Tanyaku lagi. “Allah Yang memberi rizki Apa saja rizki yang Diberikan-Nya saya syukuri. Selama saya jualan koran,meskipun tidak laku, saya tidak pernah kelaparan. Pernah suatu hari,koran saya tidak selembar pun terjual. Saya pun tidak punya uang untuk makan Saya puasa saja Alhamdulillah,mendekati waktu Maghrib ada tetangga yang bawain makanan. Saya makan secukupnya saja.Biar ada tenaga untuk sholat dan ibadah lainnya.” Hujan reda Si penjaja koran bersiap-siap untuk berjualan. Ia pamit sambil memasukkan Al-Quran ke dalam tas gendongnya. Aku termenung menyimaki kalimat-kalimat tausiah yang diucapkannya. Ada penyesalan di dalam hati. Kenapa kalau hujan aku masih resah-gelisah. Khawatir tidak dapat uang,khawatir rumahku terendam banjir,khawatir tidak bisa bertemu orang-orang seprofesi. Kusadari,rizki bukan semata uang.Bisa bersabar,bisa berpuasa,bisa berdoa,bisa beribadah adalah juga rizki dari اللّهُ. Rizki hidayah dan bisa bersyukur adalah jauh lebih bermakna dari pada uang. SEMOGA DAPAT MENJADI PELAJARAN UNTUK KITA SEMUA DI PAGI JUMAT YANG PENUH KEBERKAHAN INI....

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Jadwal shalat jum'at 22 jan 2016
Bismillahirrahmanirrahim Nabi SAW bersabda: “Apabila salah seorang kalian mencintai rekannya, seyogyanya ia mendatanginya di rumahnya dan memberinya tahu bahwa ia mencintainya karena Allah” Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu-, ujarnya, “Ada seseorang yang bersanding dengan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas lewatlah seseorang. Orang yang di saniding Nabi tadi pun berkata, “Sejatinya aku mencintai orang ini”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bertanya, ‘Sudahkah engkau beri tahu dia?’ Ia menjawab, ‘Belum’. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Kalau begitu berilah dia tahu’”. Anas menceritakan, “Maka orang tadi pun mengejarnya seraya berkata, “Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.” Ia menimpali, ‘Semoga Dzat yang telah membuatmu mencintaiku, mencintaimu’” (HR Abu Dawud). Sesungguhnya ajaran Islam merupakan ajaran yang penuh kasih sayang. Tidak ada ajaran manapun yang melebihi kasih sayang dalam ajaran Islam. Dalam Islam diajarkan bahwa semua pemeluk agama Islam itu bersaudara. Satu sama lain memiliki hubungan ukhuwah dan dipersatukan oleh kalimat tauhid yang kokoh. #SampaikanPerasaanCintamuPadanya! #ukhuwah Jadwal sholat untuk Jakarta & sekitarnya Jumu’ah , 22 Januari 2016 / 12 Rabiul Akhir 1437 H : Subuh : 04.30, Dzuhur : 12.06, Ashar : 15.29, Maghrib : 18.20,Isya : 19.33 🌴🌾it’s Jumu’ah mubarokah -- AlKahf Time kindly reminder~~~-----🍂🍃🍁 🍀 Al Kahfi 🍀 Al Mat'surat Pagi,Petang 🍀 Potong Kuku 🍀 Perbanyak Shalawat 🍀 Sedekah Harian Wallahu'alam bishowab Barakallahu fii kum
Ketika Hafalan Perlahan Hilang
Ketika Hafalan Perlahan Hilang Cukuplah satu ayat yang terlupa dari hafalan yang ada sebagai teguran keras dari Allah pada diri seorang penghafal Al-Qur’an. . Teringat akan wejangan ustadz bahwa Al-Qur’an itu suci dan hanya mau melekat di hati orang-orang yang suci (selalu berusaha menjaga kesucian diri dari dosa dan kesalahan). . Al-Qur’an itu sensitif dan sangat cemburu ketika ia tak lagi jadi prioritas dan tidak dijaga dengan baik. . Hafalan yang benar-benar lancar tanpa cacat akan sangat terasa nikmatnya ketika kegiatan muraja’ah atau mengulang hafalan. . Lalu bagaimana seandainya yang terlupa tidak hanya satu atau dua ayat, tapi satu atau dua juz bahkan lebih? Seakan-akan hafalan tersebut hilang visualisasinya dalam memori saat lisan tak lagi bisa melantunkannya secara refleks. . Cukuplah itu sebagai tanda bahwa ada yang salah dengan perilaku kita, ada yang salah dari manajemen waktu dan kesibukan, ada malam yang mungkin sering terlewatkan dari kegiatan menjaga Al-Qur’an, ada hati yang sering terlenakan, frekuensi muraja’ah dan tilawah yang tak berimbang, dan mungkin ada dosa dan kesalahan yang dilakukan. . Evaluasi diri dan segera lakukan perbaikan bagaimanapun caranya agar Allah mengembalikan lagi kepercayaanNya pada diri kita. . Karena menghafal adalah sebuah proses perjuangan, ia tidak mungkin bisa diperjuangkan dengan ala kadarnya. Kenapa berjuang itu manis? Karena ada niat yang harus senantiasa diluruskan dan diperbarui, ada pengorbanan yang harus terus dilakukan, juga ada cinta yang selalu meminta untuk dibuktikan. . Ya Allah jika nanti telah habis masa kami di dunia ini, ingin rasanya diri ini engkau panggil dalam kondisi husnul khatimah, dengan simpanan ayat-ayat Al-Qur’an yang sempurna, teramalkan, lagi terjaga dengan baik. . . #tepuk dada tanya iman.. Lalu bgimana hafaln kitaaa? :'') Silahkan KLIK&SHARE jika dirasa bermanfaat..... cek juga IG instagram.com/loveislam.id