Dimana tempat hangat dibumi?
Kenapa hanya menemukan aku yang memeluk diri sendiri?
- 21 Februari, yang masih sama dengan hari-hari sebelumnya.
styofa doing anything
Jules of Nature
Sweet Seals For You, Always
we're not kids anymore.

JBB: An Artblog!
he wasn't even looking at me and he found me
🪼
Misplaced Lens Cap
taylor price
almost home
Game of Thrones Daily

pixel skylines
NASA

JVL
dirt enthusiast

❣ Chile in a Photography ❣
trying on a metaphor
h
todays bird

blake kathryn

seen from United States

seen from Germany
seen from United States

seen from Germany

seen from China

seen from Canada

seen from United States

seen from Germany

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Bangladesh

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Honduras

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
@rtnayf
Dimana tempat hangat dibumi?
Kenapa hanya menemukan aku yang memeluk diri sendiri?
- 21 Februari, yang masih sama dengan hari-hari sebelumnya.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
tidak pernah ada yang menjanjikan kemudahan di hidup ini.
semakin dewasa semuanya semakin rumit dan kompleks.
ada banyak orang setip harinya yang butuh kuat.
tidak sedikit orang yang setiap memulai hari butuh tangguh dalam menjalaninya.
semua orang ingin dikuatkan, karna hidup tidak pernah mudah.
aku tidak pernah iri terhadap kebahagiaan orang lain, karna akupun tidak pernah tau apa yang telah ia lewati untuk sampai di titik ini.
semua orang berada dalam kepayahannya masing-masing.
letaknya, hanya pada bagaimana kita memperlakukannya.
menerimakah atau justru denial.
keputusan kita dalam memberikan respon lah yang akan menentukan bagaimana akhir dari kepayahan yang kita alami.
di sekian banyak senja yang aku lalui, ada banyak semoga yang aku gaungkan.
semoga harimu, hariku akan membaik. Aamiin.
Takut sekali kambuh:(
“Jika kita duduk sejenak dengan tenang, dan mencoba untuk mengubah sudut pandang kita. Rasa kecewa dapat berubah menjadi rasa syukur.”
— Choqi Isyraqi
''')
Warna-Warni Wajah Depresi
Menurutmu, mungkinkah depresi tersembunyi pada wajah yang berseri-seri? Mungkinkah tangis pecah di balik senyum yang merekah? Mungkinkah luka bersarang di dada mereka yang kita kira bahagia?
Dulu, kupikir tidak mungkin. Kukira, depresi hanya ada pada mereka yang murung, mengunci diri di kamar, tidak mau makan (atau terus menerus makan), enggan tersenyum, bergerak lamban, tidak bisa tidur (atau terus menerus tidur), atau memilih warna-warna gelap pada pakaian yang mereka kenakan. Namun ternyata, kini tak selamanya demikian.
Tak selamanya yang tersenyum itu benar tersenyum, yang tertawa itu benar tertawa, dan yang bahagia itu benar bahagia. Di balik semua ciri bahagia dan hidup yang sepertinya baik-baik saja itu, tanpa kita ketahui, mungkin ada hati yang sedang terluka, ada diri yang sedang berjuang menghalau pikiran-pikiran negatifnya, ada jiwa yang meronta memohon pertolongan dan keringanan ujian dari-Nya, juga mungkin … ada raga yang sekuat tenaga diajaknya untuk berdiri, menegakkan diri, lalu tetap berjalan menjalani hari-hari.
Bagaimana jika ternyata semua itu sedang terjadi pada orang-orang terdekat kita, yang kita syukuri keberadaannya juga kita sayangi apa adanya? Bagaimana jika diam-diam mereka tak berani menceritakannya kepada kita karena sebab apa saja yang mereka punya? Bagaimana jika ternyata … kita tidak cukup peka untuk menangkapnya sebab kita sudah sejak lama tidak menyapa perasaannya?
Teman, nyatanya depresi memiliki wajah yang warna-warni. Seringkali ia tersembunyi hingga sulit untuk kita kenali. Karenanya, jangan lupa untuk tetap menyapa dengan baik orang-orang yang kita sayangi: tanya kabarnya, sapa perasaannya, dengar ceritanya. Pun jika kamu yang mengalaminya, tidak perlu sungkan untuk membaginya meski hanya dengan satu orang yang kamu percaya.
Siapapun yang sedang melewati hari-hari yang berat, semoga Allah melapangkan.
Pic: @mocharetha

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Terimakasih, 2019🌹
Terimakasih teruntukmu yang membantu untuk reda. Yang ada ketika aku butuh lega.
Mendengarkan tanpa ada penghakiman, telah sabar karna sudah menjadi bagian dari sedikit orang yang tahu untuk kemudian aku ganggu, untuk segala nasihat dan rasa percaya bahwa aku mampu.
Terimakasih untuk tidak pergi, meskipun kamu tahu cacatku dengan sangat baik, bahkan ketika aku sendiri sulit untuk menerimanya, kamu justru mengajarkan bagaimana penerimaan terhadap diri yang baik.
Untuk tempaan yang sulit untuk cepat pulih lukanya, kamu mengajarkan untuk sebenar-benarnya sabar, sekencang-kencangnya do'a, dan sekuat-kuatnya usaha.
Terimakasih, orang baik:)
Pemalang, 31 Desember 2019
Wahai hati, aku ingin kamu baik-baik saja meski rasanya semuanya berjalan dengan salah.
Wahai hati dan diri, aku ingin kamu tenang meski dilingkupi resah dan nestapa.
Wahai aku, semoga sabarmu, adalah sabar yang tidak memiliki akhir. Sabar yang akan mengantarkanmu kepada kehidupan yang justru lebih baik setelah kematian.
Tidak apa menangis, tidak apa. Semoga menjadi reda yang berujung lega:)
Aamiin.
Surakarta, 20 Desember 2019
Realistis Aja
Dunia ga peduli apakah kamu seorang manager yang susah untuk constantly reading articles atau sering ikut meetup karena ngasuh anak di rumah. Atau apakah kamu seorang mahasiswa yang gabisa ke perpustakaan just for the sake of seeking knowledge karena menanggung kehidupan sekian orang adik. Atau apakah kamu seorang wanita karir yang cari nafkah sekaligus urusin rumah sementara suaminya gabut.
Yang dunia pedulikan itu hasil, output, sesuatu yang keliatan. Sorry this is harsh, but empathy-thingy itu kemewahan. You can’t expect the world to listen to your story and menye-menye.
You know what to do in this condition?
Firstly, communicate, talk, pray, to God, “Dear God, this is hard for me. Aku ingin mengeluh, tapi aku tau Engkau sedang melihat bagaimana aku melalui ini. Maka catatlah kesabaranku ini sebagai pahala yang banyak. Jadikan ini keistimewaanku dibanding makhluk-Mu yang lain.”
Secondly, stop caring about what people would think about you. Just do your best to tackle this and that, finish this and that, but shut your inner voices yang bilang, “Wah nanti aku dinilai ga perform”, “Wah nanti aku keliatan bodoh”, etc. Be a bodoamat person selama kamu udah lakuin yang terbaik yang kamu bisa. Biarkan hatimu bertawakkal–”I’ve done my very best, so whatever will be, will be.”
Thirdly, just keep moving forward, don’t look back, you can slow down but don’t stop, because hardship won’t last forever. At some point things will get easier. If not, then you haven’t pass through the storm, maybe you haven’t faced the center of the storm–brace yourself, but after that things will get better. Remember Dory’s song, “Just keep swimming.. Just keep swimming”
Good luck!
Butuh meluapkan kisahmu? Kirim ke https://yasirmukhtar.tumblr.com/submit.
Hati kecilmu tidak pernah bisa berbohong. Suaranya memang sering tenggelam oleh kegaduhan pikiranmu sendiri. Tetapi suatu saat ia akan selalu kembali menemuimu. Menyampaikan kegelisahan-kegelisahan yang selama ini menggangu ketenanganmu.
—ibnufir
Melatih sabar
Setiap ada masalah banyak orang yang kita mintai pendapat selalu mengatakan kita untuk bersabar. "Terima aja sih, sabar aja." Tapi kita tidak pernah diberi tahu cara bersabar itu yang seperti apa.
Kita hanya diminta untuk menerimanya tanpa alasan. Tapi masalahnya ini sulit sekali untuk dilakukan."Sabar ya sabar aja tanpa tapi." Padahal di dalam diri kita sedang marah, kita sedang kecewa, kita sedang merasa tidak baik-baik saja dengan kondisi tersebut.
Ketika kita marah sulit untuk tiba-tiba menerima bahwa kita harus sabar. Berkali-kali akupun mencoba melalukan ini, tapi memang sangat sulit. Aku kemudian merenung bertanya ke dalam diriku sendiri.
"Kenapa aku harus marah? Kenapa aku harus menyalahkan keadaan? Memangnya dengan aku marah aku bisa mengubah keadaan yang sudah terjadi?."
Semakin mengerucut pertanyaanku semakin aku merasa sedikit lebih baik. Untuk bisa bersabar ternyata aku cuma perlu lebih banyak menyadari keadaanya.
Sekarang setiap kali aku menemui hal yang membuatku tidak nyaman, setiap aku merasa marah, aku selalu bertanya kepada diriku sendiri."Kenapa aku harus merasa terganggu?" Pertaanyaan ini membuatku lebih menyadari."Ya, untuk apa? Aku tidak perlu merasa terganggu oleh apapun."
"Orang-orang boleh membuatku tidak nyaman, orang-orang boleh tidak menyukaiku, dan itu memang bukan kehendakku. Siapapun yang membenciku, itu ada di dalam kendalinya sendiri, itu haknyya".
Aku hanya punya kendali atas diriku sendiri untuk menanggapinya dengan cara yang biasa-biasa saja. Tidak perlu siapapun, dan semua hal harus seperti yang aku inginkan.
"Ya, mulai sekarang aku tidak akan merasa terganggu."
—ibnufir

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Salah Meletakkan Harapan
Ada yang marah karena merasa ditinggalkan?
Ada yang kecewa dan diam-diam sering menangis karena merasa kepayahan demi kepayahan dilalui sendiri tanpa ada teman yang menemani?
Boleh ku tanya? kenapa demikian?
Kenapa kamu harus marah, kecewa, dan menangis sedang kamu sendiri yang meletakkan harapan pada makhluk yang jelas-jelas Ia pun sama susah nya sepertimu.
Setiap orang mempunyai kepayahannya masing-masing, maka sadari, jangan egois berharap bisa selalu ada yg menemanimu mengurai hidup yang berlaku keras terhadapmu.
Karna temanmu pun demikian, sama tertatihnya, meski mungkin dengan kadar yang berbeda.
Jadi, sudah tahu kan pada Siapa harap harusnya kau labuhkan? Pada Siapa kamu harusnya minta untuk di mampukan dan di kuatkan?
Hasbunallah Wa Ni'mal Wakiil:)
Solo, 13 Oktober 2019
Sebelum jatuh cinta, cek terlebih dahulu; apakah ia pergi ke masjid untuk Subuh berjamaah.
Saranku ini harga mati. Jangan mau ditawar.
Lalu bagaimana dengan perempuan? Yang dijadikan pertimbangan oleh laki-laki.
Pertanyaan bagus. Menurut saya, jangan pernah menimbang-nimbang terhadap perempuan yang selalu bangun tengah malam untuk mencari keridhaan-Nya. Sebab ia berpotensi menjadi orang yang akan selalu membangunkanmu sebelum azan Subuh. Apalagi ia yang memintamu untuk selalu pergi ke masjid untuk berjamaah, bukan di rumah. Sebab jika saya seorang wanita, saya akan sangat malu memiliki pria yang tak pernah nampak di masjid untuk shalat berjamaah.
Catat :)
Heal Yourself #2: Mengapa Doa Tak Membuat Hatiku Lega?
“Aku sedih. Kata temanku, aku gagal berprasangka baik terhadap keadaanku. Aku stress. Kata orangtuaku, aku terlalu membesar-besarkan hal kecil. Aku lelah dalam depresi. Kata orang-orang, semua salahku yang membuat hal-hal negatif jadi mudah bersarang. Tolong, mengapa tidak ada yang membantuku mengurai pemikiranku atau sekedar menerima perasaanku dan mengatakan bahwa aku akan baik-baik saja? Aku jadi berpikir, apa mungkin aku kurang berdoa? Oh, come on! Asal kau tau, aku tentu sudah melakukannya. Atau, apa mungkin semua karena imanku lemah? Ah ya, ini alasan yang paling mungkin, tapi bagaimana … apa yang sebenarnya harus aku lakukan?”
Apakah kamu familiar dengan monolog di atas? Pernahkah kamu mendengarnya dari orang lain? Atau, pernahkah kamu mengatakan dan mempertanyakannya kepada dirimu sendiri?
Sebagai manusia yang hidup, kita tentu tidak terlepas dari masalah. Setiap hari masalah hadir dan dipergulirkan-Nya di kehidupan kita. Ragamnya banyak, dari yang hanya soal diri sampai yang berhubungan dengan orang lain; dari yang mudah untuk dilewati sampai yang rumit dan membuat kita ingin mati berdiri. Itulah sumber stress, Psikologi menyebutnya stressor. Diantara stressor-stressor yang ada, sebagian kita persepsikan sebagai tantangan dan mampu kita selesaikan dengan baik hingga kita berakhir menjadi seorang pemenang. Tapi, sebagian yang lain dicerna hati dan pikiran kita sebagai halangan dan rintangan, lalu ia membuat benang-benang kusut di dalam hati dan kepala menjadi semakin rumit dan tak berkesudahan. Entah bagaimana, ketenangan pun menjadi seperti barang mahal, tak terbeli.
Alih-alih menjadikannya pecut untuk melaju dan melakukan hal-hal positif, dalam kondisi penuh stressor banyak diantara manusia (atau bahkan kita juga melakukannya) yang kemudian bertumpu dan bersandar pada diri hingga merasakan stress berkepanjangan yang berujung pada depresi. Pada kasus-kasus tertentu, depresi ini mencapai puncaknya hingga perlu ditolong oleh antidepresan, golongan obat untuk mengobati depresi yang bekerja dengan cara menyeimbangkan kandungan senyawa kimia alami dalam otak yang terlibat memengaruhi suasana hati.
Sebenarnya, dalam kondisi penuh stressor itu, apa yang harus kita lakukan? Dalam Al-Qur’an Allah berfirman,
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. ar-Ra’du: 28)
Ya, kunci dari ketenangan adalah iman dan selalu terhubung dengan Allah. Mengapa demikian? Seperti nasehat Ibu pada saya saat sedang melewati masa-masa sulit, masalah itu datang dari Allah dan Allah jugalah yang akan membantu kita menyelesaikannya; kita hanya perlu mengupayakan apa yang bisa kita upayakan lalu berserah penuh kepada-Nya. Belakangan saya tahu bahwa nasehat Ibu ini seiring sejalan dengan doa-doa dalam hadist,
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari musibah yang tidak kuat aku tanggung, sebab-sebab datangnya kebinasaan, takdir yang membawa akibat buruk dan kegembiraan musuh atas penderitaanku.” (HR. Bukhari)
“Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa. Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah.” (HR Ibnu Hibban)
Hal ini juga mengingatkan saya pada seorang professor yang saya temui di Istanbul tahun lalu. Saat sedang membahas tentang bagaimana seorang individu melakukan coping atau mengatasi kondisi stress yang sedang dialami, beliau mengatakan bahwa, “Dzikr is part of recognition that you’re connected to Allah.” Ya, lagi-lagi kuncinya adalah koneksi, keterhubungan kita kepada Allah. Tapi, yang menarik adalah, dalam kondisi-kondisi “tidak ideal” seperti ini, kita justru lebih sering menghilangkan koneksi kita kepada Allah dengan melakukan short cut action:
Keep reading
:')
Tumblr (2009-2019)
orang-orang di sini, masih sama seperti sejak pertama kali saya datang sepuluh tahun yang lalu. tidak kenal nama, tak tahu rupa, tapi tahu semua cerita. membiarkan siapapun mengenal kita melalui hidup yang kita lalui, melalui jalan pikiran kita, melalui emosi kita, melalui luapan kebahagiaan dan kesepian. kemarahan yang tak memicu kemarahan. tidak ada yang tahu kamu anak pejabat atau orang biasa. tidak ada yang peduli kamu orang kaya atau bukan. tidak ada yang peduli juga kamu kuliah di kampus terbaik atau pinggiran. di sini, kita tahu kalau manusia, ketika melepaskan semua identitas dirinya itu sama saja. sama-sama bermasalah dengan hidupnya di luar sana.
kurniawangunadi
Jika kamu dipusingkan oleh masalah keluarga yang begitu membelit, sedangkan ada sebagian lain yang heboh dan pusing dengan masalah percintaannya atau persoalan lain yang menurutmu remeh.
Biar saja.
Karena setiap orang berada di kelas yang berbeda, setiap orang memiliki fase nya tersendiri. Akan tetapi semua orang mengupayakan hal yang sama; untuk naik kelas. Apapun bentuk ujiannya.
Jadi, tidak perlu membandingkan terlebih merendahkan.
-Pemalang, minggu terakhir menuju keberangkatan ke tanah rantau.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Aku paham sekali bahwa perjalan yang paling melelahkan adalah perjalanan ketika menuju titik balik. Hijrah.
Satu kata yang membahagiakan ketika kita mengenal kembali diri kita. Kau tau, bahwa tidak ada hijrah yang mudah. Berkali-kali orang akan memilih berbalik arah tersebab langkah menuju baik selalu berliku dan berkelok.
Ada yang diuji dengan kehilangan. Harta, tahta, keluarga dan seseorang yang paling dicintai. Ketika kita memutuskan untuk berhijrah, maka langkah berikutnya tidak akan pernah menjadi mudah.
Mengapa demikian?
sebab jalan ini adalah jalan orang-orang pilihan. Hanya orang-orang terpilih yang mampu melewatinya. Terpilih karna sabarnya, terpilih karna ikhlasnya, terpilih karna ketulusannya.
Seketika memutuskan untuk hijrah menjadi pribadi yang mau sami'na wa atho'na. Barangkali di titik inilah justru kita akan kehilangan banyak hal. Apapun itu, bahkan keyakinan kitapun akan diuji. Berkali-kali, berlipat-lipat. Sampai sesak sendiri, sampai rasanya ingin menyerah saja.
Lalu yang bisa kita lakukan adalah dengan menangis, mempertanyakan padaNya, mengapa jalan menuju baik itu harus sepedih ini.
Maka perhatikan ini wahai diri, :“)) ujianmu tidak sendiri. Ujian para Nabi, ujian para salaf terdahulu lebih menyakitkan dan meminta banyak hal dari diri mereka. Tetapi tidak sedikitpun beranjak keyakinan mereka kepadaNya.
Mengapa bisa demikian?
Sebab mereka adalah manusia pilihan.
Sudah ku bilang kan bahwa hanya orang-orang yang terpilih saja yang mampu sampai pada jalan ini. Lalu, kita yang mengikrarkan diri sudah berhijrah tetapi tidak diuji dengan sebuah kepahitan? Maka mustahil itu namanya.
Bila nanti dalam perjalanan hijrahmu, kau berada dititik ini lagi atau bahkan kau tetap tidak beranjak. Maka luaskan sabar dan prasangka baik kepadaNya. Tidak ada kepedihan yang sia-sia nantinya. Jadi jangan menyerah. Minta pertolonganNya selalu. Selalu dan selalu..
Sangat mewakili. Beberapa bulan belakangan, rasa nya sangat sesak dan entah berapa kali akhirnya berakhir dengan tangisan.
Ada gejolak.
Random
Usai rapat di kantor, gue iseng duduk di koridor dan ketemu dua temen gue yang lagi ngobrol ngalor ngidul tentang generasi milenial. Lawan bicara gue satunya umur 30 an, satunya 20 an. Yang 30 an ini programmer freelance. Yang 20 an admin akun selebgram.
Terjadilah obrolan seru antara kami bertiga dimana temen gue yang programmer tadi akhirnya misuh-misuh karena si admin akun selebgram ini kerjanya ga se gila mas programmer tapi duitnya banyak. Ya ga sebanyak mas programmer, tapi cukup banget buat memenuhi kehidupan sehari-hari sambil hedon dan punya social life.
“Selebgram monetisasinya apa sih, kok duitnya banyak banget wkwk?”
Yang kasat mata sih endorse, clothing line, atawa cake kekinian. Intinya bisnis influencer itu ngumpulin basis massa dulu baru jualan. Karena pada dasarnya, orang2 zaman now cukup murah hati buat mendukung idola mereka dan nyobain produk yang diendorse idola mereka 😅
Dan temen gue nanya lagi
“Emang bisnis kayak gitu sustain?”
“Ngapain lo nyari yang sustain mas 😂 kalo yang sekali gebrak aja bisa ngehasilin duit?”
“Kalo ga sustain, tiap kurvanya menurun, berarti dia harus nyari skema monetisasi baru dong? Masak ya dia harus ngenalin pasar setiap hari sih”
“Kenapa lo ga mikir kalo dari penghasilan yang banyak tadi dipake buat portofolio saham? Kalo yang masuk ratusan juta dan dia pinter milih instrumen investasi, kan bisa dia kaya sambil ongkang-ongkang kaki. Hhaa. Lo pasti jeles kan 😂 ngoding sampe malem tapi ga bisa sampe kayak gitu wkwk”
“Enggak. Gue ngerasa absurd aja. Gue ga suka sama usaha yang ga bisa diukur gitu”
“Terukur sebenernya. Cuman lo ga pernah terjun aja. Kalo ada usaha clothing line ato cake nya influencer tutup, kadang ga selalu rugi. Tapi momentumnya sudah habis sehingga mereka menutup bisnis tersebut dan beralih ke bisnis lain. Dunia bisnis sekarang dinamis. Meskipun yang sustain juga ada sebenernya ”
Gue sendiri kalo mempelajari suatu jenis bisnis, pasti nanya gimana merawat sustainability. Tapi semakin ke sini, dinamika pasar cepet banget berubah. Banyak disrupsi. Software Developer aja kalo mendesain produk sudah pakai pendekatan Agile Develpment. Atau mungkin ada pendekatan yang lebih dinamis lagi cuman gue ga tau.
Kalo di Agile Development kan si produk dibangun tidak dalam kondisi fix sampai akhir. Tetapi ada fitur dasar yang diluncurkan ke pasar kemudian terus ditambah seiring dengan berjalannya waktu dan minat pasar. Kita bisa lihat IG yang awalnya cuman buat share foto dengan filter tertentu, sekarang sampe udah bisa bikin IGTV untuk memenuhi kebutuhan influencer.
Entah sampai kapan industri influencer ini bisa bertahan? Kalau pun dia sustain sampai puluhan tahun, tumbuhnya bakal ke arah mana?
Dunia influencer itu menarik. Banyak hal yang bisa diobrolkan. Mulai dari strategi personal branding, nilai bisnis sampe tentang moral value.
Bulan lalu, gue ngobrol bareng temen yang backgroundnya psikologi behavior. Dia lagi rajin mempelajari perilaku milenial.
Para orang tua kan sering bilang
“Anak zaman sekarang tralala trilili”
“Milenial mah mana ngerti tentang Libertarian, Komunisme dan bla bla bla”
Sampe gue penasaran nanya
“Seperlu apa sih memeluk sebuah ideologi? Soalnya kalo gue lihat di twitter nih, mostly anak seumuran gue ga kenal ideologi ini itu. Paling yang ada ya temen-temen masjid sih. Sisanya masih cenderung menumbuhkan nilai sendiri”
Dan temen gue mengamini itu. Ideologi lawas tidak begitu populer di kalangan milenial. Bukan berarti mereka ga suka baca. Tapi lebih ke suasana alamnya sudah beda. Jadi cara berpikir zaman dahulu kadang gagal membuat mereka relate.
Nah proses penumbuhan value generasi milenial ini sangat berkaitan dengan influencer. Gue nemu akun di twitter yang cukup absurd membahas gaya pacaran anak muda yang bebas banget. Mulai dari FWB sampe menghalalkan kumpul kebo. Gue ga sedang membahas boleh tidaknya kumpul kebo. Nanti panjang. Cuman hal yang rada absurd adalah, banyak banget orang yang curhat ke akun tersebut. Padahal ga kenal.
Artinya, ketika ada masalah, ternyata banyak banget orang yang lebih milih nanya ke influencer ketimbang ke ulama, buku, atau orang tua.
Di tumblr pun, ternyata banyak orang yang nanya pendapat tentang perkara ini itu ke influencer. Sementara, gue dari dulu suka mengkritik influencer karena mereka sering meloncat pagar dengan menjawab pertanyaan yang sebenernya mereka ga punya basic ilmu tentang itu.
Kalo dokter Jiemy Ardian bicara soal ODGJ wajar sih ya, beliaunya dokter. Lah kalo influencer yang nggak ada basic ilmu gizi tapi dengan berani membahas metode diet ekstrim? Dia bakal cuma mikir gimana caranya kurus tapi ga mikir apakah tindakan dia itu sehat untuk badan ato enggak. Horror 😱
Ada juga akun-akun penggerak nikah muda yang sering banget jadi bahan olokan. Kadang gue sampe wondering, akun-akun semacam itu emang niat dakwah atau parodi saja?
Perdebatan menarik juga kadang terjadi antara akun muslimah dengan akun feminist. Dan selain influencer, orang-orang yang mengikuti akun tersebut biasanya juga turut ramai melempar dalil.
Tulisan ini juga bukan untuk judging mana yang bener dari keduanya. Gue cuma mau nunjukin kalo moral value zaman now banyak terbentuk di industri ini. Entah nantinya industri ini akan bergeser ke arah mana, kita lihat saja 😅
Mengamini