Akhir Pertaruhan
Semua orang berkumpul di Hall Balaikota. Mereka adalah Aksa_Syadri, Shin_Think, Ichawashere, dan Brian Zygnov. Mereka tidak lagi saling tuduh, hanya saling menatap satu sama lain dan menilai dengan hati-hati. Namun malang bagi pemain lainnya, karena dua suara sudah saling meyakinkan diri mereka untuk memilih seseorang untuk dibunuh siang ini. Mereka berdua meyakinkan satu nama saat mereka sedang asik bergumul di ranjang semalam. Mereka telah mengikat janji untuk tidak saling memilih, dan mengarahkan suara pada satu orang saja.
Karena itulah, sepasang kekasih, Aksa_Syadri dan Shin_Think, yang hati dan tubuhnya sudah digumuli penuh cinta dan gairah memutuskan untuk membunuh Ichawashere siang itu. Brian Zygnov yang memiliki keterbatasan hanya bisa mengikuti suara terbanyak. Maka hari itu, Ichawashere harus mati. "Sorry Ichawashere, saya lebih memilih hidup bersama Aksa_Syadri daripada berusaha memenangkan pertaruhan ini." Kata Shin_Think sambil mencium mesra kekasihnya, Aksa _Syadri. Aksa_Syadri tersenyum dan mengarahkan tangannya pada Ichawashere "kamu bertahan hidup selama ini hanya karena kamu memiliki senjata pembunuh werewolf, ya kan? Sekarang berikan padaku. Agar aku bisa membunuhmu sekarang juga." Ichawashere memberikannya tanpa banyak bicara. Aksa_Syadri mengarahkan senjata itu pada kening Ichawashere. "Good bye!"
Suara tembakan membahana di dalam hall yang mulai kosong itu. Keheningan setelahnya dipecah oleh suara tawa Shin_Think yang menggila. "Perfect!" Katanya. Tapi lalu dia mengambil pistol itu dari kekasihnya dan menembak Brian tanpa basa-basi. "Aku tidak suka dia. Walaupun dia bisu-tuli-buta, tapi dia ganteng sekali dan pantatnya seksi. Aku tidak mau kamu tergoda, sayang!" Kata Shin_Think sambil menyerahkan pistol itu kembali pada kekasihnya. "Well, kamu sangat menyukaiku dari sejak malam itu ya." Ucap Aksa _Syadri dengan senyumnya yang jahil. "Malam dimana seharusnya aku membunuhmu. Tapi kamu lalu menawarkan tubuhmu padaku. Jadi...mana yang lebih kamu suka? Pegangan pisauku yang malam itu aku coba padamu, atau...bagian tubuhku?" Shin_Think menutup mukanya malu-malu. "Mungkin dua-duanya." Jawab Shin_Think. Baru saja mereka berdua membuka baju masing-masing untuk merayakan kemenangan mereka berdua, mereka dikagetkan oleh kemunculan Rabbita diantara mereka.
"WHAT THE FUCK?!!!" Teriak Aksa_Syadri. "AKU SUDAH MEMBUNUHMU!" Namun Rabbita berdiri disana dengan senyum lebar mengembang di wajahnya. "Sebenarnya aku cupid. Dan aku menjodohkan kalian berdua dengan kekuatanku. Karena kalian berdua bertahan sampai akhir, maka akulah pemenangnya. Ups, bukan hanya aku..." Katanya santai. "Aku juga pemenangnya." Kata Ichawashere, dia juga ada disana. Mereka berdua memakai baju putih-putih. "Aku Tanner, maka aku akan menang saat aku dibunuh oleh kubu manapun di siang hari. Kami berdua adalah kubu netral. Mungkin inilah takdir yang diinginkan Bumi. Sebuah keseimbangan." "Tunggu, tunggu! Kalian tidak bisa menang begitu saja!" Protes Shin_Think. "Kamilah pemenangnya! Kami sudah membunuh kalian" Ichawashere hanya tersenyum. Detik berikutnya, akar-akar pohon menyerbu masuk dari segala arah, menghancurkan dinding, lantai, maupun langit-langit. Mereka menembus tubuh Aksa_Syadri dan Shin_Think tanpa ampun. Darah muncrat dan berceceran kemana-mana dengan potongan-potongan daging yang terbawa di dahan-dahannya. Seluruh tubuh Aksa_Syadri dan Shin_Think pun hancur dan menyatu dengan alam Pulau Serigala.
Ichawashere dan Rabbita tersenyum. Merekapun pergi ke atas bukit. Berdua mereka memegang Beringin Caraka. Lambat laun Beringin yang sudah terbelah itupun kembali utuh, cairan merah pun hilang bersamaan dengan kembalinya keasrian alam Pulau Serigala. Langit pun menjadi cerah dan tak lagi kemerahan. Bulan Purnama Merah telah usai. Dari balik Beringin Caraka munculah sepasang manusia,Â
sepasang kucing,Â
sepasang anjing,Â
sepasang sapi,Â
dan hewan-hewan lainnya berpasang-pasangan keluar satu demi satu.Â
Bumi pun ditulis ulang dalam keseimbangan oleh Neutral Being, dimulai dari Pulau Serigala.













