The Fall
Pagi itu semua orang berkumpul di Hall Balaikota. Terdapat dua gundukan kecil yang ditutupi kain putih. Warna merah memenuhi sebagian besar kain putih itu. Dibalik kain tersebut adalah sisa-sisa dari tubuh Rabbita dan Aiph. Mereka sama sekali tidak dapat menemukan Galeshka, hanya sebuah onggokan debu si sebuah ruangan yang sama dengan sisa tubuh Aiph. Tubuh Aiph yang hancur berantakan hampir tidak dikenali sebagai sisa tubuh manusia, kalau saja sepotong pakaian dan KTPnya tidak ada di tempat yang sama. Pembunuhan sadis ini sudah jelas adalah perbuatan werewolf. Namun Rabbita adalah hasil perbuatan manusia yang keji.
Bukan hanya duka yang merundung mereka, tapi juga horor. Kini mereka sadar bahwa mereka tidak hanya menghadapi sekelompok werewolf yang melakukan pertaruhan, tapi juga manusia keji dan makhluk lainnya. Sekali lagi, hati mereka menjerit ketakutan pada apa yang akan terjadi pada diri mereka masing-masing.
WillyPermana membuka forum. “Kita harus mencari pelakunya. Kita jatuhkan mereka hingga neraka ini selesai.”
Semua orang tidak sanggup bicara dan hanya mengangguk saja. Kyurenjo menatap Kades lekat-lekat. Beberapa saat kemudian akhirnya dia bicara. “Kamu tahu apa? Aku tidak percaya pada siapapun, termasuk kamu, Kades. Mungkin kamu masih ingin mengoleksi tuduhan? Atau mengoleksi korban?”
Kades menatapnya. “Aku hanya menjalankan tugas. Dan sejauh ini kita sudah kehilangan dua manusia berkekuatan yang ada di pihak kita. Witch dan Priest. Itu adalah kehilangan yang besar. Manusia berkekuatan investigasi lain harus segera menghadap padaku. Kita akan buat strategi.”
Kyurenjo berbalik dari forum. “Terserah pada kalian. Aku bekerja sendiri.”
Brian yang sedari kemarin hanya diam membisu akhirnya berdiri dan duduk di pojokan. Semua orang menatapnya bingung. “Biarkan saja,” kata Ultragakun. “Dia bisu tuli. Aku akan menjelaskan semua ini padanya nanti.”
Ultragakun duduk lemas. “Sebenarnya aku sempat membuat aliansi, tapi teman-temanku mati semua. Witch, Priest.”
Chocofit menunjuknya “Lalu, kamu apa? Serigala berbulu??”
Ultragakun mengangkat bahu pasrah. “Just a human. Kecuali Vampire menggigitku, aku akan tetap jadi manusia biasa.”
Chocofit menghela napas. “Aku belum mencurigaimu saat ini. Kecurigaanku masih 50:50 pada Ichawashere. Alasannya? Feeling saja.”
“Kalau masalah feeling, aku punya dugaan kuat bahwa Ultragakun Werewolf.” Liamariaagnes menimpali. Tapi Ultragakun sekali lagi hanya mengangkat bahu dengan pasrah. Dia sudah lelah berdebat.
“Terserah kalian mau menuduh aku, tapi bisa aku pastikan bahwa Shin_Think aman. Dia manusia. Dan aku ingin minta maaf padanya karena pernah menaruh curiga,” Kata Ultragakun.
“Tidak apa-apa, Ultragakun.” Jawab Shin_Think lembut. Dia memegang tangan Ultragakun dengan lembut.
Ichawashere mendengus geli. “Please, Shin_Think?!” Katanya tak percaya.
WilyPermana menyudahi percakapan mereka. “Aku mungkin pernah beruntung dalam tebakanku tentang Sorcerer. Kali ini aku punya feeling kuat bahwa seseorang yang diam dengan tenang dari kemarin adalah Werewolf. Kalkulasinya begitu tenang dan tidak terburu-buru. Winterfey, aku rasa itu kamu.”
Winterfey yang dari tadi hanya duduk memandangi forum langsung tergelitik untuk menimpali. “Kenapa saya?” Katanya dengan nada tinggi. “Oke, mungkin aku sakit hati pada kades karena menuduhku barusan, tapi aku perhatikan sejak kemarin kades menyuruh manusia berkekuatan untuk menghubunginya dan kini mereka mati. Jadi, bagaimana ya...?”
“Kaget aku tuduh atau salah tingkah?” Kata WillyPermana percaya diri. “Melihat gelagatmu yang defensif, kecurigaanku semakin besar.”
Semua orang kini merasa bahwa mungkin saja WillyPermana benar, karena Winterfey terlihat gelagapan dan berusaha melindungi dirinya.
“Jadi kamu yang membunuh Aiph dan Rabbita?!” Ichawashere berdiri. “Aku akan membalaskan dendam mereka!”
“JANGAN BODOH! KAMU TAHU RABBITA DIBUNUH OLEH PSIKOPAT!! LIHAT LUKA-LUKANYA!” Teriak Winterfey marah.
Winterfey terbawa napsu, melihat gelagatnya semua orang semakin yakin bahwa Winterfey Werewolf. Ichawashere mengeluarkan pistol dari sakunya. Malam kemarin dia menemukan benda itu di rumah kosong yang ditinggalinya.
“WOW! Dari mana kamu dapat benda itu? Turunkan benda berbahaya itu, Icha!” Suruh Winterfey.
Suara tembakan membahana di dalam Hall. Sebuah peluru perak menembus dada Winterfey. Untuk sesaat dia terbelalak. Namun detik berikutnya Winterfey menyerbu maju ke arah Ichawashere. “KURANG AJAAAAR!” tapi tidak sempat dia menyentuh Ichawashere, tubuhnya terpuruk. Semua orang menjerit menjauh. Winterfey dapat merasakan perak menyebar dalam tubuhnya, membakar dia dari dalam. Perlahan wajahnya berubah, moncong panjangnya memperlihatkan taring -taring raksasa dan tajam. Tubuhnya membesar dan penuh bulu. Dia sudah berubah menjadi Big Bad Wolf. Jeritan ketakutan memenuhi Hall. Winterfey ingin memangsa semua orang di Hall ini sekaligus. Tapi dia sudah tidak kuat menahan rasa sakit di dalam tubuhnya. Dengan lolongan panjang diapun terjatuh dan kejang-kejang. Saat itulah Kyurenjo datang membawa tali tipis dan memenggal kepala Big Bad Wolf dengan menarik tali itu di lehernya. Big Bad Wolf pun mati.
Terjadi jeda hening beberapa saat sebelum akhirnya semua orang berseru gembira. Ini benar-benar tangkapan yang luar biasa. Siang ini mereka berhasil membunuh Big Bad Wolf! Semua orang menyelamati Ichawashere dan Kyurenjo. Namun yang paling berjasa dalam penangkapan ini adalah tebakan jitu WillyPermana.
Bukannya bahagia, WillyPermana malah tampak murung. “Keberuntungan yang begini besar pasti akan mendapat pembalasan yang setimpal.” Keluhnya.
Dan memang benar. Di balik tawa senang mereka, kelompok Werewolf telah memikirkan pembalasan yang sangat keji bagi manusia.










