JIMAT YANG TERSIA-SIA
Siang itu orang-orang berkumpul di tengah hall balaikota. Mereka sudah lebih tenang dan kini berdiskusi mengenai kejadian kemarin.
"Saya rasa semua ini pasti ada alasannya." Kata WillyPermana. "Untuk bisa bertahan hidup, kita harus mencari tahu mengenai hal itu." "Aku setuju." Jawab Galeshka. "Lagipula sampai saat inipun semua barang elektronik dan mesin di pulau ini rusak. Sampai saat kita bisa mencari bantuan, lebih baik kita mencari informasi lebih dulu." Ultragakun, penduduk lokal yang senang merantau dan kini pulang pada saat yang tidak tepat, menyahut. "Setahu saya ada perpustakaan di balaikota ini. Disana disimpan semua arsip sejarah pulau. Mungkin aku bisa mencari tahu sesuatu." "Aku akan membantumu." Kata Shin_Think. Ultragakun menoleh sambil menyipitkan matanya. "Jangan merepotkan saya ya Shin!" Katanya. Shin_Think hanya mengangguk sebagai jawaban. "Tunggu!" Seru chocofit. Saya nggak mau kita terpisah-pisah!" "Kalau ingin segera selamat, saya pikir hal itu tidak bisa dihindarkan, chocofit." Jawab WillyPermana. "Oh yeaaah? And who the hell are you? Our boss?!" Jawab chocofit jengkel. Dia tidak sabar untuk segera keluar dari pulau ini, tapi dirinya juga tidak ingin mengambil resiko. Icha maju di tengah kerumunan. "Kebetulan," katanya "sekalian saja kita angkat pemimpin diantara kita. Biar kita tidak terpecah-pecah dengan kubu sendiri." Untuk beberapa saat semua orang bergumam dan berdiskusi. Akhirnya semua setuju untuk memilih "Kepala Desa" diantara mereka. Walaupun dirinya turis, namun dengan kecakapan yang mumpuni dan dukungan dari penduduk lokal yg cukup vokal, WillyPermana akhirnya diangkat menjadi Kades. Hal pertama yang dilakukannya adalah membagi semua orang dengan tugas. Ada yang mendapat tugas mencari informasi, mencari cara menghubungi luar pulau, membuat rakit atau alat yang bisa dipakai keluar pulau, dan ada yang bertugas mencari makanan. Mereka pun berpencar.
Tak berapa lama, tim pencari informasi kembali ke hall dengan tergopoh-gopoh dan pucat. Di tangan mereka terdapat buku yang sudah usang. "Kumpulkan semua orang!" Kata Ultragakun panik. Setelah semua kembali berkumpul di tengah Hall, WillyPermana membacakan tulisan yang tercetak di buku sejarah kota yang sudah sangat usang itu. "Ini mengenai Pulau Serigala, Beringin Caraka, dan Takdir Bumi." Katanya khidmat. "Disini tertulis bahwa beribu tahun yang lalu, di pulai ini telah terjadi ledakan jumlah manusia, efek dari populasi manusia yang juga semakin meningkat di seluruh bumi. Para manusia mulai merusak alam untuk kepentingan mereka, dan merebut habitat banyak makhluk selain mereka. Lalu pada tahun 1016, terjadilah Purnama Merah, dan beringin besar diatas bukit pulau terbelah." "Seperti kejadian kemarin!" Seru Liamariaagnes. "Oh my God!" Jerit Chocofit. Faisalazis menarik napas kaget. Namun dia tetap berusaha tenang untuk mendengar kelanjutannya. "Oke, lalu bagaimana kelanjutan tulisan itu?" Tanyanya. "Seharusnya ada jawaban disana." Semua orang berusaha berbicara dan memberikan pendapat hingga Hall dipenuhi suara mendengung yang tidak jelas. WillyPermana mengangkat kedua tangannya, menenangkan. "Oke! Akan saya bacakan selanjutnya. Mohon tenang." "Dari Beringin tersebut, keluarlah cairan merah yang kental. Semua orang yang ada di Pulau Serigala tewas menyatu dengan tanah dan tanaman, seakan dimakan habis oleh Pulau Serigala. Beberapa orang berhasil selamat. Mereka bisa bertahan hidup bukan tanpa alasan, tapi dengan suatu tujuan. Sebuah pertaruhan, sebuah kesempatan dari Bumi yang diberikan untuk manusia. Diantara sekelompok orang yang bertahan hidup di pulau, akan lahir Manusia Serigala dan Asisten mereka. Pada malam hari, para Werewolf -- sebutan yang diberikan untuk manusia serigala itu -- akan memilih manusia untuk dimangsa. Dan pada siang hari, manusia mempertahankan dirinya dengan cara memilih satu diantara mereka yang dicurai sebagai Werewolf, dan membunuh orang tersebut. Semuanya adalah pertaruhan. Apabila manusia menang dan semua Werewolf mati, maka Bumi kembali menjadi milik manusia. Namun apabila Werewolf menang, maka Bumi menjadi milik alam dan makhluk-makhluk yang dulu terbuang dan terusir dari tanahnya oleh keegoisan manusia. Begitulah pertaruhan yang terjadi di Pulau Serigala. Tahun 1016 faksi manusia mendapat kemenangan. Pohon beringin kembali utuh, bulan kembali normal. Setiap tahun diadakan upacara untuk menandai kejadian tersebut, dan melihat apakah Bumi akan melakukan pertaruhan lagi. Namun bertahun-tahun lamanya Beringin yang akhirnya dinamai Beringin Caraka tetap diam, dan dunia pun kembali tentram. Tertanda, Sybil, satu-satunya manusia yang bertahan hidup dari pertaruhan."
Keheningan mencekam memenuhi Hall. Semua orang hampir tak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar. Teriakan Shin_Think memecah semuanya. "INI GILA!"
Kayud menarik Liamariaagnes, Ichawashere, dan Chocofit. "Ayo kita pergi! Kita harus cari jalan pulang sendiri!" Serunya dengan suara ketakutan. "TUNGGU! Semuanya! Tenanglah dulu!" Seru WillyPermana. "Bagaimana bisa tenang kalau diantara kita ada Werewolf?!" Teriak Kyurenjo marah. "Oh! Jangan-jangan kamu werewolfnya!" Seru Aiph. Faisalaziz ikut bersuara "Ya! Mungkin kamu werewolfnya Kyu!" "Semangat sekali kamu ikut-ikutan menuduh orang, Faisalaziz?! Mungkin malah kamu werewolfnya. Dan oh ya, semangat sekali kamu ingin memisahkan diri, Kayud?!" Seru Kyurenjo. Analisanya menggoyah semua orang. Benarkah keduanya werewolf? Keurusuhan saling tuduh pun terjadi, hingga WillyPermana menengahi dan mengajukan untuk melakukan voting. Voting terbagi menjadi dua, antara Kayud dan Faisalaziz. Dengan perbedaan satu suara, Kayud terpilih sebagai korban siang ini. "Ini tidak mungkin!" Teriaknya marah. "Chocofit! Do something! You know I love you. Do something!" Chocofit yang selama ini menjalin cinta di kampus bersama Kayud menangis terisak. Dalam kebingungan, dia mencari-cari kertas voting tadi, dan menemukan bahwa salah satu suara yang memvoting Kayud tidak sah. "Kertas ini bertuliskan Rayud! Bukan Kayud! Jadi suaranya seri." "Tadi semuanya sah!" Kata WillyPermana. Tapi saat dia cek, ternyata benar tulisannya menjadi Rayud. Dia bingung.
Sebenarnya semua suara memang sudah sah, namun seseorang dengan kekuatan telah merubahnya, sehingga satu suara hilang. Maka ditetapkanlah suara seri diantara Faisalaziz dan Kayud.
Semua orang akhirnya mencapai kesepakatan, mereka memutuskan untuk membunuh Kayud. "TIDAAAAAK!" Teriak Chocofit "KALIAN JAHANAM!"
Namun teriakannya tenggelam dalam teriakan kesakitan Kayud saat orang-orang menyerangnya dengan kayu dan batu. Ujung tajam kayu menghujam ke dadanya, batu-batu keras dipukulkan keras-keras ke kepalanya. Sambil babak belur, Kayud menjauh, terpojok di pojok Hall. Dia terengah-engah, napasnya semakin berat. Luka besar menganga dari dadanya mengalirkan darah. Sebuah Jimat jatuh dari luka tersebut. Jimat berlumuran darah itu bertuliskan Sorcerer dan menghilang menjadi abu. Semua orang ternganga.
“Sorcerer, di buku ini tertulis bahwa sorcerer adalah asisten werewolf!" Seru WillyPermana. "Kayud! Siapa werewolf diantara kita?! Semuanya, buat dia bicara!"
Kayud menyeringai sambil terbatuk. Dia menarik napas panjang dan mengambil sebuah kayu runcing yang terjatuh di lantai. Orang-orang mendekat untuk memeganginya. "Lebih baik aku mati." Lalu Kayud pun menusukan kayu runcing itu melewati mulutnya langsung ke rongga kepalanya. Darah muncrat ke segala arah. Suara retak yang kencang memenuhi Hall. Salah satu bola mata Kayud terguling ke lantai, satunya menggantung lemas di tengkoraknya yang sudah hancur. Seorang Sorcerer mati siang itu. Semua orang bersuka cita. Chocofit yang masih menangis lama kelamaan tenang, karena dia sadar bahwa Kayud tidak jujur padanya. Chocofit hanya duduk di sebelah mayat Kayud, dan memandangi wajahnya yang sudah hancur. Wajah yang dulu pernah dia kagumi dan sukai, kini sudah tiada. Di tengah sukacita tersebut, terdengar suara tercekat. Faisalaziz menjerit kesakitan. Dia memegangi lengannya yang terkena darah Kayud. Darahnya berasap dan lengan Faisalaziz meleleh, kemudian lukanya menyebar dan melepuh, seluruh tubuhnya menggelembung dan pecah. "TOLONG AKUUU! TOLONG AKU KUMOHON!!!"
Tapi tak ada seorang pun yang mau menolong, mereka takut terkena darahnya. Semua orang malah menjauh. "AKU SUDAH MELINDUNGI KALIAN SEMALAM! AKU MELINDUNGI KALIAN DARI SERANGAN, KARENA ITULAH KALIAN MASIH HIDUP HARI INI! TOLONG AKU!!!" Namun orang-orang yang terlalu ketakutan itu tak dapat berpikir panjang. Akhirnya seluruh tubuh Faisalaziz meledak, ceceran daging memenuhi Hall. Tak ada lagi seorang Faisalaziz di dunia ini. Semua orang yang berlindung keluar dan melihat darah dan potongan daging yang memenuhi ruangan itu. Mereka ketakutan. Kengerian apa yang telah disiapkan untuk mereka. Beberapa dari mereka tersenyum dalam hati karena seorang Witch, pelindung manusia kini sudah tidak ada. Namun mereka juga kesal karena Sorcerer telah mati. Malam ini akan jadi pembalasan mereka. Para werewolf akan memastikan manusia mati dan mengambil kembali hak Bumi.












