"Anda memiliki pilihan untuk melakukan sesuatu, memilih sesuatu dan menjadi sesuatu." Ust. Felix Siauw
Hidup adalah Takdir yang harus kita jalani. Suka tidak suka, mau tidak mau. Life must go on. Namun, menjalankannya adalah sebuah pilihan. Ingin menjalankan kehidupan dengan baik atau buruk? Ingin banyak berbuat amal kebaikan atau amal keburukan? Ingin masuk surga atau neraka? Yang pada akhirnya pilihan tersebut akan mengarahkan kita untuk mengambil sebuah keputusan, bukan? Yap. Karena, itu yang akan;
"Menentukan siapa kita, kemana kita nantinya dan menetapkan seluruh akibat yang akan kita jalani nantinya. Setiap hari umur bertambah, usia berkurang. Hal itu berarti kematian kian dekat. Tak ada pilihan lain, kecuali kita harus memilih jalan hidup yang benar."
Allah sudah mencatat segala sesuatu yang menjadi takdir kita dalam sebuah Kitab bernama Lauh Mahfudz sejak 50.000 tahun lalu. Tentang rezeki kita, umur kita, bahkan apa yang akan kita lakukan 1 menit dari sekarang Allah sudah mengetahuinya.
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأرْضِ إِلا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ
“Dan tidak ada suatu binatang melatapun dibumi, melainkan Allah yang memberi rezekinya dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat peyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Hud: 6)
Begitu Maha Agung Nya, Maha Baik Nya Allah, memelihara segala sesuatu yang telah Ia ciptakan. Bahkan binatang-binatang yang paling kecil dan tersembunyi. Dia-lah Allah yang Maha Menciptakan dan Maha Pemelihara ciptaan-Nya. Yakini dan syukurilah bahwa Allah sudah menjamin rezeki manusia. (Sumber: darunnjanah.com)
Aku sempat mempertanyakan,
"Bila Allah sudah menetapkan Takdir kita, mengapa kita harus tetap menjemput Takdir?
Dengan Izin Allah, pertanyaan ku terjawab lewat seorang guru dan mentor ku, mereka berkata;
"Takdir adalah hak prerogatif Allah yang tidak bisa kita ubah, itu sudah menjadi ranah Allah dan kita tidak bisa masuk ke dalam ranahNya. Biarlah itu menjadi urusan Allah. Yang bisa kita lakukan adalah berikhtiar untuk menjemput hal-hal yang baik."
Lalu, aku menyimpulkan bahwa kita tidak pernah tau apa yang menjadi takdir kita; rezeki..umur.. Semua itu hanya Allah yang tau. Daripada kita terlalu sibuk memikirkan yang bukan menjadi ranah kita. Lebih baik kita sibuk untuk selalu berbuat baik, menjemput hal yang baik untuk kita, bukan?
Yakinlah. Bahwa, Allah tidak akan pernah Ingkar atas Janjinya.
Pesan Cinta Allah terkait Memperoleh Usaha;
وَأَنْ لَيْسَ لِلإنْسَانِ إِلا مَا سَعَى
“Dan bahwasanya seseorang manusia tidak memperoleh (apa-apa), selain apa yang telah di usahakannya” (QS. An Najm: 39)
Janji Allah ketika kita sudah berusaha;
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya” (QS. At Thalaq: 2)
Adapun, kesimpulan lainnya yang aku temukan dalam Blog Ust. Felix Siauw. Semoga bisa menyederhanakan, meluruskan pikiran, arah hidup kita.
"Sederhananya, kejadian-kejadian yang terjadi pada manusia bisa dikelompokkan dalam dua bagian. bagian pertama adalah kejadian yang terjadi pada diri manusia yang dapat dipilih, bagian kedua adalah kejadian yang terjadi pada diri manusia yang tidak dapat dipilih, atau dipaksa terjadi atasnya. Pada bagian pertama, kita bisa memilih perbuatan atau kejadian sesuai keinginan kita, karena itulah kejadian itu akan dimintai pertanggungjawaban. Hal ini berarti, menjadi rajin ataupun menjadi malas, menjadi orang yang amanah atau yang khianat, menjadi seorang pemarah atau penyabar, menaati perintah Allah atau membangkangnya adalah sesuatu yang dapat kita pilih.
Sedangkan pada bagian kedua, kita dipaksa menerima kejadian itu dan tidak diberikan pilihan, inilah yang kita sebut takdir. Dan terhadap takdir atau ketetapan yang diberikan kepada kita, baik atau burauknya itu menurut kita, maka kita wajib mengimaninya, dan yakin bahwa itu yang terbaik untuk kita yang berasal dari Allah swt. Prakteknya dalam kehidupan sehari-hari, jika sesuatu terjadi atas kita ataupun terhadap orang lain, dan itu tidak dapat dipilihnya, maka kita tidak boleh protes atau mengeluh secara berlebihan, serta tidak boleh menyalahkan diri sendiri atas kejadian itu. Karena itu semua berasal dari Allah, dzat yang maha memberi ketetapan, dan apa yang diberikan oleh-Nya pasti baik."
Ushikum wa iyya nafsi bitaqwallah.
Sesungguhnya tulisan ini untuk diriku sendiri, sebagai Ikhtiar untuk menjemput Cinta dan RidhoNya.