Saudaraku, tidak ada yang salah ketika kita gantungkan harapan kita pada suatu hal yang memeliki sifat duniawi. Hanya saja, kita tidak boleh maggantungkan harapan tersebut tanpa kepada dan melalui Allah semata.
Mungkin beberapa atau bahkan semua diantara kita pernah menggantungkan asa setinggi-tingginya tanpa kepada dan melalui Allah. Disaat itu jugalah kita merasakan kecewa sangat amat mendalam. Coba kita ingat kembali perkataan Ali bin Abi Thalib :
"Aku pernah merasakan semua kepahitan yang ada didunia ini dan yang paling pahit adalah berharap pada MANUSIA"
Perasaan kelam dan kecewa itu pasti dirasakan seketika ketika semua itu tak sesuai ekspetasi kita. Maka dari itu sebaiknya dan seharusnya sebagai seorang muslim kita menghantungkan harapan kita hanya kepada dan melalui Allah saja. Cobalah mulai saat ini keluhkan harpanmu hanya pada-Nya, mintalah hajatmu hanya pada-Nya. Demi Allah, Allah tidak akah mengecewekan hambanya walau sekecil apapun.
Lalu, bagaimana jika kita sudah terlanjur berharap tanpa dan melalui Allah kemudian harapan itu tidak sesuai dengan ekspetasi kita dan membuat kita kecewa ?
1. Menerima semua ketetapan atau takdir yang Allah berikan kepada kita dengan sepenuh hati dan percayalah semua itu pasti ketetapan terbaik yang Allah berikan kepada hambanya.
2. Melakukan penerimaan diri (self-acceptence) bahwa semua itu memang sudah terjadi. Jika, kita selalu menyangkal (denial) apa yang sudah terjadi, semakin perasaan gelisah dan kecewa itu muncul kembali.
3. Ridha, setelah ketentuan takdir yang Allah berikan. Ketika hati kita ikhlas menerima semua ketentuan Allah kepada kita dan kita senantiasa berharap pahala dan keridhaan kepada-Nya. Pada saat itu lah Allah berikan kenikmatan kepada kita berupa dada yang lapang, kesabaran menghadapi ujian dan cobaan dan kita menjadi hamba yang tegar.
4. Selalu positive thinking, berprasangka baik kepada Allah dan ambil hikmah dari kejaidian itu.
5. Selalu optimis. Seorang muslim tidak ada kata kata menyerah, tidak ada kata kata putus asa. Terjadi... Ucapkan :
قَدَّرُ اللّه وَمَا شَا ءَ فَعَل
(ini takdir Allah dan apa Dia kehendaki, Dia lakukan)
Permata Kuningan, 7 Februari 2019