2025
Di tahun ini adalah aku yang berusia 35 tahun.
Di awal tahun 2025 aku merasa ini adalah waktu yang cukup luang untuk mulai mengusahakan beasiswa untuk S2 yang lebih serius. Di LPDP tahap pertama aku gagal untuk lolos ke tes substansi, selanjutnya aku coba SIMAK UI dan mencoba lagi LPDP tahap kedua. Kurasa usahaku masih belum maksimal. Semua masih coba-coba, iseng-iseng, tapi mengharap hasilnya bagus..ya tentu belumlah. Jadi tahun depan, semoga aku masih punya kesempatan!
Di dekat rumah ada tempat olahraga muslimah yang baru buka, jadi bikin alasan magerku olahraga nggak ada lagi. Akhirnya aku ikut kelas pilates untuk coba rutin dulu. Sebuah usaha untuk memperbaiki kualitas fisik mengingat usia yang nggak muda lagi.
Setelah dipaksa ambil cuti sama Pak Remy akhirnya aku cuti dan baru merencanakan mau ke mana setelah cutinya disetujui. Perdebatan tentang ambil cuti untuk diri sendiri ini sebenernya aku nggak begitu mau. Karena aku yang biasa atur liburan keluarga ini jadi bingung kalau pergi sendiri, kayak, aku mau ngapain kalau sendiri tuuh, sepi dan bosen banget nggak ada temennya dan lagi aku udah sering pergi keluar kota sendiri, buatku itu udah cukup buat me time, wkwk. Tapi kata Pak Remy, aku percaya kamu bisa, kembalilah jadi Afifah (aseeek). Akhirnya pilihan jatuh ke Lombok meski awalnya setengah hati. Tapi ternyata setelah dijalani, menyenangkan sekali jadi diri sendiri lagi. Hahahah.
Tahun ini, usia pernikahan 10 tahun. dalam rangka pernikahan kami yang kesepuluh, akhirnya kami pergi berdua saja ke Bali walaupun cuma sebentar. Naik motor berdua, hujan-hujanan, cie. Lalu menjelang akhir tahun kami nonton konser berdua. Alhamdulillah..bersyukur sekali diberikan kesehatan dan kesempatan bisa pergi berdua di usia rumah tangga yang baru sepuluh ini. Tahun ini juga memberikan aku banyak belajar tentang hubungan kami. Tentang penerimaan, meregulasi emosi dan menyadari bahwa aku harus lebih mensyukuri setiap hal remeh tapi sangat berharga. Semoga menjadikan kami makin kuat, langgeng, sehat, sakinah mawaddah wa rahmah, dan bisa menjadi rumah yang nyaman untuk anak-anak tumbuh dan pulang.
Anak pertamaku kini sudah 10 tahun dan sudah kelas 4 SD. Pelajaran dan gurunya lebih serius dan standarnya tinggi. Kami orang tuanya harus lebih sungguh-sungguh lagi mendampinginya belajar. Meski Saka dari kelas 3 SD sudah dibiasakan untuk belajar sendiri, tapi tetap ada pelajaran dan tahfidz yang harus tetap didampingi dan dipantau tiap hari. Aku sendiri yang hafalannya nggak seberapa ini juga kadang lengah juga. Lihat saka yang menghafal kadang sampai tertidur dan diselingi air mata juga kadang bikin aku terharu. Walaupun masih berusaha lebih baik lagi tapi aku salut juga sama dia. Insyaallah semoga usahamu hari ini nggak sia-sia ya Le.
Anak keduaku, Kama, tahun ini sudah 7 tahun dan masuk SD. Masih perlu waktu untuk menyesuaikan diri di lingkungan dan cara belajar yang baru. Alhamdulillah Kama sudah cukup mandiri, dari dulu sih ini karena tuntutan ortunya, wkwk. Secara akademis juga dia bisa ikuti tapi kesadaran dan keberaniannya masih harus banyak didorong, masih pemanasan kayaknya.
Alhamdulillahnya tahun ini nggak sepadat tahun lalu, jadi rezeki anak-anak juga aku bisa lebih banyak di rumah.
Lebaran tahun ini juga begitu menyenangkan karena kami sekeluarga besar bisa berkumpul di rumah Simbah karena kejatahan sebagai tuan rumah pertemuan Bani Fachruddin. Namun ternyata itu adalah lebaran terakhir kami dengan Simbah, karena di akhir September Simbah berpulang. Pulang ke Jogja yang tiba-tiba dan walaupun nggak bisa hadir sampai pemakaman tapi semoga niat kami untuk nderekke Simbah sampai. Semoga Simbah husnul khatimah.
Oya, di tahun kesepuluh ini kami juga baru saja pasang WiFi dan TV kabel di rumah tapi masih juga belum pasang AC satupun, haha. Ada beberapa antrian maintenance rumah tapi belum eksekusi juga. Semoga tahun depan terlaksana yaa.
Alhamdulillah tahun ini banyak hal yang menyenangkan meskipun ada juga sedihnya, Spotify Wrapped-ku aja Bernadya, dari yang buat nemenin kerja sampai pengantar tidurku padahal dia boomingnya tahun lalu, haha. Tapi aku bersyukur banget masih dikasih kesehatan dan hal-hal yang bikin aku bahagia. Nikmat yang tak terkira banget makasih Ya Allah, maafkan Afifah ini yang masih banyak lenanya. Semoga Engkau masih sayangi kami teruuss..mampukan kami. Semoga tahun depan bisa lebih baik, Aamiin!
Depok, 26 Des 2025











