Tulisan ini adalah cerita mengenai 3 permintaanku kepada Allah SWT. Alhamdulillah Dia kabulkan, ini adalah pemberian sekaligus amanah untuk ku. Aku sama sekali tidak tahu mengapa Dia mengabulkannya, yang pasti hanya Dia-lah yang mengetahuinya.
Sore itu aku merasa begitu lelah, sangat jarang sekali bisa pulang sesore ini pikirku. Ya, karena aku terbiasa pulang malam atau sesekali larut malam, tiap hari PP BanCi (Bandung Cimahi). Aktifitasku di kampus sebenarnya tidak begitu banyak, kuliah, mengerjakan tugas, rapat kegiatan A, kegiatan B, kegiatan C, dan tentu saja yang tidak boleh terlewat adalah bercengkrama dengan teman-teman, semangat beraktifitas di lingkungan kampus masih berapi-api, mungjin karena masih tingkat 2. Awalnya begitu menyenangkan, namun seiring berjalannya waktu ada satu titik aku merasa lelah, cape, bosan dan aku bertanya, sebenarnya apa yang kulakukan? apa yang kucari? apa yang kudapatkan dari semua itu? dan apakah aku merasa bahagia dengan seperti itu?, rumah ini seperti persinggahanku untuk melepaskan rasa kantuk saja, pergi pagi pulang malam, selalu seperti itu. Aku merasa telah mengabaikan apa yang sebenarnya yang aku impikan. Ya, baiklah aku akan mengutarakan apa yang aku impikan dan apa yang aku pinta kepada-Nya. Setelah selesai ashar, aku berdo’a seperti biasa yang ku panjatkan + 3 permintaan berikut ini.
Berwirausaha kembali, ya “kembali” ditekankan karena sebelumnya 2 usahaku gulung tikar. Usaha pertama harus gulung tikar karena barang sudah banyak dipasaran, kalah saing, sebagian besar masyarakat mendapatkan barang-barang tsb dengan mudah. Usaha kedua 1-2 tahun berjalan mulus, selain itu konsumen pun berasa teman sendiri yaiyalah gimana ga berasa teman sendiri secara sesama k-lovers hhe. Namun harus gulung tikar juga gegara ikutan bisnis M*M, dikarenakan pembelian konsumen terhadapa produk M*M ga nyampe target dipakailah uang pendapatan usaha kedua itu buat tupo (tutup poin), alhasil barang dan uang habis. azzzzz lasut lasut lasuuuuuuut -_______-”. Pada permintaanku yang pertama ini, aku meminta untuk dapat berwirausaha kembali, dengan produk sendiri dan sangat sangat berharap produk itu bisa bermanfaat untuk penggunanya. Jujur saat itu sama sekali tidak terpikirkan mau produksi apa.
2. Membantu orang-orang di sekitar
Dengan memproduksi produk dagangan sendiri, tentu itu akan membuka peluang kerja buat orang lain, bukan? gausah jauh-jauh deh ya, peluang buat tetangga di sekitar rumah aja gitu. Aku sadar aku adalah seorang mahasiswa, dan salah satu tugas mahasiswa adalah pengabdian masyarakat. Pengabdian masyarakat gausah jauh-jauh ke kampung A, kampung B, dusun A atau dusun B. Udahlah yang deket-deket aja, yang penting kita berusaha melakukan hal positif bagi orang lain.
Oh no, aga berat ya ngomongin “partner”. Ya, tentu saja bila melihat ke belakang aku bekerja sendiri tanpa didampingi oleh seseorang, aku tipe orang penyendiri, selain itu aku bukanlah orang yang mudah percaya sama orang. Ga sekali atau dua kali, ada beberapa teman yang menawarkan buat usaha bareng tapi aku ragu. Keraguanku bukan tanpa sebab, tentu banyak hal yang ku pertimbangkan. Namun, berbeda untuk permintaanku kali ini “Aku ingin memiliki seorang partner kerja, dimana dia dapat ku andalkan begitupun dia yang dapat mengandalkanku”
Jengjengjengg.... Alhamdulillah 1-2 bulan setelah ku utarakan permintaanku Dia kabulkan, tidak hanya 1 atau 2 yang dikabulkan tapi ke 3 nya. Berikut ini adalah jawabannya:
Almh Nenek menyarankan untuk memproduksi mukena (jawaban 1), Beberapa ibu rumah tangga di sekitar bisa join (jawaban 2), mamah adalah partnerku (jawaban 3).
Kesibukan usaha ketiga ku ini semakin menjadi sehingga ada beberapa aktifitas di kampus yang harus ku tinggalkan. Namun, aku merasa lebih baik dan lebih bahagia karena yang aku impikan terwujud. Walapun begitu, tetap saja yang ku terima ini bukanlah sekedar pemberian, namun ini adalah amanah dari-Nya. Aku harus berusaha untuk menjaga dan memeliharanya dengan baik, hingga Dia ambil kembali. Ya, tentu saja suatu saat nanti akan ada masanya dimana Dia ambil kembali, yang dia ambil itu mungkin usaha ketiga ini atau aku. Bukankah dunia ini sementara? Suatu saat nanti akan ada masa dimana semua ini hanyalah cerita, dan kehidupan nanti adalah kenyataan, bukan? :)