izin bertanya untuk sekedar sharing ya.. :)
apa yang dilakukan kakak saat menunggu jodoh? jika jawabannya memperbaiki diri, perbaikan apakah yang kakak lakukan untuk meyakinkan Allah agar jodoh disegerakan? :) terimakasih kak..
hai dear @imladeeo , apa kabarnya? semoga selalu dalam lindungan Allaah dimanapun engkau berada ya..:"))
apa yang dilakukan saat menunggu jodoh? satu hal yang pasti adalah penjagaan diri. meminta agar Allaah senantiasa menjaga diri ini. sebab melihat pergaulan dalam masa sendiri itu sungguh tidaklah mudah.
kedua adalah menyibukkan diri dengan menjaga dan memperbaiki hubungan dengan kedua orangtua. setahun sebelum menikah, aku bener-bener tidak tau dan nggak nyangka kalau tahun depannya akan menikah. karena emang nggak punya crush, nggak punya calon, nggak ada orang yang mau dikenalin juga.
setahun sebelum menikah aku benar-benar memperbaiki komunikasi ku dengan Bapak dan Ibu dirumah. menjadi anak yang lebih banyak menyediakan telinga atas nasihat yang diberikan. terutama dengan Bapak. setahun sebelum menikah benar-benar waktu dimana aku deket banget dengan Bapak. Bapak lebih banyak bicara dari tahun-tahun sebelumnya. dan setahun itu aku merasa Bapak lebih luwes dan lebih banyak cerita ke anak perempuannya ini.
ketiga, lebih banyak ikhlas aja. setahun sebelum menikah aku belajar tentang bentuk penyerahan diri. belajar untuk lebih lapang, lebih ikhlas atas sesuatu hal. dan ini yang membuat aku merasa tenang. saat itu aku sudah dititik dimana kalau emang takdirnya menikah ya akan bertemu dengan jodohnya. kalaupun takdirnya lain, ya dijalani aja sampai bertemu dengan takdir yang lain.
anehnya setelah aku belajar untuk lebih lapang, aku lebih banyak berdiam diri dirumah. padahal sebelumnya tidak demikian. sibuk kuliah, sibuk kerja, sibuk kegiatan yang aku sendiri kalau ingat capek juga ya ternyata :D
aku belajar untuk ikhlas dan menyerah kepada Allaah ketika aku mendengarkan kajiannya ustadz Nuzul hafidzhahullaah ta'ala yang saat itu membahas tentang cerita seorang sahabat Rasulullah shalallahu alaihi wassalam yaitu Ka'ab bin malik radhiyallahu. itu nampar diriku sekali betapa saat semuanya berpaling, pada akhirnya hanya Allaah yang tetap kekal delan tinggal.
dan terakhir adalah tidak lepas dari berdoa. yang akhirnya aku sadari adalah barangkali aku menikah di usiaku saat itu salah satunya adalah kriteria ku yang cukup banyak. setiap kali berdoa aku selalu menempatkan diriku dalam kondisi "ya Allaah, aku ini orangnya begini, maka aku butuh orang yang seperti ini. dst" aku selalu menceritakan perihal kurang dan lebihku, sebab aku percaya doaku tidak akan kembali dalam kesia-siaan.
lalu hasilnya bagaimana? Allaah kabulkan seperti yang aku minta. dan saat pengabulan doa itu tiba, seperti doaku "ya Allaah, jadikan aku bersyukur menjadi pasangannya, dan semoga dia juga bersyukur menjadikanku pasangannya"
dan aku sangat bersyukur ketika Allaah menggerakkan hatinya untuk memilihku. semoga diapun sama bersyukurnya sepertiku.
lalu terkahir, eh ada lagi hehe.
mendoakan kebaikan untuk siapapun yang sedang kita temui, siapapun tanpa tapi. ini aku terapin setahun sebelum menikah dan ini berlanjut hingga sekarang. sebagaimana aku menginginkan kebaikan untuk diriku, maka akupun sebisa mungkin mendoakan kebaikan kepada siapapun yang aku temui. rasanya hangat dan menyenangkan sekali. sekalipun dulu aku belum menikah, kalau ada temen yang sama-sama sedang menunggu jodohnya saat itu, aku juga berdoa untuknya agar Allaah memudahkannya untuk bertemu dengan jodohnya.
pada intinya, doa nomer satu. minta sama Allaah menjadi upaya nomer satu yang nggak bisa digeser dengan banyaknya upaya yang lain. semoga hal kecil ini bisa sedikit menjawab dan ada kebaikan yang tertinggal ya kak.
aku berharap, semoga di masa penjagaan diri kakak, kakak bertemu dengan seseorang yang juga menjaga dirinya dengan baik. Allaah mudahkan segala sesuatunya. sehat dan bahagia selalu, yaaa...:))