Dear, aku ...
Semakin ke sini aku semakin bertanya-tanya. Bagaimana si teman sejati itu??
Aku tahu ini sepenuhnya bukan salah siapa-siapa. Aku pun ngga mau menyalahkan diriku sendiri. Aku sedang berusaha intropeksi diri.
Dewasa ini aku tak punya banyak teman dekat hanya satu saja yang kupercaya. Itu pun masih kuragukan akhir-akhir ini. Setelah semua interaksi yang kami lakukan bersama. Aku selalu bertanya-tanya, "Apakah dia benar-benar menganggapku teman baginya??"
Di satu situasi aku merasa dia menganggapku teman dan di satu sisi yang lain aku merasa tak dianggap teman baginya.
Dia punya banyak teman, sementara aku tidak. Di situasi tertentu dia jarang bahkan tak pernah mengajakku untuk bergabung bersama teman-temannya. Padahal jauh dilubuk hatiku aku ingin bergabung bersama mereka, ingin berteman bersama mereka. Sayangnya, menurutku dia menganggapku tak terlalu cocok bergabung bersama mereka.
Pernah suatu ketika aku bergabung bersama mereka, mereka asyik ngomongin ini dan itu tapi tak mengajakku untuk gabung dengan obrolan mereka. Mereka hanya pernah mengajakku mengobrol hanya seputar kehidupanku saja, seperti pengalaman-pengalamanku, hobi dan kesukaanku. Soal lainnya tak pernah.
Lalu, ketika mereka merencanakan liburan/nongki bareng, dia tak pernah sekalipun bertanya atau sekedar menawarkanku untuk ikut bersama mereka. Padahal sebenarnya aku ingin dilibatkan juga.
Dari situ, aku berpikir kalau aku ini ngga dianggap oleh dia. KLO dia lagi butuh aku pasti mendekati aku, begitupun sebaliknya. Makin ke sini aku merasa seperti dimanfaatkan olehnya.
Dulu aku menganggapnya cahaya. Kini aku ragu menganggapnya begitu.
Aku pun sadar diri. Soalnya kalau dia sudah bersama temannya pasti dia akan langsung keasyikan sendiri, dan melupakan aku.
Jujur aku ragu untuk menyanggupi permintaannya kemarin. Dia memintaku untuk menemaninya selama sidang dia nanti. Aku yakin pasti akan ada banyak teman-temannya yg datang. mulai dari circlenya, teman-teman nongkinya, dllnya.
Aku agak minder aja si. Pasti aku ngga begitu penting dari semua teman-temannya itu. Aku takut, nantinya aku akan memendam rasa kecewa padanya. Kini aku bingung apakah aku harus datang atau tidak di sidangnya nanti.
#cuapcuap #celotehan #luapanemosi #diary














