Harusnya gambar yang aku abadikan dan kunarasikan adalah perihal Kota Semarang. Barangkali bangunan lawang sewu yang misterius atau Kota Lama yang sejak kemarin kubicarakan. Tetapi takdir berkata lain, ada satu dua hal yang membuat kami urung ke Semarang. Dengan berat hati maka kami berdua membatalkan tiket kereta api yang bahkan sudah dipesan jauh hari.
Maka, potret lain yang akhirnya terunggah adalah perihal tumpukan buku dan kehidupan di dalamnya. Melihat buku berwarna-warni sepanjang hari rasanya tak pernah membosankan, lalu sore ini berbeda. Malam minggu yang identik dengan kencan nyatanya tak melulu soal mall, bioskop, atau tempat hiburan lain. Pasang-pasangan beberapa kali melintas, berdiskusi tentang buku apa yang menarik, tentang cerita yang lebih bagus, dan tentang pemikiran fantastis. Lalu keduanya memilih buku yang berbeda.
"nanti kamu baca terus review ya, ntar gantian" mungkin kurang lebih percakapannya.
Romantis? Sepertinya lebih tepat disebut progresif. Saling melengkapi satu sama lain dengan hal berbeda.
Tentang toko buku dan book-date, besok kita juga ya. Aku siap keliling mencari judul buku yang sedang ramai dibicarakan, atau mungkin mencari buku dengan harga terendah, maklum tanggal tua hehe.
Togamas Affandi, Yogyakarta 23 Maret 2019


















