his last messages
him : gausah merasa salah, aku aja yang terlalu berekspetasi terlalu lebih ke kamu.
him : aku gamau kamu sayang ke aku karena paksaan.
him : kalo emang kamu ga yakin, jangan lanjutin, kasian kamunya.
Maaf, aku belum bisa membuka hati dan menutup luka lamaku. Aku belum bisa berdamai dengan masa laluku, sehingga suatu saat kita bertemu dan menganggap kamu adalah obatku dikala aku membutuhkan rumah untuk aku pulang, tapi nyatanya aku salah. Semakin aku mencoba untuk singgah, semakin aku melukai hati kamu. Aku egois, memaksakan perasaanku dan mengorbankan perasaan kamu. Jujur, aku ingin sekali berdamai dengan masa lalu dan mencoba membuka hati dan mengukir cerita kembali. Aku bodoh, bodoh, dan bodoh. Kamu orang baik dan mau sayang kepadaku dengan tulus, tapi mataku masih tertutup, lukaku masih belum kering, hatiku belum ingin terbuka, entah sampai kapan. Maafkan aku.
- Jogjakarta, 13 Januari 2019












