“Eh, uda ada rencana mau punya anak berapa?”
“Enam.”
“Wah gila lu! Yang bener aja.”
Kira-kira ungkapan zaman orang tua kita dulu yang menyatakan, “banyak anak banyak rezeki” masih relevan enggak ya?
Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, yang disahihkan oleh Albany dalam Jami’ As-shohih, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
“Nikahilah oleh kalian wanita yang pencinta dan subur, karena aku akan berbangga dengan banyaknya kalian kepada umat-umat yang lain.”
Bahwasannya Rasulullah ﷺ secara tersirat memerintahkan kepada umatnya, kita, untuk memperbanyak anak yang dengan itu beliau ﷺ akan berbangga dengan jumlah pengikutnya kelak di hari akhir yang lebih banyak daripada nabi-nabi lainnya beserta umatnya.
Ternyata kata “banyak anak” sendiri itu sudah ada sejak zaman dulu, bahkan Rasul ﷺ yang memerintahkan.
Lalu apa hubungannya dengan rezeki?
Kita semua hafal kan dengan sabda beliau ﷺ yang menyatakan bahwa ada 3 amalan yang tak akan terputus meski kita telah mati? Ya, salah satunya adalah anak yang berbakti.
Sering sekali kita lupa bahwa hidup di dunia itu enggak selamanya. Namun dalam menjalaninya seakan kita akan hidup begitu lama di dalamnya. Dalam memaknai rezeki kita juga sering tidak visioner. Tertutup hanya sebatas materi uang. Padahal rezeki luas maknanya. Bahkan kehidupan yang Allah ﷻ berikan merupakan rezeki yang selalu kita lalaikan. Pun juga anak, mereka termasuk rezeki.
Coba kita sambungkan dengan hadist nabi ﷺ tentang amal tak terputus di atas. Bayangkan jika kita berhasil mendidik anak kita dan menjadikannya soleh nan berbakti bukankah itu termasuk ladang harta yang melimpah, membahagiakan, dan membanggakan? Enggak hanya di dunia, rezeki ini terasa hingga kelak di akhirat. Bayangkan kelak kita yang penuh dosa ketika sampai di hari penghakiman tiba-tiba Allah meringankan timbangan dosa dan memberatkan timbangan pahala lantaran kita memiliki anak sholeh yang selalu meminta pengampunan untuk kita. Masya Allah. Itu baru 1 anak. Bagaimana jika banyak? Dan masih banyak rezeki lain yang kita dapat dari anak soleh yang berhasil kita didik. Jadi, ungkapan “banyak anak banyak rezeki” insya Allah benar adanya.
Eits, tapi ada syarat dan ketentuan berlaku, yaitu kita harus benar berhasil mendidik anak kita dengan cara sebagaimana rasulullah ﷺ ajarkan. Bagiamana caranya? Yuk mari belajar dari Al-Qur’an dan Hadits nabi ﷺ.
Berat?
Coba tanyakan sama diri kita masing-masing. Untuk mendapatkan rezeki dunia yang sementara kita rela untuk begadang semalaman, merantau nan jauh di sana, rela berkorban segalanya, sedangkan untuk rezeki yang jelas-jelas bersifat “selamanya” kita dengan mudah mengatakan tidak mungkin dan berat untuk dijalankan?
Anak bukan hanya sebatas rezeki saat ini, melainkan juga merupakan investasi yang menjadikan amalan kita melampaui batas umur kehidupan kita.
Semoga Allah memberikan pertolongan kepada kita dalam mendidik anak-anak kita.
“Ya Rabbi, karuniailah kami anak-anak yang sholeh”