renung
diam memikirkan sesuatu; termenung; termangu. begitu artinya. semua orang, aku rasa pernah merenung. merenung karena keberhasilan-keberhasilannya, kegagalannya, kesia-siannya, dan lain sebagainya. kalau ada ajang penghargaan tahun paling banyak merenung, aku setuju kalau tahun ini jadi tahun paling sempurna untuk merenung. tidak hanya kamu, tapi akupun sama. banyak hal yang jadi concern ku saat merenung. hmmm kenapa aku bertindak impulsif, seharusnya aku bisa melakukan ini, mengapa aku sangat ambisius, sudahkah tindakanku adalah hal paling benar yang bisa kulakukan? banyak hal. tapi, bukankah tiap tahun memang kita selalu dapat ujian?. Yaa, setelah tahun 2020 ini hampir selesai, seakan aku atau kamu pun juga hanya mengingat hal manis ditahun-tahun sebelum ini dan lupa bahwa kita juga sempat merasakan asam, pahit, dan juga hambar pada tahun-tahun sebelumnya.
misal, tahun lalu bisa jadi kamu kehilangan ayah yang paling kamu sayangi. tahun lalu hampir gila menghadapi kenyataan bahwa, kamu digantikan oleh orang yang lebih hebat dipekerjaan. yaa atau tahun lalu kamu bangkrut saat memulai usaha pertamamu. tapi, kalau kamu masih bisa baca tulisanku ini dan kamu masih bisa bernapas dengan baik artinya kamu masih baik-baik saja. meskipun semua serba susah. ini tahun yang paling berat memang, terlepas dari gempuran pandemi yang berimbas pada segala aspek kehidupan. dimana menghadapinya ya dengan cara berusaha nampak baik-baik saja, meskipun aku tahu bahwa aku tidak baik-baik saja dan perlu ditolong. tapi pada akhirnya yang bisa menolong diri kita, ya diri kita sendiri.Β
akhir-akhir ini, aku banyak merenung masalah pekerjaan dan love live ketimbang dengan hal-hal lain. dalam masalah pekerjaan, aku terkadang merasa kalah untuk hal-hal sepele dan takut melakukan improvisasi. dalam pikiranku,Β βbetter to be careful and stay safeβ tapi yang ada malah impulsif. kadang pikiranku suka travelling ke hal-hal yang ekstrim dan tidak bisa diselesaikan hanya dengan dipikirkan saja,Β βapakah besok aku bisa masuk target?β atauΒ βbesok apakah aku masih bisa bekerja diperusahan ini?β. se random itu. berat, memang berat. banyak ke-khawatiran yang ingin aku bagi ke orang lain hanya untuk bisa mengurangi ke-khawatiran. tapi, yaa karna tidak semua telinga bisa leluasa mendengar, merenung dan berdialog dengan diri sendiri adalah cara paling mudah saat ini. salah satunya dengan tulisan ini.
renungan paling absurd lainnya, love life. semua wanita dimuka bumi pasti ingin menikah. termasuk aku. berkali-kali bertemu orang baru, berkenalan, dekat, dan selesai begitu saja buat aku sadar akan satu hal.Β βmenemukan orang yang tepat itu memang tidak mudahβ. yaa sayangnya menemukan yang tepat tidak semudah menemukan warteg di jakarta, yang di tiap sudut jalan kamu bisa pilih mau yang mana. setelah ketemu banyak orangΒ βyang tidak tepatβ ini, ngebikin aku merenung.Β " am I really ready for someone new?β danΒ βapakah dia benar-benar yang tepat?β. banyak hal traumatis yang buat aku khawatir. tapi seorang teman pernah bilangΒ βketakutan lo tuh sebenernya kayak korden, yang ngehalangin lu lewat. tinggal lo buka dan lo ngelangkah. done.β. dari perenungan absurd itu aku bisa tarik kesimpulan. ya, enjoy your time lah, kalau dia yang sekarang ada adalah orang yang tepat, ya kamu patut bersyukur. kalau tidak lepaskan dan ikhlaskan. hal-hal baik kadang datang saat kita lelah mencari dan sudah ikhlas.
hmmm tulisan ini hanya sebagai tempat merenung dan berdialog dengan diri sendiri. semisal ada manfaatnya saat orang lain baca, aku bakal happy sekali. dan ya selesai, semua baik-baik saja dan akan selalu baik-baik saja.Β











