Teman saya berpulang lagi hari ini. Sayang sekali, dulu kami cukup dekat untuk bisa disebut teman, sehingga berita kematiannya masih membuat saya merasa kacau. Banyak hal yang kami lalui bersama, karena selama 6 tahun, kami berada dalam lingkup sekolah dan berkembang di organisasi yang sama. Bahkan sering kami berada dalam satu pemikiran dan sama-sama mencibir mereka dari pemikiran sebelah; masa Aliyah yang penuh kompetisi. Di akhir tahun ajaran, kami berpisah jalan. Saya pun lebih memilih memutus hubungan karena suatu dendam lama terselubung masa Tsanawiyah, yang saya pendam diam-diam, saya memilih untuk tidak mengatakan apapun. Pada tahun pertama kuliah, dia masih sering mengontak untuk minta bertemu, karena dia merasa masih memiliki ikatan yang kuat dengan saya. Tentu saja saya menolak halus. Di tahun kedua kuliah, dia berhenti mencoba. Ah, bahkan saya tidak ingat kapan terakhir bertemu dengannya. Saya mendengar sedikit selentingan kabarnya dari teman dekat; dia cukup sukses di kampusnya (kurang lebih sama dengan saya), mengikuti penelitian dosen dan menjadi mahasiswa berpikiran terbuka. Saya turut senang, tapi masih tak mengatakan apapun. Kemudian hari ini saya mendengar kabar kematiannya, dan tidak merasakan apapun. Betapa kotornya hati saya. Karena kami cukup dekat dulu, saya masih menyimpan beberap fotonya di laptop maupun ponsel. Setelah kejadian ini, saya mungkin tak bisa menatapnya tanpa penyesalan mendalam; mengapa saya menolak permintaan ikatan pertemanan yang tulus, hanya demi memenuhi sebuah alasan yang pribadi yang egois. Saya sedikit bersunggut-sunggut, naze da, naze, Kami wa, inai watashi ni anata o erabu riyū? Terdengar tidak etis disaat seperti ini. Tapi manusia selalu mendamba kehidupan, saya yakin begitu pula kamu. Mengapa harus mati kalau bisa menikmat hidup? Why life is not fair for both of us. Saya tidak berharap apapun atas hal ini. Hidup memang begini, hidup memang begitu, memangnya apa yang kita tahu? Tuhan telah menempatkanmu di tempat yang semestinya. Ia mencintaimu, dan memintamu kembali menemui-Nya.