Memang ada bidang penelitian yang bisa local oriented dan ada yang tidak bisa. Saya pernah di IIT dan MIT, tidak sekedar mengamati, memang tidak semua profesornya punya dana penelitian yang besar. Tapi yang jelas, mereka semua mengejar to be world class. Beberapa kriteria world class adalah berapa dana penelitiannya, berapa publikasinya, berapa patennya. Nah, di Indonesia, termasuk ITB, penginnya world class tapi yang dipikirin cuma S1nya. Mana ada world class university terkenal karena mahasiswa S1nya? Kembali ke dosen ITB. Banyak kok dosen ITB tidak mau memanfaatkan dana penelitian dari pemerintah atau ITB, tetapi tidak berarti mereka tidak melakukan penelitian. Ada data yang menarik, ada fakultas yang banyak mendapatkan dana penelitian dari pemerintah kalah jumlah publikasinya dibanding fakultas yang dana penelitiannya (dari pemerintah) minim.













