Hari-hari penuh kekhawatiran.
Allah..
TVSTRANGERTHINGS
Claire Keane
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
KIROKAZE

ellievsbear
Lint Roller? I Barely Know Her
AnasAbdin
NASA

Discoholic πͺ©
h
i don't do bad sauce passes
I'd rather be in outer space πΈ
πͺΌ
art blog(derogatory)

Kiana Khansmith
Sade Olutola

@theartofmadeline
Keni

seen from United States

seen from Singapore
seen from Greece
seen from United States
seen from TΓΌrkiye

seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
seen from Germany
seen from Portugal

seen from United States
seen from Chile

seen from Canada
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@cukupp
Hari-hari penuh kekhawatiran.
Allah..

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
NICU Warrior
Dua hari pasca operasi, tak menghiraukan nyeri bekas jahitan, aku sudah mondar-mandir di ruangan ini. Di sini, waktu berbisik pelan. Detik lambat berlalu di antara deru mesin penopang hidup para malaikat kecil.
Kamu begitu kecil, namun begitu kuat. Jari mungilmu menggenggam udara. Matamu terpejam, tapi aku tahu, kamu sedang bermimpi tentang rumah.
Monitor berbunyi seperti nyanyian sunyi. Setiap denyut adalah doa, setiap tarikan napas adalah kemenangan, setiap hari adalah mukjizat. Malam-malamku panjang tak tenang. Setiap pagi ku gantungkan harapan berharap kabar baik datang.
Di ujung lorong itu, di ruangan sebelah tempatmu berjuang, ada ruang laktasi yang menyatukan ibu-ibu yang juga sedang berjuang, dengan kisah dan luka masing-masing. ASI menjadi wujud cinta kami, yang diperah di antara air mata, doa, dan harapan. Dari satu cerita ke cerita lain, aku belajar bahwa setiap orang sedang bertempur di medan perjuangannya masing-masing.
Menangis sudah menjadi kegiatanku sehari-hari. Di ruang laktasi, di kamar inap penunggu, di lorong depan NICU, pun di kantin rumah sakit. Nasi sering kali terasa asin karena bercampur air mata. Meski hati ini sering hancur, ASI untuk mu harus tercukupi. Namun setiap kali aku duduk di sampingmu, aku berusaha menahan semua tangis itu. Aku ingin kamu melihat kekuatan di mataku, bukan air mata.
Kamu sesekali menatapku. Bayi yang lahir cukup bulan saja belum jelas penglihatannya, apalagi kamu yang lahir tujuh minggu lebih cepat dari seharusnya. Kamu menangis, namun saat itu aku belum berani menggendongmu, takut menyakitimu.
Tubuhmu yang mungil sesekali menggeliat di boks bayi. Tanganmu lebam oleh bekas infus, sonde terpasang di mulut kecilmu. Aku duduk di sampingmu, menitipkan cinta pada jemarimu, berharap kamu tahu, Nak, kami menunggumu. Cintaku..
Terima kasih Yaa Allah, atas setiap keajaiban yang Engkau berikan.
Terima kasih sudah berjuang, Nak. Terima kasih sudah kuat.
Kita akan pulang bersama, membawa kisah tentang perjuangan.
Tak ada peluk yang cukup.
Setelah berbagai pilihan, akhirnya sore hari kami menepi di sebuah rumah sederhana berbentuk Joglo. Pilihan ini kami ambil salah satunya karena alasan si sulung: βAda pasir di depan rumahnya, bisa untuk main truk!β. Di sana kami disambut senyum-senyum tulus sepasang kakek nenek seakan sedang menyambut anak cucunya sendiri.
Malam hari, kami turun mencari lapak-lapak cahaya. Pasar malam, riuh sederhana, tawa anak-anak, topi si bungsu yang nyemplung ke kolam wahana mancing. Angin mulai dingin, kami mulai saling memeluk. Kami kembali ke penginapan disambut dengan api di tungku, teh panas, dan sepiring mendoan yang langsung kami lahap.
Pagi datang. Dua bocah kami bungkus selimut lalu kami angkut menikmati pagi. Satu anak masih berat dengan kantuk, satu lagi sudah jernih siap bertualang. Langit menciptakan lukisan warna-warni, mentari muncul perlahan di ujung pandangan β bulat, orens, dan hangat. Setiap detiknya magis, setiap detiknya penuh syukur.
Dedaunan mulai menguning, mentari meninggi, langit membiru. Sisa embun, udara segar, kicau burung, aroma sayuran, hangatnya mentari, megahnya gunung. Kami berkeliling sekitar, menyusuri gang, terengah-engah di jalan yang menanjak.
Sekembalinya ke penginapan, canda tawa mengisi ruang, ayah-anak main kuda-kudaan, merangkak sana sini, berlarian, dan nyanyian riang. Setelah cukup lelah, si bungsu kembali terlelap. Si sulung benar-benar main truk di depan rumah. Sedang kami, menikmati hari yang beranjak siang ditemani pemandangan yang cantik.
Kami tahu hari ini akan cepat berakhir dan kami akan pulang dengan hati yang penuh.
Lewat harum yang mengalir, bangunan ini mempunyai caranya sendiri untuk membawaku ke masa lalu.
Kepada haru yang membiru dan bahagia yang memenuhi dada β empat setengah tahun yang lalu, ketika si sulung lahir dengan prosesnya yang penuh cerita.
Kepada pedih dan sakit yang menggigit β dua setengah tahun yang lalu, ketika harus merelakan si kembar yang bahkan tak sempat hadir.
Kepada cemas dan takut yang menggema β satu setengah tahun yang lalu, ketika darah membanjiri kasur yang mengantarku ke pelukan bangunan lain yang lebih dingin.
Dan kali ini tiga hari di sini, dari lantai tiga di bangunan ini, ditemani pagi dan sore yang sama-sama mendung, menambah ceritaku dengan bangunan ini. Kali ini kepada doa-doa dan rindu yang mengudara.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Kembali ke kota ini setelah tiga tahun berlalu. Ada getir yang mengalun bersama haru. Membayangkan hari-harimu berlari begitu saja tanpa aku. Tanpa kehebohan tawa dan tangis anak-anak yang seharusnya di sisimu.
Di ruang tv, ku lihat kamu makan seorang diri. Di dapur, ku lihat kamu memasak apa saja yang kamu ingini. Di belakang, ku lihat kamu mencuci jemur bajumu sendiri. Di ruang tamu, ku lihat kamu terlelap, tertidur, diiringi suara tv yang memang sengaja tak kau matikan, mungkin untuk mengusir sunyi.
Enam tahun rumah tangga ini kita bangun. Enam tahun pula sering kali kita berjalan berjauhan.
Terima kasih sudah menjadi kuat, raga dan jiwa. Terima kasih untuk tidak pernah mengeluh akan jarak yang ada.
Maafkan, semoga kita dapat segera merajut hari-hari dalam satu atap, setiap hari-harinya.
Aku masih ingat pertemuan pertama kita. Pertemuan yang diawali oleh ketidaktegasanku, namun kini ternyata sangat aku syukuri. Aku yang terlambat beberapa menit, kamu yang bingung harus menunggu dimana karena tidak tahu mana-mana.
Adalah suaramu di telepon, hal yang pertama kali membuatku terkejut. Adalah senyumanmu, hal selanjutnya yang semakin membuatku terkejut.
Aku mengulurkan tangan. Kamu menyambutnya dengan ragu-ragu dan tangan kaku. Beberapa pertemuan setelahnya, baru aku tau kamu sedang mencoba menghindari menjabat tangan perempuan. Maafkan.
Aku masih ingat pembicaraan-pembicaraan pertama kita sore itu. Kamu yang bahkan tidak menanyakan nama lengkapku. Aku yang penasaran siapa kamu. Kita yang sama-sama tidak mau kalah membahas korupsi.
Kita berjalan kaki sampai menyusuri gang-gang sempit. Menanyakan kesana kemari dimana letak masjid. Kamu memercayakan tasmu kepadaku, orang asing yang baru saja kamu kenal yang aku bahkan tidak yakin kamu mengingat namaku. Selanjutnya, aku memercayakan kepadamu untuk membawaku ke toko buku.
Hari itu akhirnya kamu menginjakkan kaki lagi di Malioboro setelah sekian tahun lamanya. Kita menghabiskan sore di Malioboro, menikmati lalu lalang manusia. Ikut senang melihat anak kecil yang terlihat bahagia hanya dengan bermain balon busa.
Sore itu kamu terburu-buru. Motor pinjamanmu harus segera dikembalikan. Besok pagi kamu ada perlombaan.
Ah, siapa sangka? Sore yang singkat itu berlanjut ke sore-sore lainnya. Pun semoga seterusnya.
It's always "Sampe ketemu lagi.. InsyaAllah." since the first time we met.
Alhamdulillah..
Terima kasih sudah datang. <3
Masa-masa yang berat untuk setiap dari kita. Semoga lekas pulih, kita.
Mendengar suaramu yang lesu di seberang sana menyadarkanku sesuatu. Bahwa ternyata pintaku sesederhana kamu selalu sehat disana. Hal-hal kecil yang sebenarnya besar, yang sering kali ku lupakan.
Ga ketemu kangen. Ketemu makin kangen.
Pffff..

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Kamu datang tiba-tiba. Menghangatkan ruang-ruang di dada. Membuat akhir tahun kami semakin manis. Membuat akhir tahun kami menangis.
Kami menyayangimu sejak hari ke satu. Kami mencintaimu sejak mendengar detak jantungmu.
Jatuh cinta sebelum bertemu ternyata memang nyata adanya. Bagi kami kini kamu segalanya.
Tumbuhlah sehat, kuat. Sampai nanti kita bertemu di bulan Agustus dalam keadaan sehat, berbahagia, dan selamat. InsyaAllah ya, Nak.. Aamiin..
Tetaplah hangat, selamanya erat. (di Mount Batur Sunrise Trekking)
Ketika kamu bahkan gak tau apa yang ada di hatimu. Ketika kamu bahkan gak tau apa yang menjadi niatanmu.
Tuhan mu selalu lebih tau.
Dulu sebelum menikah pernah kepikiran kalo nanti pas udah nikah kayaknya ribet deh.. Pergi-pergi harus seizin suami, kemana-mana harus ngasih tau suami dulu. Apalagi dulu jiwa ini adalah jiwa petualang hahahhaah. Pengen kemana-mana gitu duluu rasanya. Kesana kemari, keliling Indonesia, keliling dunia hahaha.
Tapi setelah dijalani..
Jeng jengg jenggg..
Ternyata ga seperti apa yang dipikirkan dulu gaes.. Alhamdulillah Allah berikan suami yang ga suka ngelarang-ngelarang istri. Tapi dari diri sendiri entah gimana tiba-tiba aja gitu tumbuh perasaan ini. #ciyeee #tsaaahhh
Sekarang kalau ada kesempatan untuk pergi atau liburan pun lebih milih nunda dulu kalau tanpa suami. Apalagi dengan status kami yang long distance married, pertemuan adalah suatu hal yang mahal. Mau kesana nunggu suami pulang, mau kesini nunggu suami libur. Kalau emang terpaksa tanpa suami pun rasanya gimanaaa gitu.. Β Ada yang kurang, ada yang hilang. Biasanya ada yang bawain tas, ini nggak ada hahaha nggak ding. Rasanya tu kayak masa aku liat ini, suami ku enggak. Aku makan ini, masa suamiku enggak. Aku tidur di hotel, masa suamiku tidur di velbed (kalo lagi latihan) hahahaha. Kan kasian wkwkkw
Pengen kemana-mananya sih masih tetep ada. Tapi ga kemana-mana pun ga masalah asal suami di sisi. Tapi yaaa boleh lah ya istrinya kadang-kadang diajak pikinik hihihihi.. Sering-sering juga mau deeehhh ahahaha <3
*sedang memandangi langit yang penuh bintang*
π¨ : Jadi to sayang.. Langit yang kita liat sekarang itu bla bla bla bla bla *menjelaskan ala ilmiah dan panjang
π© : O gitu.. Trus kenapa kalo siang kita liat langit warnanya biru?
π¨ : Karna kita ga buta warna.
Wakakakkaak #trims anti klimaks wkwkwkwwkwwkwk

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Di sebuah video call.
π¨ : Sabun mukanya ngaruh kayaknya sayang..
π© : Masaaaa? * udah seneng*
π¨ : Iyaaa, tambah bulet.
π© : HUWAAAAAAA T.T
Kirain pujian, ternyata serangan.
#trims
Halamanku dipenuhi rerinduan. Ia tumbuh dari dua hati yang saling terikat yang dipupuki temu yang jarang-jarang.
Menghitung hari ke sabtu kini menjadi rutinitas baru. Sembari berharap kekasih tiba-tiba datang menyelinap ke bawah selimut berbintang merah biru.
Kali ini hitunganku sudah sampai di angka ke sembilan. Bunga-bunga akan segera bermekaran. Rinduku akan dibabat habis. Atau malah ia akan semakin rimbun dan aku harus melanjutkan berhitung?