Menemukan Cinta dalam Ujian
Hi~ Apa kabar? Barangkali hari-hari ini sedang penuh ujian. Berada pada usia dewasa memang tak pernah seseru yang dulu kita bayangkan. Ada roller coaster yang perlu dihadapi dengan penuh keberanian. Juga ketenangan yang harus selalu ditemukan dalam setiap keadaan.
Aku adalah anak perempuan pertama yang telah melalui perjalanan panjang, setidaknya selama 26 tahun ini. Ada banyak kesepian, kehilangan, kesendirian, kesedihan, kehampaan, juga kerinduan yang silih berganti terlalui. Ujian-ujian yang terasa berat juga sering menyesakkan dada hingga sering menumpahkan air mata. Sejauh ini, jika bukan karena Allah yang mampukan dan Allah beri petunjuk, barangkali aku tidak akan sampai disini. Entah kemana aku akan membawa seluruh rasa kecewa itu jika tak Allah kuatkan. Karena Allah lah yang memampukan, hingga diri ini berada pada kesadaran utuh untuk menemukan hikmah dalam setiap ujianNya.
Dari seluruhnya aku memahami, bahwa ternyata ujian itu memang bentuk cinta dariNya.
Jika masuk surga itu hanya dengan beribadah, maka barangkali ibadah kita sebagai manusia akhir zaman ini tiada apa-apanya dibanding orang shalih terdahulu.
Tapi, begitu adilnya Allah, memberikan ujian spesifik sesuai dengan masing-masing diri kita. Sesuai dengan karakter penciptaan kita. Sejak manusia pertama hingga hari ini, setiap orang memiliki kadar ujiannya masing-masing yang tak pernah sama satu dengan lainnya. Yang dengannya Allah hendak memberikan jalan untuk kita bisa memasuki surgaNya, jika kita mampu melewatinya. Melewatinya dengan iman dan tawakkal sepenuhnya.
Lihatlah bagaimana para nabi pun diuji, dengan ujian yang juga begitu hebatnya. Tapi ujian itu bukan berarti Allah tak sayang bukan? Justru dengannya Allah hendak menyayangi hambaNya dengan memberikan jalan surga lewat ujian-ujian yang dihampirkan dalam kehidupan. Ingatlah bagaimana seorang Ibrahim yang Allah ciptakan sangat lembut dan penyayang, Allah uji dengan belum hadirnya seorang putra hingga lanjut usia. Lalu saat Allah berikan putra, Allah perintahkan meninggalkan mereka di tempat asing tak berpenghuni. Lalu setelah dewasa, Allah perintahkan menyembelih putra kesayangannya. Apakah dapat kau bayangkan gejolak jiwa Nabi Ibrahim? Tapi Nabi Ibrahim selalu mampu memprioritaskan cinta Allah di atas seluruh cinta lainnya. Begitulah hakikatnya, ujian kita itu Allah sesuaikan dengan diri kita. Yang dalam Quran Allah sebutkan ‘sesuai kesanggupan’. Tidak lebih, tidak kurang.
Semoga aku, kamu, dan kita mampu menerjemahkan setiap ujian dengan cintaNya. Melewatinya dengan penuh keyakinan bahwa Allah sangat menginginkan kita masuk ke surgaNya dengan beratnya ujian yang kita hadirkan.
Lihatlah saudara-saudara di Palestina, bukankah mereka yang kini paling berat ujiannya? Tapi mereka justru adalah hamba yang paling cinta kepada RabbNya. Lihatlah, bahwa cintaNya justru menyelinap dalam setiap ujian yang harus kita temukan meski dengan linangan air mata dan kesedihan. Sekali lagi, Allah ingin kita masuk surga dengan ujian yang Allah hadirkan.
Semoga pertemuan denganNya di surga menjadi balasan terbaik dari setiap cinta yang kita perjuangkan dalam melalui semua ujian. Allah, mampukan aku menemukan setiap cintaMU bahkan dalam ketidakberdayaanku. :)















