Kenapa manusia lebih malu di hadapan manusia hanya karena sesuatu yang tidak disengaja sedang ia tidak malu di hadapan Allah dengan sengaja berbuat dosa?
Saya adalah perempuan yang jarang bercermin tapi mungkin mulai hari ini saya akan lebih rajin bercermin.
Saya menghadiri pertemuan dengan teman-teman dan tidak menyadari apa yang ada di wajah saya. Orang-orang menatap dan saya menganggap biasa saja, seolah tidak ada yang salah. Pertemuan itu di tempat umum dan berlangsung kurang lebih dua jam lamanya.
Saya meninggalkan pertemuan pertama menuju pertemuan selanjutnya. Dan jreeng, saya baru menyadari ternyata ada noda debu hitam menempel di hidung dan meleber kemana-mana karena usapan tangan. Saya tidak tau pasti, adanya debu itu sejak kapan. Dan parahnya lagi, tidak ada yang menegur. Mungkin menjaga perasaanku atau memang tidak ada yang berani menegur. Qadarullah.
Saya kemudian malu bukan main. Namun, saya juga jadi belajar banyak hal;
Tentang rasa malu, bukankah wajar jika kita malu? Manusiawi
Tentang malu, bukankah lebih memalukan jika dosa kita tampak di wajah?
Tentang debu, bukankah manusia, bahkan tidak seukuran debu jika dilihat dari langit?
Tentang debu, ada manusia yang menyesal kelak tertutup debu hitam karena dosa dan ketakutan karena amalnya membawanya ke dalam neraka
Tentang wajah, bukankah itu hanya hal kecil yang sewaktu-waktu dan pasti akan berubah
Tentang wajah, manusia kelak ada yang tertunduk malu di hadapan Allah karena dosa
Tentang wajah, bagaimana ia akan menghadap kepada Allah?
Tentang wajah, akankah kelak akan tertawa riang karena usaha amalnya di dunia?
Tentang wajah, sudahkah ia lebih sering tunduk kepada Rabbnya?
Tentang wajah, kemana ia selalu dihadapkan selama di dunia?
Tentang wajah, ah kadang lebih sering dijaga di hadapan manusia daripada di hadapan Rabbnya.
Tentang wajah, sudahkah ia senantiasa beramal, meski hanya berwajah sumringah di hadapan saudaranya, atau justru sebaliknya?
Jadi? Masihkah kau malu wahai diri hanya dengan setitik debu? Bagaimana dengan segudang dosamu?
Rabbanaa, ajarkan aku ilmuMu, yang menghidupkan bukan menyesatkan, yang bermanfaat bukan melalaikan, yang menundukkan bukan yang meninggikan. Rabbanaa berilah aku hidayah-Mu.
#sepenggal hikmah hari ini.