saat wanita bebas memilih pintu surga
Allah memberikan kesempatan kepada wanita untuk masuk kedalam surga lewat pintu yang ia inginkan dengan melakukan amalan-amalan yang dijelaskan didalam hadits . Amalan-amalan ini disamping realistis juga bisa dilakukan oleh wanita tanpa memandang apakah ia miskin/kaya karena tidak perlu biaya dalam melakukan ini. Adapun haditsnya sebagai berikut :
ā Apabila seorang wanita mengerjakan solat 5 waktu, dan berpuasa dibulan Ramadhan dan ia menjaga kemaluannya Ā dan ia taat kepada suaminya maka ia akan masuk surga dari pintu surga manapun yang ia inginkan.ā
Didalam hadits ini menjelaskan ketika wanita sudah menikah maka ia akan menjaga dua hak,yang pertama Ā hak Allah dan yang kedua ialah hak suaminya. Jika seorang wanita bisa menjaga kedua hak tersebut maka ia akan masuk surga.
ð Sholat, puasa ramadhan, manjaga kemaluan => merupakan amalan induk yang menjaga hak Allah
ð Taat kepada suami => merupakan amalan induk yang menjaga hak suami
Didalam hadits tersebut perintah taat kepada suami (hak suami) berada diakhir kalimat setelah sholat, puasa ramadhan dan menjaga kemaluan (hak Allah). Itu menandakan Ā wanita harus memprioritaskan hak Allah terlebih dulu dan setelah itu Ā hak suami.
Apabila seorang wanita mengerjakan solat 5 waktu⦠dimaksudkan disini adalah sholat wajib 5 waktu. tidak terhitung shalat rawatib, shalat tahajud, dhuha, padahal sholat-sholat sunnah tersebut merupakan sholat sunnah yang sangat dianjurkan. Bukankah ini memberikan harapan bagi wanita bahwa ia memiliki peluang yang sangat besar untuk masuk surga. Wanita yang baik akan selalu menjaga erat-erat kegiatan sholat ini, bahkan ia pasti akan menambahkan dan menjaga shalat rawatib dan lain-lainnya.
⦠dan berpuasa dibulan Ramadhanā¦. Puasa dibulan Ramadhan yang dia bersuci dari haid dan nifas. Nabi tidak menjelaskan dihadits tersebut puasa lainnya seperti puasa senin-kamis, puasa ayyamul bidh, padahal puasa sunnah tersebut sangat bernilai besar keutamaannya disisi Allah. Hal ini sekali-kali menekankan bahwa wanita sangat memiliki peluang yang besar dalam masuk surga, karena setiap muslim atau muslimah umumnya pasti akan melaksanakan puasa dibulan suci tersebut.
⦠dan ia menjaga kemaluannya ā¦. Ini hal yang perlu wanita jaga baik-baik, seringkali yang menduduki kursi kesalahan ketika perzinahan/perselingkuhan adalah seorang laki-laki, namun perzinahan tidak akan terjadi ketika seorang laki-laki dan wanita sama-sama menjaga kehormatanya. Oleh karena itu sangat penting wanita menjaga kehormatannya dan harus benar-benar dipertahankan. Menjaga kehormatan itu adalah sifat yang tidak bisa dipisahkan dengan orang-rang yang beriman, yang imannya baik yang senantiasa mendapatkan keuntungan dikehidupannya.
ā Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya dengan menjauhkan diri dari perbuatan zina, homoseksual, dan perbuatan keji lainnya. Mereka adalah orang-orang yang menjaga diri dari maksiat lagi suciā
Di ayat ini dijelaskan salah satu karakter orang-orang yang beriman adalah seorang muāmin yang menjaga kemaluannya. Dan kalau kita lihat di awal ayat surat Al-muāminun menjelaskan bahwa orang-orang yang beriman akan mendapatkan keberuntungan didalam kehidupannya.
Siapa orang yang beriman itu? Orang-orang yang mempunyai karakter sebagai berikut,
pertama : orang yang menjaga sholat,
karakter kedua : orang menjaga diri dari perbuatan dan perkataan yang buruk,
karakter ketiga : membayar Ā zakat
dan karakter ke empat : mereka menjaga kemaluannya.
Jika seseorang tidak bisa menjaga kemaluannya, wanita baik laki-laki maka ia akan jauh dari keberuntungan, dan ia akan mendapatkan hal sebaliknya yaitu kesialan didalam hidup. Dan puncak kesialan adalah gagalnya masuk surga.
ā¦..dan ia taat kepada suaminyaā¦.. Apapun perintah suami hal kecil maupun hal besar Ā kecuali mengajak dalam maksiat maka hal yang harus kita lakukan adalah taat kepada suami.
Ketaatan kepada suami bukanlah sesuatu yang mudah tetapi tanpa sadar hadits itu merupakan edukasi yang bagus untuk kita, ketika kita berusaha untuk sukses dalam melakukan empat amalan tersebut insyaAllah wanita akan meredam hawa nafsu nya, bisa menundukkan dan meredam ego dan emosi nya dan itu akan berdampak ke amal-amal yang lain, karena ini bukan hanya taat kepad suami , juga tentang meredam ego ,emosi wanita.
Hadits diatas mengundang pertanyaan tentang kewajiban-kewajiban lain seperti zakat,haji dan lain-lain, apakah wanita dengan bebas tidak perlu melakukan hal tersebut?
Para ulama mengatakan bahwa ada rahasia besar dari empat amalan diatas. Menurut para ulama empat amalan diatas adalah induk-induk kebaikan bagi seorang wanita . Jika seorang wanita bisa total dalam menjaga empat amalan tersebut maka ia bisa melakukan dan menjaga amal yang lainnya.
Tetapi bukan berarti ketika melakukan ke-empat induk amalan tersebut Ā dan mengharapkan surga lalu seseorang bisa melakukan maksiat seperti ghibah dan lainnya, karena seharusnya ke empat induk amalan tersebut jika dilaksanakan bisa menjaga diri seorang wanita dalam berbuat maksiat kepada Allah.
Salah satu penyebab gagalnya wanita menjadi wanita yang solehah, padahal ia sudah menjadi wanita baik-baik (bukan wanita nakal) karena ia lebih mencintai suaminya daripada mencintai Allah, karena ia menomorsatukan suami nya diatas Allah. Ketika ia taat kepada suami tidak ada niat bertaqarrub kepada Allah, karena yang dipikirannya hanya suaminya, suaminya, suamianya dan itu merugikan kita sebagai wanita karena kita mencintai suami, taat kepada suami, tidak diniatkan untuk menjalankan perintah Allah. Padahal Allah itu maha Pencemburu, mencintai suami itu jelas sesuatu yang harus dilakukan seorang istri, namun Ā kita harus mengetahui posisi cinta kepada suami harus dibawah Allah.
Summary Lecture : Ust. M. Nuzul Dzikri | Kajian Wanita | 12 Oktober 2020