Temukan kebahagiaanmu dengan caramu sendiri.
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open


#extradirty
tumblr dot com
will byers stan first human second

JVL
wallacepolsom

dirt enthusiast
🪼

blake kathryn

PR's Tumblrdome
noise dept.
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

roma★

Janaina Medeiros
taylor price

Product Placement
Cosmic Funnies
AnasAbdin

seen from Switzerland
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia

seen from United States
seen from Australia
seen from United States

seen from United States
seen from Canada

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Denmark
seen from United States

seen from North Macedonia
seen from Italy

seen from Malaysia
seen from North Macedonia

seen from United States
seen from North Macedonia
@gadissintrovert
Temukan kebahagiaanmu dengan caramu sendiri.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Menikah bukan soal siap 100%
Menikah itu bukan soal siap 100%, tapi tentang mau bertumbuh bersama.
Ekspektasi vs Realita, kadang mengira pernikahan itu hanya soal menemukan yg klik, ternyata pernikahan adalah proses menyesuikan diri terus-menerus tanpa henti.
Seni Mengalah, rumahtangga bukan ajang adu siapa hebat dan menang tapi saling memaafkan, jika pasangan melakukan salah kembalikan dengan aturan Allah, lalu buka lembaran baru.
Communication is Key, bukan soal siapa yg benar tapi siapa yg mau mendengar, bukan hanya saling bicara tapi saling mengerti dan memahami.
Konflik itu Wajar, yang bikin langgeng bukan karena tidak pernah ada konflik, tapi karna selalu mau baikan lagi dan belajar dari setiap perbedaan.
Bertumbuh Bersama, menikah bukan karena udah sama sama jadi, tapi karna mau tumbuh bersama jadi versi terbaik dari diri kita, karna kemarin adalah pelajaran, besok adalah perbaikan dan hari ini adalah momentum jadi lebih baik.
Taaruf Bukan Jaminan, harus selektif memilih karna taaruf adalah pilihan untuk memulai dengan niat baik dan tetap berjuang setelahnya.
Kolaborasi dan Kolaboratif, peran suami dn istri pasti berbeda tapi tujuan rumah tangga harus sama, support system untuk mendukung penuh meraih ridho Allah, bukan mengadu siapa yg lebih berperan.
Belajar Setiap Hari, nikah itu bukan finish line tapi start line, memulai untuk evaluasi, memulai untuk badai yang lebih besar, tiap hari harus jadi pasangan yang lebih baik.
Bukan Cuma Romantis tapi Tanggung jawab, karna menikah itu harus tau hak dan kewajiban masing-masing, dan romantis adalah bumbu pemanisnya.
Program Ibadah Bersama, bukan hanya bisnis yg perlu roadmap tapi ibadah juga keharusan agar rumah tangga semakin berkah dan satu tujuan ke JannahNya.
Bangun Perasaan Positif, tanamkan sikap positif (huznudzon) kpda pasangan agar tidak mengundang konflik yg tidak perlu.
Tumbuhkan Kepercayaan Penuh, jika sudah memilih pasangan maka harus ada kepercayaan penuh, saling menerima dan memahami.
Bangun Prinsip Bersama, rumah tangga perlu dibangun atas prinsip dan nilai agama yang kokoh sebagai panduan hidup bersama.
Pernikahan bukan hanya masalah kepuasan agar segera mendapatkan apa yang kita mau. Tetapi pernikahan yang kita tuju adalah sebuah keberkahan.
174
Subjektif; Pernikahan itu Berat
Beberapa waktu lalu, muncul di timeline sosial media, video kenyataan-kenyataan dari kehidupan pernikahan.
Gambaran kebebasan yang berkurang, banyaknya hal yang harus dikompromikan, masalah finansial hingga parenting.
Lalu orang-orang yang berkomentar merasa ketakutan sendiri. ‘Bagaimana kalau—’ mulai memenuhi isi kepala.
Dalam video tersebut, si istri menunjukkan betapa pontang-pantingnya dia mengurus rumah. Ditambah ‘beban’ mengurus anak.
Maksudnya, orang-orang berpikir pernikahan itu harusnya kerja sama. Ada yang melontarkan pendapat “istri tidak seharusnya keberatan sendirian mengurus rumah, mendidik anak, dan lain-lain. Istri seharusnya diratukan. Segala pekerjaan rumah adalah tugas suami.”
Sayangnya, tidak semua hal berjalan sesuai ekspektasi. Tidak semua finansial rumah tangga berlimpah.
Sayangnya tidak semua pernikahan itu berjalan dalam dan dengan kondisi ideal.
Tidak ada yang bilang menikah itu mudah. Menikah memang berat.
Tapi akan jadi berkali lipat berat, saat manusia-manusia diluar rumah mereka dengan nyalangnya menyalahkan keputusan atas pilihan-pilihan yang mereka saja tidak tahu.
Menjadi berat saat lelah dan bukannya beristirahat namun justru mendongakkan kepala dan mulai membandingkan dengan yang sedang longgar.
Menjadi berat saat kita berhenti mencari ilmu, berhenti belajar, berhenti bersandar pada Allah.
Menjadi berat saat terlena bahwa siklus hidup itu ya kalau tidak senang ya susah. Kalau jelas-jelas dalam Al-Quran menyatakan dunia hanya permainan, senda gurau, cobaan.
Menjadi berat kalau tidak bersiap dan dibarengi dengan ilmu. Ilmu kalau Allah itu Maha Kaya, Maha Pendengar, Maha Penyayang, Maha Mengetahui, Maha dari segala Maha dengan 99 nama-Nya.
Barangkali menjadi berat karena ya ibadahnya panjang, hadiahnya surga.
Maka, untuk kita-kita yang sedang berjalan menuju pernikahan, tentukan standar beratmu sendiri. Karena setiap kita, memiliki batasnya masing-masing.
Kira-kira di titik mana aku siap membuka diri, bekerja sama selamanya dalam ikatan pernikahan? Sebenarnya apa yang menjadi tujuan pernikahan? Sejauh mana aku mengartikan kata ‘berkorban’ dalam pernikahan?
Semoga ketakutanmu, ketakutanku menjadi pengingat bahwa Allah adalah sebaik-baik penolong setelah segalanya direncanakan dan dipersiapkan.
Dan untuk aku di masa depan, kalau-kalau sudah menikah dan sedang berat menjalani pernikahan; tolong jangan berhenti meluruskan niat dan mengingat tujuan. Jangan berhenti bersandar pada Allah. Selamanya itu tidak lama, hanya sampai waktunya kita harus pulang.
Sekian.
@ffahraa
Ibu yang Mendoakan, Ayah yang Menjadi Teladan
Bahasa cinta terbaik dari orangtua kepada anaknya adalah doa-doa yang dilangitkan, dan teladan yang menjadi bekal kehidupan.
Doa yang menjadi senjata terkuat seorang ibu kepada anaknya. Boleh jadi doa itu berawal jauh sebelum anak lahir. Sebagaimana Imran dan istrinya mendoakan janinnya. Atau doa Nabi Ibrahim untuk anak keturunannya.
Teladan sang Ayah yang menjadi nasihat terbaik. Tak perlu kata, apalagi sampai berbusa-busa. Para Ayah yang sukses menjadi teladan akan memenuhi ruang memori anak yang kelak bisa ditilik sewaktu-waktu.
Barangkali inilah modal kehidupan anak yang sesungguhnya. Anak perlu doa untuk meniti setiap jengkal kehidupannya, perlu teladan yang menjadi kompas arah langkahnya. Maka Ibu, doakan. Dan Ayah, jadilah teladan.
Pict from @dandelionisa
Perjuangan untuk menjadi diri kita hari ini memang tak pernah terlihat seutuhnya di mata orang lain. Proses bertumbuh yang tak mudah juga tak mampu tertangkap oleh penglihatan orang lain.
Hanya ingatan milik kita sendiri yang lebih tahu, bahwa segala apapun tentang proses, membutuhkan kesabaran juga waktu yang tak sebentar. Untuk menjadi kuat, sabar, dan tegar, kita akan diuji dengan hal-hal yang sukar.
Dan ujian setiap orang itu berbeda-beda, begitupun kapasitas ketahanan melaluinya tidaklah sama. Namun, tidaklah Allah menguji seseorang, melainkan sesuai dengan kesanggupan kita melaluinya.
Selamat terus tumbuh, bertahan, dan berjalan. Meski tertatih dan terus merasa patah, semoga waktu yang berjalan akan menuntunmu memenangkan perjalanan menuju kesembuhan.
- repost @kkiakia
Oktober yang hampir sepertiganya adalah hari hujan..

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Sepertinya benar, wujud cintanya seorang lelaki terlihat dari seberapa sabarnya ia.
Terkadang aku berpikir, kenapa lelaki ini sangat sabar menghadapi lonjakan emosiku yang begitu hebat, seperti roller coaster yang berputar sangat cepat namun tiba-tiba berhenti dan berputar lagi dengan kencang.
Ia mau untuk bertanya berkali-kali sampai aku mau mengeluarkan suara. Ia mendengarkan dengan seksama semua keluhan dan rengekan yang terkadang ada-ada saja. Ia tetap mendekap di saat aku bahkan tidak mengenali diri sendiri. Ia menyatakan sayang berkali-kali di saat aku membenci semua hal.
Mungkin memang ada seseorang yang dihadirkan Tuhan ke dunia ini tujuannya untuk datang ke hidup kita, melengkapi-membersamai.
Apa dia orangnya? Semoga saja aku bisa menjadi wanita yang selalu lebih baik untuknya.
Semoga ia adalah lelaki yang selalu mampu jadi tempatku untuk bergantung dan berlindung dari banyaknya hal yang ada di dunia ini.
Belajar dari sabar
Sedang belajar mengganti kata "gagal" dengan kalimat "belum rejeki" dan terus meminta hati yang lapang dan luas dengan sabar untuk mencobanya lagi.
Tetapi jika di depan sana terus di hadapkan dengan kegagalan demi kegagalan, maka belajar melembutkan hati untuk menerimanya dengan kalimat "mungkin memang bukan rejeki, dan Ya Allah anugerahkanlah kepada hamba hamba hati yang ikhlas serta pandai bersyukur atas segalanya."
Sedang belajar mengganti kata "menyerah" dengan kalimat "mari berserah dan Allah Maha mengatur segalanya, maka pasti akan Allah ganti dengan yang lebih baik."
Rumah, 22 Oktober 2025 19.15 wita
Tentang Kita.
Kita, tidak perlu mengetahui semua urusan orang lain, sebagaimana oranglain tidak perlu mengetahui semua urusan kita. Bila ada oranglain yang lebih nyaman bercerita pada oranglainnya, ya tidak masalah. Kita pun berhak memilih siapa orang yang nyaman kita ceritakan.
Kita, tidak perlu dekat dengan semua orang di muka bumi. Orang-orang yang sefrekuensi akan secara natural berdekatan. Kutub-kutub positif akan berkumpul dengan kutub positif lainnya, begitu pun kutub negatif. Pada beberapa kasus di perkumpulan salah satu kutub, bisa saja ada perbedaan dan ketidakcocokan pandangan juga.
Kita, tidak perlu berpayah-payah mengendalikan hati oranglain. Karena satu-satunya hati yang mampu kita kendalikan adalah milik sendiri, dan satu-satunya yang menguasai hati-hati kita sepenuhnya hanyalah Allaah yang Maha Esa. Tugas kita ialah mengelolanya, tidak riya kala pujian menyapa, tidak ujub merasa lebih baik amal dari lainnya.
Semoga Allaah senantiasa menjaga dan memberkahi setiap sudut kehidupan kita.
Tenang.
Mudah memaafkan orang lain, mudah meminta maaf, tidak iri, menerima dengan lapang hati setiap keadaan, meluaskan syukur juga sabar, rasa-rasanya hidup akan tenang. Tidak lagi ribut dengan keadaan, karena dipahami apa yang disisi maha pencipta adalah yang lebih baik.
Keadaan boleh tidak sama dengan orang lain, tapi ketenangan adalah yang paling utama. Kalau ketenangan sudah menembus hati, yang hadir adalah rasa terimakasih. Sekalipun hidup yang dijalani sedang hancur berkeping tak bersisa. :)
@menyapamakna1
Kadang ada titik di mana tubuh terasa lelah, hati pun ikut rapuh. Tanggung jawab seakan datang tanpa henti, sementara tenaga begitu terbatas.
Namun aku percaya… setiap langkah yang berat ini sedang dihitung oleh Allah. Setiap tetes keringat, setiap lelah yang tak terlihat orang lain, semuanya tidak sia-sia.
Aku hanya perlu bertahan satu hari lagi. Lalu satu hari lagi. Dan begitu seterusnya.
Karena setelah hujan, pasti ada teduh. Setelah lelah, pasti ada tenang. Dan setelah sabar, pasti ada ganjaran yang indah.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
STOP NORMALISASI MENGANGGAP DIAJAK NIKAH ITU TANDA SERIUS.
Jangan tertipu ajakan nikah. Serius itu DIUJI, bukan janji manis. Serius itu konsistensi. Banyak yang buru-buru percaya, hanya karena pasangan sudah bicara soal lamaran, nikah, atau masa depan. Padahal janji itu murah. Konsistensi yang mahal.
Karena serius bukan apa yang dia katakan, tapi apa yang dia lakukan berulang kali Under different circumtances. Nggak sedikit perempuan yang sudah “percaya 100%”, ujungnya ditinggal dengan alasan klise: “Aku belum siap.” “Aku masih mau sendiri dulu.”
Prett..
Tanda serius itu bukan hanya ajakan nikah, tapi bagaimana dia memperlakukanmu setiap hari:
konsisten hadir, konsisten jujur, konsisten bertanggung jawab.
Jangan jatuh cinta pada kata-kata, tapi jatuh cintalah pada karakter yang nyata.
Remember this:
semua orang bisa ngomong “aku serius”…
tapi hanya yang konsisten yang benar-benar serius.
— (postingan threads youngdadmj)
Atur ulang prioritas, perbaiki satu persatu.
Mulai pelan-pelan yang penting terus berusaha jadi lebih baik dari kemarin.
Jadikan hidup lebih berkah dan terarah.
🌷
Merasa terlambat, tapi jangan sedih tetaplah berproses. Pasti bisa. Semua orang punya waktunya masing-masing.
Semangat ♡
berhasil atau gagal, patah atau tumbuh, bahagia atau kecewa, mudah atau berat, apapun hasilnya rayakanlah. episode terbaik dalam hidup adalah ketika kita mampu bersyukur atas setiap takdir yang kita alami saat ini.
Sedang difase "keep going", jalan saja, terus jalan tanpa ingin mengkhawatirkan bagaimana hasilnya di masa depan dan apa yang akan terjadi kemudian.
Aku hanya ingin memperjuangkan apa yang bisa kuperjuangkan :)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Hidup Kita Bukan Hanya Untuk Kita
Hidup ini bukan hanya untuk kita sendiri. Ada orang lain yang menunggu untuk dijaga, ada orang-orang terdekat yang berharap kamu tetap ada. Hidup ini juga untuk orang lain: untuk mereka yang kamu cintai, yang diam-diam menjadikanmu alasan untuk tetap kuat menjalani hari.
Saat kamu menjadi seorang suami, pastikan tubuhmu cukup sehat untuk memikul beban tanggung jawabnya. Menjadi tulang punggung keluarga tak hanya butuh kerja keras, tapi juga kesehatan fisik dan jiwa yang terjaga.
Saat kamu menjadi seorang istri, pastikan tubuhmu cukup kuat untuk membersamai. Untuk mendampingi suami, untuk mengasuh anak, untuk menjadi tempat pulang yang hangat meski lelah ikut duduk di bahumu.
Jangan membebani pasanganmu karena kamu abai menjaga diri. Merokok tanpa henti, malas bergerak, tidur larut malam tanpa alasan jelas, makan tak teratur, suka yang pedas berlebihan—semuanya perlahan membentuk luka yang mungkin tak langsung terasa, tapi akan tumbuh menjadi beban di kemudian hari.
Jika kamu terlahir sehat, tanpa penyakit bawaan, jangan sia-siakan. Di luar sana, banyak yang sejak lahir harus berdamai dengan keterbatasan— yang jantungnya lemah, epilepsi, kelumpuhan, dan lainnya. Kamu yang diberi tubuh utuh dan sehat, jangan rusak dengan cara hidup yang seenaknya.
Silakan, jika kamu ingin merusak dirimu sendiri—tapi jangan seret orang lain ke dalamnya. Jangan buat orang tuamu menitikkan air mata di rumah sakit. Jangan biarkan pasanganmu bingung mencari biaya berobat. Jangan buat anak-anakmu tumbuh tanpa kehadiranmu yang sehat. Jangan beri beban pada orang sekelilingmu karena kamu memilih abai menjaga diri.
Pakar kesehatan boleh berbusa-busa memberi nasihat. Tapi semua akan sia-sia jika kamu tak berniat menjaganya. Setidaknya, ambillah nasihat itu untuk dirimu sendiri. Karena hidupmu bukan hanya milikmu.
Ingatlah, hidupmu bukan hanya untukmu saja. Tapi juga untuk orang lain yang kamu cintai.
Kang Islah | Jaga Diri Baik-baik
Yang Lelah, Tapi Tidak Kalah
Tak ada yang benar-benar tahu seberapa berat langkahmu hari ini. Seberapa sering kau ingin berhenti, seberapa sering kau menatap langit dan bertanya, sampai kapan? Tak ada yang tahu berapa kali kau berdiri di tepi jurang keputusasaan, lalu memutuskan untuk tetap bertahan, meski tak ada yang menjanjikan esok akan lebih mudah.
Dunia terus berjalan, seakan-akan kesedihanmu tak pernah ada. Orang-orang berbicara tentang harapan, tapi tak pernah tahu bagaimana rasanya memeluk kehampaan. Mereka berkata, hidup akan membaik, padahal mereka tidak pernah ada di dalam gelapmu.
Tapi lihatlah dirimu. Kau masih di sini. Masih bertahan. Masih mencari jalan, meski berkali-kali kau tersesat. Kau mungkin lelah, kau mungkin terluka, tapi itu cukup menjadi bukti bahwa kau masih hidup dan menolak tunduk pada luka-luka itu.
Kadang, menang bisa sebatas tidak menyerah hari ini.