Dalam rangka melatih konsistensi dalam menulis dan diharapkan nantinya bisa ke hal-hal bermanfaat lainnya.
Mari kita mulai untuk journaling mingguan.
Kenapa memilih mingguan? Karena pernah mencoba journaling harian qadarullah tidak konsisten dan malah berhenti journaling sampai sekarang.
Setelah ditelaah dengan seksama, saya baru bisa menulis disaat pikiran tenang dan tidak terdistraksi dengan banyak kerjaan lain.
Jadilah weekend insyaallah akan saya agendakan ke depannya untuk menulis dan merangkum kegiatan selama satu Minggu ke belakang.
Satu minggu ke belakang banyak hal terjadi. Ada hal yang menyenangkan hati dan juga tentunya ada yang membuat emosi sedih dan lainnya. Namanya juga hidup !
Dimulai dari hari Senin yang selalu ada rapat sehingga jadwal mengajar akhirnya asinkronus. Ini sungguh sedih. Karena di saat awal semester menjadwalkan rapat semua di hari Rabu-Jumat. Qadarullah malah pihak universitas selalu menjadwalkan rapat dihari Senin-Selasa, di hari aku begitu padat mengajar. Inilah drama para struktural di kampus. Terkadang banyak merasa bersalah dengan mahasiswa.
Di hari selanjutnya yaitu Selasa, perkuliahan seperti biasa dan siangnya Ujian melalui LMS yang sudah aku tentukan dengan pilihan ganda. Ternyata karena ujian online dan pengerjaan boleh open book sehingga mahasiswa bisa menjawab dengan mudah. Dan dengan curiga dapat dipastikan dibantu oleh ChatGPT untuk mencari jawabannya. Saya tidak menyalahkan mahasiswa tapi malah mengevaluasi diri mungkin terlalu gampang membuat soal dan terlalu santai dalam penetapan aturan ujian.
Ini akan saya jadikan evaluasi untuk kedepannya dan setelah UTS ini akan ada asesmen yang lebih challenging insyaAllah..
Dilanjut di hari Rabu yang cukup santai karena tidak ada jadwal mengajar dan bimbingan.
Tibalah dihari Kamis yang cukup mencekam. Karena qadarullah keracunan makanan. Gejala baru berasa sekitar jam 10an saat sedang membimbing skripsi mahasiswa. Ditambah sedang dalam masa PMS dan perut bergejolak karena keracunan plus mahasiswa yang disuruh revisian dari dua Minggu lalu tidak ada progres berarti hanya disitu situ aja. Perut sakit dan mahasiswa kena semprot. 😂
Sampai hari ini belum ditemukan pelakunya, siapakah diantara makanan yang masuk ke dalam tubuh yang menjadi penyebab mual dan muntah hebat serta diare seharian.
Setelah dibujuk bujuk Mamah untuk ke dokter, akhirnya izin Jumat tidak ke kampus dan ke dokter. Alhamdulillah sebenarnya di hari Jumat sudah lebih enakan badannya ditambah minum obat dokter juga walau diminumnya cuman sekali doang. Alhamdulillah ga ada obat antibiotik jadi memang tidak ada yang perlu dihabiskan.
Jadi begitulah journaling Minggu ketiga bulan November yang qadarullah sedang diisi dengan recovery pasca keracunan makanan.
Selalu bahagia dan happy weekend everyone.