Kesendirian di usia kepala tiga
Semua manusia takut kesendirian,
terlebih di usia yang semakin menua
karena pada dasarnya kita manusia adalah makhluk sosial walau se-introvert apapun orang tersebut tetap butuh berinteraksi dengan sekitar.
Akupun begitu, hal yang paling menakutkan di usia kepala tiga saat ini adalah masih sendiri dan kesepian.
Aku tau kesendriian dan kesepian itu bukan sesuatu yang sama namun sangat dekat kataku.
Sampai beberapa hari lalu aku bertemu dengan teman dekat semasa kuliah yang sudah bertahun-tahun tidak jumpa.
Aku yang merasa menjadi orang yang kesepian dan menyedihkan merasa tertegun mendengar cerita teman lama aku itu,
Sebut saja dia fulanah, ia bercerita setelah menjadi ibu, sirkelnya hanya anaknya. Terlebih ia adalah ibu yang bekerja dari rumah. Tidak memiliki sirkel pertemanan seperti ku masih bertemu rekan-rekan kerja kantor di hari Senin-Jumat.
Saat ia berkata, dunia dan sirkel ku saat ini hanyalah anakku dan dia juga merasa insecure terkait dengan banyak hal. Aku jadi memvalidasi lagi perasaan-perasaan negatif ku tentang kesendirian, kesepian dan insecure.
Bahwa, di setiap fase hidup kita akan selalu ada perasaan-perasaan itu. Bukan hanya karena kamu belum menikah dan memiliki anak. Karena setiap tahapan hidup manusia itu ada cobaannya, dan perasaan-perasaan merasa sendiri dan kesepian adalah perasaan yang valid dan tidak hanya kamu yang rasakan.
Jadi, berdamailah dengan perasaaan-perasaan itu. Toh nantinya kita akan mempertanggung jawabkan apa yang kita lakukan di dunia ini juga sendirian bukan? Patawi Coffee 31 Mei 2025












