Karena aku percaya, apa yang sudah menjadi takdir tidak akan pernah salah memilih jalan untuk kembali.
tumblr dot com

Love Begins
Cosmic Funnies

Origami Around
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr
Sade Olutola
cherry valley forever

PR's Tumblrdome

oozey mess
Noah Kahan
macklin celebrini has autism
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
h
RMH
Fieri Frames
The Bowery Presents

#extradirty
art blog(derogatory)
untitled

if i look back, i am lost
seen from Bangladesh
seen from Dominican Republic

seen from United States

seen from Netherlands
seen from Kenya
seen from United States
seen from Ecuador
seen from Brazil
seen from United States
seen from Bangladesh
seen from United States

seen from United States

seen from Argentina
seen from Colombia

seen from Indonesia
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Colombia
@catataneva
Karena aku percaya, apa yang sudah menjadi takdir tidak akan pernah salah memilih jalan untuk kembali.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Menjadi merdeka dari hal-hal yang memang tidak dalam kendali kita.
Memerdekakan diri dari hal-hal di luar kendali adalah kunci agar hidup lebih tenang dan damai. Jika tidak nyaman dengan story orang cukup dimute atau unfollow, atau hal-hal lain misal tidak perlu tahu urusan orang lain jika tidak punya keterkaitan atau itikad ingin membantu, dsb.
Bukan egois, bukan juga apatis, melainkan kita sadar bahwa banyak hal-hal di luar sana memang bukan sepenuhnya tanggungjawab kita, atau harus kita. Ada kalanya, kita juga harus bijaksana dalam memandang bagaimana keadaan diri kita kita.
Bukan karena tak peduli, tapi karena kita sadar, peduli yang berlebihan pada semua hal justru melelahkan. Ada batasan-batasan yang Allah titipkan dalam tubuh, jiwa, dan pikiran kita. Kapasitas yang tidak selayaknya digunakan untuk memikul beban seluruh dunia. Bahkan dunia pun tidak sedang meminta kita untuk menyelesaikannya seorang diri.
Ada waktunya kita hadir, ikut membantu. Tapi ada pula saatnya kita untuk cukup tahu saja, cukup mendoakan, lalu melanjutkan hidup. Memilih untuk mute, unfollow, menjauh dari obrolan yang penuh drama, atau menahan diri untuk tidak ikut menilai hidup orang lain, itu bukan bentuk keangkuhan. Melainkan bentuk cinta kita terhadap diri sendiri.
Cara kita menjaga agar batin tetap jernih, bijak dan tetap memiliki ruang untuk mengurus hal-hal yang benar-benar memberi porsi bagi kita. Hidup ini terlalu luas untuk dikendalikan seorang diri. Dan terlalu singkat untuk diisi dengan urusan yang tidak berkontribusi pada pertumbuhan diri. Maka, melepaskan bukan berarti menyerah. Menjauh bukan berarti memutus. Dan diam bukan berarti tidak peduli.
Kita hanya sedang belajar satu hal penting:
Menjadi merdeka dari hal-hal yang memang tidak dalam kendali kita.
Ada dua manusia yang saling menginginkan, namun takdir belum mengizinkan.
Untuk segala hal baik, tolong datang dan menetaplah lebih lama.
Berteman dengan ‘Insecurities’
Merasa insecure (meragukan diri sendiri) itu kadang-kadang perlu juga. Dengan takaran yang pas, insecurity malah bisa berguna. Seperti kata dr. Gerald Stein di blognya:
“How can something bad be something good? The answer: in moderate doses. We all benefit from a bit of insecurity.”
Insecure adalah salah satu wajah dari rasa takut. Sementara rasa takut punya manfaat dan tujuan: memberi sinyal agar kita meningkatkan keamanan. Memberi tahu bahwa kita mesti berhati-hati.
Lawan insecure itu overconfident, yang mana ngga sehat juga. Titik moderatnya bisa tercapai kalau kita tambahkan sejumput insecurity dalam mangkuk percaya diri kita.
Jadi, alih-alih mengutuki diri sendiri karena terus menerus merasa insecure, coba kurangi dosisnya sedikit lalu lihat itu sebagai sesuatu yang berguna. Jadikan itu alat untuk mengenal diri sendiri lebih dalam. Jadikan itu sebagai dorongan untuk maju.
Beberapa kegunaan perasaan insecure:
1. Membuat kita lebih realistis. Karena insecurity membuat kita mampu melihat risiko dan ancaman. Kita pun jadi bisa lebih awal mengantisipasinya.
2. Memudahkan untuk berempati dan rendah hati. Pada kadar yang moderat, insecurity membuat kita sadar bahwa diri kita “bukan siapa-siapa”. Gunanya, kita jadi ngga meninggikan diri di depan orang lain.
Kita pun bisa lebih jernih melihat ketidaksempurnaan manusia, yang dengannya kita jadi lebih mudah berempati pada orang lain. Tidak mudah menghakimi, toh kita semua tidak ada yang sempurna.
3. Mendorong kita agar terus belajar. Kalau kata Steve Jobs, stay foolish, stay hungry. Karena dengan menjadi bodoh, kita ngga akan berhenti belajar.
Intinya, insecurity membuat kita bertanya pada diri kita sendiri,
“Apakah ini hal terbaik yang bisa aku lakukan?”
“Apa yang harus aku perbaiki?”
“Apa yang harus aku lakukan kalau aku ngga berhasil?”
Insecurity itu semacam suara di kepala kita yang menjadi pemandu. Seringkali ia juga mengingatkan kita bahwa ada tujuan yang kita perjuangkan.
Sama seperti kesedihan yang harus diterima sebagai bagian dari hidup, sebagai emosi yang wajar dan justru berguna, demikian pula perasaan insecure. Menerima dan mengakuinya adalah bagian penting dari proses pengelolaan diri, proses belajar, proses bertumbuh.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Hidup yang dirasakan sedang berantakan bukan mengartikan kalau kamu bodoh, tidak beruntung, atau sepertinya masa depan akan suram.
Hanya saja episode nya kali ini kamu sedang harus berada di bawah, sedang harus berusaha kuat, sedang harus memakai mode bertahan di tengah gempuran yang datang. Kamu sedang berada di episode sakit, pusing, penat, linu.
Episode yang menyadarkanmu kalau kamu memang cuma manusia biasa. Tidak berhak berlaku sewenang-wenang di bumi. Tidak berhak berlaku sombong kepada manusia lainnya.
Jadi ketika keadaanmu kelak membaik, kamu akan tetap menghargai orang-orang di sekitarmu, menghargai jeripayah dan upaya-upaya orang lain sekalipun cuman tukang pemungut sampah.
Kamu setidaknya jadi lebih peka dan bisa mengerti bahwa memang setiap orang punya badainya masing-masing.
@terusberanjak
Jangan pernah kehilangan.
Jangan pernah kehilangan hal baik yang pernah kita genggam erat. Yang dengannya kita merasa damai, apa adanya, dan punya perasaan tenang terhadap orang lain.
Jangan pernah kehilangan keteguhan ketika sedang mempertahankan prinsip yang baik. Kadangkala, beberapa prinsip yang berbeda akan menghampiri, namun jika kita mengikuti semua yang baru kita temui, maka yang mana kah jati diri kita?
Karena menjadi orang yang jujur terhadap diri sendiri, yang selalu mempertahankan nilai baik yang dianut, selalu butuh kekuatan besar. Sebagaimana sebutir permata yang berada di dasar lautan yang dalam, sederas apapun tekanan air menerjang, ia tak pernah kehilangan kilaunya.
Meski sulit, berat, dan terasa asing, tapi ketahuilah, kehilangan jati diri yang baik setelah sekian lama digenggam akan lebih menyakitkan.
Mempertahankan selalu lebih sulit dari memulai. Jadi, ketika yang dipertahankan adalah sesuatu yang lebih baik dari yang ingin dimulai, mengapa perlu memulai sesuatu yang lebih buruk?
Bertahanlah, ini hanya dunia. Yang kadang tak tentu arahnya, tapi selalu memiliki makna di setiap detiknya.
Kamu, akan selalu menjadi kamu. Jangan pernah meninggalkan kebaikan yang kau yakini, hanya untuk menjadi atau mengesankan orang lain.
@faramuthiaa
Cranfield, 27 Juni 2024 || 00.11 BST
Banyak hal dari diri kita yang tidak perlu orang lain tau
Ada perjuangan yang cukup Allah menjadi saksi bagaimana tidak mudahnya
Ada keluh kesah yang cukup Allah menjadi pendengarnya
Ada gelisah yang cukup kita adukan kepada-Nya
Seringkali keadaan paling rumit yang ngajak kita buat nunduk dan belajar jadi diri yang dewasa, hangat dan bener-bener percaya bahwa manusia gak bisa apa-apa tanpa Allah.
@terusberanjak
Kepada diriku sendiri,
Kita telah melewati banyak hal di tahun ini, bertahan dengan banyak kegagalan dan penundaan, berusaha tabah menelan banyak kekecewaan serta mengambil keputusan penting bersama-sama dengan penuh kesadaran serta dalam doa meminta petunjuk pada-Nya.
Nyatanya, ilmu dan daya kita begitu terbatas kan? Kita begitu lemah dan payah dalam memperjuangkan banyak hal. Kita tidak kuat, jika tanpa pertolongan-Nya. Kita tersesat jika Dia tidak memberi petunjuk-Nya.
Hai diriku, setiap pilihan memiliki risiko tersendiri, memilih berani melangkah maka bersiaplah dengan apapun yang menanti di depan sana. Memilih takut dan melewatkan beberapa kesempatan, maka bersiaplah pula dengan segala kenyataan yang ada.
Jangan terlalu mengutuk keadaan, karena semakin dikutuk akan semakin melelahkan, waktu terus berputar laju dan beberapa hal tidak selalu bisa diperbaiki, belajarlah menerima bagian sulit itu.
Hidup yang rahasia ini, seperti lemparan dadu kemungkinan-juga ketidakmugkinan. Sehabis hujan, tidak selalu muncul pelangi. Langit tampak mendung menghitam, tidak pula berarti akan turun hujan. Memilih mencintai seseorang, bukan hanya perihal kebahagiaan saja. Memilih melepaskan seseorang, bukan jua berarti sebuah kekalahan. Ketika kau mencintai, maka tidak cukup hanya dengan memberikan perasaanmu saja. Kau juga harus merawat perasaan itu untuk tetap tumbuh dan tabah.
Hai diriku, hidup ini memiliki banyak ruas simpang, namun setiap simpang perjalanan bersifat rahasia. Ada badainya tersendiri dan ada musim sukarnya tersendiri. Pada simpang jalur takdir milikmu, akan ada pertemuan-perpisahan yang harus kau penuhi, kau akan belajar menyikapi kehilangan yang selalu terselip dalam keterbatasan masa. Kenangan seperti perputaran kaset aneh dalam ingatanmu, sewaktu-waktu kau merindukan suatu masa, lalu dilain waktu berikutnya kau tidak ingin kembali pada suatu masa.
Pesanku tak banyak untuk tahun berikutnya; tetaplah hidup, tetaplah bersyukur atas apa yang kau pilih untuk jalani di tahun ini dan seterusnya.
Menuju shift malam, 24 Desember 2022 19.51

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Mau cerita apapun boleh, sama siapapun boleh. Tapi ingat orang bisa berubah kapan saja.
Bukan semesta yang tak berpihak, kamu saja yang terlalu tinggi dalam berharap.
Lantas apa yang membuatmu khawatir atas hidupmu, bukankah Allah sudah mengatur semuanya?
Entah jodoh atau kematian yang akan melamar kita lebih dulu, yang jelas manusia tidak ada yang tahu. Tugas kita hanya menunggu dan mempersiapkan manakah yang akan lebih dahulu datang
berdoalah, supaya inginmu dan izin-Nya sejalan
evazulva

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Mengadaptasi Jam Sekolah.
Ketika memasuki jenjang SMA dahulu, sistem pembelajaran di sekolah saya menggunakan sistem full day school, jam sekolah dimulai jam 07.15 - 19.30, Senin - Jum’at (Sabtu, tambahan intra/ekstrakurikuler dan belum tentu ada dalam seminggu, 07.30 - 09.45).
07.20 - 07.30 (berkumpul dengan wali kelas, wali kelas akan menyampaikan informasi atau evaluasi).
07.30 - 14.45 Senin dan Jum’at / 07.30 - 16.45 Selasa - Kamis (proses belajar mengajar).
09.45 - 10.00 (istirahat pertama).
11.30 - 13.15 (salat Jum’at dan makan siang).
12.15 - 13.15 (salat dan makan siang).
14.45 - 15.00 (istirahat kedua).
15.00 - 16.00 Senin dan Jum’at / 17.00 - 18.15 Selasa - Kamis (belajar mandiri, ke perpustakaan atau kerja kelompok).
16.00 - 18.00 Senin dan Jum’at (ekstrakurikuler).
16.45 - 17.00 Selasa - Kamis (istirahat ketiga).
18.15 - 19.30 (salat dan makan malam).
Jarak tempuh sekolah - rumah minimal 30 menit dengan bus antar jemput.
Boleh membawa telepon seluler? Boleh, selama di luar jam sekolah, sebelum jam 07.15 sudah harus dititipkan ke bagian tata usaha (keadaan off) dan boleh diambil setelah jam 18.00 dan tipe telepon selulernya belum secanggih sekarang (generasi N*kia 5320). Jika kedapatan oleh guru di jam sebelum itu, akan mendapat misconduct slip level 3 (berlaku 3 minggu).
Jadi perbuatan baik dan buruk akan diberikan slip sesuai levelnya 1-3. Slip-nya berbentuk seperti nota jadi guru yang memberi dan siswa yang diberi akan memegang masing-masing, selanjutnya guru akan memberikannya ke guru konseling. Beliau yang akan mengevaluasi, jika terakumulasi mendapat misconduct slip lebih dari level 3 (level 3 + level 1) akan dikenakan kontrak 1, jika terakumulasi mendapat (kontrak 1 + kontrak 3) maka menjadi tolok ukur untuk dikeluarkan.
Sebagaimana nasihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Iringilah perbuatan buruk dengan kebajikan supaya ia bisa menghapuskannya.” (HR. Tirmidzi dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu. Hadis ini dinyatakan sahih oleh Al-Hakim)
Misconduct slip tidak berlaku jika siswa mengiringinya dengan perbuatan baik. Misalnya presentasi bagus, guru akan memberikan goodconduct slip level 3 maka misconduct slip level 3 sebelumnya menjadi tidak berlaku.
Setiap siswa memiliki buku sebagai media antara wali kelas, orang tua dan siswa yang harus dibubuhi tanda tangan orang tua setiap harinya dan keesokan harinya akan diperiksa oleh wali kelas dan ditandatangani oleh beliau sehingga apabila siswa lupa membawa buku ini maka akan dikenakan misconduct slip level 1.
Jadi buku ini semacam buku harian sekolah yang berisi tabel yang harus diisi oleh siswa seputar aktivitas mereka di sekolah sekaligus menjadi media komunikasi antara wali kelas, orang tua dan siswa sehingga perlu dibawa setiap hari dan keterangan terkait semua aturan sekolah sudah tertera di buku ini termasuk misconduct slip; salah satunya sehingga siswa sudah paham dengan konsekuensinya.
Jika direnungkan kembali, hidup saya menjadi teratur dengan adanya jam sekolah, saya tahu waktu saya selama di sekolah dihabiskan untuk apa? Bahkan dengan adanya buku tersebut pun berguna sekali sebagai media evaluasi.
Sebagaimana yang pernah saya alami dahulu, barangkali jam sekolah bisa diterapkan kembali, mulai memetakan waktu yang telah Allah Subhanahu Wata’ala beri selama 24 jam ini untuk apa saja? Jadi ketika nanti Allah Subhanahu Wata’ala menanyakan tentang umur digunakan untuk apa? Sedari masih di dunia, saya menyadari apa saja yang saya lakukan, terjadwal dengan baik dan rinci dari mau tidur, bangun tidur, beraktivitas sampai tidur lagi.
Jam sekian sampai sekian adalah jadwal muraja’ah, jam sekian sampai sekian adalah jadwal istirahat, jam sekian sampai sekian adalah jadwal eksperimen resep baru; misalnya, meski dalam penerapannya bersifat fleksibel namun saya memiliki tolok ukur yang bisa dijadikan evaluasi.
Sudahkah waktu selama 24 jam yang telah Allah Subhanahu Wata’ala beri, saya maksimalkan untuk hal yang bermanfaat? Atau masih saya luangkan untuk hal yang sia-sia? Bukankah hidup di dunia hanya sebentar dan waktu adalah pemberian yang berharga sebelum nyawa sampai di kerongkongan maka sudah sepatutnya digunakan dengan sebaik-baiknya.
Dalam buku 31 sebab lemahnya iman (Husain Muhammad Syamir حَفِظَهُ اللهُ, Darul Haq); dijelaskan mengenai menyia-nyiakan waktu yang kemudian dibahas oleh Ust. Khalid Basalamah حَفِظَهُ اللهُ.
“Sesungguhnya karunia paling besar yang diberikan Allah Subhanahu Wata’ala kepada seorang Muslim adalah menggunakan seluruh waktunya untuk beramal saleh.”
Sesuatu yang mubah bisa menjadi sunah, ketika diniatkan sebagai ibadah seperti makan dan minum untuk memberikan hak tubuh yang memang Allah Subhanahu Wata’ala berikan sinyal lapar dan haus sehingga bukan hanya untuk menghilangkan lapar dan haus semata, tidur untuk memberikan hak tubuh, mandi sebagai wujud ketuntasan amanat atas tubuh yang Allah Subhanahu Wata’ala berikan dengan dibersihkan dan dirawat.
Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara.
(1) Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, ketika kamu sudah tua peluang untuk melakukan seperti waktu muda sudah susah, energi sudah berbeda, penglihatan, pendengaran berkurang, dsb. Maksimalkan waktu mudamu. Dan waktu muda harus dihabiskan dalam ketaatan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan, “Allah Subhanahu Wata’ala sangat kagum dengan anak muda yang tidak menghabiskan waktunya pada kemaksiatan.”
Jika pernah menghabiskan masa mudamu dalam kemaksiatan maka jangan wariskan kepada anak-anakmu, supaya yang gagal di masa lalu, kamu tidak perlu lagi menjerumuskan mereka pada kegagalan yang sama.
(2) Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, selama masih sehat, jagalah, gunakan dalam ketaatan, jika sudah sakit akan susah.
(3) Waktu kayamu sebelum datang waktu kefakiranmu, selagi kaya bersedekah, umrah, haji ketika sudah fakir akan susah. Ketika sempit harta, hatimu belum tentu lapang dan ketika lapang harta, hatimu justru sedang sempit-sempitnya; begitulah tabiatnya.
(4) Waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu, ketika waktu luang gunakan untuk hal yang baik, jika masih mubah boleh, jika haram tinggalkan.
(5) Hidupmu sebelum datang matimu. Terputuslah amal seseorang kecuali sebagian kecil yaitu amal jariyah.
(Syaikh Al Albani dalam Sahih At Targhib wa At Tarhib mengatakan bahwa hadis ini sahih)
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Allah Subhanahu Wata’ala berfirman, ‘Anak Adam telah menyakiti-Ku (karena) dia suka mencela waktu (masa). Padahal Aku-lah pencipta (pengatur) masa. Aku-lah yang menggilir antara siang dan malam’.” (HR. Bukhari no. 4826 dan Muslim no. 2246)
Jangan salahkan waktu melainkan dirimu sendiri, karena dirimulah yang membuang-buang waktu. Setan kadang mempermainkan seseorang dalam memandang waktu, sebagai contoh: ketika menunggu ikamah 3-5 menit terasa lama, padahal itu adalah salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Berbeda ketika ke cafe menunggu pesanan makanan kesukaan, namun perlu menunggu 15 menit, tidak masalah dan terasa pendek.
Dikatakan oleh Hasan Al-Basri rahimahullah,
“Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu.”
Seseorang yang mengerti hakikat waktu, mereka betul-betul berhati-hati sekali setiap detik, menit, jam dalam hidupnya, fase waktu pagi, siang hingga malam adalah sesuatu yang berharga bagi dirinya.
Pernah Hasan Al-Basri rahimahullah berjalan dengan seorang anak muda untuk mengantar jenazah.
Karena beliau seorang ulama, orang memperhatikan apa yang beliau lakukan. Beliau sambil berzikir, namun hanya beliau sendiri yang mengucapkannya. Rupanya ada satu anak muda yang memperhatikan kemudian bertanya,
“Wahai Imam mengapa Anda berzikir ketika mengantar jenazah? Apakah ada perintahnya? Bisa jelaskan ke saya mengapa Anda berzikir?”
Beliau pun mengatakan, “Diamlah wahai anak muda dan berzikirlah karena yang sedang kita antar ini sudah tidak bisa berzikir.”
Mereka mengambil pelajaran dari jenazah yang sedang diantar. Tiba-tiba beliau berpikir, sekarang sudah mati tidak bisa lagi berzikir, seandainya dirinya diberi kesempatan untuk hidup maka dirinya akan berzikir. Sekarang selagi kita masih hidup, berzikirlah.
“Agar jangan ada orang yang mengatakan, ‘Alangkah besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah).” (QS. Az-Zumar: 56)
Betapa banyak hari berlalu tanpa arti.
Sebuah nasihat, jika kalian sedang berkumpul dengan teman kalian, siapa yang pertama melempar menu pembicaraan maka itulah yang akan menjadi buah bibir di situ. Usahakan mulailah dengan hal yang positif karena itu akan menjadi menu, pembicaraan seperti menu makanan, apa yang dihidangkan maka itulah yang akan dicicipi.
Beberapa faktor yang menjadi penghambat seorang Muslim memanfaatkan waktunya.
(1) Menuruti hawa nafsu.
(2) Banyak berangan-angan kosong.
(3) Hati yang hampa dari ilmu, iman, isinya hanya duniawi saja.
Dan beberapa hal yang dapat membantu seseorang memanfaatkan waktu, di antaranya:
(1) Memahami pentingnya waktu.
(2) Bersikap zuhud terhadap kehidupan duniawi, selalu menyadari dan menanamkan dalam diri adanya kehidupan akhirat. Hal duniawi akan ditinggalkan dan hanya menjadi kenangan.
(3) Mengingat akan mati.
(4) Takut kepada Allah Subhanahu Wata’ala.
(5) Selalu berdoa agar diistikamahkan, sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ajarkan kepada Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, “Demi Allah, aku sungguh mencintaimu. Aku wasiatkan padamu, janganlah engkau lupa untuk mengucapkan pada akhir salat (sebelum salam), ‘Ya Allah, tolonglah aku untuk berzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, serta beribadah dengan baik kepada-Mu’.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad, sahih)
(6) Menumbuhkan kemauan yang tinggi.
(7) Mengetahui akibat buruk pengangguran.
(8) Membuat jadwal yang variatif untuk mengisi waktu, dari positif ke positif, dari jam sekian sampai sekian secara rinci.
(9) Mengetahui keutamaan nilai masa muda.
(10) Mengetahui teknik orang-orang saleh memanfaatkan waktu mereka.
Jika seseorang membiasakan diri untuk memaksimalkan waktunya maka Allah Subhanahu Wata’ala akan berkahi itu, tinggal bagaimana membiasakan perbuatan baik maka Allah Subhanahu Wata’ala akan memudahkan bahkan akan muncul ide-ide yang sangat banyak dari perbuatan amal saleh.
Dikutip dari buku Sehidup Sesurga (Fahd Pahdepie حَفِظَهُ اللهُ),
“Apa sih keberkahan itu?”
“Ziyadul khair, bertambahnya kebaikan, yang mengalir seperti al-birkah, sungai yang tidak pernah putus alir airnya.”
Seseorang juga bisa membiasakan diri untuk memberi tanda pada kalendernya selepas salat Tahajud; misalnya. Setelah sebulan berlalu, dirinya bisa tahu berapa hari dalam sebulan melaksanakan salat Tahajud, hingga ketika sebulan kemudian berlalu kembali, dirinya pun tahu ada progres atau tidak dari bulan sebelumnya.
Selamat memetakan waktu; agar bukan kesia-siaan yang ditanam di dunia dan penyesalan yang dituai di akhirat kelak :)
“Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk kusuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).” (QS. Al-Muzzammil: 6-7)
Jika siangmu sudah tersibukkan dengan urusan duniawi maka malammu jadi penawar agar segala urusanmu di siang hari dapat berjalan lancar dengan pertolongan Allah Subhanahu Wata’ala.
“Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang kusuk.” (QS. Al-Baqarah: 45)
Dan seyogianya urusan duniawi tetap dalam koridor syariat, maka bagilah waktumu dalam 4 bagian. (Dikutip dari unggahan Kak Amar حَفِظَهُ اللهُ)
Bekerja sebagai ikhtiar menjemput rezeki.
Menuntut ilmu, seperti membaca buku, menghadiri kajian offline atau online.
Keluarga, seperti membantu istri, mengasuh anak, bercengkerama dengan orang tua, dsb.
Salat sebab dalam menyempurnakan ibadah, perlu waktu dan perhatian khusus.
Sebuah refleksi di mana sering kali menemui orang tua atau pasangan sedang bersama keluarga namun masih menyambi mengurusi pekerjaan.
Semisal kamu mengelola online shop, jika sudah membubuhi jam kerja dari sekian-sekian, hari x-hari x maka tepatilah. Di luar itu fokuskan untuk hal lain.
Hindari mencurangi hal-hal yang sudah kamu jadwalkan kecuali memiliki urgensi sehingga waktumu dalam sehari terbagi maksimal untuk hal-hal yang bermanfaat di dunia maupun di akhirat.
Ditulis; untuk mengingatkan diri sendiri.
Menjadi Dewasa: Mengenali "Toxic and Manipulative"
Semakin dewasa, aku semakin paham, bahwa di dunia ini memang banyak orang jahat (ehhh.. bukan berarti aku ini hamba yang baik nan paling suci serta tak memikul dosa yaa~~)
Dulu, ketika aku duduk di bangku sekolah. Aku melihat pertemanan ayahku yang silih berganti; yang begini dan begitu; seperti ini dan seperti itu. Mama yang seringkali ketakutan bercerita padaku hingga menangis. Aku hanya merespon dengan diam, lalu berpikir. Aku mencoba untuk memahami mama.
Aku bingung, lalu aku harus apa? Siapa yang harus aku bela, ayah atau mama? Entah pikiranku yang masih seumur jagung kala itu tak paham dimana titik permasalahannya.
"Kalau memang teman ayah berbuat salah, kenapa nggak minta maaf aja? Baikan, dan bisa temenan lagi. Kalau teman ayah jahat, kenapa nggak dikasi tau biar berubah", pikirku dengan polos.
Namun ketika aku beranjak dewasa, tidak semudah itu, kawan. Memaafkan memang harus, tapi lepas tangan adalah niscaya. Sudah sekian kali aku melihat relasi tak sehat. Akupun juga pernah merasakannya. Alih-alih baper, justru tertarik dengan permainannya (ini kalau sadar di awal sih). Kalau merasa tertipu, ya sakit hati itu manusiawi lah, namun gak sedih tapi malah ilfeel dan geram.
Hal yang sangat menggangguku adalah tipikal pengkhianat dan manipulatif. Aku sampai pernah marah pada murid-muridku ketika beberapa dari mereka ketahuan curang (walaupun kayaknya uda biasa sih anak jaman sekarang)
"Wallahi, kalian lebih baik bilang nggak tau daripada harus bohong ke saya. Barangsiapa yang curang, maka dia bukan dari golongan kami. Begitulah isi ancaman dari Rasulullah untuk kita, ummatnya".
Oh. That's why a toxic relationship memang harus segera dilepas, apalagi kalau itu berpotensi mengganggu masa depan atau mengganggu kita dalam kurun waktu lama. Dan itu pilihan logis. No baper.
الصاحب ساحب
"Teman itu menyeret"
Teman disini konteksnya luas ya, bahkan termasuk teman hidup juga loh. Kita harus bener-bener sadar saat memilih pasangan, siapa dia, latar belakangnya dan bagaimana sifatnya.
"Jadi, salah satunya ini ya yang ayah rasakan dulu", pikirku saat ini.
Cuy, siapa saja bisa memanipulasi diri kita, bahkan orang yang kita percaya sekalipun. Berhati-hatilah, apalagi dalam memilih teman. Setiap orang berperilaku begini dan begitu selalu punya tujuan, meski kita tak tahu pasti apa tujuannya, ya sudah itu urusannya. Santai aja, tarik napas dulu, ambil hikmahnya dan nggak perlu pake drama-drama.
Kadang logikanya harus jalan, yaaa karena kita nggak sadar kalo dunia memang seperti itu.
Sidoarjo, 17 April 2021 | Pena Imaji