âMost of wisdom is in not acting in haste. Taking the time to properly analyze the situation, praying for guidance, consulting with others, weighing your words, and considering their consequences.â
â Omar Suleiman
untitled
Sweet Seals For You, Always
Sade Olutola
Stranger Things
will byers stan first human second
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Jules of Nature

Jar Jar Binks Fan Club
Show & Tell

oozey mess
Monterey Bay Aquarium

shark vs the universe

@theartofmadeline

tannertan36


Love Begins
todays bird

if i look back, i am lost

pixel skylines
𩵠avery cochrane đŠľ
seen from India
seen from Tunisia
seen from Pakistan
seen from Bangladesh

seen from Bangladesh

seen from Romania
seen from Germany

seen from United States
seen from Argentina

seen from Vietnam

seen from United States
seen from Singapore

seen from Saudi Arabia
seen from United States
seen from Vietnam
seen from Malaysia
seen from Vietnam

seen from Netherlands

seen from Poland

seen from Australia
@cappuccinoundmich
âMost of wisdom is in not acting in haste. Taking the time to properly analyze the situation, praying for guidance, consulting with others, weighing your words, and considering their consequences.â
â Omar Suleiman

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
â Ibn al Jawzi| Captured Thoughts, Pg.422
Sedikit yang Berkah, Menjadi Pengubah Sejarah
@edgarhamas
Hanya 10 tahun lamanya Rasulullah memimpin Madinah menjadi negeri idaman yang dicintai bumi dan dimuliakan langit. Namun perhatikanlah, 10 tahun itu menjadi contoh untuk semua negara-negara besar dalam membuat aturan sampai berabad-abad setelahnya.
Hanya 313 pasukan muslim yang berlaga di medan Badar yang heroik, melawan 1000 kafir Quraisy yang angkuh dan jemawa. Namun perhatikanlah, 313 pasukan itu menjadi contoh setiap pasukan muslim di timur dan barat bumi ketika membuka gerbang-gerbang kerajaan bumi. Menjadi sinyal Ilahi; bahwa kemenangan bukan pada jumlah, melainkan karena iman.
Hanya 100 ribu shahabat Rasulullah  sepeninggal beliau. Tidak sebanyak tentara Firaun yang jumlahnya berjuta-juta. Tidak sebanyak tentara Romawi dan Persia yang menyemut di lembah dan padang pasir. Namun perhatikanlah, 100 shahabat beliau  itulah yang menyebarkan Islam hingga hari ini umat kita berjumlah 1,3 miliar.
Jangan remehkan satu hari. Sebab karena satu hari ketika Rasulullah  diangkat menjadi Nabi, saat itulah bumi tahu bahwa wajahnya akan berubah dari kezaliman menuju keadilan.
Jangan pernah remehkan satu bulan. Sebab selama sebulan lebih 10 hari, Nabi Musa telah membawa 10 perintah Allah dari bukit Tursina, yang akan mengubah arah sejarah bumi sampai berabad-abad lamanya.
Karena sesuatu yang berharga tidak melulu tentang ukuran dan jumlah. Seringkali ternyata, ia hanyalah satu sentuhan kecil dan sedikit dorongan perlahan, namun sejarah bisa berubah karenanya.
âSometimes, history is just a push.â
BERBAGI KESENANGAN
âKamu tuh harusnya baca buku.â
âKamu tuh harusnya belajar tentang agamaâ
âKamu tuh harusnya rajin ibadahâ
âKamu tuh harusnya gini, gituâ
â
Kenapa ada orangtua yang rajin membaca tapi anaknya tidak?
Kenapa ada orangtua yang rajin belajar agama tapi anaknya tidak?
Kenapa ada orangtua yang senang beribadah tapi anaknya tidak?
Kenapa ada orangtua yang senang melakukan sesuatu, tapi justru anaknya tidak menyukai apa yang orangtuanya sukai?
Jawabannya, karena banyak orangtua yang tidak membagikan kesenangannya
â
Hari ini, banyak orangtua senang membaca. Tapi ketika ia minta anaknya untuk ikut membaca, ia tidak menjelaskan betapa menyenangkannya membaca. Tidak menjelaskan, seberapa bermanfaatnya membaca buku. Yang penting, baca. Maka, ketika sang anak tidak memahami kesenangan dalam membaca buku, hal itu hanya menjadi aktivitas yang memenuhi bebannya. âBukankah lebih menarik main gagdet?â dalam hati sang anak.
Begitu juga ketika orangtua yang minta anaknya mencintai agama. Hari ini, anak dimasukkan ke sekolah agama, sekolah belajar quran, ngaji di masjid saat maghrib, diajak ke kajian, tapi orangtua lupa untuk memberitahu, apa tujuan serta di bagian manakah hal ini bisa menyenangkan. Maka, ketika sang anak tidak memahami, apa tujuannya serta dimana letak kesenangannya, hal ini hanya menjadi kegiatan formalitas semata.Â
Jika hari ini, kita ingin anak kita, adik kita, saudara kita untuk melakukan sebuah kebaikan, maka beritahu letak kesenangannya, ceritakan tujuannya, agar ia melakukan kebaikan karena sebuah alasan, bukan keterpaksaan.
Hari ini, kita lebih sering berbagi kesenangan, atau hanya menyuruh-nyuruh saja?
BERBAGI KESENANGAN Bandung, 11 Februari 2019
Pengingat.
âAnd if a person was given all of the world and what is in it, it would not fill his (her) emptiness.âÂ
- Imam ibn al-Qayyim

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
If youâre anything like me, you go to the library with the best intentions then inevitably get distracted and wind up finishing none of the tasks you set out to do. Hereâs a handy guide to how to get more done when you go to the library!
Planning your study session
Know what youâre doing ahead of time. Not only does this mean you can plan out your time to keep you on task, but you can also pare down which books and notes you need to bring.
Try and choose subjects that you need to be in the library for. For instance, if you need books to write an essay, read them in the library so you donât have to drag them home. Itâs better for your back, and more motivating when your time is limited!
Make a plan! Whether itâs just a to-do list or chunking your work into ten minute blocks, have goals to accomplish and keep yourself on task.
Donât expect to be fully focused the whole time youâre there. No one can concentrate for 4 hours straight, so work some breaks into your plan and cut yourself some slack.
What to bring
A water bottle. Youâre better off staying hydrated with water than sugary drinks from the vending machine, and bringing your own bottle is the best way to do that because you can keep it right at your desk.
Your chargers! Nothing cuts a study session short like your computer dying, so be prepared and make sure youâve got your laptop/phone/tablet charger on hand.
A jacket. At least at my university, the library is almost always freezing. Even if yours isnât, bring a jacket to keep you warm because sitting still for ages is a surefire way to cool you down!
Healthy snacks. Bringing your own food means you wonât be spending money, and you have a reason to stay at your desk and away from the vending machine. It also means no noisy crisp packets! Hereâs a guide to library-friendly quiet snacks.
Headphones. Sometimes, even the library can be a bit noisy. Whether youâd prefer silence or some light music, having headphones can help you out.
Study essentials. Donât depend on the library having copies of your required textbook, so bring your own from home, alongside essentials like pens & paper!
Making the most of the library
Donât sit on the ground floor. Itâs the loudest and busiest, and the place where youâre most likely to run into friends or get distracted, so avoid it off the bat. Similarly, stay away from high traffic areas like the loos, printers, and cafe.
Use the resources available! The library offers so much more than books: research databases, primary sources, librarians, and even audio resources if youâre a languages student like me. Make the most of all thatâs on offer!
Get there early. Especially in exam season, the library fills up pretty fast and that can prevent you from sitting where you would usually. If you want a prime spot, your best bet is to get there when the library opens.
Try booking a study room. They can be great for working on group projects or if you want to snag a one person room and work with even fewer distractions.
Remember that the library doesnât guarantee productivity. You still need to be prepared and focused, regardless of the location! Try and ditch the rest of the dayâs worries at the door and just concentrate on work.
Other tips & tricks
How To Effectively Study In A Library from The Happy Arkansan
Library Study Session Tips & Essentials from Bookish & Bright
How to have a Productive Library Study Session from Macarons & Mascara
Packing List for Studying in the Library from Life As A Dare
How to Study Efficiently and Effectively
Home vs. Library: Finding a Study Spot from Survive Law
âFor a long time I have focused on one essential spiritual principle: Rectify your relationship with the Creator and He will rectify your relationships with the creation. This is a powerful formula. But, I am learning more and more, the importance and power of the other side of that formula. By rectifying our relationships with the creation, we also rectify our relationship with the Creator. For example, if you want God to forgive you and be merciful to you, forgive and be merciful to others. If youâre in need of help from God, help another person. If you feel trapped, give charity and help another person out of their entrapment.â
â Yasmin Mogahed
Come to think of it i hardly ever look at someone and think theyâre ugly? they just are what they are and i donât think of anything further than that. at the end of the day what sticks with me are the impressions people leave, things like how much they smile/laugh/feel genuine to me. Iâve never really met someone âuglyâ in my life unless time proved their personalities otherwise.
âKata orang, hasil ga akan mengkhianati usaha. Salah. Satu-satunya ya ga akan mengkhianati usaha kita hanya Allah.â
â
Kadang - kadang, kita usahain A, eh gagal. Lalu Allah kasih kita keberhasilan di B tanpa usaha keras. Usaha itu bentuk amal soleh, bentuk ikhtiar semata sebagai wujud doa dan keyakinan. Kalau kita berhasil, Allah yang kasih. Kalau kita gagal, kita akan diberi yang lebih baik bagi kita, juga oleh Allah.
Itu kenapa kita sering kecewa ketika telah berusaha keras mengupayakan sesuatu, sandaran kita pada usaha diri sendiri, bukan Yang Menguasai Diri Ini.
kak, apakah benar-benar ada pekerjaan yang menyenangkan, sesuai passion? aih,, bahkan passion saya sendiri saya tidak tahu. 3th setelah lulus kuliah saya sudah 4 kali berpindah tempat kerja,dengan alasan bosan dan harapan menemukan yang cocok. namun saya selalu melihat pekerjaan kemarin lebih baik dari pekerjaan sekarang. lantas apakah saya harus terus mencari, atau menerima saja?
Daripada di bingungkan passion, hobi, dan semacamnya. Langsung saya arahkan ke konsep IKIGAI ya. Kegemaran pada gambar = passion.
penjelasan lengkapnya di ambil dari http://sumber-kearifan.blogspot.com/2018/01/konsep-ikigai-untuk-apa-kita-hidup.html
Kalau hanya ditanya ada atau tidak pekerjaan sesuai passion. Jawabannya ada, tentu ada. Menyenangkan? Bisa jadi. Selalu menyenangkan? Pastinya nggak bakal. Lelah, jenuh, dan permasalahan-permasalahan lain tentu akan ada di dalamnya. Meski itu pekerjaan yang kita sukai sekalipun.
Kalau memang belum menemukan dunia dimana kamu menaruh hati sepenuhnya, Tidak ada jalan lain, cari sampai ketemu, kalau memang kamu benar-benar menginginkannya. Caranya, memang harus banyak mengexplore diri. Ikut berbagai bentuk kegiatan, komunitas, sharing sama yang lebih expert dll. Prosesnya seringkali memang nggak sebentar. (Atau bisa youtube Rene Suhardono - Passion, Purpose, Value. atau video2 setema yang lain.)Â
Tapi yang pertama-tama harus dilakukan adalah, bersyukur. Bersyukur dan menerima apa yang diberi dan bisa dijalani saat ini. Dan berdoa juga agar bisa mendapat/meningkat lebih dari yang sekarang. Bukan berarti serakah ya. Niatkan agar bisa jadi mukmin yang kuat, mandiri, bisa bantu keluarga, teman, dan orang lain.
Yang dianggap sebagai passion (ini belum di titik ikigai) apa harus pekerjaan utama? Nggak harus, bisa sampingan juga. Ada yang memang ia lakukan hanya untuk âmenjaga kewarasanâ, selow aja nggak sampai ngoyo. (Terlepas seperti apa keleluasaan dan pengaturan waktu orang tersebut)
Saya punya beberapa kenalan Dokter. Setelah ada pertanyaan ini, saya coba mengajukan pertanyaan pada teman saya ini.
 "Apakah kalau hal lain yang kamu sukai bisa menghasilkan, profesi Dokter ini bakal kamu lepas?â jawabannya âNggak.â Karena baginya menolong orang baginya ya udah panggilan hati/amal aja. Yang kalau dikembalikan ke diagram Ikigai tadi, berarti mencakup 3 saja : Misi, Pekerjaan, Profesi. Dan itâs okay. Bagian passion tadi mungkin akan teman saya dapat nanti, dari bidang yang lain.
Ada juga Om Ario, Yang bisnisnya bergerak di bidang logistik. Ia bilang dalam podcastnya. âMana ada sih, orang terlahir di dunia ini dengan passion logistik? Nggak bakal ada juga.â Penjelasan lanjutannya, âBidang logistik ini bukan bidang yang Gue banget sebenarnya. Cuma hal yang Gue jadikan passion ada didalamnya. Seperti bertemu dan ngobrol dengan orang baru (klien),â Seterusnya saya lupa, Dan kebetulan beliau dan partnernya membahas hal ini di podcastnya. (Bisa kalian search di Spotify : Thirty Days Of Launch atau tap link : https://open.spotify.com/episode/53c4pPk2VWTOJYaFM7tMty?si=JIhyOyo1QCmmaJy8sbyE6g )
Kalau keadaanmu (atau siapapun yang membaca) saat ini masih membuatmu memiliki kesempatan untuk memilih, atau berganti. Karena masih ada back up dari suami, keluarga, orangtua, tabungan, atau hal lain. Jangan lupa bersyukur ya, di luar sana masih banyak yang lebih lelah dari pekerjaan kita, namun masih tidak berkesempatan untuk memilih hal yang lain.Â
Semoga sedikit menjawab, dan ini juga jadi pengingat untuk saya sendiri. Terimakasih :)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Pemilik Kapal
âAdapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera.â (QS. Alkahfi: 79)
Sebelumnya saya mohon maaf jika sudah pernah menyampaikan topik ini hehe
Kisah ini adalah bagian dari kisah Nabi Musa dan Khidir yang menaiki kapal dan kemudian kapal ini dirusak oleh Khidir, yang intinya agar kapal ini dirusak agar tidak direbut oleh sang penguasa yang zalim. Beranjak dari kisah ini ada hal yang menjadi renungan panjang bagi saya pribadi, yang kemudian menjadi pengingat dalam menjalani kehidupan sehari-hari
Bahwa, bisa jadi kitalah sang pemilik kapal tadi
Bisa jadi, kamu, adalah sang pemilik kapal
Pemilik kapal yang Allah melalui hambanya khidir diberi musibah rusaknya kapal milik mereka dengan tujuan agar mereka terhindar dari musibah yang jauh lebih besar, yaitu dirampasnya kapal sumber penghidupan da penghasilan mereka. Hal yang sama saya membayangkan juga terjadi kepada kita. Sebagaimana para pemilik kapal, Allah mungkin sedang memberikan sebuah musibah kepada kita dengan tujuan sebuah kebaikan yang besar di masa mendatang, entah itu terhindar dari musibah atau mendapat sebuah kebaikan lain yang besar. Masyaallah
Teman-teman, mari kita memandang ketentuan Allah dengan kacamata keimanan dan keyakinan, bahwa musibah Allah turunkan bukanlah karena Allah zalim, subhanallah, Allah justru Maha Bijaksana (Al-hakim) yang berarti Allah tidaklah menetapkan sesuatu melainkan karena Allah tahu ada kebaikan di dalamnya.
Sekali lagi, mungkin kamulah sang pemilik kapal, bersabarlah, berbaik sangkalah, dan juga bersyukurlah :)
Wallahu aâlam
7 Ways to be More Productive with Less Effort
1.Sort out your priorities. Make time to honestly reflect on your life, and to think about what is important to you. Where are you going? What do you want? What are the steps that will take you there?
2. Focus on the essential tasks. Next, think about your short term responsibilities. Ask yourself: âOut of all the tasks that I have to do, which will get me the greatest return for my time and effort?â Make a list of these types of tasks â theyâre your most important things to do this week.
3. Eliminate what you can. Now look at your list. What on the list is not essential? Is there anything there that you can drop from your schedule, delegate to someone else, or put on a âwaiting listâ. Often when we review these non-essentials later, we find they werenât necessary at all.
4. Do essential tasks first. Begin each day by doing the two most important tasks. Donât wait until later in the day as theyâll get pushed aside to make time for other stuff that arises throughout the day. Youâll find that if you do these tasks right away, your productivity will really increase.
5. Eliminate distractions. If you allow yourself to be constantly interrupted by email notifications, IM, cell phones, social media and so on, then youâll never be productive. Turn them and, if you can, disconnect yourself from the internet.
6. Keep it simple. Donât waste time on applications that are meant to organise your schedule. Make a simple to-do list with a word document, or with some paper and a pen. Then get started on whatever work you had planned on doing.
7. Do one thing at a time. In most situations, multi-tasking slows you down. You canât get things done with a million things demanding your attention. Focus on whatâs in front of you, to the exclusion of all else. That way, you are likely to achieve more, in less time, and with less effort.
Pin it here.
Gegabah
Apakah segala sesuatu yang baik, ketika ia datang, harus kita terima begitu saja? Seperti kesempatan-kesempatan emas yang tampak menyilaukan tatkala kita sedang meniti jalan cita-cita kita. Kesempatan besar yang kalau kita ukur-ukur dengan teliti, tangan kita tak kan cukup kuat untuk menggengamnya, apalagi menjaganya, kita tidak siap.
Tapi, kita dirundung kekhawatiran yang berlebih akan hilangnya kesempatan. Dihantui ketakutan kalau-kalau, kesempatan itu tidak akan pernah datang lagi di masa yang akan datang. Dan mungkin memang tidak akan pernah datang lagi, tapi diganti yang lain, yang lebih tepat, hanya saja kita tidak sabar ingin memilikinya hari ini.
Bukankah ketakutan-ketakutan kita akan kehilangan, membuat kita serakah mengambil semua yang ada di depan mata? Tanpa menghitung kapasitas diri, tanpa mengukur besaran tangan kita, tanpa melihat diri ini siap atau tidak menanggung beban untuk menjaganya. Ketakuan-ketakuan yang membuat kita gegabah mengambil keputusan, membuat kita semakin jauh dari tujuan. Škurniawangunadi | 27 Desember 2018
âThe truth is, when we thought we were looking for a good husband or a good wife or a good job or a lot of money or a lot of fame, we were really just looking for God. So itâs no wonder that we got disappointed when the husband, the wife, the job, the money or the fame didnât fill our needâor our emptiness.â
â Yasmin Mogahed
âAwn b. âAbdullah ŘąŘ٠٠اŮŮŮ said:
âThose before you used to give to their worldly affairs what was left over from their pursuit of the hereafter. But today, you give to the matters of the hereafter the leftovers from your pursuits of worldly affairs.â
[Abu Nuâaym, Hilyat Al-Awliyaâ 10:242]

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Homecoming
This scrapbook, oh well this deep blue one...
Unexpectedly, you ended up becoming my sanctuary. This is the place where people can gather regardless of who they are in real life, since, hey, it's Tumblr! It's more about content! No need to worry about the rest.
Nothing can beat your versatility; as medium of expression for some, and catalogue of ideas for others.
Thanks for the past 6 years. Thanks for coming back.
December 27th, 2018
Ibn al-Jawzee (rahimahullaah) said:
âO my brothers, beware of the Dunya, for its magic is more dangerous than that of Haroot and Maroot. Their magic caused separation between man and his wife but this causes separation between the slave and his Lord.â
[al-Mudhish (1/386)]