Rahasia Semesta
Aku membuka telapak tangan yang masih menyimpan hangatmu. Tidak apa-apa di sana, hanya gurat tangan yang lelah mencari sesuatu. Semakin jauh tangan itu meraih, semakin tidak tahu seberapa jauh jarak yang harus di jangkau. Hanya ada bisikan. Sedikit lagi. Sedikit lagi. Sedikit lagi. Meraih sesuatu yang dekat tapi tidak tahu di mana letaknya.
Kedua tanganmu yang bertaut. Memohon dengan sehebat-hebatnya sebuah doa menjulang ke langit. Hangat tangan yang masih kau ingat jelas di hari yang dingin itu. Semua tumpah ruah rintik hujan yang tidak sebanding dengan emosi-mu. Syukur. Senang. Sedih. Haru. Semuanya jadi satu. Seperti warna cakram yang menjadi kembali putih meski berwarna-warni
Oh, kedua tangan yang pernah memikul rahasia alam semesta bersama. Bersama dengan matahari yang memberkati bumi di pagi hari itu. Dua tangan hangat itu kembali bertaut. Memikul seluruh rahasia alam semesta yang belum pernah ada di cerita umat manusia. hanya kedua tangan kecil yang tulus itu. Bersama. Selama alam semesta masih ingin menyembunyikan rahasianya.
















