Inovasi dari Hati, XL Luncurkan Berbakti
Liat judulnya udah greget belum sih gaes? Hehe, buat aku sih ini inovasi dari hati banget. Gimana engga lhah wong aplikasi ini aja namanya berbakti. Berbaktinya so pasti buat orang tua dari anak, soalnya app ini compatible alias cucok buat orangtua yang rata-rata masih gaptek *ups, pelan aja yah gaes. Kena jitak ntar hehe.
Bicara dari hati, inget sama mata kuliah yang diajar dosen aku tuh, pak Azim kali ga salah. Waktu pagi tuh, beliau bilang seseorang berkarya tuh pake perasaan apa otak? Sempet debat sih beberapa hari, eh engga mungkin ding hehe, beberapa menit aja kok. Nah, aku sih nge-jawab “pake perasaan, pak!“ yah maklum, soalnya aku orangnya baperan *eh curcol wkwk. Akhirnya beliau ngejelasin ya perasaan. HOREE!! Aku bener gaes hehe, senengnya ngungkuli oleh duit pas bodo wkwk
“Lha kok bisa perasaan? “ sontak temen-temenku pada protes. “padahal kan ya orang berkarya ya mikir masak pake perasaan, ngga logis nih dosen,” bisik Falah, sebut saja begitu, sambil provokasi temen sekelas.
“Haha iya kamu bener kok, orang berkarya itu dengan mikir, “ jelas dosenku melanjutkan. Ada orang yang berkarya dengan perasaan. Misalnya pengalaman itu kan kebanyakan karena menyimpan kenangan yaitu lewat perasaan.
“Contoh konkret ajadeh pak,” seru Falah tetap dengan nada protes. “Okee kita tengok karya Raditya Dika yaa. Kebanyakan karyanya tentang pengalaman gagal dalam urusan cinta, hubungannya dengan perempuan tak pernah langgeng. Muncullah karya film Malam Minggu Miko,” kata dosen itu panjang lebar menjelaskan.
“Iya ya pak, itu kan awalnya dari keresahan diri terus muncul karya, hehe,” ujar temenku yang ngomporin biar pada jawab otak tadi. “Huu,” seisi kelas sontak riuh.
Itu jadi kayak potongan cerpen yah, hehe maaf yah biar nyambung aja ini tulisan gaes. Nah bicara keresahan tuh XL ini, ngeliat terutama di kota-kota gede yang mobilisasinya cepet dan supersibuk kayak ga abis-abis waktunya. Anak muda yang kebanyakan merantau ke luar kota pastinya jauh dari orangtua. Mesti jarang ketemu. Kalo mau telepon sms seringnya malu. Bahkan ada anak muda kalo yang sms pacarnya mesti dibalesi, tapi kalo orangtua hmmm dipending. Kayak pacar itu udah yang ngasi hidup yah. Ini tak patut gaes, sebaiknya disensor, jangan ditiru hehe. Semoga saja bukan pengalaman pribadi penulis >.<
Keresahan renggangnya hubungan orangtua – anak inilah yang menjadi landasan sebuah karya kolaborasi XL bareng Pemerintah Kota Pekalongan dan Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS).
Sebagai blogger yang baik hati, rajin menabung, dan tidak sombong wehehe, saya menghadiri undangan Launching aplikasi Berbakti baru-baru ini, Kamis (13/10) di Kampus Universitas Pekalongan.
Pagi itu, cukup cerah. Sebagai mahasiswa yang nyambi nulis, saya beruntung perkuliahan sudah selesai jam 08.40. Sayangnya kendala transportasi (baca: ngampus ga bawa motor) alhasil saya harus memutar otak, meminjam kendaraan sobat.
Pukul 09.00 yang dijadwalkan sudah hadir saya terlambat satu jam. Sempat bingung dan akhirnya pede aja masuk, bilang dari STAIN PEKALONGAN Hahaa pas masuk ketemu temen temen blogger disuruh absen bagian media, jadilah dapet bonus cangkir dan snack lagi wkwk. Lupakan momen memalukan itu gaes hehe.
Tetiba disana, Ratna Sofia yang menjadi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pekalongan sekaligus Istri Walikota Pekalongan Achmad Alf Arslan Djunaid sudah di mimbar menyampaikan kebanggaannya Pemkot bisa turut andil dengan hadirnya aplikasi ini sebagai wujud program Xmart City Pekalongan.
FYI gaes, aplikasi Berbakti ini dikembangkan dalam 2 seri, yaitu Berbakti Anak dan Berbakti Orang Tua. Lewat aplikasi Berbakti Anak kita bisa mengecek kondisi kesehatan orang tua. Apalagi aplikasi ini dilengkapi fitur notifikasi kesehatan, daftar rumah sakit, hingga perawatan gabungan.
Vice President XL Digital Sales & Marketing, Wendhyarto Kusumaatmadja mengatakan aplikasi Berbakti hadir untuk pengguna smartphone. Masyarakat Pekalongan bisa mengunduh aplikasi ini gratis di Google Playstore.
Aplikasi yang mempermudah pengecekan kesehatan orang tua ini dikembangkan XL bersama Udinus Semarang. Ada yang berbeda dari program-program Xmart City sebelumnya. Kali ini XL menggandeng dua fakultas sekaligus, yaitu Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Budaya. Porsi terbanyak kali ini terdapat pada Fakultas Ilmu Budaya, karena kaitannya dengan permasalahan sosial.
Pilihan XL untuk menggandeng Udinus didasarkan pada reputasi dan prestasinya sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Universitas ini sering memenangkan berbagai kejuaraan, baik dalam bidang IT atau lainnya.
XL Xmart City Pekalongan merupakan program solusi digital terintegrasi yang bertujuan memecahkan berbagai masalah di kota-kota besar. Diawali dengan solusi komunikasi dalam keluarga, sekaligus peningkatan kesehatan orang tua, aplikasi Berbakti tentunya dibuat bukan untuk menggantikan komunikasi antar anak dan orang tua sebagaimana wajarnya. Aplikasi Berbakti dihadirkan untuk melengkapi pilihan berkomunikasi antara mereka.