Belajar Berkesadaran
Tidak ada sesuatu yang terjadi pada diri kita tanpa maksud dari Sang Pencipta. Pasti ada pesan Allah yang sedang dikomunikasikan kepada kita. Namun, hati yang tidak bersih, fitrah yang tidak terawat, menjadi penghalang kesadaran menemukan pesan itu.
Ini adalah makna yang aku sematkan dalam proses pertemuan dengan kelas #FitrahLifeBallanceChallenge. Ternyata selama kehidupan yang sudah Allah berikan ini, banyak hal yang dilakukan tanpa ber-ke-sadar-an. Ini salah satu alasan kita melakukan banyak hal, namun tetap terasa hampa. Karena kita tidak benar-benar tau, sadar, untuk apa kita melakukan sesuatu.
Ahhh.. terdengar seperti "hal sepele" membicarakan tentang kesadaran. Namun ternyata inilah pembeda semangat, pembeda proses, dan bahan bakar yang akan kita gunakan sampai akhir perjalanan. Aku, bersyukur sekali. Bertemu dengan momen ini. Aku belajar banyak hal. Saat ini, berusaha me-reset semua hal, untuk bisa melanjutkan perjalanan sebagai mana mestinya, sebagai mana keinginan Sang Maha Pemberi Petunjuk.
Proses berkesadaran inipun perlu terus dilatih, dengan banyak membaca dan memaknai proses perjalanan hidup kita. Apa pesan-pesan Allah yang belum kita maknai ulang? Apa yang sebenarnya ingin Allah sampaikan? Pelan-pelan, proses ini justru membuat jalan sendiri untuk bisa menerima hal-hal dimasa lalu yang mungkin masih menjadi hal yang mengganjal. Baik itu hal yang menyedihkan, menyakitkan, atau bahkan situasi terbaik namun dalam kehampaan. Salah satunya, sesuatu yang terjadi, bukan dari kehendak diri. Bukan kapasitas kita. Namun rasanya ingin mempertanyakan,kenapa ini terjadi padaku?
Selama proses berkesadaran ini dilanjutkan, proses menerima pun hadir, saatnya mulai beranjak untuk masuk ke fase proses melangkah kembali dengan perasaan yakin, kita berjalan dibersamai oleh-Nya. Hal-hal yang saat ini kita pikirkan, dengar, baca, semua hadir atas izin-Nya. Kita hanya memperjalankan. Lakukan perlahan, perbaiki niat, sampai Allah kirimkan segala alat bantu dan media belajar kita menuju kurikulum kehidupan selanjutnya.
Berbicara tentang misi hidup. Mungkin saat ini kita (aku ya lebih tepatnya), mungkin merasa belum menemukan solusi apa sebenarnya yang Allah inginkan dari kehidupanku di muka bumi ini. Namun, proses aku melangkah sedikit demi sedikit yang berusaha terus terkoneksi, melibatkan Allah di dalamnya, hingga ternyata waktu itu sudah habis. Kita tetap dilihat oleh-Nya, kita sedang berjalan menuju itu.
Allah, sampaikanlah aku pada perjalanan menunaikan misi hidupku dengan kesungguhan, dengan bahagia, dan penuh ketenangan, karena aku meyakini semua langkah ini dibersamai oleh-Mu. aamiin yaa Rabb..










