I dunno, can I call it "edit" or don't, but... It seems funny for me, make a clip or something like that with Flowey and that song. Modern Talking - You're my heart, you're my soul. Hilarous, isn't it?)
seen from United States

seen from France

seen from Singapore
seen from China
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from China
seen from United States

seen from China
seen from United States
seen from Canada
seen from Canada
seen from Canada

seen from Canada
seen from T1
seen from Austria
seen from United States

seen from France
I dunno, can I call it "edit" or don't, but... It seems funny for me, make a clip or something like that with Flowey and that song. Modern Talking - You're my heart, you're my soul. Hilarous, isn't it?)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
23.36
Durgun sularımda dargın duruyorsam
Ve yanmıyorsam artık derdime
Eski ben öldüyse, sessiz kalıyorsam
Ne ettiysem ben kendi kendime...
Blackbriar - A Thousand Anemones (Video Klip)
Blackbriar‘ın ilkbaharın sonlarında çıkması planlanan yeni albümü “Our Long Cursed Sleep”ten ilk olarak “A Thousand Anemones” isimli şarkısının video klibi 19 Mart 2026’da yayınlandı. Yapımcılığını Joost van den Broek’in üstlendiği şarkının sözleri Zora Cock’a, müziği ise René Boxem ve Ruben Wijga’ya ait. Blackbriar – A Thousand Anemones Blackbriar – A Thousand Anemones – Şarkı Sözleri “Can we…
Bursa'da 'Mihman' Eseri Yayımlandı
Mihman Eseri Yayımlandı Feyzi SARIKAYA / BURSA(İGFA) – Söz ve müziği ünlü sanatçı Süleyman Düzgünoğlu’na ait olan “Mihman” adlı eser, dinleyicileriyle buluştu. Bu eser, müzik alanında dikkat çeken bir çalışma olarak öne çıkıyor. Müzik yönetmenliğini ise Kutsal Evcimen gerçekleştirdi. Çalışmanın klip yönetmenliğini Feyzi Sarıkaya üstlendi. Klipte, görüntü yönetmenliği görevini Ali Çiçek…
Bursa'da 'Mihman' Eseri Yayımlandı
Mihman Eseri Yayımlandı Feyzi SARIKAYA / BURSA(İGFA) – Söz ve müziği ünlü sanatçı Süleyman Düzgünoğlu’na ait olan “Mihman” adlı eser, dinleyicileriyle buluştu. Bu eser, müzik alanında dikkat çeken bir çalışma olarak öne çıkıyor. Müzik yönetmenliğini ise Kutsal Evcimen gerçekleştirdi. Çalışmanın klip yönetmenliğini Feyzi Sarıkaya üstlendi. Klipte, görüntü yönetmenliği görevini Ali Çiçek…

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kurikulum Kehidupan
Pernahkah merasa kalau hidup kita ko rasanya gak mulus? Atau merasa hidup kita seperti jalan ditempat? Atau rasanya kita gak sama nih perjalanannya dengan kebanyakan orang?
Hmmm *exhale inhale*
Aku. Akulah salah satu orangnya. Overthinking bersenandung terus di dalam pikiran. Mempertanyakan banyak hal, namun lupa untuk memulai melangkah. KArena sebelum melangkah untuk berani memulai, muncul lagi overthiking yang lainnya. Capedeh rasanya. Tapi ini gak mudah untuk bisa melatih agar kebisingan di kepalaku lebih tenang, dan baiknya sih bising dengan hal-hal yang baik dan produktif saja ya..
Namun, perjalanan ini membuat aku bertumbuh. Aku baru memahami, rasa percaya diri yang rendah, lalu perfeksionis dalam diri, riuhnya kepala yang membuat lelah padahal tidak mengejakan apapun. Ahhhh ini semua berawal dari overthinking! Mungkin ini memang salah satu akibat dari luka masa laluku. Namun sekali lagi, aku tidak mau menjadi korban dari luka masa lalu itu. Aku adalah pelaku yang belajar menerima, menyembuhkan, dan memutus rantainya. Semuanya berproses. Perlahan, namun aku mulai memahami celahnya.
Memang sepertinya aku seolah jalan di tempat. Belum ada peran dan karya nyata yang bisa aku suguhkan dan berdampak bagi banyak orang. Namun, aku menyadari satu hal. Bahwa aku, selama yang terlihat jalan di tempat itu, sudah melakukan perjalanan juga di bagian sisi lainnya. Aku tetap belajar, bertumbuh, dan berusaha menyelesaikannya satu-persatu. Benar kata orang, jika kita hidup di jalan kita sendiri. Jalan kita dan yang lainnya tentu tidak sama. Titik memulainya pun jelas tidak harus sama. Pun titik akhir yang menjadi rahasia. Dan disetiap perjalanan itu, Allah sudah siapkan kurikulum kehidupan. Kompetensi dasar apa saja yang perlu kita miliki untuk siap melanjutkan perjalanan dan menghadapi sesuatu yang ada di depan sana. Allah Yang Maha Tau dan Maha Kuasa, jelas sangat mudah bagi-Nya untuk menghantarkan kita pada pendidikan itu. Sebuah kurikulum tidak bisa dicapai sebagian, lalu naik kelas. Jika kita mau naik kelas, tentu perlu menuntaskan semua kompetensi dasar yang sudah dirancang dalam kurikulum itu.
Sehingga, jika kita merasa jalan di tempat, tidak ada perubahan apapun di dlam hidup, ko ujiannya gini terus, kenapa aku harus mengahadapi hal-hal yang seperti ini? Hey, aku kita sambut itu semua. Kita perlu bagaimana menyikapinya? Hal apa yang dapat membantu kita menuntaskan ujian-ujian ini, agar kita mampu naik kelas, agar kita bisa selesai di satu kurikulum dan lanjut menuju kurikulum lainnya untuk terus berjalan di perjalanan yang singkat ini.
Tidak apa-apa jika merasa lelah.
Tidak apa-apa jika merasa sedih, kecewa, dan bahkan putus asa.
Namun, tetaplah berjalan, mencari cahaya itu, dan menjaganya. Hingga pintu-pintu kesempatan dan solusinya semakin banyak yang terbuka. Maka, dengan memulai melangkah, kita akan lebih mudah untuk melanjutkan perjalanan.
Hidup adalah sebuah perjalanan.
Kata orang, kita sedang melakukan perjalanan sebagai pembekalan di masa depan. Masa muda yang penuh ambisi, mengikuti setiap jenjang pendidikan seperti kebanyakan orang. Setelah sekolah dasar, ya harusnya sekolah menengah pertama, lanjut sekolah menengah atas, lalu menuju perguruan tinggi. Setelah lulus dari situ apa yang selanjutnya dilakukan? Harus kerja dong, katanya. "Sayang banget sekolah tinggi-tinggi tapi ujung-ujungnya di rumah aja." Kalimat seperti ini sering sekali terdengar dengan nada yang sedikit 'mencela'. Padahal, siapa yang membuat standar urutan jenjang itu? Lalu ketika ada yang tidak sesuai, kita akan dipertanyakan. Tapi hidup bukan untuk memenuhi standar orang kebanyakan. Hidup yang katanya untuk masa depan, masa tua, masa menikmati hasil panen. Itu semua fana. Jika kita berjalan dan menuju ke-fana-an itu, memang kita akan mendapatkannya, tapi untuk menikmatinya juga -mungkin iya mungkin tidak-.
Karena, sejatinya yang nyata itu "kematian lebih dekat dari urat nadi". Kematian akan datang di waktu yang kita tidak pernah tau. Inilah sebuah kepastian. Setiap yang hidup pasti akan mati. Namun, masa depan, masa tua yang direncanakan itu, bisa jadi kita tidak sampai ke waktu itu, karena kematian datang lebih awal. *exhale inhale* agak berat menuliskan ini, tapi pikiranku sedang berputar di sini.
Masa kita di dunia ini sangatlah singkat. Lalu di waktu singkat ini, kita perlu menyelesaikan apa-apa saja yang menjadi "tugas" kita. Bukan, bukan tentang tuntutan pekerjaan. Jauh lebih dalam dari itu. Perjalanan di dunia adalah tentang pembekalan. Bekal untuk kelak tiba di akhir perjalanan. Yaitu, setelah kematian. Lalu, perjalanan ini pasti tidak hanya sekadar 'iseng', tidak ada maksud. Allaah, Sang Pencipta, pasti memiliki maksud. Tujuan penciptaan diri kita. Untuk apa Allaahu Rabb menciptakan kita di dunia ini? Pasti bukan hanya sekedar menikmati perjalanan suka duka kehidupan dengan berbagai keindahan dunia dan sistem di dalamnya yang dibuat seolah indah itu.
Aku, salah satunya yang sedang berusaha mencari maksud itu. Mencari Misi Hidup, yang sudah lamaaaa dilangitkan lewat do'a, mohon pertolongan Allaah, mohon Allaah bimbing untuk dapat menemukan dan bisa menjalankan misi hidup itu di sisa usia yang entah sampai kapan ini. Aku bersungguh-sungguh mencari. Karena fase menjadi seorang Ibu Rumah Tangga ini, yang memang seringnya beraktivitas bersama anak di rumah, tetapi kita juga bisa tetap tumbuh berkarya dan bermanfaat untuk masyarakat sekitar. Dengan apa? bukan dengan mencari pekerjaan yang seperti standar kebanyakan orang itu, namun dengan peran kita menjalankan misi hidup itu tadi. Dan aku yakin, setiap diri itu pasti sudah Allaah tuliskan misi hidupnya untuk senantiasa menjadi bentuk kesungguhan beribadah, sebagai kendaraan menuju akhir perjalanan, untuk mendapatkan ridho-Nya.
Namun manusia tidak diciptakan untuk bisa menemukannya sendiri, seperti aha momen ketika mencari sebuah gagasan. Perlu ada proses yang dilakukan, dan dibersamai dengan adanya utusan Allaah seperti Rosul, Nabi, Ulama, dan para Guru. Kita perlu mencari, meramu, melatih, hingga akhirnya insyaa Allaah akan menemukan misi hidup (tugas langit) itu. Bismillaah, aku berproses dan berprogres untuk itu. Sebagai bentuk ikhtiar, aku mengikuti salah satu kelas yang memiliki tujuan yang sama. Mencari fasilitas untuk belajar, dan menemukan misi hidup itu yang dibersamai oleh para mentor yang sudah berpengalaman. Semoga Allah catat ikhtiar ini menjadi bentuk kesungguhanku dalam perjalanan ini, dalam menjaga perjanjian yang kekal itu.
Aku Belum Pernah Kecewa dalam Berdo'a
"Dia (Zakaria) berkata. 'Yaa Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo'a kepada-Mu ya Tuhanku'." Q.S. Maryam : 4
Ayat ini merupakan salah satu ayat favoritku. Selama hidup, aku merasa sangat dimudahkan untuk berdo'a dan Allah selalu mengabulkan do'a-do'aku. Mulai dari do'a kecil yang remeh, seperti ingin makanan sesuatu. Qodarullaah, makanan itu sampailah padaku dengan cuma-cuma tanpa aku perlu membelinya. Hingga do'a yang sungguh-sungguh dalam penantian panjangku tentang menginginkan sosok pendamping hidup. Maha Kuasanya Allah, Allah mengabulkan semuanya, sama persis dengan do'a yang aku minta terus-menerus dan sedetail itu. Sampai-sampai dibuat tidak percaya. Ternyata aku sudah mendo'akan banyak hal yang spesifik, dan Allah kasih wujud nyatanya. Tentu aku harus bersyukur akan hal itu. Alhamdulillaah yaa Rabb..
Namun ada kalanya juga aku merasa takut, tidak pantas, dan lain sebagainya terhadap apa yang ingin ku do'akan. Hingga akhirnya memilih untuk tidak berdo'a akan hal tersebut. Ternyata, saat itu aku sedang berputus asa terhadap rahmat-Nya. Aku menyamakan kebesaran dan kuasa Allah yang tanpa ukuran itu, dengan kapasitas diri yang lemah ini. Berdo'a bukanlah sebuah ukuran. Apa-apa saja yang perlu dido'akan yaitu apa yang mustahil terkabul. Jika begitu, tidak akan ada harapan yang tumbuh, tidak akan ada ikhtiar yang lebih, dan kita berpikir jika semua yang terjadi atas usaha diri kita. Na'udzubillaah..
Berdo'apun tidak mengenal kondisi. Berdo'a bukan hanya sebagai tangga menuju kebahgiaan. Berdo'a bukan hanya untuk orang-orang lemah. Dikondisi apapun diri kita, berdo'alah. Karena itu menjadi koneksi anatara diri kita dengan Allah, Sang Pemilik Diri.
Kadang kita merasa ketika kita memiliki masalah, lalu berdo'a, rasanya kita tidak mendapatkan jawaban atau solusi yang nyata seperti kita bercerita kepada manusia. Namun dibalik itu, do'a dapat mampu merubah hati kita, menjadi lebih tenang, lebih lega, lebih memiliki harapan, dan lebih percaya. Berdo'a itu menyalakan harapan. Akan ada pertolongan disana. Pertolongannya seperti apa? Kita tidak perlu tau saat ini, cukup dengan terus bergerak, terus berikhtiar, dan terus berdo'a. Karena apa yang terbaik untuk diri kita dan kapan waktu terbaik itu hadir, hanya Allaah yang Maha Mengatur, Maha Mengetahui.
Bukan tentang cepat dikabulkannya sebuah do'a, namun meyakinkan diri kita untuk selalu terhubung pada-Nya dengan berdo'a adalah bentuk nyata kita sebagai hamba yang memiliki Rabb.